
Setelah memesan makanan lewat go f**d, Zela duduk disebelah Brayen, Zela memainkan ponselnya sesekali ketawa ketiwi nggak jelas, Brayen yang melihat Zela ketawa hanya menggelengkan kepala.
" Loe kenapa..??" Tanya Brayen.
" Nggak papa.." Jawab Zela masih terus menatap ponselnya.
Brayen yang penasaran akhirnya mengintip dan benar saja perkiraanya, Zela sedang menonton drama korea bergenre komedi.
" Udah pesen makan belum..?? Tanya Brayen.
" Tenang aja udah Gue pesenin..." Jawab Zela.
" Loe udah pesen..?? kok nggak bilang Gue dulu, Loe pesen apa..??" Tanya Brayen sedikit kesal karena Zela tidak mempertanyakan dulu Brayen ingin makan apa, Sebagai ganti Zela yang tidak memasakannya.
" Ayam goreng..." Jawab Zela membuat Brayen lega.
" Oh..." Jawab Brayen singkat lalu fokus pda ponselnya.
Tak lama pesanan mereka datang, Setelah membayar Zela menuju meja makan untuk menyiapkan makan malamnya yang tertunda tadi.
" Kak Ray ayo makan dulu..." Teriak Zela membuat Brayen menoleh lalu menuju meja makannya.
Mereka makan berdua, terasa canggung memang karena biasanya ada Ayah Riko juga bunda Wina, tapi kali ini mereka makan hanya berdua saja.
" Lumayan..." Ucap Brayen disela-sela makannya.
" Apanya..??" Tanya Zela tidak mengerti.
" Ayamnya lah, emang apanya..??" Jawab Brayen.
" Owh...." Jawab Zela singkat.
Setelah selesai makan dan bersihin meja makan juga piring yang kotor, Zela menuju kamarnya tapi Brayen tidak ada dikamar.
" Kemana Kak Ray malam malam gini..." gumam Zela.
" Cari Gue..??? Tanya Brayen membuat Zela kaget.
" Astaga.. Kak Ray, kaget Gue..." Jawab Zela.
" Sorry... ayoo tidur..." Ajak Brayen menuju tempat tidur mereka.
Zela menurutinya, Dia juga udah ngantuk, tapi setelah berada diranjang berdua dengan Brayen tiba-tiba rasa kantuknya hilang, Zela bolak balik tidak jelas.
" Napa nggak tidur..?? Tanya Brayen datar.
" Loe belum tidur Kak..?? Tanya Zela balik.
" Jawab dulu..." Jelas Brayen.
" Tadi Gue udah ngantuk, tapi sekarang nggak lagi..." Jawab Zela jujur.
" Emmh.... Loe pengen Kita begadang ya..??" Tanya Brayen menggoda Zela.
" Hah..?? ngapain..?" Gue udah pengen tidur tapi matanya nggak mau merem..." Jawab Zela..
" Berarti Loe harus dibikin lelah dulu biar cepet tidur.." Jawab Brayen menggoda Zela lagi.
" Mmmaksud Kakak...???" Tanya Zela mulai mengerti arah pembicaraan Brayen.
" Maksud Gue Kita olahraga malam aja gimana.?" Bisik Brayen ditelinga Zela yang membuat Zela kegelian..
" Kak Ray mesumm..." Jawab Zela lalu menutupi badannya dengan selimut sampai kepala hanya rambut yang terlihat,
" Ha..ha..ha... ya udah kalau gitu Gue mau tidur..." Jawab Brayen.
Sebenarnya Brayen tidak tidur, Dia hanya menggertak Zela dan menunggu Zela untuk memintanya karena Zela sepertinya sedang insomnia,
Hampir 20 menit berlalu tapi tak ada pergerakan dari Zela, Brayen yang memang hanya pura-pura tidur membuka selimut yang menutupi tubuh Zela sampai kepala, terihat Zela yang sudah lelap dengan tidurnya.
" Akhh...shitt... malah tidur Dia, tau gini tadi langsung Gue tubruk aja..." Gumam Brayen sedikit kesal tapi Dia juga tidak mau memaksa Zela.
Brayenpun menutup matanya sampai Dia juga benar-benar ikut tertidur dengan Zela,
__ADS_1
Di pagi hari yang cerah, jam sudah menunjukan pukul 08:10, tapi pasangan suami istri muda itu belum juga bangun, mungkin karena hari minggu mereka sengaja tidak menghidupkan alarm agar tidak mengganggu tidurnya.
Zela yang bangun terlebih dahulu, Dia meregangkan tangannya, dilihatnya seseorang disampingnya yang masih terlelap,
Benar-benar pemandangan yang sangat indah untuk Zela, apalagi setiap pagi Dia bisa melihat suaminya, Zela sekarang merasa beruntung Brayen memilihnya menjadi istrinya didalam perjodohan orang tua mereka.
" Jadi tadi malam nggak terjadi apa-apa ya, Ikhhhh apaan sih Gue ngaco, emang apa yang Gue inginkan dikerjain abis-abisan sama nih cowok.. aishh...." Gumam Zela melihat bajunya dan baju Brayen yang masih lengkap mereka pakai sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Zela dengan hati-hati turun dari tempat tidurnya, takut Brayen bangun, karena Dia tidak mau mengganggu tidur Brayen yang terlihat masih pulas.
Zela menuju kamar mandi, Setelah selesai mandi Zela berganti pakaian dan berjalan mendekati Brayen yang masih tertidur.
" Ya ampunn Kak Ray, Gue sampai selesai mandi Dia belum bangun juga, Gue bakal bangunin Loe ala emak-emak jaman now..." Gumam Zela cekikikan.
" Kak..Ray.. bangun.. woy..udah siang!!!, kalau nggak bangun Gue siram pake air entar, bangunn Kak, apa mau nggak Gue kasih jatah ntar...uppss..." Cerocos Zela seketika membekam mulutnya sendiri..
" Gue udah bangun nggak usah pakai teriak-teriak, BTW barusan Loe ngomong apa..?? Tanya Brayen membuat Zela gelagapan.
" Eh.. emang Gue ngomong apa, bangunin Kakak kan..??" Jawab Zela ragu-ragu..
*D*uhhhh Dia denger nggak ya, nggak kan?, moga aja nggak deh. Batin Zela.
" Gue mau jatah Gue sekrang.." Ucap Brayen membuat Zela melotot.
" Ja..jatah...makan Kakak nanti ya.." Jawab Zela gugup.
" Bukan jatah makan, emang Loe bisa masak..?? maksud Gue jatah yang tadi malam.." Jawab Brayen sengaja menggoda Zela.
" Tadi malam..?? Bukannya udah.. ya Yak..??" Tanya Zela pura-pura tidak mengerti.
" Belumm, tadi malam Loe tidur duluan..." Jawab Brayen.
" Gue.. mau sekarang.." Sambung Brayen semakin menggoda.
" Emmhh..owhh..iya.. bukannya hari ini Kak Ray janji mau ajarin Gue masak ya..?? ya udah sana mandi dulu Gue tungguin di dapur ya.." Jelas Zela langsung ngacir ke dapur.
Brayen yang melihat Zela gelagapan dan malu hanya tertawa, lagi pula Dia cuma ingin menggoda Zela, setelah bangun Brayen menuju kamar mandi,
" Hampir aja, Gue kan baru mandi masa iya harus mandi lagi..." Gumam Zela yang sudah berada didapur menunggu Brayen selesai mandi.
" U..udahh ya Kak..??" Tanya Zela masih sedikit gugup karena kedatangan Brayen.
" Udah, napa jadi gagap gitu..?? Tanya Brayen membuat Zela kesal lagi dan lagi.
" Ayooo...ajarin Gue masak..." Sambung Zela yang tidak menjawab pertanyaan Brayen.
" Oke, di kulkas ada bahan apa aja..??" Tanya Brayen.
" Emmm..banyak sih, Kakak ajarin yang gampang dulu kan..??" Tanya Zela.
" Iya lah, yang gampang aja Loe belum tentu bisa, apa lagi yang susah.." Jawab Brayen.
Brayen membuka kulkasnya, Dia mengambil bahan soup dan juga ayam serta cabe, Sepertinya Brayen akan mengajari Zela cara memasak soup..
" Kita mau masak apa Kak..??" Tanya Zela yang sudah melihat bahan-bahan yang dipilih oleh Brayen.
" Menurut Loe ini bahan untuk masak apa..?? Tanya Brayen balik.
" Emhh... ada wortel ada kol terus ini, emmhh.. capchai kah..???" Tanya Zela ragu-ragu.
Cletukkk.... sentilan jari Brayen dikening Zela.
" Auww..sakit Kak.. KDRT ya.." Jawab Zela mengelus-elus keningnya.
" Loe gini aja nggak tau, Kita masak soup dulu yang gampang, sama ayam goreng juga sambelnya, inget Loe harus perhatikan langkah-langkahnya." Jelas Brayen.
" Oke..siap..." Jawab Zela semangat.
Ternyta dibalik sikap Brayen yang nyebelin,datar dan cuek itu ada sisi lain yang Zela baru tau, Dia juga tidak menyangka kalau Brayen bisa masak, apa lagi Dia mulai tidak irit bicara lagi..
Kali ini Zela benar-benar memuji Brayen bukan karena fisiknya tapi sikapnya..
Setelah semua bahan-bahan dipotong dan dicuci, bumbu sudah tersedia dan air sudah mendidih sayur mulai dimasukin kedalam panci, ayam yang sudah dibumbui juga sudah mulai Brayen goreng, juga sambal yang sudah digoreng dan dibumbui.
__ADS_1
Kali ini Zela yang disuruh brayen untuk mengulek sambalnya, Zela tentu saja dengan senang hati, Dia juga dari tadi terus memperhatikan apa yang Brayen lakukan dan ajarkan, setidaknya Dia bisa masak untuk sumainya,
" Kak Ray sejak kapan bisa masak..?? Tanya Zela.
" Waktu Gue sekolah di new york.." Jawab Brayen singkat.
" Owh... jadi Kak Ray masak sendiri disana..??" Tanya Zela lagi.
" Kadang-kadang sih, kalau Gue kangen masakan bunda aja.." Jawab Brayen lagi.
Tiba-tiba ayam yang sedang Brayen goreng, minyaknya muncrat kemana-mana, Zela yang kaget dengan reflek mengarah kebelakang Brayen.
" OMG..Kak matiin itu ayamnya..." Teriak Zela takut..
" Ha..ha..ha..tenang ada Gue, ayam emang gini kalu digoreng.." Jawab Brayen santai karena sudah terbiasa, beda dengan Zela yang tidak pernah masuk kedalam dapur untuk memasak.
" Tapi itu ayamnya, aduh matiin-matiin..." Sambung Zela lagi.
" Ayamnya udah mati dari tadi, kalau nggak mati nggak Gue goreng dong.." Jawab Brayen membuat Zela kesal.
" Ikh....maksud Gue apinya, Gue takut.." Jawab Zela sedikit kesal.
" Udah tenang aja nggak bakal muncrat lagi minyaknya, udah Gue kecilin apinya, Gue tutup juga.." Jelas Brayen yang membuat Zela lega.
Zela tersadar Dia masih memeluk Brayen dari belakang karena saking takutnya tadi, tapi ketika Zela akan melepaskan pelukannya, brayen menoleh ke arah Zela.
Cuppppppp... bibir Brayen dengan sengaja mencium bibir Zela.
Zela yang malu hanya tersenyum dan berubah menjadi diam padahal barusan masih dengan hebohnya.
" Udah terusin sana bikin sambalnya..." Sambung Brayen membuat Zela sedikit kesal.
" Pasti aja.. baru romantis langsung berubah,emang dasaarr cowok nyebelin.." Gumam Zela lalu melanjutkan kegiatanya.
" Coba Loe cicipin.." Perintah Brayen
" Udah nggak apa-apa kan tapi ayamnya.." Jawab Zela.
" Aman, tapi Loe nyicipin sayurnya bukan ayamnya.." Jawab Brayen membuat Zela malu
Zelapun mendekat ke arah Brayen, Dia menerima sendok yang udah Brayen siapkan.
" Tiup dulu..." Sambung Brayen yang melihat Zela spertinya akan langsung memasukannya kedalam mulut.
" He..he..." senyum kikuk Zela lalu meniup dan mencicipinya, seketika mata Zela sedikit melotot.
" Gimana..?? Tanya Brayen yang sudah yakin dengan rasanya.
" Gila...." Jawab Zela setengah-setengah.
" Gila..????" Tanya Brayen bingung.
" Sorry maksud Gue masakan Kakak enak banget gila, padahal cuma soup tapi ini bener-bener enak Kak.." Jawab zela jujur dan terus memuji masakan Brayen.
" Makanya Loe harus belajar masak, masa Loe kalah sama suami Loe.." Jawab Brayen yang membuat Zela tersenyum kikuk.
Setelah selesai masak dan makanan sudah tersedia, mereka sarapan bersama, bukan sarapan lagi tapi makan siang karena jam sudah menujukan pukul setengah 12.
" Emmm...Kak Ray thanks ya..." Ucap Zela.
" Untuk apa..???" Tanya Brayen.
" Untuk makanan ini... enak banget, Gue jadi kangen mamah.." Jawab Zela yang tiba-tiba ingat dengan Mamah Hana.
" Oke.. Loe mau kerumah Mamah..?? Tanya Brayen.
" Emang boleh...???" Tanya Brayen.
" Ya bolehlah, emang Gue pernah nglarang Loe.." Sambung Brayen.
" Nggak sih, thanks ya Kak, abis ini kalau Gue kerumah Mamah nggak papa kan..?? Tanya Zela lagi.
" Oke.. tapi Gue anterin..." Jawab Brayen.
__ADS_1
Zela hanya mengangguk dan tersenyum, Zela benar-benar senang, ini kali pertama Brayen bersikap normal tidak seperti biasanya yang selalu dingin..
Dalam hatinya Zela bertekad akan membuat Brayen mencintainya dan hanya Dia, karena memang Zela belum mengetahui perasaan Brayen yang sebenarnya, mereka sudah saling cinta tapi belum ada yang mengungkapkan..