Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Happy Family


__ADS_3

Malam harinya rombongan Zela dan juga Brayen untuk pertama kalinya menikmati suasana malam di pulau raja ampat papua barat. Pulau dengan penduduk yang tidak begitu padat, suasana yang masih sangat asri dan juga sangat di idamkan untuk Brayen membangun salah satu hotel di sana.


Brayen sudah merencanakan membangun salah satu Hotelnya di pulau yang kini menjadi tempat bulan madu masalnya bersama Dimas dan juga Xelo.


" Daddy mau itu." Ucap Arshaka meminta Brayen untuk mengambilkan makanan yang berada di meja dan jauh dari tempat dirinya duduk.


Semua orang yang berada di sana menganga mendengar apa yang Arsha katakan, bukan karena Arsha salah mengucapkan katanya, tetapi si tampan Arshaka meminta Daddy nya untuk mengambilkan makanannya, bukankah biasanya Arsha paling anti dengan Daddy nya, tetapi ini seperti keajaiban yang datang tiba-tiba di antara anak dan Ayah itu.


" Arsha minta tolong Daddy?." Tanya Vani pelan kepada Arsha.


Arshaka mengangguk seraya tersenyum, lalu menoleh ke arah Brayen dengan mengatupkan kedua tangannya yang membuatnya terlihat begitu menggemaskan.


" Pis Daddy ( please Daddy )." Ucap Arshaka membuat Brayen tersenyum seraya mengacak pelan rambut Arsha, Brayen mengangguk lalu mengambil apa yang Arsha minta tadi.


Sedangkan Vani semakin melongo dengan apa yang baru saja di lihatnya, begitu juga dengan Seli yang tidak kalah terkejut dengan Vani, matanya sampai melotot seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya, pemandangan di antara Brayen dan Arshaka yang sangat langka.


Tidak jauh berbeda dari Vani dan Seli, Dimas dan Xelo juga terkejut dengan kerukunan di antara Daddy and Son yang biasanya akan terlihat seperti musuh.


" Lo pasti udah kasih Arsha racun Ray." Ucap Dimas membuat Brayen tersenyum miring.


Brayen tidak menjawab apa yang Dimas katakan, dia memberikan makanan yang baru saja di ambilnya untuk Arshaka.


" Thank Dad." Ucap Arshaka begitu manis kepada Daddy nya membuat Brayen tersenyum seraya menganggukan kepalanya.


Interaksi di antara Brayen dan Arsha kembali membuat Vani dan Seli melotot seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, begitu juga dengan Dimas dan Xelo yang sama-sama terkejut dengan perubahan sikap di antara keduanya, tepatnya perubahan sikap Arshaka yang begitu manis dengan Brayen.


" Baby, are you okay?." Tanya Xelo yang di angguki oleh Arsha dengan senyum yang terlihat begitu manis.


" Gue rasa Lo emang udah ngeracunin anak Lo Ray." Ucap Xelo membuat Brayen kembali tersenyum miring seraya menggelengkan kepalanya pelan.


Arsha malah sengaja berdiri dari kursinya, tangannya bertolak pinggang seraya menatap Xelo tajam, jelas apa yang di lakukan oleh anak tampan itu semakin membuat Seli dan Vani ternganga, mereka semakin yakin jika telah terjadi sesuatu dengan bayi tampan itu.


" Akel Ceyo, jangan bicaya cembayangan ( Uncle Xelo jangan bicara sembarangan)!." Ucap Arshaka dengan tatapan tajam ala anak kecil.


" Wooow." Ucap Seli dan Vani barengan, Arshaka sangat terlihat keren dengan sikapnya saat ini


Seli, Vani, Dimas, dan juga Xelo seperti di suguhkan pertunjukan yang sangat langka, ini untuk yang pertama kalinya si kecil Arshaka membela Daddy nya, biasanya dia akan bekerja sama dengan Dimas dan juga Xelo untuk mengolok-olok Brayen, tetapi sekarang sisi lain dari Arshaka sudah terlihat, dia memang jagoan kecil dari Brayen yang siap akan membelanya jika ada yang mencibir orang tuanya, termasuk Brayen.


Xelo masih terkejut seraya menatap Arshaka yang masih berdiri di kursinya, kemudian dia mengangguk seraya tersenyum.


" Sayang sudah duduk ya, tidak sopan berdiri di kursi." Ucap Zela meminta anaknya untuk kembali duduk.


" Yes Mom." Jawab Arshaka membuat Zela dan Brayen tersenyum, lalu Arsha kembali duduk di kursinya.


" Thank baby, you are my hero." Ucap Brayen seraya mengacak rambut si kecil Arsha.


Arsha tersenyum, kemudian dia dengan bangga menepuk pelan dadanya, bergaya seperti orang dewasa yang membanggakan dirinya, sontak saja apa yang di lakukan oleh Arshaka membuat semua yang berada di sana tertawa.

__ADS_1


" Suami kecilku semakin keren, Onty suka." Ucap Vani memuji Arshaka seraya menunjukan jarinya yang berbentuk Saranghae.


" Sepertinya Gue harus cepet gas sebelum keduluan Arshaka." Ucap Xelo membuat semua yang berada di sana kembali terkejut.


" Lo belum?." Tanya Dimas ambigu, tetapi Xelo sudah mengerti apa yang Dimas maksud.


Xelo menganggukan kepalanya seraya tersenyum, membuat semua orang yang berada di sana semakin terkejut, sedangkan Vani menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, dia tampak malu dengan pengakuan tidak langsung Xelo.


" Bener dugaan kita." Ucap Zela dan Seli barengan.


Mereka menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


" Tunggu apa lagi Lo? Nggak enak terus di tahan.. Sudah sana cepat, aduk adonan yang lama biar cepat jadi." Ucap Brayen membuat semua yang berada di sana menatap Brayen dengan tatapan susah di artikan.


" Kenapa?." Tanya Brayen merasa si sudutkan dengan pandangan mereka semua.


Zela menunjukan keberadaan Arshaka dengan dagunya, membuat Brayen menghela nafasnya


" Dia tidak akan mengerti jika kita umpamakan dengan adonan, kalian semua tenang saja." Jelas Brayen membuat yang lain masih menatap Brayen tidak percaya.


Brayen kembali menghela nafasnya, dia harus menunjukan apa yang di katakan olehnya benar.


" Arsha." Panggil Brayen membuat Arshaka menghentikan aktifitasnya, sedari tadi Arsha sedang sibuk memakan roti di depannya.


Arsha menoleh ke arah Brayen seraya menampilkan senyum tampannya, sangat mirip sekali dengan Brayen jika sedang senyum seperti sekarang ini.


Sangat ambigu, mereka takut si kecil Arshaka akan mengerti apa yang mereka maksud.


Arshaka tidak menjawab, dia terdiam sampai akhirnya mengangguk seraya tersenyum.


" Akel Ceyo cama Oty Ani bikin yang benel biyal cepet jadi." Ucap Arshaka membuat mereka semua semakin terkejut dengan penuturan anak kecil tampan itu.


" Catu yagi, Akel ayien cama Oty Ceyi juga, sana cemua bikin biyal Aclha yang temenin Mumy cama Daddy." Sambung Arshaka membuat mereka kembali terkejut, tetapi kemudian mengangguk mengiyakan apa yang di katakan oleh anak tampan itu.


Xelo yang paling bersemangat, akhirnya apa yang sudah sangat sabar dia tahan akan segera terjadi. Begitu juga dengan Dimas yang semangat dan berjanji jika dia akan membuat adonan anak yang benar agar si tampan Arshaka cepat mempunyai teman bermain.


" Ray... Kita duluan, anak Lo bikin Gue semakin semangat nyoblos." Pamit Xelo kepada Brayen.


" Arsha.. Uncle duluan ya, jagain Mommy sama Daddy biar yang buat adonan Uncle sama Aunty aja." Jelas Dimas sengaja mengejek Brayen yang tidak bisa ena-ena jika si kecil Arshaka masih menjaga mereka.


" Sialan Dimas." Umpat Brayen kesal.


Brayen juga ingin memberikan Arshaka seorang adik lagi, tetapi mau bagaimana lagi Brayen dan Zela memang harus bersabar sampai Arshaka tertidur nanti.


" Gue celup-celup dulu Ray." Bisik Dimas sengaja lalu menarik tangan Seli untuk pergi sebelum Brayen mengamuk karena terus di ejek olehnya.


" Akel..! Oty..!." Panggil Arshaka membuat pasangan Dimas dan Xelo berhenti, lalu menatap anak kecil yang kini sedang menatap mereka dengan serius.

__ADS_1


" Ingat, bikin yang benel." Ucap Arshaka mengingatkan mereka semua, sontak saja apa yang di katakan oleh Arshaka membuat mereka semua kembali tertawa dan gemas dengan celotehannya karena tidak tahu sama sekali apa yang sedang di bicarakannya itu.


" Siap sayang." Jawab mereka semua kompak dan kini benar-benar pergi untuk melakukan apa yang Arsha minta.


Meskipun Arshaka tidak tahu sama sekali apa yang mereka maksud, yang Arshaka tahu adonan itu untuk membuat roti seperti yang tadi di makan olehnya.


" Mumy Daddy." Panggil Arshaka membuat Brayen dan Zela menatap anak tampan itu dengan begitu hangat.


" Apa sayang?." Tanya Zela seraya mengecup kening Arshaka.


" Mumy cama Daddy tenang aja, Alcha tidak akan menyuluh Mumy cama Daddy buat adonan." Ucap Arshaka begitu polos dengan kedua orang tuanya.


Zela dan Brayen saling pandang terkejut, mereka menatapa si tampan Arshaka yang duduk di tengah-tengah mereka seraya menampilkan senyuman tampannya.


" Iya sayang." Jawab Zela membuat Brayen melotot ke arah Zela, jelas Brayen tidak terima jika mereka juga tidak ikut membuat adonan seperti Dimas dan Xelo.


Mendengar apa yang di katakan oleh Zela membuat Brayen seketika berniat untuk bernegoisasi dengan anaknya.


" Jagoan Daddy, Kalau Mumy sama Daddy bikin adonannya besok boleh kan?." Tanya Brayen membuat Arshaka terdiam seperti memikirkan sesuatu.


" Boyeh, tapi ada salatnya." Jawab Arshaka membuat Brayen melotot.


Arsha ini seperti dewan perk*winan saja, mau melakukan ena-ena harus dengan persetujuannya.


Zela tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Arshaka sampai membuat Brayen sedikit menahan kesal, tetapi salah Brayen sendiri bermain-main dengan Arshaka yang sudah jelas sangat pintar sekali jika mengerjai Daddy nya.


" Apa syaratnya sayang?." Tanya Zela semangat.


" Emmm..biyal Alcha pikil." Ucap Arshaka membuat Zela semakin gemas dengan anak tampannya.


Zela mencium Arshaka dengan gemas, lalu memeluk si kecil tampan itu.


" Buatin Alcha adik." Ucap Arshaka membuat Zela dan Brayen saling pandang terkejut dengan ucapan anak tampannya itu.


Brayen langsung mengangguk seraya tersenyum tampan, dia mengangkat Arshaka untuk di gendongnya, jelas Brayen sangat senang dengan persyaratan dari Arshaka, sedari tadi yang dia minta juga untuk membuatkan adik Arshaka, dan sekarang persyaratan dari si kecil Arsha juga apa yang dia minta. Dengan senang hati Brayen menyanggupinya untuk si tampan Arshaka.


Zela tersenyum melihat Brayen dan Arsha yang sedang tertawa lepas, mereka terlihat begitu bahagia, melihat mereka yang bahagia juga membuat Zela merasa bahagia, Brayen dan Arsha hidupnya, mereka adalah dunia Zela sekarang.


Setelah apa yang Zela lalui selama ini setelah hidup dengan Brayen, kini dia benar-benar merasa bahagia yang tidak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata, bahagia Zela sederhana, dengan melihat kedua orang yang sangat di sayanginya bahagia, dia juga bahagia.


Melihat kedua sahabatnya yang sudah bertemu dengan cinta sejatinya, Zela juga sangat bahagia.


Zela tersenyum seraya berhambur ke pelukan Brayen dan Arshaka, mereka tertawa lepas bersama. bahagia dan bahagia yang mereka rasakan saat ini.


Terimakasih Tuhan telah membuat jalan hidupku begitu berwarna, telah mengirimkan dua malaikat dalam hidupku, aku bahagia, teramat bahagia, dan aku berjanji untuk menjaga mereka. Azela Syakarina Adafsi.


END

__ADS_1


__ADS_2