Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Bohong


__ADS_3

Brayen duduk disebelah Dimas, Seli dan Vani benar-benar salah tingkah, Mereka tidak bisa menyembunyikan kecemasan mereka, Dengan memberanikan diri Seli segera pamit pulang kepada tuan rumahnya.


" Emm..Kak Ray.. Gue sama Vani pamit pulang dulu ya, Salam aja buat Zela.." Ucap Vani yang tidak ingin menanyakan keadaan Zela.


" Oke..nanti Gue sampein." Jawab Brayen dengan muka datarnya.


" Bay..Kak Brayen..Kak Dim.. Kita pamit ya..." Sambung Vani yang dianggukkan Brayen dan juga Dimas.


" Hati-hati kalian..." Ucap Dimas yang dianggukkan Seli dan juga Vani..


Mereka langsung ngacir keluar, Sampai dimobil Seli mereka begitu sangat lega dan mengingat kejadian tadi lagi.


" Aduhh.. gila ya.. serem banget tadi muka Kak Ray, Cakep-cakep tapi nakutin.." Ucap Vani.


" Iyaa..Gue juga ngeri tadi, btw zela gimana ya....?? Sambung Seli.


" Owh..iya.. Zela....!!. Gila ya berarti tuh anak udah itu sel... udah berapa kali ya?? " Ucap Vani mengingat kejadian tadi.


" Mulai deh mesumnya.. udah.. ayo Kita pulang.." Jawab Seli lalu tancap gas meninggalkan apartemen Brayen.


Sementara Vani, Dia terus mengingat kejadian tadi, Itu membuat Dia benar-benar merasa terganggu oleh pikirannya sendiri, Tapi salah Vani juga sih terus mengingat ingat.


Kini Brayen dan juga Dimas masih duduk diruang tamu, Zela masih dikamar entah apa yang sedang Zela lakuin hanya Brayen yang tahu tentunya...


" Gimana enak nggak..?? Tanya Dimas menggoda Brayen.


" Apanya..?? Tanya Brayen pura-pura tidak tahu..


Brayen memang tidak mengetahui kalau Dimas, Seli dan juga Vani mengetahui apa yang mereka lakukan, Meskipun hanya mendengar suara tapi mereka sangat mengerti dengan apa yang sedang terjadi antara Zela dan juga Brayen.


" Pake nanya.. yang tadi lah.." Jawab Dimas to the point.


" Sialan jadi Loe ngintip..?? Tanya Brayen biasa saja, Dia seperti tidak malu jika Dimas mengetahuinya.


" Sorry Ray Gue nggak sengaja tadi mau nyusulin bini Loe, Lama banget manggil Loe.. Pas Gue sampai nggak taunya ada suara ya gitu lahh Loe tau.." Jelas Dimas masih menggoda Brayen.


" Loe pengen..?? Tanya Brayen yang sama sekali tidak malu kepada Dimas.


" Ya iya lah Gua kan normal b**o.." Ucap Dimas kesal.


" Makanya nikah..." Jawab Brayen meledek Dimas.


" Wuihh selow kalau itu Ray.. Gue masih bingung buat milih terlalu banyak yang ngejar Gue.." Jawab Dimas songong.


" Bilang aja nggak laku Loe, Udah sana Loe balik, Gangguin Gue aja.." Usir Brayen ke Dimas.


" Ha..ha..ha.. oke oke.. Gue balik nih, Pepet terus Ray biar gue cepet punya ponakan.." .Jawab Dimas lalu ngacir keluar, Dia menuju apartemennya, Seperti yang sudah saya bilang apartemen mereka cuma beda lantai saja.


Setelah semua pengganggu sudah pada pergi Brayen menuju kamarnya, Dilihatnya Zela yang sudah mandi dan memakai baju ganti, Zela mempunyai beberapa baju ganti diapartemen kalau sewaktu-waktu pulang keapartemen seperti sekarang ini.


" Eh.. Kak.. Ray, Mereka masih diluar Kak..?? Tanya Zela kepada Brayen.


" Udah pada balik kok, Gue mandi bentar.." Jawab brayen berlalu kekamar mandi, Tapi sebelum masuk langkahnya terhenti.


" Auw..." Pekik Zela menahan rasa nyeri di antara selangkangannya.


" Kenapa..?? Tanya Brayen khawatir.


" Nggak papa kok Kak.." Jawab Zela.


" Masih sakit ya, Sini Gue bantuin, Harusnya Loe tadi nunggu Gue mandinya.." Sambung Brayen menggendong Zela ke tepi ranjang lalu mendudukannya.

__ADS_1


" Nggak papa kok Kak, Cuma sedikit sakit aja.." Jawab Zela jujur.


" Ya udah Gue mandi bentar, Kalau ada apa-apa Loe panggil Gue ya.." Sambung Brayen berlalu kekamar mandi.


" Oke.." Jawab Zela singkat.


Zela duduk ditepi ranjang, Dia mengambil ponselnya, Terlihat banyak sekali pesan wa yang masuk diponselnya, Dan Vani pengirim terbanyak, Zela membuka satu persatu pesan wan ya itu.


Z**ela cieeee...


Pesan pertama Vani.


Gue sama Seli tadi pulang dulu


Isi pesan kedua.


Gimana enak nggak??🤭🤭


Pesan ketiga


Besok Loe harus jelasin ke Kita oke.. 😘😘**


Isi pesan terakhir.


Zela bingung dengan isi pesan Vani, Tapi kemudian Dia terkejut.


" Astaga.... jangan-jangan mereka...??? Gila..gila..gila, Malu banget Gue kalau mereka sampai tahu, Akh habislah Gue, Pasti besok si vani bakal kepoin Gue habis-habisan.." Gumam Zela uring uringan sendiri.


Brayen yang sudah selesai mandi melihat tingkah Zela dengan bingung,


" Kenapa Loe..?? Tanya Brayen datar.


" Eh..Kak Ray udah selesai..?? " Tanya Zela yang sekarang menjadi lebih sopan memanggil brayen dengan sebutan Kak bukan Loe seperti biasanya.


Seperti biasa Brayen akan bertanya sebelum pertanyaannya dijawab terlebih dahulu, Padahal Dia sendiri tidak menjawab pertanyaan zela, Akhh memang begitulah Brayen kadang sikapnya nyebelin tapi tentu kegantengan wajahnya mampu mengobati rasa kesalnya karena perilakunya.


" Tidak apa-apa kok Kak.." Jawab Zela singkat.


" Cewek aneh.." Jawab Brayen lirih tapi tentu saja Zela mendengarnya.


*D*asarr cowok nyebelinnn, Ngapain juga Gue bersikap manis sama Dia, Es kutub ya tetep aja es kutub. Batin Zela kesal.


" Gue laper..." Ucap Zela kembali kemode Loe Gue lagi.


" Loe bisa masak nggak?? Tanya Brayen.


" Menurut Loe..?? Tanya Zela jengah kepada Brayen.


" Oke..Gue pesen, Setelah makan Kita pulang.." Jawab brayen mengambil ponselnya untuk memesan makanan lewat go food.


Hampir 25menitan mereka menunggu, Tak ada percakapan diantara mereka seperti baru saja tidak terjadi sesuatu pdahal kalian tau lah ya mereka habis ngapain, Zela dan Brayen sibuk memainkan ponselnya masing masing.


Tak lama bel pintu berbunyi, Brayen segera bergegas, Dia kembli dengan tangan kirinya menenteng plastik berisi makanan pesanannya.


" Ayoo makan..." Ajak Brayen,


Zela menuruti mereka menuju meja makan untuk makan bersama, Meskipun masih sedikit susah Zela berjalan tapi Dia berusaha untuk biasa saja toh Dia bukan gadis manja yang sakit sedikit merengek.


Tak ada percakapan lagi diantara mereka, Benar-benar seperti mode awal pertemuan. Setelah selesai makan Zela membereskan meja makan dan mencuci piring kotor bekas makanan mereka.


Jam menunjukan pukul 08:05, mereka memutuskan untuk pulang karena besok sudah harus berangkat kuliah dan sekolah,

__ADS_1


Setelah hampir setengah jam perjalanan mereka sampai dipelataran rumah mewah keluarga Zafano, Brayen memarkirkan mobilnya, Terlihat Zela yang tertidur di mobil, Zela terlihat begitu sangat lelah, Brayen masuk sambil menggendong Zela.


" Lho nak, Kalian baru pulang..?? Tanya Bunda Wina.


" Iya Bun.. Ray langsung keatas ya.." Pamit Brayen.


" Zela tidur Ray..?? Tanya Pak Riko yang baru datang dari kamar.


" Iya Yah... Ray kekamar dulu.." Ucap Brayen berlalu menuju kamarnya.


Sampai dikamar Brayen menidurkan Zela diatas ranjang, Brayen berlalu kekamar mandi karena menggendong Zela cukup membuat Dia berkeringat, Setelah selesai Brayen menghampiri zela dan ikut tidur disampingnya sambil memeluk istrinya itu.


Dipagi hari hampir jam 5 Zela bangun dari tidurnya, Terlihat wajah suaminya yang tampan itu didepannya, Dia menatap lekat wajah Brayen lalu mencium keningnya..


" Aishh apaan sih Gue... hahh.. Gue kok udah dikamar?? Bukannya tadi malam... Akhh iya Gue ketiduran dimobil terus yang bawa Gue kesini siapa..?? Gumam Zela bingung.


" Gue.." Ucap Brayen dengan suara khas orang bangun tidur, Zela kaget karena ternyata Brayen sudah bangun..


*D*uh..nih cowok tau nggak ya kalau Gue nyium Dia, Aishhh.....b**o banget sih Gue. Batin Zela merutuki dirinya.


" Cup... morning kiss.." Ucap Brayen mencium kening Zela.


Zela tersentak kaget, Dia melongo dengan perlakuan Brayen tapi Dia berusaha kembali biasa saja.


" Loe.??? Gimana caranya..?? Tanya Zela penasaran.


" Gendong Loe?, Udah cepetan sana Loe mandi dulu.." Ucap Brayen yang membuat Zela kesal.


Dengan kesal Zela menuju kamar mandi,Dedangkan Brayen, Dia tersenyum melihat Zela yang cemberut.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Disekolah Seli dan juga Vani sudah menunggu Zela diparkiran, Sebenarnya tadi Vani yang memaksa Seli untuk menunggu diparkiran karena Vani sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Zela, Dan tentu saja Vani ingin menanyakan hal hal yg begituan kepada Zela


Sungguh otak Vani tak jauh dari kata mesum, Tapi biarpun otaknya sedikit nyeleneh Vani adalah gadis yang bisa menjaga dirinya, Dia tidak mudah menerima pernyataan dari cowok, Sama seperti Seli dan juga Zela tentunya.


Tapi kalau Zela beda cerita, Sekarang karena setatusnya sudah menjadi istri jadi kalau masalah begituan Zela yang lebih tau kali ya.. he..he..


Tak lama mobil Zela memasuki parkiran sekolah, Vani langsung menghampiri Zela.


" Pagi nyonya Azela Zafano..." Sapa Vani menggoda Zela.


" Loe apaan sih Van pagi-pagi udah lebay.." Jawab Zela.


" Tau nih anak makin hari makin konslet aja tuh otak.." Sambung Seli.


" Ye.. sialan kalian berdua, Gue gitu karena sekarang kan Loe udah menjadi istri brayen seutuhnya.." Jawab Vani tak terima.


" Maksudnya apaan sih Van, Nggak jelas deh Loe, Udah ayoo Kita masuk.." Ajak Zela dan Vani juga Seli menurut.


Sampai dikelas Vani dengan tak sabar langsung menanyakan kepada Zela tentang kejadian kemarin yang sungguh tadi malam membuat vani susah untuk tidur.


" Zel.. Loe kemarin ngapain sama Kak Ray..?? Tanya Vani pelan yang membuat Zela tiba-tiba tersedak karena pertanyaan vani.


" Loe tanya apaan sih Van, Nggak jelas deh.." Jawab Zela.


" Kemarin Kita..." Ucap Vani menggantung karena sudah disiku oleh Seli.


" Kemarin Kita nungguin Loe lama banget jadi kita pulang duluan deh.." Sambung Seli. Vani yang mengerti dengan situasipun hanya mengangguk menuruti apa kata Seli.


" Ow...ke..kemarin..ya.. emmm..Gue...Guee panggilin Kak Brayen tapi karena lama jadi Gue ketiduran deh.." Jawab Zela berbohong.

__ADS_1


Seli dan Vani menahan tawa mendengar alasan Zela, Tapi mereka tidak ingin membuat sahabatnya itu malu mungkin sekarang belum waktunya pikir mereka.


*D*asarr Loe Zell nggak pinter banget cari alesann he..he. Batin Seli menahan tawa.


__ADS_2