Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Surprise...


__ADS_3

Jam masih menunjukan pukul 05:30,, Tapi Brayen sudah siap dengan baju kantornya... Pagi ini Brayen bangun lebih awal.. Berbeda dengan gadis cantik yg berada dikamar mereka... Dia masih pulas dengan tidurnya...


Brayen memandangi wajah cantik istrinya... Kemudian dengan lembut dia mengecup kening istri cantiknya itu..


Zela membuka mata indahnya pelan.. Tampaklah wajah suaminya yg menurutnya sangat tampan itu.. Zela tersenyum dengan manisnya yg dibalas Brayen juga dengan senyum Tampannya..


" Morning sayang..." Sapa Brayen kepada istri cantiknya yg baru bangun itu.


" Morning..." Balas Zela khas suara orang bangun tidur.


" Kak ray mau kemana..?? " Tanya Zela yg melihat suaminya sudah rapih padahal hari masih begitu pagi.


" Hari ini aku harus ikut Ayah meeting.. owh..ya.. aku punya sesuatu buat kamu yank..." Jelas Brayen.


Deg....dada Zela mulai bergemuruh..


Pasalnya Brayen memanggil Zela dengan sebutan " kamu " bukan " loe " lagi.. Dan itu sukses membuat Zela sedikit tegang sama halnya ketika pertama Brayen memanggilnya " Yank " atau " Sayang "


Akh...Suami tampannya itu tak henti hentinya membuat Zela terkejut.. Meskipun Zela selalu mencoba bersikap setenang mungkin.


" Yank...ini..." Brayen menunjukan sebuah alat taspack.. Bahkan ada 3 jenis..


Dan itu sukses membuat Zela semakin terkejut.. Bagaimana Zela tidak terkejut dia sendiri bahkan lupa tentang hal itu..


" Kak ini...??? " Tanya Zela menunjukan alat taspack tersebut.


" Iya..tadi Pagi pagi sekali Bunda udah ngasihkan itu ke aku..." Sahut Brayen dengan wajah tampannya.


Sebenarnya tadinya Zela akan meminta Brayen untuk jangan dulu membeli alat itu.. Karna dia sendiri juga ragu apakah dia benar benar hamil atau kemarin karna dia yg salah makan...


Tapi mau gk mau sekarang dia harus menggunakannya.. Bagaimanapun juga Ibu martuanya sendiri malah yg membelikannya..


Ntahlah Bunda Wina dapat dari mana alat itu pagi pagi begini... Mungkin tadi malam dia langsung membelinya, saking senangnya dan tidak sabar untuk segera mengetahui kebenaran kehamilan menantunya itu.


" Gue deg degan..." Jawab Zela yg dapat tatapan tajam dari Brayen.


" Upss..mksut gue aku ya aku..." Jelas Zela kikuk.


" Udah sana mandi... Gue tunggu dibawah.." Jelas Brayen membuat Zela kesal.


Apa apaan baru juga berapa detik udah berubah lagi.. yg konsisten dong kak brayen sayang... batin zela ngedumel tapi juga cekikin sendiri dengan kata katanya barusan.


Zela langsung menuju kamar mandi,, dan Brayen dia langsung menuju kebawah, dibawah sudah ada kedua orang tuanya juga kedua martuanya serta kakak dari istrinya,siapa lagi kalau bukan Zifa.


" Gimana nak.. Zela sudah bangun..?? Tanya Mamah Hana kepada mantunya itu.


" Sudah kok mah.. Dia lagi dikamar mandi.." Jawab Brayen sopan.


" Harusnya tadi malam ray...tapi Ayah sama bunda tau kamu dan istrimu sedang berperang..." Sambung Pak Riko membuat Brayen terkejut sedangkan yg lain hanya tertawa.


Tadi malam memang keluarga Zela sudah datang kerumah besannya itu..untuk memberi kejutan buat Zela tapi ketika mereka akan mengasih kejutan untuk Zela.. Bunda Wina dan juga Zifa yg tadinya akan memanggil mereka dikamarnya mengurungkan niatnya..


Mereka mendapati kamar Brayen dan juga Zela dikunci begitu juga saat Brayen dihubungi berulang ulang kali.. Tak juga mendapat jawaban.. Dan yah.. mereka tau kalau suami istri muda itu sedang bertempur dikamarnya..


Beruntung Brayen yg hampir lupa dengan hari special istrinya itu dibantu oleh keluarganya... Kalau tidak,sudah dipastikan istri cantiknya itu akan kecewa atau bahka ngambek berhari hari dengannya.


Mendengar suara dari atas mereka semua segera bersiap siap termasuk juga para pelayan yg sejak subuh sudah ikut membantu untuk menyiapkan kejutan untuk Nona muda dirumah itu.


" Kak ray..." Panggil Zela saat mendapati rumah yg tampak sepi.


" Pada kemana sih..kok sepi bgt ya..." Gumam Zela sambil mencari cari keberadaan suami juga martuanya itu.


Tak ada seorangpun yg Zela temui, termasuk para asisten rumah tangga dan juga tukang kebun serta sopir dan yg lainnya.


Saat Zela akan melangkah menuju taman belakang tiba tiba dia dikagetkan dengan suara letupan balon juga yg lainnya..


" Happy birthday to you... Happy birthday to you...


Happy birthday to you..


🎂🎂🎂🎂🎉🎉🎊🎊🎊


Nyanyian untuk orang yg sedang merayakan ultah terdengar oleh Zela..


Bunda Wina membawakan sebuah kue sedang beserta lilin berbentuk angka 17.. yah...Tepat tadi malam Zela ulang Tahun yg k'17 atau Sweet Seventeen..


Dengan mata yg berkaca kaca Zela memanjatkan doa lanjut dengan meniup lilin yg sudah berada didepannya..


Zela seperti sudah tidak bisa berkata dengan apa yg dilakukan kelurganya itu.. Dia sendiri lupa dengan moment bahagianya hari ini..


Setelah memeluk kedua orang tuanya juga kedua Martua serta kak Zifa.. Zela langsung melirik kesekitar.. Tampak ada seseorang yg melewatkan moment ini..


Dia adalah suami tampannya.. Zela berfikir Brayen sudah berangkat kekantor Ayahnya untuk menghadiri meeting.. Tapi bukankah Ayah Riko masih berada dirumah..?? Bahkan Ayah Riko sendiri juga ikut memberinya kejutan.. Lantas dimanakah suaminya sekarang..??


Batin Zela terus bertanya tanya..sampai lamunanya dibuyarkan oleh sesosok Pria Tampan dengan setelan Jasnya.. dia mendekat menuju kearahnya.. Diikuti kak Dimas yg juga baru datang ntah dari mana mereka tadi..


Brayen jongkok didepan Zela... Dia menunjukan kotak kecil yg ntah Zela sendiri belum tau apa isinya..

__ADS_1


" Happy birthday to you... my wife.. Thanks you for being a part of my life,,, Hope you have the greatest birthday ever..


I Love you So Much..


( Selamat ulang tahun untukmu istriku.. Terimakasih sudah menjadi bagian dalam hidupku,, Semoga ulang tahunmu menjadi yg terhebat yg pernah ada.. Aku Sangat Mencintamu.. )... " Ucap Brayen dengan penuh ketulusan.


Membuat Zela tak bisa lgi membendung air matanya untuk tetep bertahan disudut mata indahnya..


Zela langsung memeluk Brayen dengan erat... Semua yg disana merasa terharu dengan kedua pasangan suami istri itu..


Setelah melepaskan pelukannya..Brayen mencium kening Zela dengan ketulusan cintanya, dia beralih ingin mencium bibir Zela tapi dengan spontan Dimas memberi deheman yg membuat mereka berdua tersenyum kikuk.


Brayen menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Zela.. Yang langsung dibuka oleh Zela.. Seketika membuat Zela kembali memeluk Brayen...


" Terimakasih kak.." Ucap Zela kepada Brayen.


" Kamu suka..?? " Tanya Brayen yg dianggukin oleh Zela..


"Biar aku pakaikan.." Pinta Brayen yg kembali dijawab Zela dengan anggukan kepala.


Brayen memakaikan Kalung yg terdapat bandul berbuntuk huruf B dan Z ,, setelah itu mereka kembali berpelukan..


" Ehemm..." Deheman Dimas kembali membuat mereka segera melepaskan pelukannya.. Sedangkan yg lain hanya tertawa.


" Selamat ya Zel...panjang umur..jadi istri yg baik dan cepet dapet momongan.." Ucapan selamat dari Dimas.


" Makasih kak.." Jawab Zela dengan senyum manisnya.


" Sayang..anaknya mamah...selamat ulang tahun sayang.. doa mamah yg terbaik untukmu... Love You Nak..." Ucap Mamah Hana memeluk erat putri bungsunya itu sambil mencium seluruh wajah cantik Zela.


Zela membalas pelukan Mamahnya dengan berlinang air mata.. Dia tidak menyangka diumurnya yg baru genap 17th dia sudah berumah tangga dan tidak lagi tinggal dengan orang tuanya..


" Zel...Hbd ya.. selalu bahagia.. maaf kalau gue pernah ada salah ama loe.. kakak sayang loe.." Ucap Zifa yg membuat Zela langsung memeluk Kakanya dengan erat...


Ini pertama kalinya mereka pelukan,,dan ini pertama kalinya juga Zifa menganggap dirinya sebagai kakak Zela.. Akh..sepertinya dari sekarang mereka akan mulai rukun layaknya kakak beradik.


" Maksih kak gue juga sayang ama loe.." Jawab Zela dipelukan kakaknya.


" Sayang..selamat ulang tahun..jadilah istri yg baik..ingat papah sudah pengen menimang cucu.." Ucap Pak Adam membuat Zela kesal tapi jug membalas pelukan dari papahnya.


" Papah...." Rengek Zela manja dalam pelukan papahnya.


" Selamat ulang tahun sayang... Ayah tidak akan meminta lebih selain cucu dari kamu.." Ucap Pak Riko membuat semua tertawa tpi juga membuat Zela malu..


" Terimaksih ayah..." Jawab Zela sopan juga membalas pelukan Ayah martuanya itu.


" Selamat ulang tahun sayang...Sehat selalu.... Bunda selalu menyayangimu...Semoga apa yg kamu inginkan terwujud..." Ucap Bunda Wina mencium Zela dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.


Hal itu cukup membuat Mamah Hana terharu,, dia sangat bersyukur putri bungsunya itu mendapat keluarga yg sangat menyayanginya..


" Makasih Bunda.. Zela juga sayang sama Bunda.." Jawab Zela membalas pelukan hangat martuanya yg baik itu.


" Ehemm.... Zel kenapa cuma gue yg gk dapat pelukan dari loe.." Ucap Dimas tiba tiba membuat semua orang menatapnya.


" Kak dimas gk takut sama itu tuh.." Tunjuk Zela kepada Brayen dengan arah matanya sontak membuat semua yg berada disana tertawa melihat Brayen yg sudah menatap Dimas dengan tatapan tajam.


" Alamak....ampunn dah..kalau berurusan dengan bos gue gk berani..." Jawab Dimas lagi lagi membuat mereka tertawa.


Setelah para pelayan memberi ucapan selamat kepada nona muda mereka segera kembali dengan tugas masing masing..berbeda dengan kedua kelurga itu mereka asik mengobrol ditaman belakang..


" Nak...apa kamu sudah memakai alatnya..?? Tanya Bunda Wina membuat Mamah Hana,Pak Riko, kak Zifa juga Dimas mengerutkan keningnya heran.


Zela mengangguk malu.. Bunda Wina tersenyum sedangkan Brayen dan Pak riko penasaran dengan hasilnya.. Berbeda dengan keluarga Adafsi mereka semakin penasaran dan terheran heran.


" Bunda boleh lihat hasilnya..??? Tanya Bunda Wina pelan yg dijawab Zela dengan anggukan kepala.


Setelah itu Zela mengambil alat testpacknya yg tadi masih berada didalam kamarnya.. sekalian juga mengambil tasnya untuk berangkat kesekolah..


" Bund...ini... Tapi Zela belum lihat hasilnya... Zela takut ngecewain kalian.." Ucap Zela menyerhkan alat testpacknya yg sudah dibungkus dengan tisu tadi..


" Tidak apa apa sayang..kamu gk usah takut...apapun hasilnya kita gk akan pernah kecewa..." Jelas Bunda Wina membuat Zela sedikit merasa lega.


" Ini ada apa Win..?? Apa Zela melakukan kesalahan..?? Tanya Mamah Hana yg tampak sedikit khawatir.


" Tidak han..nanti kamu juga akan tau sendiri.." Jawab Bunda Wina.


" Kalau gitu Zela berangkat dulu ya.. terimakasih untuk semuanya.." Pamit Zela lalu mencium tangan kedua orang tuanya juga martuanya..


Setelah itu dia berlalu pergi.. diikuti Brayen dari belakangnya setelh tadi dia juga pamit dengn para orang tua..


" Biar gue anter.." Ucap Brayen membuat Zela menoleh.


" Gue lagi..katanya.." Gumam Zela pelan.


" Kak ray bukannya mau kekantor dulu ya..?? Tanya Zela.


" Nanti..ayo masuk..." Jawab Brayen lagi lagi membuat Zela kesal.

__ADS_1


Bentar bentar sweet bentar bentar berubah lagi.. Benar benar mahluk Tampan yg menyebalkan menurut Zela.


Sebenarnya Brayen sedikit kecewa karna Zela tadi dengan polosnya langsung mengsihkan hasil testpacknya keBundanya bukan keSuaminya terlebih dahulu.. Tapi mau gimana lagi resiko sih ya punya istri yg KTP aja baru mau punya wkwk.


Ntah lah ketika mereka menikah gimana caranya tuh si Zela yg belum genap 17th bisa menikah, bisa punya buku nikah.. The power of orkay mungkin begitulah ya..hehe..


Setelah itu tak ada lgi percakapan diantara mereka selama perjlanan.. Sampai mobil Brayen berhenti tepat didepan gerbang sekolah..


Memang Zela hampir telat karna acara tadi dirumah mungkin..tapi tentu saja Pak satpampun patuh langsung membukakn piintu gerbang untuk Zela.. Secara Brayen yg mengantarkannya.. Dan Pak Satpam tentu tau siapa seorang Brayen Zafano.


" Gue masuk dulu..." Ucap Zela menarik tangan Brayen untuk salim tapi dia lngsung berlalu begitu saja..


Brayen yg melihat itu hanya geleng geleng kepala.. Harusnya kan Brayen yg kesal kenapa malah jadi Zela yg ikut ikutan kesal..


Zela menuju kelas dengan sedikit berlari.. Sampai dikelas semua siswa sudah berada disana, tapi belum juga ada gurunya..


aman..batin zela.


" Zel..loe hampir telat...ini buat loe.." Ucap Seli sambil menyodorkan sebuah kado.


" Nie buat loe juga.." Sambung Vani yg juga ngasih kado buat Zela.


Zela tampak tak percaya..ternyata orang orang yg dia sayangi tidak melupakn hari bahagianya itu.. Malah dia sendiri yg hampir lupa..


" Thanka gaes..." Jawab Zela dengan senyum mengembang.. Zela memasukin pemberian Seli dan Vani kedalam laci mejanya.


" Sumpah ya..gue kesel bgt ma loe.. gue telp gk dingkat angkat.." Oceh Vani membuat Zela tersenyum kikuk.


" He..sorry Van gue tadi malam sibuk.. gk sempet nengokin HP.." Jawab Zela.


" Ya..gue tau loe sibuk bercinta ma kak ray.." Jawab Vani sepelan mungkin.


" He..he..tau aja loe.." Jawab Zela


" Isssh..." Decak Vani membuat Zela terkekeh.


" Terus kapan nih m2mnya..??? " Tanya Seli membuat Zela berfikir.


" Emm...ntar deh dikantin..he..he.." Jawab Zela terkekeh.


" Idih..dikantin..yg makan beneran dong Zel.." Sambung Vani.


" Lha emang dikantin bukan makanan beneran..??? " Jawab Zela dengan bodohnya..


" Maksut kitta tuh ya..makan direstorant atau dimana gitu kek.." Jelas Seli.


" Emmm..dihotel mau gk..?? Tanya Zela membuat mereka terkejut.


" Gila loe dihotel.." Jawab vani.


" Gk gila lah..gue serius dod*l.." Jawab Zela.


" Boleh deh Zel...kapan nih..? " Tanya Seli.


" Nanti gue coba tanya kak ray deh ya.." Jawab Zela.


" Percaya deh..yg suaminya tajir melintirr...." Jawab Seli membuat Zela tertawa sedangkan Vani masih berfikir karna ketelmiannya..


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Ditempat lain..Brayen sedang bersiap siap untuk mengikuti meeting bersama Ayahnya..


Tak henti hentinya dia terus tersenyumm begitu juga dengan Pak Riko yg nampak bersemangat karna kabar yg begitu membahagiakan tadi..


" Dih....yg seneng bentar lagi jadi daddy..." Ledek Dimas tapi Brayen hanya menanggpi dengan senyuman.


" Ray..loe top cer ya.." Ledek Dimas lgi.


" Iya..gk kayak loe lembek.." Jawab Brayen ngasal.


" Sialan loe..gue perkasa gini loe bilang lembek.. Btw kapan loe kasih tau Zela..?? Tanya Dimas.


" Nanti setelah kita selesai meeting.." Jawab Brayen.


" Gue heran ma si Zela masa dia yg hamil orang lain duluan yg tau.." Sambung Dimas lagi.


" Ya dari pada loe yg hamil gue yg tau.." Jawab Brayen nglantur.


" Wuih...garing...." Jawab Dimas membuat Brayen ketawa.


" Ayo..keruangan Ayah.." Ajak Brayen..


Mereka menuju ruangan Pak Riko untuk membahas apa saja nanti yg akan menjadi bahan dalam meeting kali ini...


Dimas tak henti hentinya terus menggoda Brayen yg akan menjadi seorang Daddy.. Menurut Dimas anak Brayen dan Zela nanti pasti akan menjadi seorang wanita yg sangat cantik jika perempuan dan menjdi lelaki yg tampan jika seorang bayi lelaki.


Jangan lupa like dan juga vote ya kak 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2