Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Crazy Girl


__ADS_3

Misha memecahkan kaca dimeja riasnya, malam ini dia tampak kacau, bahkan sebelum pesta di mulai Brayen pergi begitu saja setelah membuatnya malu di depan teman temannya.


Semua rencana yang dia buat gagal seketika, awalnya dia yakin kalau dia bisa merebut hati Brayen, tapi sepertinya mulai sekarang Misha tidak bisa meremehkan gadis SMA yang sudah merebut Brayen darinya.


" Akh...... brengs*k... Dasar ****** sialan...!!!! " Teriak Misha yang ditujukan untuk Zela dengan melempar barang yang berada di meja riasnya.


Seketika Misha teringat dengn video yang berada didalam ponselnya, sepertinya kali ini Misha bisa menggunakannya untuk membuat Brayen mau menerima cintanya, meskipun dengan cara yang rendah seperti itu.


Misha tersenyum licik, dia tau kalau Brayen tidak akan bisa menolaknya lagi, dan untuk gadis SMA sialan itu Misha akan membuat hidupnya hancur.


" Tunggu permainannya..." Gumam Misha penuh dengan keyakinan.


Tak lama dia segera mengirim video kepada Brayen, dia mendapatkannya ketika mengikuti Brayen dan juga Zela tempo hari.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sedangkan Brayen terus melajukn mobilnya menuju ke rumah, dengan perasaan yang tak menentu karena tak sabar ingin menyerang Zela yang berada di sebelahnya.


Ting...


Tiba tiba ponselnya berbunyi, pesan dari Misha yang ternyata mengirim video, dengan enggan Brayen membukanya.


Saat dilihat Brayen sedikit terkejut, dia tidak menyangka jika Misha akan senekat dan sejauh itu.


Bukan masalah mengancam dan menyebarkan videonya, tapi karena Misha sampe mengikuti Brayen dan Zela sampe dihotel, benar benar gadis aneh pikir Brayen.


Brayen hanya tersenyum sinis dan kembali pada setir mobilnya, dia tidak begitu ambil pusing dengan ancaman Misha, toh memang Brayen dan Zela sudah suami istri, mereka hanya perlu mengumumkan status hubungannya dan semua akan beres.


Brayen melirik ke arah Zela, yang ternyata sudah tertidur lelap, pantes saja sedari tadi tidak ada suaranya, Zela terlihat lelah mungkin karena tadi dia begitu banyak menguras emosi yang tertahan.


Juga hatinya yang hampir di bolak balik oleh Brayen karena tingkah Misha, beruntung itu tidak terjadi dan Zela bisa menahan diri untuk tidak meneteskan air matanya di pesta tadi.


Brayen mengelus pucuk kepalanya pelan, lalu pipinya, dan kembali fokus kepada setir mobilnya.


Sampailah dia di pekarangan rumah mewahnya, Brayen segera menggendong Zela masuk setelah tadi meminta Pak Dadang memakrikan mobilnya di garasi rumahnya.


" Lho ray.. Zela tidur..??? Tanya Bunda Wina yang sedang menemani Pak Riko di ruang tv.


" Iya bund.. Kecapean... Ray ke atas dulu..." Jawab Brayen sambil berpamitan kepada Bundanya.


Bunda Wina hanya mengangguk tersenyum, sedangkan Pak Riko masih sibuk dengan layar di depannya.


Brayen kembali menggendong Zela menuju ke kamarnya, Zela di baringkan secara perlahan, kemudian dia segera mengganti gaun pesta Zela dengan baju tidur.


Deg....


Jantung Brayen mulai terpompa cepat ketika dia menarik gaun Zela kebawah... Pundak Zela dan dada Zela yang mulai terlihat semakin membuatnya tak berkosentrasi.


" Akh... Sial... Malam ini gue harus bersabar.." Gumam Brayen melihat keindahan tubuh istrinya.


Brayen dengan cepat dan pelan menyeka Zela juga mengganti baju tidurnya, barulah dia bisa bernafas lega setelah selesai.


Kembali menatap Zela yang tertidur sangat pulas, bahkan Zela tak bergeming sama sekali, dan itu tentu saja memudahkan Brayen.


Cup...


Diciumnya kening Zela dengan lembut.


" Son... Baik baik ya..." Ucap Brayen mengelus perut rata Zela.


Brayen berdiri dan segera berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah selesai dengan mandinya Brayen kembali menatap Zela yang masih tertidur dengan lelapnya.


Kemudian dia mengambil ponselnya yang berada di meja sebelah tempat tidur mereka, dengan segera dia menelfon Dimas untuk menemuinya di rumah.


Sambil menunggu Dimas, Brayen menuju ke bawah untuk menemui orang tuanya yang masih berada diruang TV.


" Ray..." Sapa Pak Riko yang masih setia dengan layar besar di depannya.


" Yah... Ada yang ingin ray katakan.." Jawab Brayen kepada Pak Riko.


" Ada apa nak...??? " Tanya Bunda Wina yang melihat muka tegang Brayen.


" Ada masalah..??? " Sambung Pak Riko bertanya kepada Brayen.


Brayen hanya mengangguk pelan, lalu dia tersenyum sekilas, senyuman kecut yang jarang sekali Brayen perlihatkan.


Brayen hanya khawatir kepada Zela, Brayen takut terjadi apa apa dengan istri dan calon anaknya, mengingat banyak sekali orang orang yang ingin memisahkannya dengan Zela.


Terlebih ini Misha, wanita yang menurut Brayen gila, wanita yang berego tinggi, Misha akan melakukan apapun yang dia inginkan tanpa peduli orang orang di sekitarnya terluka.


Meskipun Brayen bersikap tenang tapi dalam hatinya dia teramat khawatir dengan istri cantiknya dan calon anaknya, itu yang sekarang menjadi fikiran Brayen.


" Hanya masalah kecil Bund..Yah... Ray bisa selesain ini..." Jawab Brayen berbohong.


" Kamu yakin sayang..?? Tanya Bunda Wina memastikan, dan Brayen mengangguk yakin.


" Baiklah kalau begitu..Ayah yakin kamu bisa selesaikan masalah kamu.. Tapi ingat jika butuh bantuan.. Langsung kasih tau Ayah..." Jelas Pak Riko kepada anak kesayangannya.


" Pasti yah..." Jawab Brayen singkat sambil tersenyum tampan.


Tak lama terdengar suara mobil dari arah luar, Dan Brayen tau itu Dimas yang datang, benar saja tak lama munculah sosok tampan dengan gagahnya berjalan ke arahnya.


" Anak nakal..." Ucap Bunda Wina melihat kedatangan Dimas.


Dimas menyium tangan Bunda Wina juga Pak Riko sebelum menjawab perkataan Bunda Wina.


" Baru dateng udah kena omel aja.." Sindir Dimas sambil terkekeh.


" Bundamu kesal karena kamu tak pernah Kerumah..." Jelas Pak Riko kepada Dimas.


" Bunda sayang... Tadi sore Dimas juga kesini.. Bunda aja yang pergi tau Dimas mau kesini.." Jawab Dimas sambil terkikik geli.

__ADS_1


" Alasan aja kamu.. Ya sudah Bunda sama Ayah mau istirahat dulu.. Kalau belum makan nanti minta Bi Ina aja ya.." Jelas Bunda Wina sambil berlalu kepada Dimas.


" Tuh kan Dimas baru datang langsung pergi.." Sindir Dimas lagi.


" Kamu kemalaman.. Nginep sini aja.." Jawab Bunda Wina yang seperti tak nyambung dengan sindiran Dimas.


" Siap.. Bos..." Jawab Dimas sedikit berteriak.


Dimas langsung menghampaskan tubuhnya di sebelah Brayen yang sedari tadi diam fokus dengan layar ponselnya.


Dilihatnya Brayen yang nampak serius, Dimas tau pasti terjadi sesuatu dengan saudaranya ini.


" Why..?? Tanya Dimas tho the point.


Brayen menoleh ke arahnya dengan muka datar.


" Misha..?? Tanya Dimas lagi dan Brayen menangangguk membenarkan.


" Crazy girl..." Jawab Brayen lirih.


Dimas menoleh dengan bingung, tapi dia sudah bisa menebak jika Misha telah melakukan sesuatu.


" Apa yang dilakukan gadis itu..?? Tanya Dimas lagi kepada Brayen.


" Dia ngikutin gue sama Zela kehotel..." Jawab Brayen datar.


" Hah..??? Gila... Emang gila tuh cewek..." Jawab Dimas yang sedikit terkejut.


" Dan dia videoin gue sama Zela ketika masuk hotel..." Sambung Brayen lagi masih dengan nada datarnya.


Dimas mengangguk, seperti menimbang nimbang juga memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


" Gue bingung... Dia ngancam gue bakal nyebarin video itu.. Gue khawatir sama Zela.." Jelas Brayen lagi.


" So.. Apa loe punya rencana..?? Tanya Dimas kepada Brayen.


" Hapus video itu.. Atau gue umumin pernikahan gue sama Zela.." Jawab Brayen dengan senyum kecut.


Dimas kembali mengangguk pelan, seperti berfikir sesuatu.


Ting... 💡💡💡


Tiba tiba ide gila dari otak Dimas tercipta wkwkwk.


" Ray.. Kenapa loe nggak suruh anak curut itu buat meretas tuh video.. Gue denger tuh anak jago juga otak atik komputer.." Jelas Dimas kepada Brayen.


Brayen menoleh Dimas masih dengan muka datarnya, akh.. Percaya jika saja Brayen bukan lelaki tampan malas sekali melihat muka Brayen yang menyebalkan ini, untuk ketampanannya nggak luntur jadi masih oke lah buat dipandang.


" Loe seirus..??? Tanya Brayen masih dengan datarnya, padahal aslinya dia sudah sangat antusias.


" Coba aja man.. Gue yakin tuh anak nggak bakal nolak.." Jawab Dimas yakin.


hallo kak..


ucap Sandro di sebrang telp.


gue butuh bantuan loe


jawab Brayen to the point.


Sandro membatin, kayak nggak pernah butuh bantuan gue aja.. Selama ini bukannnya Brayen menyuruhnya untuk memata matai Zela, bukankah itu juga bantuan meskipun disini pihak Sandro juga sangat di beruntungkan.


ba..bantuan apa kak..???


Tanya Sandro sedikit gugup.


loe hapus video gue sama zela di ponsel misha.. apapun caranya..


Jelas Brayen.


ta..tapi bagaimana caranya kak..??


Jawab Sandro yang memang bingung dengan perkataan Brayen.


Itu urusan loe.. awas aja kalau nggak loe lakuin.. gue tau loe jago tentang hal ini


Jelas Brayen yang membuat Sandro pasrah.


ba..baik..kak..


jawab Sandro tergagap.


Brayen langsung mematikn sambungan telpnya, dia sedikit bisa bernafas lega, dia tau kalau anak curut itu nggak akan berani menolaknya.


" Gimana..?? Tanya Dimas kepada Brayen.


" Thanks Dim.." Jawab Brayen dengan senyum tampannya, Dimas tau kalau rencananya berhasil.


" Kak ray..." Ucap Zela di ujung tangga bawah.


Brayen dan Dimas menoleh ke arah Zela terkejut, Brayen sangat takut jika Zela mendengar pembicaraannya tadi dengan Dimas.


Zela berjalan ke arahnya, membuat Brayen sedikit gelagapan sumpah demi apapun saat ini Brayen benar benar khawatir jika istrinya sampe tau tentang hal ini.


" Kak ray... Gue laper..." Ucap Zela lagi yang sedari tadi melihat Brayen dan Dims hanya terbengong bengong.


" Yang... Udah dari tadi bangunnya..?? Tanya Brayen tanpa menjawab perkataan Zela.


Dimas hanya menggeleng pelan, melihat tingkah Brayen yang seperti kepergok singa bangun itu.


" Kak ray..ikh... Gue laper..." Jelas Zela kesal, karena Brayen tak menanggapinya.

__ADS_1


" Oke.. Mau makan dimana..?? Tanya Brayen kepada Zela.


aman... batin Brayen yang tau jika Zela tidak mendengar pembicaraannya tadi.


Zela melirik jam dinding yang masih menunjukan jam 10 malam. Boleh lah ya makan diluar pikir Zela.


" Di restoran sebelah clubnya kak Jova..." Jawab Zela dengan senyum manisnya, jurus andalan agar Brayen mengiyakan.


" Udah malam yank.. Gue pesenin aja ya.." Tolak Brayen pelan, hampir saja tadi Brayen terlena dengan godaan Zela.


" Nggak mau... Please kak.. Ini debaynya yang minta.. Masa Kak ray tega sih.." Jawab Zela dengan beralasan debay didalam perutnya yang minta.


Brayen mengangguk mengiyakan, kalau sudah mengenai calon anaknya di dalam perut mau tak mau Brayen harus mengalah, dia tidak mau terjadi apa apa dengan calon anaknya.


" Ehm... Alasan.." Sindir Dimas kepada Zela.


Zela seketika menoleh ke asal suara dengan terkejut.


" Ish... Sejak kapan kak Dimas disini..?? Tanya Zela yang baru sadar dengan keberadaan Dimas.


" Ya ampun Zel... Loe dari tadi nggak liat gue disini..?? Tanya Dimas yang dijawab Zela dengan gelengan kepala.


" Oke lah emang gue bagaikan butiran debu dimata loe.." Jawab Dimas ngasal.


" Apaan sih Kak lebay deh... Eh btw.. Ajak Seli sama Vani juga ya kak.. Kak Dimas mau ikut kan..?? Ucap Zela tiba tiba yang teringat dengan kedua sahabatnya.


" Seli.. Vani..??? Tanya Dimas memastikan dan Zela mengangguk yakin.


" Nggak usah lah yank.. Udah terlalu malam.. kasian mereka nggak bakal di ijinin sama orang tuanya.." Jelas Brayen kepada Zela.


" Jangan shok tau ya kak... Ortu mereka pasti ngijinin kalau tau mereka sama Azela.." Jawab Zela songong.


" Kenapa nggak loe aja yang ngajak kalau gitu Zel..?? Tanya Dimas kepada Zela.


" Owh... Iya..ya.." Jawab Zela dengan cengiran.


Brayen dan Dimas hanya menggelengkan kepalanya melihat bumil yang cantik ini, benar benar deh Brayen akan dibuat sesabar mungkin menghadapi mood Zela yang kadang juga berubah ubah.


Setelah selesai menghubungi kedua sahabatnya Zela segera menuju ke atas untuk bersiap siap.


" Gimana Zel..?? Tanya Dimas melihat ke arah Zela yang akan menuju ke atas.


" Beres kak.." Jawab Zela sambil menunjukan jempolnya.


Dengan semangat Zela menuju ke kamarnya untuk bersiap siap, Brayen dan Dimas masih di ruang tv menunggu.


" Loe ajak Xelo gih.." Suruh Brayen kepada Dimas.


" Xelo juga..??? Tanya Dimas memastikan.


" Yup.... Kasian Vani nanti jadi obat nyamuk loe.." Sindir Brayen yang tau tentang hubungan backstreet antara Dimas dan Seli.


Meskipun belum ada kata jadian, tapi mereka berdua sudah menunjukan ketertarikan satu sama lain, saling perhatian lewat chat ataupun telp.


" Ck.." Decak Dimas kesal.. Tapi dia juga tidak mengelak.


Dimas segera menghubungi Xelo untuk bertemu di restorant dekat dengan club malam Jova.


" Gue ke atas dulu.." Pamit Brayen yang akan menghampiri Zela.


" Jangan sekarang ray.. Gue nggak mau nunggu lama.." Ledek Dimas.


" Sialan loe.." Jawab Brayen singkat sambil berlalu keatas.


Brayen membuka pintu kamarnya, dilihanya Zela yang sedang memakai bajunya, tapi terlihat sedikit kesusahan.


" Kenapa..??? Tanya Brayen pelan sambil memeluk Zela dari arah belakang.


" Kak ray.." Jawab Zela sedikit kaget dengan kedatangan dan perlakuan Brayen.


" Kak.. Apa gue gendut ya sekarang..?? Tanya Zela sedikit ragu.


Brayen terdiam sejenak, kemudian dia mengarahkan Zela untuk menghadapnya, mereka saling berhadapan dan pandangan mata mereka bertemu.


Zela menggigit bibir bawahnya untuk mencoba menenangkan degup jantungnya yang mulai tak beraturan, sungguh setiap kalia mereka bertatapan Zela masih tidak bisa menolak pesona Brayen, selalu saja dia terbius olehnya.


" Justru loe semakin cantik dan sexy.. Gue suka.." Bisik Brayen di telinga Zela sambil mengecup pelan telinga Zela.


Zela masih mematung terpaku, dia seperti setengah sadar tak bisa berkosntrasi karena perlakuan dan perkataan Brayen barusan.


Benar benar membuat Zela melambung, hanya dengan kata kata sederhana Brayen, tapi sungguh itu sangat membuat Zela bahagia dan sukses semakin membuat Zela bertambah cinta kepada Brayen.


Zela memejamkan matanya, mencoba mengambil kesadarannya kembali, Brayen yang melihat tingkah Zela tersenyum senang dan gemas.


Cup...


Ciuman Brayen mendarat dengan sempurna di bibir manis Zela..


Buat yang nggak suka.. pelase stop aja bacanya dari pada comment yang bikin author down.. oke..???


Dan buat kalian yang suka..


Jangan Lupa Like, Comment dan Vote ya kak..


Vote..


Vote..


Vote..


Big Thanks 🙏🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2