
Sepanjang perjalanan Zela dan Brayen terus tersenyum. Mereka sama-sama merasakan bahagia yang luar biasa, sejenak membuat Zela melupakan rasa kengennya dengan Baby Arsah.
Sampai tidak terasa sampailah mereka di depan gerbang Sekolah. Zela turun dari motor Brayen, lalu tersenyum ke arah Brayen yang sedang membantu Zela melepaskan helm yang di pakainya.
" Gimana rasanya naik motor?." Tanya Brayen kepada Zela.
" Kayak orang pacaran." Jawab Zela sembari terkekeh.
Brayen tertawa kecil lalu mengecak rambut Zela pelan, karena helm yang di pakai Zela sudah terlepas.
" Tidak kalah nyaman dengan mobil bukan?." Tanya Brayen lagi membuat Zela tersenyum dan mengangguk.
Zela memang tidak pernah menaiki motor, atau malah mungkin bisa di hitung sudah berapa kali Zela menaiki motor.
Mereka masih mengobrol di depan gerbang Sekolah. Bahkan tidak perduli dengan beberapa anak yang melihat keromantisan mereka.
Banyak anak-anak yang setelah parkir mobil atau motornya langsung berniat untuk melihat keromantisan Brayen dan Zela.
" Cieee yang udah mulai sekolah lagi." Ledek Brayen sengaja agar Zela tidak lagi sedih karena kangen dengan baby Arsha.
" Malah di ledekin, semangatin dong." Jawab Zela membuat Brayen tersenyum ke arahnya.
Senyuman Brayen membuat beberapa anak yang sedang melihat keromantisan pasangan muda ini sampai meleleh.
Ah... Sudah lama mereka tidak melihat wajah tampan Brayen, bahkan meski hanya memakai motor gedenya, ketampanan dan pesona Brayen tidaklah berkurang, dia malah semakin terlihat keren di mata anak-anak SMA itu.
" Sini maju." Suruh Brayen yang di turuti oleh Zela.
Zela maju sedikit ke arah Brayen, lalu tanpa menunggu lama Brayen langsung mengecup bibir Zela sekilas, hanya sekilas saja karena tempatnya yang begitu tidak mendukung.
Semua anak-anak yang melihat itu dibuat meleleh dengan pemandangan yang tadi sengaja mereka lihat, jelas itu salah mereka sendiri.
Tapi tidak sedikit juga yang merasakan sakit di dadanya karena idola mereka yang mencium bibir Zela di depan mereka. Tentu saja karena banyak yang bermimpi di posisi Zela sekarang ini.
__ADS_1
Zela mengerucutkan bibirnya kesal dengan Brayen yang seenaknya menciumnya di tempat umum. Jika hanya kening tidak masalah, tapi Brayen menciumnya di bibir, Zela tidak enak dengan teman-teman sekolahnya.
Bahkan ada beberapa mahasiswa yang melihat kejadian itu, meskipun mereka melihatnya ketika mobilnya sedang melintas untuk masuk ke dalam kampus. Tapi tetap saja melihat kejadian antara Zela dan Brayen di depan gerbang Sekolah dan Kampus itu.
" Minta di cium lagi?." Tanya Brayen melihat tingkah Zela sekarang ini.
Zela memukul lengan Brayen pelan.
" Sudah sana, aku mau masuk." Usir Zela kepada suaminya.
" Dih ngusir, jahat kamu yang sama temen-temen kamu tuh... liat mereka." Jawab Brayen membuat Zela menoleh ke arah belakang.
Dan deg....
Zela begitu terkejut melihat begitu banyak siswi yang sedang berdiri melihat ke arah mereka.
Huffh...
Zela menghela nafasnya kasar, kesal juga dengan teman-teman Sekolahnya yang tidak tau malu melihat dirinya dan Brayen, bahkan ada wajah-wajah baru yang sebelumnya belum pernah Zela lihat. Mungkin mereka anak kelas 10 pikir Zela.
" Seneng dong kalau yang perhatian kamu." Jawab Brayen membuat Zela menautkan alisnya.
Jawaban Brayen tidaklah nyambung, Zela menatap Brayen tajam, seakan tatapannya itu menyiratkan agar Brayen cepat pergi dan tidak menjadi tontonan teman-teman Sekolahnya.
" Oke Mommy, Daddy kuliah dulu ya, Love you." Ucap Brayen membuat Zela yang tadinya kesal jadi tersenyum.
Brayen memanggilnya dengan sebutan Mommy juga memanggil dirinya dengan sebutan Daddy, menurut Zela itu terdengar begitu lucu dan romantis.
" Love you too." Jawab Zela sembari tersenyum.
Brayen tersenyum ke arah Zela, lalu dia kembali melajukan motornya untuk masuk ke dalam kampusnya. Setelah Brayen benar-benar masuk dan tak terlihat. Zela menoleh ke belakang lagi.
Sudah banyak yang pergi karena Brayen juga sudah pergi, dan Zela tau mereka adalah teman sekolahnya yang mengidolakan suaminya. Hanya beberapa siswa dan siswi yang masih berdiri di tempatnya menatap Zela, mereka ialah siswa dan siswi kelas 10 yang memang belum pernah bertemu dengan Zela sebelumnya. Hanya saja sudah sedikit tau tentang siapa Zela.
__ADS_1
" Kak Azela cantik banget gaes." Ucap salah satu siswa kepada teman-temannya.
" Bidadari yang akan bikin kita betah sekolah di sini." Sambung salah satu dari mereka.
Sedangkan para siswi yang melihat siswa-siswa itu menatap mereka tidak suka, tentu saja mereka kurang suka jika para cowok memuji Zela di depan mereka yang juga sama-sama perempuan. Meskipun tidak mereka pungkiri jika Zela memanglah sangat cantik.
" Sudah ayo bubar, kerjain PR kalian." Ucap salah satu siswi membubarkan yang lain.
Membuat yang lainnya bersorak, tetapi juga pergi dan masuk ke dalam sekolah.
Zela menggelengkan kepalanya melihat tingakah adik-adik kelasnya yang lucu itu, dia juga pernah seperti mereka, tapi itu dulu, karena sekarang Zela sudah menjadi seorang Ibu, meskipun dia masih sekolah dan muda, tapi setatusnya berbeda dengan teman-teman Sekolahnya.
Zela menatap ke arah gedung tinggi yang megah di depannya. Beberapa bulan ini dia tidak menginjakan kakinya di tempat itu. Dan ini untuk yang pertama kalinya dia kembali setelah sekilan lama berdiam diri di rumah untuk belajar dan persiapan melahirkan waktu itu.
Zela menghela nafasnya, lalu dia dengan semangat masuk ke dalam gerbang yang terbuka lebar di depannya. Beruntung tadi kedua Satpam di sekolahnya sedang tidak berada di tempatnya. Jadi Zela tidaklah malu dengan kelakuan Brayen tadi.
Baru beberapa langkah, tiba-tiba datanglah mobil alph*rd putih yang terus membunyikan klakson sampai membuat Zela kesal. Zela menoleh ke arah mobil yang sebenarnya sudah bisa dia tebak, dan terlihatlah dua manusia kampret yang begitu Zela rindukan masa-masa di sekolah bareng dengan mereka.
Meskipun mereka selalu bersama di rumah Zafano ataupun Adafsi. Tapi Zela merindukan kebersamaan dengan kedua sahabatnya di sekolah.
" Cieee... Jalan kaki ya." Ledek Vani dari balik jendela kaca mobil.
" Dari pada Lo numpang mulu." Jawab Zela dengan tertawa.
Seli yang sedang menyetir juga ikut tertawa, begitu juga dengan Vani.
" Kita parkir dulu Mommy." Pamit Vani dengan menyebut Zela dengan panggilan Mommy.
" Kampret Lo memang." Jawab Zela membuat Vani semakin tertawa.
Cerita kebersamaan mereka di sekolah akan kembali datang. Setelah beberapa bulan ini mereka harus bersabar sampai menunggu Zela kembali dan menyempurnakan cerita masa-masa SMA mereka. Dan inilah waktunya, waktu yang sempat terhenti dan akan segera terganti dengan cerita baru dari ketiga gadia cantik itu.
Meskipun setatus Zela tidaklah sama dengan kedua sahabatnya, tapi kekompakan, kejahilan, dan kekonyolan akan selalu ada di antara mereka.
__ADS_1
Like, Comment, and Vote ya gaes...🙏
" My Naughty Brother " Sudah up 🤗