
Brayen dan Dimas sudah berada di dalam mobil mewah Brayen. Mereka akan menuju ke Kampus. Bukan karena ada mata kuliah, tapi mereka akan menjemput Xelo dan para gadisnya untuk makan siang bersama. Tentu saja para gadis yang di maksud ialah Zela, Seli, dan uga Vani.
Sampai di depan Kampus. Terlihat mobil Xelo yang sedang keluar dari dalam Kampus. Xelo memberhentikan mobil dan membuka kacanya. Terlihatlah wajah tampan Xelo yang sedang senyum-senyum tidak jelas. Tentu saja Xelo bahagia, karena dengan makan siang bersama sekarang ini Vani tidak akan mungkin menolak lagi, pasalnya sedari tadi Vani terus saja menolak ajakan kencannya, itu semua karena Vani masih sangat malu jika harus bertemu dengan Xelo setelah dia tau jika Vani tertidur dengan banyak gaya yang unik, apa lagi kalau buka tidurnya yang ngorok dan ileran.
" Gimana para bidadari kita jadi kan? " Tanya Xelo penuh harap tapi juga dengan wajah sumringahnya.
" Jadi kok.. Mereka bentar lagi pulang " Jawab Dimas membuat Xelo mengangguk, sedangkan Brayen masih dengan diamnya.
Jujur saja dia masih sedikit kesal karena tadi seperti di kerjain oleh Zela, meskipun pada dasarnya Zela tidak bermaksud seperti itu, tapi tetap saja Brayen sudah terlanjur kesal. Dan beruntung masalah ini tidaklah sampai di ketahui oleh Dimas, jika Dimas sampai tau mungkin untuk pertama kalinya Brayen akan merasa malu dengan Dimas.
Dan benar saja, terdengar klakson dari mobil Seli yang membuat ketiga cowok tampan itu menoleh ke arah mobil itu.
Dengan segera Dimas keluar dari mobil Brayen. Begitu juga dengan Zela dan Vani yang juga keluar dari mobil Seli. Tentu saja karena Zela yang akan satu mobil dengan Brayen suami tampannya. Sedangkan Vani akan satu mobil dengan Xelo pacarnya yang saat ini sedang dia hindari karena rasa malunya. Jangan di tanya lagi, seperti biasa Dimas akan menggunakan mobil Seli, karena memag di antara Zela, Seli, dan Vani. Seli yang paling rajin membawa mobilnya ke Sekolah.
Bahkan sering sekali Seli yang menjemput Vani untuk berangkat Sekolah. Seperti tadi pagi misalnya.
" Zel... Gue numpang mobil Kak Ray aja ya " Pinta Vani kepada Zela.
" No Vani ! Lo ma Kak Xelo dong, tuh Kak Xelo udah nungguin " Jawab Zela sambil menunjukan jika Xelo memang sedang menunggu Vani untuk masuk ke dalam mobilnya.
" Gue malu " Jawab Vani lirih, membuat Zela menghela nafasnya, tapi tidak lama Xelo keluar dari dalam mobilnya menghampiri Zela dan Vani yang masih berdiri di tempatnya.
" Ayo Beb " Ajak Xelo sambil menggandeng tangan Vani, seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Meskipun sebenarnya memang tidak ada masalah di antara mereka, hanya Vani saja yang ribet dan malu karena sifat unii dirinya.
Vani tidak menolak, tapi dia juga tidak mengiyakan, Vani menoleh ke arah Zela yang sedang tersenyum sambil menunjukan jempolnya.
Hufh.. Membuat Vani mau tidak mau menurut saja, toh selama Xelo tidak membahas tentang tidurnya seperti tadi malam dia selamat dari rasa malunya, pikir Vani.
Zela masuk ke dalam mobil Brayen. Tapi baru saja duduk di sebelah Brayen Zela sudah di suguhkan dengan tatapan tajam dan lekat dari Brayen. Tentu saja membuat Zela sedikit gugup karena hal itu.
" Kak Ray " Panggil Zela pelan.
Brayen tidak menjawab, tapi malah langsung mencium bibir Zela dengan lembut, dan tidak langsung melepaskan ciumannya tapi malah berubah menjadi ******n yang begitu hangat dan nikmat Zela rasakan. Meskipun masih dengan rasa bingungnya karena Brayen yang langsung menyerangnya, tapi nyatanya Zela begitu menikmatinya.
Brayen melepas pagut*nnya, dia kembali menatap wajah Zela yang terlihat begitu menggairahkan saat ini. Tapi tahan Ray... Ada banyak waktu untuk melakulan lebih dari itu, dan tunggu di tempat yang tepat.
" Ini hukuman buat istri yang udah berani ngeprank suami " Bisik Brayen membuat tubuh Zela menegang, bisikan Brayen begitu menggugah dirinya. Tapi tentu saja Zela juga bingung dengan apa yang di katakan oleh Brayen baru saja.
Memangnya kapan Zela ngeprank Brayen? Bukankah itu sudah cukup lama ketika Zela pura-pura berada di rumah sakit. Itu juga karena Brayen yang lebih dulu mengerjainya. Pikir Zela begitu penuh dengan pertanyaan.
Zela menatap Brayen yang dengan cool nya mengemudikan mobil mewahnya.
" Udah... Nggak usah di pikirkan " Ucap Brayen enteng, membuat Zela mengernyitkan keningnya. Apa yang Brayen katakan memang benar jika Zela sedang memikirkan kata-katanya barusan.
Tapi seakan tidak mau larut dari pikirannya yang penuh dengan pertanyaan, membuat Zela lebih memilih memainkan ponselnya.
Zela membuka pesan di grup chatnya bersama Seli dan Vani.
Ternyata sedari tadi Vani tidak berani ngomong karena masih merasa malu dengan Xelo, bahkan ketika Xelo bertanya Vani hanya jawab seadanya, tentu saja Zela menggelengkan membaca pesan yang Vani kirimkan. Bukankah tadi Vani sempat begitu ganas dengan Seli sampai dia menggigitnya. Tapi kenapa dengan lain jenis Vani malah jadi aneh begini? Pikir Zela konyol.
Brayen melirik Zela yang sedang senyum-senyum sendiri.
" Kenapa yang ? " Tanya Brayen membuat Zela langsung menoleh ke arahnya.
" Vani " Jawab Zela singkat yang membuat Brayen mengangguk, dia tidak lagi bertanya.
" Ada yang pengen aku omongin " Ucap Brayen membuat Zela seketika menoleh ke arahnya.
" Ada apa Kak ? " Tanya Zela kepada Brayen.
__ADS_1
" Tentang masalah teman sekolah kamu " Jawab Brayen membuat Zela mengernyitkan keningnya.
" Vera maksud Kak Ray ? " Tanya Zela yang langsung di angguki oleh Brayen.
Zela baru sadar kalau tadi Vera memang tidak berangkat Sekolah. Membuat Zela berfikir yang tidak-tidak tentang nasib Vera.
" Kenapa dia Kak ? " Tanya yang sudah mulai penasaran.
" Dia akan segera menikah yang, aku udah nemuin laki-laki yang menghamilinya " Jelas Brayen membuat Zela menatap Brayen seakan tidak percaya.
Bukan masalah tentang Vera yang akan menikah, tapi karena Brayen yang mengatakan jika dia yang menemukan laki-laki yang sudah menghamili Vera, astaga... Apa yang Brayen lakukan membuat Zela begitu tambah terpesona dengan sosok suami tampannya ini, Brayen memang pahlawan untuk semua Orang dan Zela begitu kagum karena itu.
Jika saja Zela tau apa yang sudah Brayen lakukan kepada dirinya tentang Sandro, mungkin Zela akan semakin terkagum dengan Brayen Zafano, lelaki tampan yang merupakan suami dan calon Ayah dari anaknya. Tapi tentu saja sekarang ini belum saatnya, akan ada saatnya nanti untuk mengatakan itu semua kepada Zela. Brayen tidak mau menyembunyikan masalah itu dari Zela, tapi sekarang memang belum saatnya.
Zela menatap Brayen dengan senyumnya, merasa di tatap Zela seperti itu membuat rasa percaya diri Brayen naik.
" Kenapa? Aku keren kan yang ? " Tanya Brayen membuat Zela menggeleng dengan tawanya.
" Nggak " Jawab Zela singkat masih dengan tawanya.
" Kok gitu yang ? " Tanya Brayen seperti tidak terima.
" Iya Nggak Kak, nggak salah lagi " Jawab Zela yang juga membuat Brayen tertawa.
Sampai tidak terasa mereka sampai di sebuah Caffe. Brayen dengan segera memarkirkan mobilnya. Zela dan Brayen turun dari mobilnya. Terlihat 2 pasangan yang sudah lebih dulu sampai dan sedang menunggu kedatangan mereka.
" Mobil aja mewah, tapi jalannya kalah cepat dengan mobil Gue " Sindir Dimas membuat Brayen hanya tersenyum miring.
" Tadi Gue ngerjain tugas dulu " Jawab Brayen penuh dengan teka-teki menurut Seli dan Vani. Sedangkan Dimas dan Xelo tertawa karena maksud dengan apa yang Brayen katakan.
Berbeda dengan Zela yang malah sama bingungnya dengan Seli dan Vani. Bukankah sedari tadi Brayen bersamanya di dalam mobil? Lalu kapan Brayen mengerjakan tugasnya? Pikir Zela dengan bingungnya.
" Iya sayang " Jawab Brayen kepads Zela.
" Terus kapan dong Kak Ray ngerjain tugasnya ? " Tanya Zela yang ntah kenapa sekarang ini otaknya sedang menjelma seperti otak Vani yang telmi.
" Tadi sayang... Sebelum kita berangkat, kamu juga tau kok apa yang aku kerjain " Jawab Brayen dengan senyum tampannya tapi terlihat begitu menyebalkan menurut Zela. Tentu saja karena Zela sudah sadar jika yang di maksud Brayen menegrjakan tugas ialah ketika Brayen berbuat sesuatu kepada Zela sendiri tadi sebelum menjalankan mobilnya. Bahkan mereka melakukannya masih di depan gerbang Sekolah Zela. Tapi tenang saja karena semua aman dan tidak akan mungkin ada yang melihat cium*n panas suami istri itu tadi.
Sedangkan Dimas dan Xelo semakin tertawa.
" Gue jadi pengen cepet nikah sama Bebeb Vani " Cletuk Xelo membuat Vani sedikit terkejut. Vani mencubit lengan Xelo pelan, yang di jawab Xelo dengan mengacak rambut Vani pelan.
" Gue tau, Lo udah ngebet banget pengen itu kan ? " Tanya Dimas tho the point.
" Yups... Lo bener Bro " Jawab Xelo membuat Vani menatap Xelo kesal, karena perkataan Xelo dan Dimas terlalu vulga menurut Vani.
Begitu jiga dengan Seli yang manatap Dimas kesal, karena otak pacar tampannya ini sudah mulai mesum, meskipun otak Dimas dan Xelo jauh lebih mesum dari Brayen. Tapi mereka tetap mengerti batasan ketika hanya berdua saja dengan Seli dan juga Vani.
Prinsip mereka sama-sama tidak akan melakukan sebelum ada kata syah dari Pak penghulu juga para saksi di pernikahan mereka.
" Ayo kita masuk... Cowok-cowok mesum itu biarkan saja di sini " Ajak Zela menarik tangan Seli dan Vani meninggalkan cowok-cowok tampan itu untuk segera masuk ke dalam caffe.
Tentu saja dengan senang hati Seli dan Vani mengiyakan, mereka juga kesal setiap cowok-cowok tampan yang terlihat begitu elegan itu mulai mesum otaknya.
" Hahahah... Gadis-gadis yang lucu " Ucap Dimas yang juga masuk ke dala caffe untuk menghampiri para gadisnya yang sudah masuk terlebih dahulu.
Di ikuti oleh Xelo dan juga Brayen. Tentu saja Brayen dengan tangannya yang sibuk membalas pesan Mr Richard karena adanya kabar tentang Misha. Bahkan kata Mr Richard, Misha kembali ke Indonesia lagi. Membuat Brayen menghela nafasnya.
Mereka menuju ke ruangan VVIP di Caffe itu, tentu saja dengan ruangan yang luas dan terdapat untuk berkaroke ria.
__ADS_1
" Siapa yang mau karoke ? " Tanya Brayen merasa kurang setuju dengan pilihan para gadia yang tadi lebih dulu masuk.
" Kita " Jawab Zela, Seli dan Vani kompak. Membuat Brayen memijat keningnya.
" Udah lah Ray... Kita tinggal menikmati suguhan dari mereka, lumayan buat mengusri penat " Jawab Dimas yang belum sadar akan sesuatu hal.
" Astaga... Dim Gue yang pacarnya Miss telmi kenapa Lo yang ketularan telminya pacar Gue ? " Tanya Xelo seketika membuat tatapan tajam dari Vani.
Bahkan rasa malu Vani sudah hilang begitu saja rasanya karena rasa kesalnya yang baru saja muncul tiba-tiba.
" Miss telm**i yang paling cantik " Sambung Xelo agar Vani tidak lagi marah kepadanya.
" Udah telat.. Aku udah terlanjur kesal Beb " Jawab Vani membuat Zela dan Vani menatap Vani tidak percaya.
" Lagi ngambek masih manggil Beb " Sindir Seli membuat Vani tersenyum kikuk.
Tidak lama pelayan membawakan beberapa minuman dan cemilan untuk mereka, karena mereka memang memesan makanan berat untuk nanti ketika mereka sudah selesai bernyanyi.
Dengan segera musik sudah terdengar, bahkan ketiga gadis cantik itu sudah siap untuk bernyanyi, Brayen dan Xelo yang terlihat begitu khawatir, rasanya mereka ingi ke luar saja dari ruangan itu. Berbeda dengan Dimas yanh masib menikmati musik yang sudah di nyalakan, bahkan tangan Dimas di ketuk-ketukan karena begitu menikmatinya.
" Siapain telinga Lo Xel " Bisik Brayen membuat Xelo tertawa, mereka berdua tertawa renyah melihat Dimas yang masih begitu tenang dan menikmati alunan musik, Dimas seperti orang yang amnesia tentang suara gadis-gadis cantik itu jika sedang bernyanyi.
" Gue yakin Dimas akan langsung syok mendengar suara mereka " Jawab Xelo membuat Brayen tersenyum miring.
" Masih untuk kalau gendang telinga dia nggak pecah " Sambung Brayen lagi-lagi membuat Xelo tertawa.
" Oke... Kita hitung sampai tiga Ray " Ucap Xelo yang di angguki oleh Brayen.
" One, Two, Three....!!! " Ucap Brayen dan Xelo kompak.
Bersmaan dengan Zela, Seli, dan Vani yang mulai bernyanyi tapi terdengar seperti orang yang sedang teriak-teriak karena kesurupan, meskipun pada dasarnya lagu yang mereka nyanyikan bagus, tapi jika mereka bertiga yang membawakan lagu itu akan terdengar hancur seketika.
Ketiga gadis cantik itu membawakan lagu
Lewis Capaldi Someone you loved
Yang sedang terkenal di aplikasi tok-tok.
Bahkan Vani juga menirukan gerakan-gerakannya. Sambil bernyanyi ria, tapi menurut orang yang mendengarnya ialah mereka yang sedang kerasukan dan menjerit-jerit.
***I need somebody to heal
Somebody to know
Somebody to have
Somebody to hold***.
Sepenggal lagu yang sedang mereka nyanyikan dengan begitu semangat, tapi yang paling semangat ialah Vani yang memang begitu hafal dengan gerakannya.
Sedangkan Zela karena sedang hamil dia hanya bernyanyi dengan gerakan sedikit, begitu juga dengan Seli yang juga sama halanya dengan Vani menirukan gerakan yang Vani lakukan, meskipun sedikit kaku karena Seli memang tidak seperti Vani yang begitu populer di aplikasi tok-tok itu.
Jangan tanyakan Dimas, dia benar-benar syok karena baru teringat jika ketiga gadis yang memiliki paras begitu cantik bak bidadari itu, tidak memiliki suara emas, melainkan suara mereka yang seperti ember dan panci pecah yang sedang di tendang-tendang oleh anak kecil yang sedang bermain.
Dimas menatap Brayen dan Xelo yang sedang menganggukan kepalanya menikmati alunan musik dari ponselnya. Ternyata mereka berdua sudah antisipasi dengan menyalakan musik yang berada di ponselnya dengan menggunakan headset.
Tentu saja Dimas juga mengikuti apa yang di lakukan oleh Brayen dan Xelo, biarkan saja ketiga gadis cantik yang bersuara ember pecah itu teriak-teriak tidak jelas. Ketiga cowok tampan itu akan membuka headsetnya setelah Zela, Seli, dan Vani selesai dengan jeritannya.
Jangan Lupa Like, Comment and Vote ya gaes.. Big Thanks
__ADS_1