
Pukul setengah 2 malam Brayen sampe didalam rumahnya, Brayen turun dari mobilnya, menatap kakinya yang terlihat sangat lucu, membuat Brayen juga tersenyum.
" Akh... Bagaimana bisa seperti ini..." Gumam Brayen dengan tertawa kecil.
Tak lama dia masuk kedalam rumah, keadaan rumah sudah sangat sepi, tentu saja semua penghuni rumah di jam segini sudah di alam mimpi semua.
Dengan segera Brayen menuju ke kamarnya, membuka pintu dengan pelan, lalu menutup dan berjalan ke arah Zela.
Dengan keadaan masih berdiri, Brayen memandangi Zela, dia tersenyum lalu segera menuju kamar mandi.
Setelah selesai dengan kegiatan membersihkan diri, Brayen kembali menuju tempat tidurnya, berbaring di sebelah Zela, mencium kening Zela.
Lalu mengelus perut Zela yang kini mulai terlihat buncit, Brayen kembali tersenyum.
" Penerus gue..." Gumam Brayen dengan senyum senangnya.
" Baik baik ya Son.. Daddy udah nggak sabar.." Ucap Brayen kepada calon anaknya yang masih didalam perut istrinya.
Ting...
Ponselnya berbunyi, ternyata pesan dari Dimas.
Dimas
Jangan sampe masuk rumah loe pake baju tapi nggak pake celana Ray.. 😜😜
Begitu isi pesan yang Dimas kirimkan kepada Brayen, membuat Brayen tersenyum miring sambil menggeleng tentunya.
Lalu Brayen membalas pesan yang Dimas kirimkan.
Brayen
Uedan..Koe..
Balas Brayen singkat menirukan Dimas tadi, tentu saja Dimas yang membaca pesan singkat dari Brayen langsung tertawa ngakak.
" Cepat belajar loe Ray.." Gumam Dimas sambil tersenyum, lalu menarik slimutnya untuk menuju alam mimpi.
Hari sudah pagi, matahari sudah menampakan dirinya, sepertinya hari ini akan begitu cerah.
Secerah wajah Zela sekarang yang sudah bangun terlebih dahulu, Sedangkan Brayen masih tertidur di sebelahnya.
Kriukk... Kriukkk...
Suara perut Zela yang meminta diisi, Zela mengelus perutnya.
" Laper ya Nak..??? " Tanya Zela kepada calon anaknya diperutnya.
" Sarapan apa dong kita...??" Tanya Zela lagi kepada baby kecil diperutnya.
" Naci yeng buatan Daddy Mom.." Jawab Zela menirukan suara anak kecil.
" Emmmm.. Boleh deh.. Ayo kita bangunin Daddy.." Jawab Zela dengan semangat, seperti sedang berbicara dengan anak kecil.
Buaha..ha..ha..ha.....
Seketika tawa Brayen pecah, tapi bukan karena celotehan Zela dengan calon anaknya, melainkan Brayen tertawa karena memimpikan kekonyolan dirinya tadi malam.
Tentu saja Zela langsung melotot ke arahnya, Zela mengira jika Brayen menertawai dirinya, tapi no... Zela,, suamimu ini sedang bermimpi konyol.
" Kak Ray ngetawain aku..? " Tanya Zela kepada Brayen yang masih memejamkan matanya.
Tak ada jawaban dari Brayen, membuat Zela sedikit mengerucutkan bibirnya kesal.
" Kak Ray bangun... Pengen nasgor tapi Kakak yang buat....." Ucap Zela akhirnya membangunkan Brayen.
" Sialan loe...." Jawab Brayen yang masih mengigau.
Brayen masih bermimpi tadi malam, ketika dia diledek oleh Dimas, saking merasa konyolnya pada diri sendiri, sampe terbawa mimpi, tapi sayang mimpinya sudah di pagi hari bukan malam hari.
Zela melotot ke arah Brayen dengan kesal, tentu saja Zela tidak terima dikatain Brayen seperti itu.
Dengan kekesalan yang sudah memuncak, Zela menabok Brayen dengan keras, tentu saja seketika membuat Brayen terbangun dan langsung duduk, dengan gerakan seperti bela diri, beruntung gerakan spontannya tidak mengenai Zela.
" Kak Ray... Ikh...!!! " Kesal Zela melihat kelakuan Brayen.
Membuat Brayen seketika menghentikan aksinya, dan langsung terbengong dengan bingung.
" Kak Ray kenapa sih..?? Ngetawain aku iya..??? " Tanya Zela dengan nada yang sudah naik 2 oktaf.
Tentu saja Brayen bingung dengan tuduhan Zela.
Memangnya kapan dia menertawainya..?? Brayen sendiri baru saja bangun, bagaimana bisa Zela berkata seperti itu..??
" Siapa bilang..?? " Tanya Brayen dengan bodohnya.
Membuat Zela memutar bola matanya jengah, dan tentu saja semakin kesal dengan Brayen.
" Masih tanya siapa yang bilang....?? Yang ngomong sama Kakak emangnya siapa..??? " Tanya Zela semakin sengit.
Ini apaan sih.. Baru bangun udah dituduh yang enggak enggak.. batin Brayen.
" Owh..Iya sorry yank.. Tadi nggak sengaja..." Jawab Brayen sekenanya.
Sungguh Brayen sangatlah bingung dengan tuduhan Zela, Brayen merasa tidak menertawai Zela, cukup mengalah untuk istrinya yang sedang hamil.
Zela masih kesal, Suaminya ini begitu menyebalkan dipagi hari ini, tapi ya sudah ini saatnya Zela mengisi perutnya yang tadi sempat keroncongan minta di isi.
" Laper..." Keluh Zela kepada Brayen.
" Ayo kebawah Yank..." Ajak Brayen yang langsung membuat Zela tersenyum senang.
Cup....
Satu kecupan pada bibir Brayen Zela berikan, membuat Brayen tersenyum senang, mereka akhirnya turun kebawah untuk sarapan, sebelumnya tadi mereka sempat kekamar mandi bersama untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Sampai di ruang makan, Brayen dan Zela lansung duduk di meja makan, Tentu saja Zela kembali merasa kesalnya.
Pasalnya Brayen malah duduk santai di meja makan, bukankah tadi Zela meminta nasgor buatan Brayen..??
Brayen menatap Zela yang sudah seperti kesal padanya, sangat terlihat memang dari wajah Zela.
Membuat Brayen kalut dan bingung.
oh... God... Apa salah gue.. Batin Brayen frustasi.
" Yank.. Kenapa lagi..?? " Tanya Brayen kepada Zela dengan lembut.
Biasanya hanya ditatap Brayen atau mendengar suara lembut Brayen, langsung membuat Zela terbius, tapi nyatanya sekarang tidak lagi.
Zela ini sangat banyak perubahan pada sikapnya setelah hamil.
Akh... Sungguh Brayen dibuat frustasi karena
sikap Zela yang menurutnya begitu aneh.
Sebentar berubah seperti hello kitty, sebentar seperti Hulk, mengingat itu, membuat Brayen jadi terkekeh.
Dan itu sukses membuat Zela semakin kesal dengan Brayen..
Dengan kesal, Zela langsung bangun dari duduknya, menghampiri Bunda Wina yang sedang sibuk di dapur.
" Bunda....," Sapa Zela dengan nada yang terdengar sedang kesal.
Bunda Wina menoleh ke arah Zela, lalu mengernyitkan keningnya melihat muka merah Zela karena kesal.
" Kenapa sayang...??? " Tanya Bunda Wina kepada Zela dengan lembut.
" Kak Ray Bund..." Jawab Zela kepada Ibu Martuanya.
Membuat Bunda Wina terdiam, Bunda Wina mengira jika Zela tahu jika Brayen tadi malam keluar tanp Zela, Membuat Bunda Wina menebak nebak jika sekarang Zela sedang kesal dengan anaknya.
" Brayen kenapa sayang..?? " Tanya Bunda Wina lagi kepada Brayen.
" Kak Ray nggak mau bikinin nasi goreng buat aku.. Padahal ini babynya yang pengen Bund..." Adu Zela kepada ibu martuanya, yang seketika membuat Bunda Wina merasa lega, tapi juga tersenyum menahan tawa.
" Owh.. Jadi kamu pengen nasgor buatan Ray..?? " Tanya Bunda Wina , yang diangguki oleh Zela.
" Oke.. Ayo kita temui anak nakal itu..." Ucap Bunda Wina mengajak Zela untuk menemui Brayen.
Zela dan Bunda Wina menemui Brayen, yang sedang mengobrol dengan Ayahnya di meja makan, tentu saja Brayen sedang curhat tentang sikap Zela dipagi ini yang sudah kesal kepadanya tanpa alasan yang jelas.
Zela yang melihat Brayen semakin kesal, Brayen malah enak enakan disini, tanpa menyusulnya tadi yang pergi dalam keadaan kesal.
Sungguh suami tidak mengerti istri pikir Zela.
" Ehem...." Deheman Bunda Wina yang membuat kedua lelaki tampan itu menoleh ke arahnya.
Pak Riko tersenyum menatap istri dan menantunya, Begitu juga dengan Brayen, tapi sungguh rasanya masih bingung menghadapi sikap Zela.
What...??? Zela pengen nasgor buatanku..?? kapan dia bilang..?? astaga.... Batin Brayen benar benar frustasi.
Sedangkan Pak Riko sudah terkekeh memahami situasi yang ternyata salah paham ini.
Brayen menoleh ke arah Ayahnya dengan kesal.
" Bund.. Masalahnya kapan Ze..." Ucap Brayen terpotong karena sudah disambung oleh Bunda Wina.
" Tadi kamu lupa kan kalau Zela minta nasi goreng..? " Tanya Bunda Wina dengan mengedipkan matanya, membuat Brayen kembali terkejut karenanya.
Apa apaan Bundanya ini...?? Main mata dengan anaknya...??? Pikir Brayen yang ntah kenapa sekarang begitu konyol dan sedang telmi.
Mungkin karena Brayen begitu banyak pikiran dengan kasus Sandro, sampe membuat otaknya ngeblang perlu di restart ulang.
Meskipun dia sangat pintar dalam menutupi, tapi untuk otaknya yang terus bekerja tentu saja butuh istirahat juga.
" Iya.. Bukannya kamu tadi yang bilang sama Ayah pengen bikinin nasi goreng buat istri kamu...?? " Sambung Pak Riko mencoba menyelamatkan Brayen, juga mengode Brayen agar cepat mengerti.
" Akh.. Iya Yah.. Ray lupa saking asiknya ngobrol sama Ayah.." Jawab Brayen membuat Zela kini menyunggingkan senyuman manisnya.
Begitu juga dengan Bunda Wina dan juga Ayah Riko yang ikut tersenyum, dengan kekonyolan anak dan menantunya.
" Ya udah ayo yank.. Aku bikinin.. Mau nemenin apa mau disi..." Ucap Brayen lagi lagi terpotong.
" Mau nemenin.." Jawab Zela cepat membuat Brayen tersenyum lega karena Zela tak lagi kesal dengannya.
Brayen dan Zela kini sudah berada didapur, sesuai dengan permintaan Zela, Brayen akan membuatkannya nasgor untuk sarapan.
" Yang pedes ya Kak.." Minta Zela kepada Brayen.
" Oke..Tapi nggak boleh banget.." Jawab Brayen sambil menggunakan celemeknya.
Ini untuk ke berapa kalinya Brayen memasak untuk Zela, dan selalu saja Brayen terlihat begitu sexy jika sedang berkutat dengan peralatan dapur.
" Siap Hubby..." Jawab Zela membuat Brayen menoleh sambil mengacak rambut Zela gemas.
" Kak Ray manis..." Puji Zela membuat Brayen menyunggingkan senyumnya.
" Tampan dan sexy juga kan..?? " Tanya Brayen songong kepada Zela.
Zela mengangguk sambil tersenyum, juga dijawab Brayen dengan senyum tampannya.
Cuppp.....
Zela mencium pipi Brayen tanpa permisi, membuat Brayen tersenyum senang, tentu saja dia sambil mengolah bahan apa saja untuk membuat nasi goreng.
" Bibir dong yank.." Minta Brayej kepada Zela, untuk menambah energinya.
Zela tersneyum malu, tapi da juga mendekatkan dirinya untuk mencium bibir Brayen, juga dengan Brayen yang sudah menyiapkan dirinya untuk dicium oleh Zela.
Saat Zela akan mendaratkan bibirnya pada bibir Brayen tiba tiba mereja terkejut.
__ADS_1
" Ehemmm...." Deheman dari Bunda Wina yang tak sengaja melihat adegan dewasa di dalam dapurnya.
Belum terjadi sih.. Tapi hampir, dan itu sangat memalukan jika sampe terlihat oleh pelayan, jika hanya di pipi tidak akan menjadi masalah, tapi kalau ciuman bibir itu termasuk vulgar menurut Bunda Wina.
Zela jadi salah tingkah... Zela begitu malu, ini sudah berapa kalinya dia kepergok, sedangkan Brayen terlihat biasa saja.
" Tahan dulu.. Lanjutin nanti di kamar...." Ledek Bunda Wina membuat Zela semakin malu.
" Akh.. Bunda gangguin aja.." Jawab Brayen kesal, membuat Bunda Wina tersenyum.
" Selesaikan dulu bikin nasi gorengnya Ray... Kasian istri dan anak kamu udah kelaperan.." Ucap Bunda Wina yang masih menggoda mereka.
" Bund... Cepetan Bund...!!!," Teriak Pak Riko dari meja makan yang terdengar dari dapur.
" Iya Yah.. Bentar... Lagi liatin Ray yang jago banget bikin nasi gorengnya.." Jawab Bunda Wina juga berteriak.
Membuat Zela menunduk malu, sedangkan Brayen melotot tak percaya, pasalnya dia sama sekali belum memulai apa apa.
Bundanya ini memang sengaja berkata seperti itu.
" Sayang... Marahin saja kalau Brayen terus menggoda kamu.. Sampe bikin kamu kelaperan.." Ucap Bunda Wina kepada Zela.
Yang diangguki Zela dengan senyuman manisnya.
" Awas aja kalau menantu dan calon cucu Bunda sampe kelaperan.. Kamu penyebabnya.." Ucap Bunda Wina kepada Brayen lalu pergi dari dapur.
Membuat Brayen hanya menggelengkan kepalanya, dengan godaan yang sang Bunda.
" Oke... Saatnya beraksi..." Ucap Brayen kepada Zela dengan senyum manisnya.
" Semangat..." Jawab Zela dengan mengepalkan tangannya memberi semangat untuk Brayen.
Brayen tersenyum, lalu segera beraksi dengan bumbu yang sudah disiapkannya.
Brayen sibuk dengan bahan bahan yang ada di depannya, sedangkan Zela sedari tadi terus memandangi Brayen yang begitu terlihat sangat sexy.
Bahkan keringat mulai bercucuran pada dahi Brayen, meskipun AC di dapur sudah menyala sejak orang rumah sudah terbangun, Zela yang melihat semakin terperangah dengan pemandangan yang begitu mengesankan untuknya.
Zela sampai mengigit bibirnya, rasanya suaminya ini seperti orang yang sedang berolahraga bukan seperti memasak.
Bahkan Zela sampai terbayang jika Brayen sedang melakukan gym, akh.. Sudah pasti Brayen akan menjadi pemandangan yang paling indah dari yang Indah di sana.
Tapi sekelebat bayangan wanita yang akan menggoda Brayen muncul, dan itu membuat Zela menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.
" No....!!! " Teriak Zela sampai membuat Brayen menoleh dengan bingung.
" Kenapa yank...?? " Tanya Brayen membuat Zela tersadar dari lamunan konyolnya.
Buru buru Zela menggelengkan kepalanya, Zela jadi malu sendiri mengingat dirinya yang begitu berfikir terlalu jauh.
Sampa akhirnya nasi goreng yang dibuat Brayen sudah jadi, dan dengan tlaten Brayen menaruh dipiring dengan dihiasi berbagai sayuran di atasnya, tak lupa juga telur, bawang goreng juga krupuk.
Terlihat seperti nasi goreng kaki lima juga rumah makan yang selalu bermacam rupa di atasnya, dan itu membuat Brayen tersenyum senang.
" Hmmmm.... Baunya enak.." Ucap Zela mencium nasi goreng buatan Brayen.
" Rasanya juga dong yank..." Jawab Brayen membuat Zela tersenyum dengan mengacungkan dua jempolnya.
Brayen dan Zela menunu meja makan, disana Pak Riko dan Bunda Wina sudah selesai makan.
" Udah jadi Ray..??? " Tanya Bunda Wina kepada Brayen.
" Udah dong Bund.." Jawab Brayen membanggakan dirinya.
" Bikin nasi goreng kayak bikin nasi uduk aja kamu.. Lama.." Sambung Pak Riko sengaja meledek Brayen.
Membuat Zela dan Bunda Wina tersenyum.
" Kan special Yah.." Jawab Brayen singkat, membuat Pak Riko terkekeh.
" Yank makan dong.. Special buat kamu dan anak kita.." Ucap Brayen kepada Zela.
" Hmmmm... Enak banget Kak baunya... Aku pengen baunya aja..." Jawab Zela seketika membuat Brayen terkejut.
" Maksud kamu yank...??? " Tanya Brayen memastikan.
" Ya.. Aku cuma mau nyium baunya aja.. Kak Ray kelamaan sekarang udah nggak pengen lagi.. Mau sarapan masakan Bunda aja... Sorry ya Kak.. Ini Baby kita yang minta.." Jelas Zela seketika membuat Brayen terkejut dan tak percaya.
Sudah susah susah dibuatkan, sampe ada drama ngambek eh.. Ujungnya malah cuma bau nasi gorengnya saja, yang diminta.
Dan itu sukses membuat Brayen sedikit kesal, tapi harus sabar, menghadapi bumil yang masih muda dan sedikit bar bar.
Ingat Ray.. Jika ingin menjadi suami idaman kamu harus sabar menghadapi Zela sekarang.
Sedangkan Pak Riko dan Bunda Wina sudah tertawa terbahak, mendengar penuturan Zela barusan.
" Hanna harus tau ini..." Ucap Bunda Wina masih dengan ketawanya dan juga tidak sabar ingin menceritakan kepada sahabat sekaligus besannya itu.
Jangan lupa baca cerita kedua author ya gaes... " My Brother Handsome " Dengan cerita yang berbeda pastinya.
Dan juga Like, Commen Dan Vote.
Vote
Vote
Vote
Vote
Vote
Author sangat butuh dukungan kalian gaes.. Please.. Vote ya..
Big Thanks.. 😘🙏🙏😘
__ADS_1