Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
OMG


__ADS_3

Hari ini Zela,Seli dan Juga Vani sedang berada dipusat perbelanjaan,, hari minggu ini memang Zela sengaja mengajak kedua sahabatnya untuk menikmati waktu bersama...


Setelah sebelumnya mereka menagih janji Zela untuk mentraktir di Caffe tempat mereka biasa nongkrong.. Dan kini saatnya untuk jalan jalan juga shopping bersama.


" Zel..Sel... setelah ini kita mau kemana nih..?? Tanya Vani disela sela jalan mereka mengelilingi mall.


" Terserah loe berdua deh gue ma ngikut aja.." Jawab Seli yg memang selalu ngikut Zela juga Vani.


" Maen kerumah gue yuk.." Ajak Zela.


" Hah...maksut loe ke rumah Mamah Han apa kerumah Martua..?? Tanya Vani.


" Ya..kerumah gue yg dulu..bis itu baru deh main ke Rumah Gue yang sekarang...Gimana..?? Tanya Zela menaik turunkan alisnya.


" Ye.....si kampret.... Songong loe.." Jawab Vani.


" Kok songong sih..?? Kan emang iya wlekkk.." Jawab Zela membela dirinya sambil menjulurkan lidahnya ke arah Vani.


" Gue sih setuju aja.. Lagian gue Bete bgt dirumah.." Sambung Seli.


" Gimana Van..?? Tanya Zela lagi.


" Let's go..." Jawab Vani girang.


" Maen let's go aja.. ayo ngeborong dulu.." Ajak Seli yg memang ingin berbelanja.


Ketiga gadis cantik itu sedang berada ditoko pakaian terbesar dimall tersebut. Mereka memeilih milih baju, Tapi belum juga ada yg mereka pilih untuk dibeli.


" Loe mau beli apa mau milih doang sih Sel..?? Tanya Vani sedikit kesal karna sedari tadi Seli hanya memilih milih tanpa membelinya.


" Ya mau beli lah..." Jawab Seli singkat.


" Eh..ini bagus deh Sel.. Sesuai ma selera loe..." Sambung Zela.


" Emm..bagus sih..tapi nggak akh.." Jawab Seli membuat Zela menepuk jidatnya.


" Astaga...Seli....!!!!! Udah akh...ayo kita pulang aja.." Ajak Vani yg langsung menyeret tangan Zela juga Seli.


" Eh...Van..pelan dong ikh..." Ucap Zela.


" Iya..nie main kasar loe ya..." Sambung Seli.


" Kesel gue ma loe.." Jawab Vani sambil memelototkan matanya ke arah Seli.


Mereka bertiga jalan menuju keluar,,, Belum sampai dipintu keluar.. Tiba tiba Zela menghentikn jalannya.


Sontak membuat Seli dan Vani menoleh ke arah Zela dengan bingung.


" Gaes..beli es cream dulu yuck..." Ajak Zela yg tiba tiba kepingin es cream.


" Ya udah ayo..." Jawab Vani dan juga Seli barengan.


Mereka menuju ketoko ea cream... Sampai di sana Zela memilih beberapa es creak untui dibelinya.


Seli dan juga Vani saling pandang bengong melihat apa yg dilakukan oleh Zela.


" Loe serius Zel mau beli ini semua..??? ". Tanya Seli heran yang dijawab Zela dengan anggukan kepala.


" Gendutan loe ntar.." Sambung Vani yg membuat Zela sedikit terkejut tapi kemudian tersenyum sambil menaikan kedua bahunya.


" Parah loe..sakit perut tau.. Jangan berlebihan deh..." Ucap Seli mengingatkan.


" Diem deh..udah gue bayar dulu.. Loe pada juga pasti mau kan..?? ". Tanya Zela dan dijawab Mereka berdua dengan nggukan kepala sambil tersenyum kikuk.


" Ye...dasarrr" Cela Zela.


Setelah membayar es cream yg Zela borong itu. Mereka segera menuju keparkiran, Baru duduk dimobil tiba tiba.. Mata mereka dikejutkan dengan pemandangan yg begitu membuat mereka terkejut.


Bahkan Vani sampe melongo dibuatnya dengan mata yang melotot seperti hampir keluar.


" Gue gk salah liat kan gaes..?? " Tanya Vani yang dijawab Zela dan juga Seli dengan gelengan kepala.


" Gila...." Ucap Zela lirih.


" OMG..OMG..OMG..." Sambung Vani benar benar syok.


" Ini bakal jadi senjata kita.." Sambung Seli yang langsung mengambil ponselnya dan merekamnya lewat mobilnya.


" Loe..?? " Tanya Zela yang melihat apa yg Seli lakukan.


" Sssttt..... Jangan ganggu mereka.." Jawab Seli dengan senyum devilnya masih asik merekam diponselnya.


Setelah dirasa cukup puas dengan rekaman diponselnya, Seli segera melajukan mobilnya.


" Yah..belum selesai malah udah kabur aja lue.." Sungut Vani tak terima masih ingin melihat pertunjukan diparkiran tadi.


" Belum cukup umur loe.." Ledek Zela.

__ADS_1


" Sialan loe... Duluan gue ya 17thnya dari pada loe.." Jawab Vani tak terima.


" Tapi duluan gue nikahnya..." Jawab Zela sambil cekikan.


" Ngapain sih kalian.. Gue paling dewasa disini jadi jangan ribut deh.." Sambung Seli membuat Zela dan Vani ber wuu.... ria hehe.


" Btw..gila ya tuh anak... gue nggak nyangka sumpah.." Ucap Vani.


" Cewek binal..." Sambung Seli dengan senyum misteriusnya.


" Nggak bisa apa nyewa hotel atau apa gitu.." Jawab Zela.


" Zela...ikh...sekarang mesum ya loe.." Jawab Vani.


" Namanya juga udah nikah Van.. Maklumin aja lah.." Sambung Seli.


" Gue yang polos dan suci ini jadi ternodai gara gara tadi..." Jawab Vani membuat Zela dan Seli saling pandang lanjut dengan menoyor kepala Vani.


" Auw... Gila kalian.." Sungut Vani kesal membuat Zel dan Seli tertawa.


Sampailah mobil Seli dipekarangan rumah besar Zela. Mereka memasuki rumah dengan bersemangat, Sebelumnya Zela telah meminta ijin kepada Brayen terlebih dahulu.


" Mamah.." Teriak Zela ketika masuk kedalam rumah.


" Sayang.... Kok nggak bilang mau kesini..?? Tanya Mamah Hana sambil memeluk anak bungsunya itu.


" Mau pulang mah..bukan kesini..." Jelas Zela.


" Iya..ya...mau pulang... Eh.. sama nak anak mamah.." Sambung Mamah Hana melihat keberadaan Seli dan Vani.


" Mamah Han..." Ucap mereka berdua sambil mencium punggung Mamah Hana lalu memeluknya.


" Dari mana sih kalian..?? Tanya Mamah Hana.


" Biasa Mah..." Ucap Seli yg langsung dipotong oleh Mamah Hana.


" Keliling mall ya..." Sambung Mamah Hana dan dianggukin mereka.


" Tapi nggak beli.." Sambung Mamah Hana lagi sambil cekikikan.


" Ikh...mamah Han tau aja.." Jawab Vani malu malu.


" Hafal Mamah sama kalian.." Jawab Mamah Hana.


" Kak Zifa kemana mah..?? Tanya Zela yang tidak melihat keberadaan Kakanya.


" Tadi dijemput Jova.." Jawab Mamah Hana yang dianggukin Zela.


" Mau nengokin kamar Mah.. Katanya kangen.." Sambung Seli yang dijawab Mamah Hana dengan gelengan juga senyum manisnya.


" Nanti kalian makan siang disini ya.. Mamah masakin yang enak nih buat anak anak mamah.." Ucap Mamah Hana.


" Siap Mah..." Jawab mereka barengan.


Setelah sampai di Kamar Zela, Mereka bertiga langsung merebahkan tubuhnya diranjang yang sekarang jarang ditempati itu.


" Btw lama ya kita nggak main ke Kak Jova.. Kesana yuk.." Ajak Vani.


" Boleh.." Jawab Seli singkat.


" Gue nggak deh.." Jawab Zela lesu.


" Kenapa..?? Biasanya loe paling semangat Zel.." Tanya Vani.


" Ya kali sekarang gue main ke tempat Kak Jova.. Bisa remuk dong gue dapat hukuman dari kak Brayen..uppsss.." Jelas Zela buru buru membungkam mulutnya.


" Hah..??? Hukuman..??? Tanya Vani tak percaya.


" Kak ray KDRT Zel..?? Sambung Vani lagi.


" Ya nggak lah..." Jawab Zela yg sebenarnya bingung mau jelasin gimana ke Vani.


" Lha tadi loe bilang..?? Tanya Vani lagi.


" Udah deh.. Anak kecil nggak akan tau.. Ya nggak Zel..?? Sambung Seli mengedipkan matanya ke araha Zela. Membuat Zela tertawa.


" Gitu ya kalian... Fine... gue ngambek..." Jawab Vani dengan muka cemberut.


" Silahkan aja ngambek.." Ledek Seli yang mendapat serangan bantal dari Vani.


Mereka bertiga becanda sampe akhirnya ketiduran dikamar Zela... Tak lama pintu kamar Zela terbuka.


" Astaga..." Gumam Mamah Hana.


Pasalnya Mamah Hana melihat pemandangan menakjubkan, gadis gadis yang sedang tertidur dengan lelapnya itu kakinya saling tindih.


Beruntung Zela yang paling pojok, Jadi perutnya aman dari serangan kaki para sahabatnya.

__ADS_1


" Nih anak..pasti pada kecapean.." Gumam Mamah Hana lalu segera membangunkan mereka.


" Sayang...ayo pada bangun.. Makan siang dulu..." Teriak Mamah Hana membangunkan mereka bertiga.


" Emmhh... " Lenguhan dari ketiga gadis cantik itu.


" Makan dulu yuk... Nanti kalau mau lanjut tidur nggak apa.. Cuci muka dulu tapi.." Sambung Mamah Hana dengan senyumnya.


" Nggak usah cuci muka kita juga tetep cantik kok Mah.." Jawab Vani songong masih dengan muka bantalnya.


" Bandel ya kalian..." Jawab Mamah Hana.


Zela,Seli dan juga Vani menurut, Mereka bertiga tanpa mencuci muka langsung membuntuti Mamah Hana menuju ke bawah untuk makan siang.


Sampai di ruang makan, betapa terkejutnya mereka, yang baru saja masih ngantuk seketika hilang terutama Zela matanya langsung melotot.


" Astaga.." Gumam Zela melihat Brayen yang sudah duduk dimeja makan.


" Kita lagi mimpi deh kayaknya.." Sambung Vani.


" Astaga gue mimpi pangeran cakep banget... Tapi kok mirip Kak Brayen...sama bala kurawanya..??? Linglung Vani.


" Iya mimpi bersamaan... Ini beneran gaes..." Sambung Seli.


" Cubit gue coba Sel.." Suruh Vani dan tanpa pikir panjang langsung dilakukan oleh Seli.


" Auw.... Sakit.." Kesal Vani.


" Udah bangun dari mimpi loe kan..?? Sindir Seli yang dijawab Vani dengan senyuman kikuk.


Mamah Hana yang melihat ketiga gadis itu masih mematung ditempatnya hanya tersenyum jail.


Sudah pasti karna ketiga cowok tampan didepan mereka, Yang tanpa mereka tau sudah berada didepannya.


" Ngapain pada bengong..?? Ayo makan.." Ajak Mamah Hana yang membuat Brayen,Dimas juga Xelo ketawa.


Mereka bertiga menurut dan langsung duduk dikursi masing masing, Seperti belum sadar mereka masih bingung harus bagaimana.


Padahal yang namanya makan kan tinggal ambil nasi juga lauk dipiring yang sudah disiapkan, Tapi sepertinya mereka masih sama sama berada dialam mimpi.


Bagaimana tidak bangun bangun sudh disuguhkan dengan pemandangan indah dari kaum adam didepannya.


" Kak ray.." Sapa Zela.


" Gue sengaja kesini tadinya mau ngajak makan siang loe.." Jawab Brayen.


" Tapi mamah nyuruh mereka makan disini bareng sama kita.." Jelas mamah Hana.


Zela mengangguk mengerti, lalu pandangannya beralih kepada Dimas dan Xelo, seperti ingin penjelasan dari suaminya.


" Tadi kita bis ngegym bareng.. so sekalian.." Jelas Brayen dan lagi lagi Zela mengangguk.


" Van..udah bengongnya..kesambet ntar loe.. Nggak pernah ya liat cowok setampan gue.." Ucap Xelo songong.


" Hidih.. k'PDan loe kak..Gue nggak abis fikir aja.. Kok loe bisa terdampar sampai kesini..?? Tanya Vani seketika membuat mereka tertawa.


" Enak aja loe ngomong.. emang gue ikan hiu apa sampe terdampar.." Jawab Xelo kesal.


" Ya dari pada gue bilang loe eek kebo mending ikan hiu kan..?? Ledek Vani menaik turunkan alisnya.. Lagi lagi membuat mereka tertawa.


" Sel..loe cantik banget hari ini.." Ucap Dimas tiba tiba membuat suasana kembali hening.


Dan Seli yang mendapat pujian dari Dimas tentu saja terkejut, senanh tapi juga malu..


" Makasih Kak.." Jawab Vani.


" Bukan buat loe Van.." Ledek Xelo.


" Gue wakilin Seli kali..." Jawab Vani membuat mereka kembali tertawa.


" Sudah sudah... Ayo makan dulu..lanjut nanti ngobrolnya.." Jelas Mamah Hana.


" Siap Tante cantik.." Jawab Xelo semangat.


Mereka makan bersama dengan penuh kehangatan.. Karna Dimas dan juga Xelo yang memang rada humoris itu tak hentinya membuat yang sedang berada dimeja makan terus tertawa.


Setelah selesai dengan makannya mereka bertiga pindah menuju ruang tv, Sedangkan Zela menuju ke kamar yang langsung diikuti oleh Brayen.


Sampai dikamar Brayen langsung memeluk Zela dari belakang, membuat Zela terkejut.


" Gue kangen..." Ucap Brayen seakan akan sudah lama tidak bertemu dengan Zela, padahal baru tadi pagi.


" Kak ray..." Lirih Zela.


Tapi Brayen malah mencium pundak Zela dengan lembut, Hal itu membuat Zela jadi sedikit gugup karna ulah suaminya itu.


Hak kak.. Jangan lupa like dan juga vote ya biar author semangat.. 😊😊😊

__ADS_1


Sorry nunggu lama.. tiba tiba penyakit malas author kambuh.. mohon dimaafkan ya.. 😘😘😘😘


di tunggu next episodenya... 😘😘😘


__ADS_2