
Dengan pelan Zela menoleh kebelakang, dan benar saja Brayen yang tadi mengagetkan mereka. Zela mencoba bersikap setenang mungkin, toh Dia nggak terlalu menjelek-jelekan bange,t kan Dia cuma ngomong apa adanya he..he..he..
" Kak Ray...!!! " Ucap Zela.
" Kaget..?? " Tanya Brayen, Zela tersenyum menggeleng padahal sebenarnya sampai sekarang hatinya juga masih dag dig dug der.
" Ya udah Zel Kita pamit dulu ya, Kak Ray mari.." Ucap Seli menggandeng tangan Vani.
Brayen menjawab dengan senyum dan anggukan.
" Oke kalian hati-hati.." Teriak Zela.
" Ya udah ayo..." Ajak Brayen.
" Kemana Kak..?? Tanya Zela tiba-tiba ikutan telmi kayak Vani, mungkin karena lagi bareng Brayen jadi otaknya tidak bekerja dengan benar saking gugupnya.
" Pulang.. emang kemana..?? " Jawab Brayen singkat.
" Owh... ayo..." Jawab Zela sambil melihat kekanan kiri takut ada yang melihat mereka.
" Emm..Kak Ray duluan deh, takutnya ada yang lihat Kita.." Sambung Zela.
" Mau pulang apa nggak..?? Tanya Brayen menekan.
" Iya..ya..." Jawab Zela langsung ngacir meninggalkan Brayen, untung saja mobil Brayen sudah berada di pinggir jalan, kalau tidak pasti Zela kebingungan..
Brayen melihat Zela dengan menggelengkan kepala tapi Dia juga tersenyum, dia mengikuti Zela dari belakang, Zela sampai dimobil duluan, sedangkan Brayen ditengah perjalanan menuju mobilnya, Vera menghadangnya..
Zela melihatnya dari mobil Brayen, dia terus memperhatikan suami dan teman sekolahnya itu.
" Kak Ray mau pulang ya..?? Tanya Vera.
" Hmm.." Jawab Brayen singkat.
" Boleh sekalian nggak..?? Tanya Vera dengan centilnya.
" Sorry gue buru-buru, duluan ya.." Jawab Brayen berlalu meninggalkan Vera.
Vera begitu terlihat marah, memang tidak mudah menaklukan seorang Brayen tapi Dia akan terus berusaha..
Sedangkan Zela Dia senyum senyum sendiri dimobil brayen, Dia begitu senang karna brayen tidak menanggapi ajakan Vera.
" Syukurinn Loe emang enak.." Gumam Zela masih dengan cekikikan.
" Kenapa Loe senyum-senyum nggak jelas gitu..?? Tanya brayen yang sudah masuk kedalam mobil dan membuat Zela begitu kaget..
" Ah..enggak Kok, nggak papa.." Jawab Zela gugup tapi dengan senyumnya.
" Oke... mau langsung pulang apa makan dulu..?? Tanya Brayen menyalakan mesin mobilnya.
" Langsung pulang aja deh Kak, Gue capek.." Jawab Zela yang dianggukkan oleh Brayen.
Sepanjang perjalanan Zela terus tersenyum, kadang-kadang Dia mencuri pandang melirik brayen, tentu saja Brayen sadar akan hal itu, Dia mengira istrinya itu begitu aneh hari ini.
Sampailah mereka di parkiran gedung apartemen, saking senangnya Zela tak sadar kalau mereka tidak pulang kerumah melainkan keapartemen.
" Lho... Kak Kita kok pulang kesini..?? Tanya Zela bingung.
" Gue pengen berdua aja sama Loe.." Jawab Brayen membuat Zela senang sekaligus malu..
*O*mg...Kak brayen sekarang so sweet banget, udah nggak senyebelin kemarin-kemarin.. Batin Zela senang.
" Kenapa senyum-senyum..?? Tanya Brayen.
" Eh..nggak kok, nggak papa.." Jawab Zela kaget tapi tentu saja perasaanya masih terbang melayang.
" Ayo..." Ajak Brayen.
" Eh..iya..,,, ow..ya.. Kak Ray udah bilang Bunda belum..?? Kalau belum biar Gue telepon Bunda dulu.." Jelas Zela.
" Udah.." Jawab Brayen singkat.
" Owh..." Jawab Zela yang sedikit kesal.
" Baru aja bikin Gue terbang melayang, eh.. udah kemode semula, sebel deh.." Gumam Zela mengikuti Brayen.
Brayen yang mendengar hanya tersenyum...
__ADS_1
" Jangan dibelakang Gue jalannya.." Ucap Brayen menarik Zela kesampingnya lalu menggandengnya.
Zela yang diperlakukan seperti itu tentu saja kaget, baru saja nyebelin sekarang udah bikin terbang lagi..
sampailah mereka diapartemen, zela menuju kamar sedangkan brayen dia duduk disofa menyandarkan badannya, lalu memejamkan matanya, mungkin brayen merasa lelah..
Setelah Zela selesai mandi dan berganti baju Dia menuju ruang tengah, Zela melihat Brayen yang sedang tertidur dengan posisi setengah duduk, dengan memberanikan diri Dia mendekati Brayen dan membangunkannya.
" Kak Ray beneran tidur nggak sih.." Gumam Zela.
" Kak..Kak..Ray, bangun.." Ucap Zela menepuk-nepuk pipi Brayen pelan, tapi tak ada pergerakan dari empunya.
Zela lebih mendekat, Dia menatap wajah Brayen yang sedang tertidur begitu tampan menurutnya, walaupun dalam keadaan tidur tapi pesona Brayen memang tidak ada habisnya.
Zela mengelus-elus pipi Brayen, lalu bibir brayen, akhhh sial meskipun Brayen cowok tapi bibirnya benar-benar sexy sangat menggoda tidak kalah dengan bibir wanita.
Dengan reflek Zela mencium bibir brayen,
cuupppp.... kecupan Zela mendarat dibibir brayen, Zela kaget karena tangan Brayen memeluknya dan bibir mereka masih dalam keadaan menempel atau berciuman.
Brayen membuka matanya, tak begitu jelas wajah Zela karena jarak yang begitu dekat bahkan masih bersentuhan, Brayen melepaskan ciumannya tapi tidak dengan pelukannya.
" Ka..kak Ray.. Loe udah bangun..?? " Tanya Zela kaget, kesal juga malu.
Brayen hanya mengangguk dan tersenyum.
*D*uuuhhhh maluu banget Gue, tapi senyumnya aiishhh bikin Gue nggak waras, mau marah malah nggak bisa ini. Batin Zela.
" Lepasin Kak.." Sambung Zela lagi dan Nrayen hanya menggeleng.
" Ikh... dari tadi gelang-geleng anggak-angguk ngomong kek.." Gumam Zela yang tentu saja Brayen mendengarnya.
" Gue masih pengen kayak gini, sebentar.." Ucap brayen membuat Zela kaget sulit menahan salivanya, Dia benar-benar tidak habis fikir ternyata suaminya itu begitu so sweet...
Zela menurut, Dia bersandar didada Brayen.
hampir 10menit masih dalam keadaan sama,,terdengar bunyi perut Zela yang lapar karena sepulang sekolah belum terisi apa-apa.
Kruyukkk...kruyuukkk..kruukkk....
Zela kaget dan sangat malu, Brayen menatap Zela dan Dia langsung ketawa terbahak-bahak, moment yang tadinya romantis berganti menjadi canggung untuk Zela tentunya.
" Jangan ketawa.." Kawab Zela pelan, Dia terus menunduk.
" Kenapa..??? Tanya Brayen pura-pura tidak mengerti maksud Zela, padahal Dia tau kalau Zela saat ini sangat malu terlihat dari mukanya yang begitu merah.
" Gue..malu..." Jawab Zela pelan.
" Hmmmm....oke.. sorry.." Ucap Brayen dan menatap Zela serius.
" Kenapa liatin Gue kayak gitu..?? Tanya Zela bingung.
" Loe lucu..." Jawab Brayen membuat Zela malu juga kesal.
" Tapi Loe tetep cantik..." Sambung Brayen seketika membuat Zela benar-benar malu tapi senang juga tentunya.
" Ya udah Gue mau mandi dulu, Loe masak ya, inget jangan goreng telur lagi Gue nggak mau kayak dulu lagi..." Jelas Brayen berlalu kekamar untuk mandi dan berganti pakaian..
" Oke.. dikulkas ada apa aja Kak..?? Teriak Zela.
" Loe lihat aja sendiri..." Jawab Brayen terus berjalan menunu kamar.
Zela menuju dapur, Dia membuka kulkas tampak kulkas yang penuh dengan bahan makanan, sayur buah komplit disana.
" Ini kapan Kak Ray belanjanya ya, pas Gue kesini nggak ada apa-apa, ini udah penuh gini, apa Dia nyiapin buat Gue masakin ya..?? Gumam Zela memilih-milih apa yang akan Dia masak.
" Masak apa ya Gue...???? " Gumam Zela bingung.
Setelah sampai kamar Brayen berjalan menuju kamar mandi, Dia masih mengingat kejadian barusan membuatnya tersenyum geli dengan tingkah Zela, tiba-tiba ponselnya berbunyi, Dia berbalik kebelakang untuk mengambil ponselnya.
Ternyata Dimas yang menelfon, dengan senyum penuh kemenangan Brayen mengangkat teleponnya.
N**apa..??
Ucap Brayen.
Sialan Loe...
__ADS_1
Jawab Dimas dari seberang telepon.
Sorry...Gue lupa ngasih tau Loe..
Jawab Brayen cekikikan.
A**paan, Loe sengaja kan biar nggak diganggu gue?.
Tanya Dimas.
H**a..ha..ha.. Gue kasian aja sama Loe nanti kepengen.
Jawab Brayen ikut-ikutan ngawur.
Y**a udah sana bikin ponakan yang banyak buat Gue, awas aja ya kalau kelamaan ngasih Gue ponakan..
Ancam Dimas dengan cekikikan.
S**iap**..
Jawab Brayen lalu mematikan teleponya.
Brayen menuju kamar mandi. Setelah semuanya selesai Dia segera menuju meja makan, terlihat Zela yang sudah siap dengan masakannya,
Dari baunya masakan Zela enak, tapi sepertinya Brayen cukup mengenal bau masakn ini, meskipun Dia jarang memakannya tapi Dia tahu.
" Eh..Kak..Ray udah mandinya..?? Tanya Zela.
" Hmm... Loe masak apa..?? Tanya Brayen.
" Emm...Gue masak... Mie isntan.." Jawab Zela dengn senyum kikuk.
" Hahhh...?? mie instan..?? jadi dari tadi Loe masak mie instan..???." Tanya Brayen benar-benar tak percaya.
" He..he..he..iya... abisnya Gue bingung mau masak apa, untung tadi Gue nemu mie isntan dilemari.." Jelas Zela cengengesan.
" Huffhh...ya sudah.. ayo makan.." Jawab Brayen.
" Besok Gue ajarin Loe masak.. " Sambung Brayen
" Kak Ray bisa masak..?? Tanya Zela tak percaya.
" Sedikit, setidaknya kalau goreng telur nggak akan gosong.." Jawab Brayen lalu menyuapkan mie instan buatan Zela.
Tiba-tiba Brayen tersedak, ternyata mie buatan Zela sangat pedas,
Uhukk...uhuuukk...uhuuukk....
" Kak..Ray.. Loe nggak papa..?? Ini minum dulu.." Ucap Zela mengambilkan minum untuk Brayen.
Setelah memimumnya, Brayen menatap Zela dengan tajam.
" Loe mau bunuh Gue..?? Tanya Brayen dengan nada sedikit kesal.
" Nggak..kok..." Jawab Zela.
" Kenapa pedas banget..??? Tanya Brayen masih kesal.
" Tadii Gue kasih cabe, tapi mie Kita sama kok nie punya Gue juga pedes, Kak Ray mau coba.." Kelas Zela yang membuat Brayen semakin kesal.
" Pokoknya besok Loe harus belajar masak..." Jawab Brayen.
" Iya..Gue belajar masak.." Jawab Zela ikut kesal.
" Salah siapa nikahin cewek masih sekolah, bukannya disuruh belajar malah disuruh masak.." Gumam Zela.
" Sekarang Loe pesenin Gue makan.." Perintah Brayen.
" Hahh...?? Gue...?? " Tanya Zela.
" Iya Loe, harusnya Gue makan masakan Loe tapi karena Loe nggak bisa masak jadi Loe pesenin Gue makan.." Perintah Brayen lagi.
" Hufhhh...iya... bentar Gue makan dulu sayang ini mienya..." Jawab Zela.
" Oke..." Jawab Brayen berlalu menuju ruang tengah.
" Dasarr...cowok aneh, udah dimasakin malah nyuruh beli makanan, nggak ngehargai masakan Gue banget, biarpun mie instan gini tapi kan enak.." Guman Zela menyuapkan mienya...
__ADS_1
Zela kaget karena ternyata mienya benar-benar sangt pedas, padahal biasanya Dia juga berani makan sepedas apapun, setelah meneguk air minumnya, Dia segera berlari kekamarnya untuk mengambil ponselnya.brayen yang melihat Zela hanya ketawa..
" Dibilangin masih ngeyel..ha..ha..ha..." Gumam Brayen dengan ketawa.