Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Jagung Bakar


__ADS_3

Brayen dan Zela sampe direstorant tempat dimana mereka biasa makan jika sedang keluar, setelah memesan beberapa menu kesukaan, mereka menunggu dengan Zela yang sibuk mengotak atik ponselnya,Sedangkan Brayen terus menatap istrinya.


Zela yang terus di tatap oleh Brayen menjadi sedikit salah tingkah, bagaimanpun dia juga wanita normal yang jika di tatap oleh cowok tampan sudah pasti membuat tak karuan atau salah tingkah.


Biarpun Brayen sebagai suaminya, tapi tetap saja Zela selalu salah tingkah.


" Ehmmmm...." Deheman Zela disengaja, tapi Brayen menanggapinya dengan tersenyum.


" Kak..ray..kenapa sih..?? Tanya Zela karena sedari tadi Brayen terus menatapnya.


" Liatin kamu..." Jawab Brayen enteng.


Zela sedikit terkejut, pasalnya Brayen memanggilnya dengan sebutan " kamu " bukan " loe " seperti biasanya , tapi kemudian Zela teringat dulu juga Brayen pernah memanggilnya seperti sekarang ini, tapi kemudian kembali lagi ke mode awal.


Huuuffhh....


Zela menghembuskan nafas kasarnya.


" Jangan gitu deh.. nggak suka gue.." Jawab Zela acuh.


" Kenapa..??? Tanya Brayen kepada Zela.


" Ya.. aneh aja..." Jelas Zela singkat.


" Kita harus ngebiasain.. panggilan buat teman teman sama orang yang special buat kita itu beda.." Jelas Brayen membuat Zela sedikit terenyuh.


apa.. barusan kak ray bilang orang special..??? berati gue...??? batin zela senyum senyum sendiri.


Ntah kenapa Zela sekarang ini jadi sedikit konyol, tanpa harus Brayen jelaskan juga harusnya Zela tau kalau dia memang orang special untuk Brayen.


Bukankah Zela memang istri Brayen..???


Sudahlah lupakan kekonyolan Zela 😊


" Oke Gue coba kak.." Jawab Zela singkat.


" Bukan Gue.. tapi Aku..." Jelas Brayen membuat Zela tersenyum kikuk.


Tak lama pesanan mereka datang, dengan tak sabarnya Zela lansung menyantapnya, Brayen yang melihat Zela memakan dengan cepat hanya geleng geleng kepala.


Brayen memakluminya mungkin karena bawaan debay, juga hari yang memang sudah semakin gelap, sudah dipastikan Zela sangat kelaparan karena sekarang ini dia tidak hanya makan untuk dirinya sendiri tapi juga calon anak mereka.


" Pelan pelan.." Ucap Brayen mengingatkan Zela, dan dijawab Zela dengan anggukan kepala, yang kembali lagi melahap makann didepannya.


Setelah semua selesai, mereka segera bergegas pergi dari tempat mereka baru saja makan, di perjalanan Zela meminta Brayen untuk mengantarnya beli jagung bakar, tapi yang di pinggir jalan dekat alun alun kota.


Awalnya Brayen menolak, dia tidak mau Zela memakan makanan yang dijual dari pedagang kaki lima, sama halnya waktu mereka makan buryam dipinggir jalan, Brayen memang menyukai rasanya tapi tempatnya menurut Brayen kurang higienis, terlebih Zela saat ini sedang hamil anak mereka, Brayen hanya tidak ingin terjadi apa apa dengan Zela juga calon anaknya nanti.


Mungkin ini memang sangat berlebihan tapi mengingat Brayen anak orang kaya, sudah dipastikan dia tidak makan di sembarang tempat.


Tapi karena Zela terus memaksa akhirnya Brayen mengiyakan, di tambah lagi Zela mengatakan kalau yang ingin bukan hanya dia tapi juga calon anak mereka.


Mau tak mau Brayen mengalah kepada istri cantiknya.


" Mau berapa yank..?? Tanya Brayen kepada Zela ketika mereka sudah berada di dekat pedagang jagung bakar.


" Kakak mau nggak..?? Tanya Zela mencoba menawari tapi Brayen menjawabnya dengan gelengan kepala.


" Kalau gitu 2 aja.." Sambung Zela dan Brayen langsung memesankan untuk Zela.


" Pak jagung Bakarnya 2 ya..." Pesan Brayen kepada Bapak Penjual jagung bakar.


" Siap den..." Jawab Bapaknya semangat.


Bapak tukang jagung bakarnya sambil membakar juga mengamati Brayen dan Zela yang duduk di kursi yang disediakan olehnya.


Kalau dilihat memang Zela dan Brayen jelas seperti anak orang kaya, ditambah mobil mewah Brayen yang terparkir rapih di pinggir jalan.


Tapi kemudian Bapak Penjual jagung bakar itu hanya geleng geleng kepala, melihat Brayen yang sedang mengelus perut rata Zela, sedangkan Zela masih memakai seragam sekolahnya padahal hari juga sudah petang.


" Bener bener.. anak sultan mah bebas..." Gumam Bapak Penjual jagung Bakar itu.


" Kak ray...Thanks ya tadi.." Ucap Zela kepada Brayen.


" Oke.. Udah seharusnya emang gue lakuin itu buat istri cantik gue.." Jelas Brayen kepada Zela.


" Ehmmm gue yaa upss.." Sindir Zela membuat Brayen tersenyum kikuk dan langsung mengacak rambut Zela gemas.


Zela tersenyum melihat Brayen yang sedikit salah tingkah.. akh... bisa bisanya cowok se datar Brayen bisa salah tingkah seperti sekarang ini.. Sangat lucu dan menggemaskan menurut Zela.


Zela jadi senyum senyum sendiri membayangkannya.

__ADS_1


" Kenapa..?? Tanya Brayen membuyarkan lamunan Zela.


Kali ini Zela menjawabnya dengan gelengan kepala juga dengan senyumnya.. Membuat Brayen sedikit bingung, baru saja tadi Zela terlihat salah tingkah di depannya sekarang sudah beda lagi.


Benar benar bumil itu lucu dan unik.. Tapi Brayen suka itu, bagaimanapun sikap Zela sekarang dia akan menerima, karena Brayen memaklumi bumil memang kadang suka berubah moodnya.


" Den...aden.. ini jagung bakarnya sudah.." Terika Bapaknya memanggil Brayen.


Brayen segera berdiri mendekat ke arah Bapak penjual jagung bakar.


" Berapa Pak..?? Tanya Brayen sopan.


" 20 ribu Den.." Jawab Bapaknya sopan.


Brayen mengambil dompetnya di saku celana,


setelah itu mengeluarkan uang lembaran merah dan diberikan kepada Bapak penjual jagung bakar.


" Kembaliannya buat Bapak saja.." Ucap Brayen sambil menyerahkan uangnya kepada Bapak yang kali ini sangat beruntung.


" Tapi kembaliannya masih banyak den.." Jawab Bapaknya ragu.


" Tidak apa apa.. anggap saja rezeqi buat Bapak.." Jawab Brayen membuat mata Bapaknya berkaca kaca.


" Alhamdhulillah... Terimakasih den.. terimakasih banyak... Semoga Aden sama Eneng cantiknya berjodoh..." Ucap Bapaknya mendoakan Brayen dan juga Zela.


" Amin terimaksih Pak... tapi dia memang istri saya..." Jawab Brayen dengan senyum tampannya, dan berlalu menuju mobil dimana Zela sudah menunggunya.


Seketika Bapak penjual jagung bakar itu melongo dengan apa yang dikatakan oleh Brayen, sangat terkejut dan tidak percaya, bukankah gadis cantik yang bersamanya itu masih menggunakan seragam sekolah mana mungkin mereka suami istri.


Tapi mana ada yang menolak cowok setampan Brayen dengan mobil mewahnya, jika saja Brayen belum mempunyai kekasih anak gadis si penjual jagung bakar itu juga pasti sangat mau.. tapi Brayen yang tidak mungkin mau dengan anak gadisnya.


" Benar benar.. sultan mah bebas.." Gumam Bapak penjual jagung bakar sekali lagi, juga sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan wajah yang masih terkejut.


Di dalam mobil Zela asik memakan jagung bakarnya, Brayen yang melihat istri cantiknya itu hanya tersenyum.


" Pengen apa lagi..??? Tanya Brayen sambil tersenyum kepada Zela.


Zela menoleh ke arah Brayen seperti memikirkan sesuatu, kemudian menggeleng pertanda tidak ada lagi yang sekarang ia inginkan.


Brayen kembali fokus dengan setirnya,


" Ow ya kak.. Gue pengen makan bakso di taman depan besok,, tapi di temenin kakak.. Nggak apa kan..?? Cletuk Zela membuat Brayen menoleh ke arahnya dengan sedikit terkejut, tapi kemudian mengangguk tersenyum.


" Apa lagi..??? Tanya Brayen kepda Zela.


" Gue rasa udah.. itu aja.. sebenarnya pengen juga sih di temani kak Xelo tapi nggak usah juga nggak papa.." Jawab Zela sedikit ragu dengan dibuat buat, takut Brayen akan marah.


Brayen mengernyitkan keningnya, menoleh Zela sekilas lalu tersenyum melihat Zela yang sedang cekikikan, dia tau Zela sedang mengerjainya.


" It's Oke.. kalau kamu pengen ditemenin Xelo juga..." Jawab Brayen membuat Zela menoleh ke arahnya dengan terkejut.


" Hah...apa..??? Nggak usah kak.. Gue just kidd kali...ikh.." Jawab Zela sedikit kesal, membuat Brayen tertawa melihat muka cantik Zela yang sedang cemberut.


Di acaknya lagi rambut Zela pelan dan gemas, dan kembali Brayen fokus pada setirnya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Pagi ini seperti biasa Zela di antar oleh Brayen, dan membuat para siswi yang melihatnya selalu bertatap kagum terhadap mereka.


Cantik dan Ganteng benar benar pasangan yang sangat serasi, tapi tidak sedikit juga yang tidak menyukai kedekatan mereka hanya saja mereka memilih untuk diam dan menunggu sampai tiba waktunya di mana Brayen dan Zela akan memutuskan hubungan.


Padahal itu tentu saja sesuatu yang mustahil, apa lagi sekarang Zela sedang mengandung anak Brayen, sudah dipastikan akan menguatkan cinta mereka walau badai menghadang sekalipun.


Zela berjalan melewati lorong lorong kelas, lalu masuk kedalam kelas setelah tepat berada di depan kelasnya, seperti biasa kedua sahabatnya sudah menunggunya di dalam kelas.


" Pagi gaes..." Sapa Zela kepada mereka berdua.


" Pagi juga cantik..." Jawab Seli singkat.


" Van.. ngapain sih loe..?? Sibuk banget kayaknya.." Sambung Zela menanyakan kepada Vani yang sedang sibuk dengn dunianya wkwk.


" Gue lagi ngasih pondation biar nih bekas benjolan kemarin nggak hitam banget.." Jelas Vani kepada Zela.


" Udah di bilangin juga nanti ilang sendiri Vani sayang..." Jawab Seli mengingatkan lagi.


" Ya tapi kapan..?? Gue nggak PD tau.. mana anak anak pada ngliatin kening gue lagi.." Jelas Vani kesal.


" Iya sih Van.. nanti juga ilang sendiri kok.. masih sakit emang..?? Tanya Zela perhtian kepada Vani.


" Sedikit..." Jawab Vani memelas..

__ADS_1


" Coba sini gue liat.." Ucap Zela kepada Vani.


" Mau diapain Zel..??? Tanya Vani khawatir.


" Mau gue tambahin Benjolan loe.. ya gue pengen liat lah memar banget nggak gitu Vani sayang..." Jelas Zela kepada Vani gemas, membuat Vani jadi tersenyum kikuk.


Zela memeriksa kening Vani, mengusapnya pelan lalu mengambil salep untuk menyamarkan bekas luka, di oleskannya kepada kening Vani.


" Gimana..??? Tanya Zela kepada Vani.


" Adem Zel... enakan... Tapi itu apaan..?? Tanya Vani curiga.


" Ini cuma salep kali Van.. kali aja tuh bekas benjolan loe cepet ilang..." Jawab Zela membuat Vani tersenyum senang.


" Makasih ya Zel.." Jawab Vani memeluk Zela.


Sedangkan sedari tadi Seli sibuk dengan ponselnya, membuat Zela dan Vani saling tatap bingung.


" Ngapain sih loe.. diam diam bae..?? Tanya Vani kepada Seli yang masih asik dengan ponselnya.


" Gue ada kabar bahagia..." Jawab Seli senang, Zela dan Vani kembali saling tatapan bingung.


" Apaan..?? Tanya Vani lagi.


" Kalian tau Bintang Praditya...??? Tanya Seli kepada Zela dan Vani.


Mereka berdua seperti berfikir sejenak lalu kemudian mengangguk bersamaan.


" Kenapa Sel..?? Tanya Zela yang melihat muka senang Seli.


" Doi.. mau pindah sekolah di sini..." Jelas Seli semangat.


" Hah....?? Seriusan loe..?? Tanya mereka berdua bersamaan, dan Seli mengangguk senang.


" Bintang Praditya pemalin film terkenal itu..??? Tanya Vani memastikan.


" Iya lah..siapa lagi emang.. kalau bukan dia mana mungkin gue sesemangat ini..." Jawab Seli kesal.


" Terus terus..?? Tanya Vani yang kali ini muli tertarik dengan berita dari Seli.


Tentu saja karena Bintang Praditya cowok ganteng yang sedang naik daun di kalangan selebriti, berbeda dengan Zela yang senang dengan kedatangan sang artis yang akan menempuh pendidikan di sekolah yang sama, hanya saja Zela tak seheboh seperti kedua sahabatnya.


" Nabrak.." Jawab Seli ngasal membuat Vani kesal.


" Seli ikh..ngeselin..." Sambung Vani kesal.


" Terus.... Dia mau pindah mulai hari ini..." Jelas Seli lagi seketika membuat Vani bertambah girang, sedangkan Zela hanya cuek saja tersenyum sekilas.


" Zel loe nggak seneng..?? Tanya Vani melihat Zela biasa saja.


" Seneng dong.." Jawab Zela datar.


" Lha itu... muka loe biasa aja.. gimana gitu kek.." Sambung Vani melihat Zela berexpresi biasa aja.


" Ya ampun Van..mulai deh telminya.. Zela pasti biasa aja lah.. orang dia udah dapet suami pangeran.. sang Idola..." Jelas Seli membuat Zela memelotokan matanya sedangkan Vani mengangguk.


" He..he.. iya ya.. Ya udah pokoknya gue seneng bakal ada Bintang Praditya.. jadi bisa buat nyegerin mata nih disekolah.." Jelas Vani semangat.


" Wuuuuu..... Cowok mulu..." Ledek Zela dan Seli kepada Vani, mereka tertawa bahagia.


Dan tak lama bel berbunyi, tapi bukan pertanda masuk melainkan dikumpulkannya siswa siswi.


" Pasti ini saatnya.. ampunn..." Gumam Vani.


" Kita bersaing secara sehat Van..." Sambung Seli becanda.


" Siapa takut..." Jawab Vani songong.


Zela hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya, bagi dia lumayan juga memang kedatangan Bintang Praditya bisa untuk mencuci mata setelah seharian penat dengan berbagai mata pelajaran sekolah.


Tapi baginya, Sang Idola Kampus dan Sekolahnya tidak bisa tergantikan oleh siapapun, meskipum nanti mungkin kedatangan sang artis akan menjadi Sang Idola kedua,, tapi Brayen sudah memenangkan hati Zela begitu juga sebaliknya.


Mereka menuju lapangan sekolah dimana siswa siswi yang lain sudah banyak yang berkumpul, Zela , Seli dan Vani terus bercanda sampai dilapangan.


Sepasang bola mata indah terus menatap Zela dengan pandangan susah di artikan, ditambah Zela yang sedang tersenyum dan sesekali tertawa karena ledekan kedua sahabatnya, membuatnya semakin cantik.


Ntah perasaan apa yang di rasanya, tapi seperti berdesir rasa hatinya, melihat wanita cantik yang menurutnya begitu mempesona, bahkan selama dia bekerja sebagai pemain film tak pernah menemukan wanita cantik seperti yang sekarang dilihatnya.


Yuhu kak.. Marhaban ya Ramadhan... Selamat berpuasa bagi yang menjalankan, tetap semangat... dan stay at home.. oke..???


Semoga sehat selalu..amin....🙏🙏

__ADS_1


Jangan Lupa juga Like, comment, dan Vote..


Ingat ya kak Vote vote vote... Big Thanks.. 🙏🙏😘😘😘


__ADS_2