
Pagi ini Zela sedang bersiap sembari sesekali mengajak Arsha bercanda. Kini usia Arsha sudah 4 bulan lebih, Baby Arsha semakin terlihat tampan dan menggemaskan, bahkan Arsha juga sudah mulai berceloteh. Di saat bayi seusianya masih sedikit bersuara, tetapi Arsha sudah mulai berceloteh dengan bahasa bayi, Arsha bukablah hanya bayi yang tampan dan menggemaskan, tetapi dia juga bayi yang sangat pintar, sudah bisa tengkurap lalu membalikan badannya sendiri.
Hari ini dimana Zela kembali untuk bersekolah. Setelah sekian lama belajar di rumah. Akhirnya Zela akan kembali menikmati masa SMAnya. Dia juga kini sudah berganti kelas. Zela sudah kelas 12 SMA. Dimana tahun terakhir Sekolah sebelum nantinya melanjutkan kuliah.
Bintang dan Dara juga sudah lulus, Dara kembali ke kotanya. Dia juga sempat berpamitan kepada Zela terlebih dahulu sebelum pulang ke kotanya. Sedangkan Bintang dengar-dengar melanjutkan kuliah di universitas negri orang. Meskipun Zela berdiam diri di rumah. Tapi dia tidak pernah ketinggalan berita, karena kedua sahabatnya selalu memberitahukan apa saja yang terjadi di sekolah.
" Sayang, sudah belum?." Tanya Bunda Wina menghampiri Zela dan Arsha yang masih berada di kamarnya.
Bunda Wina menggendong Arsha yang tadi sedang memainkan-mainannya.
" Sudah kok Bun, tinggal nunggu Kak Ray." Jawab Zela sembari memakai kaos kakinya.
" Ray? Dia udah di bawah lagi nyuruh Pak Sopir nyiapin mobil." Jelas Bunda Wina membuat Zela terkejut.
" Masa sih Bun? Tadi perasaan Kak Ray masih di dalam kamar mandi deh." Jawab Zela dengan sedikit bingung.
" Kamu ini ada-ada saja, kayak tidak tau Ray saja kalau mandi secepat kilat." Jelas Bunda Wina membuat Zela terkekeh.
Pasalnya sejak kehadiran Arsha, Brayen selalu melakukan apa-apa sendiri dengan cepat juga, hanya terkadang Zela menyiapkan baju untuk ke kampus atau ke kantor
Selebihnya Brayen begitu mandiri, dia tidak pernah menyuruh asisten rumah tangga selagi masih bisa di lakukan sendir.
Zela dan Bunda Wina sudah sampai di bawah. Terlihat baby sitter yang akan membantu Bunda Wina mengurus Arsha selagi Zela bersekolah.
Zela mengernyitkan keningnya bingung, karena dia lupa akan hal itu, jika dia sudah mulai sekolah otomatis Zela akan meninggalkan Arsha di rumahnya.
" Bunda mereka?." Tanya Zela kepada 2 baby sitter yang sedang duduk untuk memperkenalkan dirinya.
" Oh... Iya sayang, ini baby sitter yang akan membantu Bunda merawat Arsha." Jelas Bunda Wina kepada kedua baby sitter yang sedang tersenyum itu.
Zela mengangguk mengerti, tapi Zela bingung kenapa ada dua baby sitter? Apa Zela harus memilih dari salah satu mereka? Pikir Zela.
__ADS_1
" Ayo... Kalian perkenalkan nama kalian dulu, anak saya sebentar lagi berangkat Sekolah." Jelas Bunda Wina kepada kedua baby sitter itu.
Mereka mengangguk bersama, lalu memperkenalkan diri masing-masing, yang satu bernama Yesi yang satunya lagi bernama Yanti. Mereka lebih tua dari Zela. Kedua baby sitter itu juga sudah berpengalaman membuat Zela merasa lega.
" Terus Bun, aku harus milih di antara mereka?." Tanya Zela yang masih belum paham.
" Tidak dong sayang, mereka Bunda butuhkan semua." Jelas Bunda Wina yang membuat Zela sedikit terkejut.
Tapi Zela hanya mengangguk menurut dengan apa yang di katakan oleh Ibu martuanya, karena Zela tau itu semua memang untuk kebaikan anaknya, meskipun sebenarnya sangatlah berlebihan menurut Zela.
Sedangkan kedua baby sitter itu tampak kagum sedari tadi dengan Zela, yang begitu cantik juga dengan baby Arsha yang beitu tampan. Mereka yakin kedua orang tuanya adalah bibit unggul sampai membuat Arsha sebegitu rupawannya.
Meskipun kedua baby sitter itu belum melihat keberadaan Brayen sama sekali.
" Semoga kalian betah ya, Arsha gampang banget kok anaknya." Jelas Zela kepada kedua baby sitter itu.
Mereka mengangguk bersamaan dengan senyum.
Salah satu baby sitter yang bernama Yesi tersenyum melihat baby Arsha yang begitu menggemaskan, dia akan sangat betah karena mengasuh bayi yang sangat lucu itu. Begitu juga dengan Yanti yang juga sama dengan Yesi.
Zela mengambil alih untuk menggendong Arsha terlebih dahulu, sedangkan Bunda Wina sudah pergi memamggil Pak Riko untuk sarapan terlebih dahulu.
Kini semua sudah berada di dalam meja makan. Hanya Brayen yang masih ntah di mana, Zela sampai lelah memanggil dan mencarinya. Baby Arsha sedang bermain bersama kedua baby sitter baru itu di ruang tengah.
" Ray belum juga datang Nak?." Tanya Pak Riko kepada Zela.
" Belum Yah, Kak Ray dihubungi juga nggak di angkat, di cari ke depan juga nggak ada." Jelas Zela yang di angguki oleh Pak Riko.
" Kebiasaan deh tuh anak minta di cari, apa dia lupa ya kalau hari ini kamu mulai berangkat Sekolah?." Ucap Bunda Wina.
" Kak Ray tau kok Bun, tadi malan Zela sudah bilang." Jelas Zela membuat Bunda Wina mengangguk.
__ADS_1
Tidak lama datanglah Brayen dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan. Mereka semua yang berada di meja makan menatap Brayen bingung.
" Kak Ray dari mana?." Tanya Zela setelah Brayen duduk di sebelahnya.
" Bis nyuci motor sayang...." Jawab Brayen membuat semua yang berada di sana terkejut.
" Bukannya tadi kamu nyuruh Pak Sopir buat nyiapin mobil?." Tanya Bunda Wina kepada Brayen.
" Ganti haluan Bun, Ray pengen naik moge bareng Zela untuk berangkat." Jawab Brayen membuat Zela ternganga.
Pasalnya Brayen selalu menolak ketika Zela meminta untuk sekali-kali naik motor. Tapi rupanya Brayen punya rencana lain sekarang.
" Serius Kak?". Tanya Zela yang di angguki Brayen dengan senyum tampannya.
Gue bakal bikin Lo meluk Gue erat banget yang, sekarang Gue susah banget buat mainan balon yang ada di dada Lo Batin Brayen begitu nakal kepada Zela.
Tentu saja karena sekarang Zela yang lebih sibuk dengan Arsha, bahkan untuk bermesraan dengan Zela saja kini Brayen tidak lagi bisa. Itu semua karena Zela memang sengaja sebelum berangkat lagi Sekolah. Akan menghabiskan waktu bersama buah hatinya, tapi sepertinya Brayen tidak menyadari akan hal itu, dia terlalu jealuose dengan Baby Arsha.
Setelah selesai sarapan, mereka menghampiri Arsha yang sedang bermain dengan dua baby sitternya. Brayen yang tidak tau kedatangan Baby sister itu, dia kaget melihat Arsha di gendong orang lain dan begitu asing.
" Sayang Arsha sama siapa?." Tanya Brayen terkejut membuat Zela terkekeh.
" Mereka yang bantu Bunda jagain Arsha Kak." Jawab Zela kepada Brayen.
Kedua baby sitter itu menoleh ke asal suara dan deg.... Mereka ternganga dengan lelaki tampan yang sedang menatap mereka tidak suka. Meski tatapannya tajam tapi wajah rupawannya begitu mempesona.
Kedua baby sitter itu mengangguk dengan senyum, mereka yakin jika lelaki tampan di depannya ini ialah Ayah baby Arsha. Dengan semangat mereka bertekad dalam hati untuk betah kerja bersama keluarga Zafano. Bukan hanya gaji saja yang tinggi, tapi mereka bisa cuci mata setiap hari.
Zela mengambil Arsha yang tadi sedang berada di gendongan baby sitternya, Zela menciumi Arsha, seakan enggan untuk meninggalkannya, bayi montok itu mengamati wajah Zela, dia malah memainkan mata Zela sembari tertawa kecil, membuat Zela semakin tidak tega, dan rasanya ingin membawa Arsha untuk ikut bersamanya ke sekolah.
Sorrry ya kalau feelnya nggak dapat di episode ini.
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Comment and Vote..🤗🤗
Vlavia sama Visko sudah up ya gaes, langsung klik aja profilku untuk baca 🤗