Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Salah Paham


__ADS_3

Ketiga gadis cantik itu terkejut karena Vera juga ikut bergabung dengan mereka, Benar-benar tidak tahu malu pikir mereka bersamaan.


" Hei..bebeb Zela, Tadi gimana penampilan abang..?? Tanya Xelo kepada Zela.


" Dih.. bebeb bebeb, Jadian juga nggak.." ledek Seli.


" Betul tuh Sel.." Sambung Vani mengacungkan jempolnya.


" Kalian apaan sih..?? Tadi penampilan Kakak kerenn banget kok.." Puji Zela sengaja karena Vera terus menempel kepada Brayen.


" Hehehe.. thanks ya.. itu emang special abang nyanyiin pakai perasaan buat bebeb zela.." Jawab Xelo yang membuat Brayen semakin menahan amarah.


" Nha.. itu baru lelaki sejati, Gue demen deh sama Loe sob, Pepet terus...." Jawab Dimas sengaja membuat Brayen semakin marah.


Sebenarnya dimas ingin memberitahukan kepada Xelo tentang Brayen dan juga Zela karena Dimas tidak tega melihat Xelo yang terus berharap dengan Zela tapi Brayen belum mengijinkan, Brayen sendiri yang akan bilang kepda Xelo secara langsung.


" Kak Ray.. nanti pulang bareng ya..?? Tanya Vera sengaja biar Zela dan kedua sahabatnya semakin iri dengannya.


" Sorry Gue nggak bisa.." Jawab Brayen singkat.


" Vihh... ditolak.." Seli berdecak sambil tersenyum puas.


Vera yang melihat Seli hanya menahan amarah, Kali ini Dia tidak mau sampai dipermalukan apa lagi didepan Brayen.


" Bagus kan tadi lagunya..?? " Tanya Dimas kepada ketiga gadis didepannya sedangkan Vera, Akhh Dimas tak memperdulikannya.


" Iyaa bagus Kak, Nggak nyangka ya cowok kayak Kak Dimas bisa bikin lagu se so sweet itu.." Jawab Seli.


" Iya.. dong.. gini-gini Kakak juga romantis orangnya.." Jawab Dimas songong.


" Apa lagi Gue yang bawain lagunya.." Sela Xelo.


" Idihh Kak Xelo kePDan.." Sambung Vani.


" Nggak donggg, Kalian nggak liat tadi cewek-cewek pada teriak histeris gitu..?? " Tanya Xelo.


" Iya..iya.. deh.. terserah Kak Xelo aja.." Jawab Seli yang tidak mau debat dengn Xelo.


" Ikh... mau dong Kak Dim Vani dibikinin lagu special buat vani gitu.." Ucap Vani dengan centilnya.


" Bisa diataur....." Jawab Dimas.


" Serius..?? " Tanya Vani antusias.


" Serius Van, Tapi Loe jadian dulu sama Dimas.." Xelo yang menjawab.


" Hahhh..??? kok gitu..?? " Tanya Vani bingung.


" Ya.. biar Loe jadi inspirasi buat Kak Dimas vani...!! iya kan Kak..?? Ucap zela kepada Dimas.


" Bener tuh kata Zela, Tapi sorry selera Dimas bukan loe Van..ha..ha..ha.." Jawab Xelo dengan cekikikan seketika membuat mereka tertawa sedangkan Vani hanya cemberut memonyongkan bibirnya.


" Eh.. cabut.. yuk.." Ajak Brayen.


" Lha bocah, Kan nie acara belum kelar." jawab xelo.


" Bentaran lah Ray, Kenapa Loe buru-buru amat, Emang dirumah Loe udah ada bini..?? Sambung Dimas sengaja, Seketika membuat Brayen melotot dan Zela tentu saja mukanya memerah..


" He..he..he.. bercanda kali bos, Serius amat tuh muka.." Ledek Dimas lagi dengan sengaja.


" Oke.." Jawab Brayen singkat.


" Bebeb Zela.. kenapa kok mukanya merah gitu..?? Bebeb sakit..??" Tanya Xelo kepada Zela.


" Nggak kok Kak, Nggak papa Gue.." Jawab Zela.


" Aishhhh... Kak Xelo ngawur masa iya muka merah karna sakit, yang ada pucet kali kalau sakit..." Sambung Vani.


" Ow...iya..ya... terus kenapa dong Bebeb Zela..?? Tanya Zelo lagi.


" Zela kepanasan makanya tuh muka merah, Iya nggak Zel..?? Dimas yang menjawab.


" Ikh.. apaan sih kalian malah bahas muka si Zela, nggak penting banget deh.." Sambung Vera yang sedari tadi diam.


" Kak Ray, Nanti sebelum pulang Kita makan dulu yuk.." Ajak Vera lagi.


" Tuh.. Ray diajakin makan sama cewek, Hati-hati lho Ray..." Sindir Dimas.


" Ikhh..apaan sih Kak, Gue kan cuma ngajak makan..?? Jawab vera yang tidak tau maksud perkataan Dimas.


" Jadi gimana Kak..?? Tanya Vera lagi.

__ADS_1


Tapi sebelum Brayen menjawab, Seli yang mengerti situasi langsung mengajak Zela dan Vani untuk segera pergi..


" Zel.. balik yuk.." Ajak seli tiba-tiba.


" Bentaran lah Sel buru-buru amat Loe, Masih pengen bareng Zela Gue.." Xelo yang menjawab.


" Tapi ini udah sore Kak Kita harus segera balik.." Jawab Seli lagi.


" Iya.. lagian kalau Kak Xelo masih pengen bareng Zela ya udah anterin Zela pulang aja, Uuupsss" Ucap vani seketika menutup mulutnya karna seperti biasa seli sudah menyikunya.


" Owhh..iya ya.. Kakak anterin ya Zel.." Ajak Xelo.


" Emmm... nggak usah deh Kak Gue bawa mobil sendiri soalnya.." Tolak Zela sopan.


" Ya udah tapi lain kali, Kakak anterin ya..?? " Ajak Xelo lagi.


" Oke.. Tapi Gue nggak janji ya Kak.." Jawab Zela.


" Yuk Gaess.. " Sambung Zela.


" Duluan ya Kak..." Ucap mereka bertiga lalu pergi.


" Sipp..." Jawab Dimas.


Xelo hanya melihat punggung Zela berlalu, Dia sangat ingin bisa mengantar Zela tapi Zela selalu menolaknya..


Sedangkan Brayen Dia juga ingin segera pulang, Tentu saja karena Zela, Meskipun dilingkungan sekolah atau kampus mereka seperti tidak saling kenal,


Tapi siapa yang tau kalau mereka serumah dan sekamar bahkan mereka sudah pernah melakukan, Meskipun baru satu kali tapi ya begitulah mereka kalah dengan ego masing-masing..


" Gue cabut ya.." Ucap Brayen.


" Oke.." Jawab Dimas yang mengerti maksud Brayen.


" Jadi gimana Kak Ray, Kita bisa makan bareng Nggak..?? Tanya Vera memastikan.


" Sorry Gue buru-buru.." Jawab Brayen berlalu.


" Yahh.. kok malah ditinggal sih.." Gumam Vera lalu berlalu pergi.


" Hati-hati Ray..!!! " Teriak Xelo yang dijawab dengan acungan jempol tanpa Brayen menoleh kearahnya.


" Oke.. Xel.. Kita ambil tas terus cabut.." Sambung Dimas.


" Ya... udah bis nie Gue langsung balik, Loe kalau mau nunggu sampe selesai it's oke.. " Jelas Dimas.


" Oke deh.. Gue juga balik, Malas kalau nggak ada kalian.." Jawab Xelo yang dijawab dimas dengan merangkulkan tanganya lalu mereka berlalu.


Zela, Seli dan juga Vani sampai diparkiran sekolah, Sebelum pulang mereka ngumpul dideket mobil Zela.


" Zel..Loe nggak papa kan..?? Tanya Seli khawatir.


" Nyante aja lagi, Gue nggak papa kok.." Jawab Zela yang memang tidak apa-apa meskipun tadi Dia sempat begitu cemburu dengan Vera.


" Tadi aja Loe cemburu sekarang udah biasa aja pasti gara-gara Kak Ray nggak mau pulang bareng Vera ya...??? Cieee..." Jelas Vani.


" Apaan sih Loe Van, Ya nggak gitu Lagian mereka juga mau makan bareng kan..?? Jawab Zela dengan muka sedikit ditekuk.


" Owhh iya..ya.. tadi Kak Ray belum jawab, Loe sih sel buru-buru ngajak Kita balik.." Sambung Vani.


" Idihh..nie anak malah nyalahin Gue.. lagian ya kalau misal kita masih disitu Gue males banget tau sama si bakwan..." Jelas Seli yang sebenarnya bukan itu maksutnya.


*I*ya..jugaa ya.. Gue jadi penasaran tuh cowok mau nggak ya diajakin vera.. Batin Zela.


" Emmmm.. bener juga sih.. Gue juga enek banget sama tuh cewek, Nggk tau malu..." Jawab Vani.


" Kayak siapa Vann..?? Tanya Seli meledek.


" Kok kayak siapa sih Sel..?? Tanya Vani telmi.


Sedangkan Zela dan Seli ketawa melihat muka bingung Vani.


" Jadi.. maksud Loe kayak Gue..?? Tanya Vani kesal.


" Ha..ha..ha..bercanda kali Van..Kita.." Jawab Zela sambil menunjukan jari berbentuk v.


" Sialan-kalian.. Ya udh balik yuk udah mulai gelap nih.." Sambung Vani.


" Oke... bey..." Ucap Zela dan Seli kompak.


Mereka pulang pakai mobil masing-masing, jam setengah 7 Zela sampai rumah, Tapi Dia belum melihat mobil Brayen, Zela mengira Brayen beneran mau diajak makan bareng Vera, dan itu benar-benar membuat Zela semakin kesal.

__ADS_1


" Malam bunda.." Sapa Zela kepada bunda Wina yang berada dimeja makan..


" Malam juga sayang, Baru pulang Nak..?? Tanya Bunda Wina.


" Iya Bundd, Tadi liat acara dikampus Kak Ray dulu.." Jawab Zela.


" Owh.. ya.. sudah kamu bersih-bersih dulu.. setelah itu langsung kebawah Kita makan malam.." Sambung Bunda Wina.


" Oke..Bund.. Zela keatas dulu ya Bund.." Pamit Zela.


" Oke sayang.." Jawab Bunda Wina.


" Owh..iya.. aku lupa ngasih tau Zela kalau brayen pulang kekantor Ayah dulu.." Gumam bunda Wina melihat Zela yang sudah tidak kelihatan.


Sampai dikamar Zela menaruh tasnya diranjang kemudian Dia rebahan. Benar-benar hari yang melelahkan, Ini lebih lelah dari pada saat Dia menikah dengan Brayen, Mungkin karena sudah ada masalah hati jadi lebih menguras emosi hehehe..


" Tuh cowok keterlaluan banget, Setelah ngambil mahkota Gue Dia malah makin seenaknya.." Gumam Zela kesal lalu menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan memakai baju ganti, Zela menuju kebawah untuk makan malam, dimeja makan sudah ada Bunda Wina yang menunggu, Sambil memainkan ponselanya entah apa yang sedang bunda Wina lakukan dengan ponselnya.


" Bunda..." Sapa Zela.


" Eh.. sayang.. sini.. kita makan dulu aja ya.." Jawab Bunda Wina yang diangguki oleh Zela.


Zela tidak bertanya tentang Ayah martua juga suaminya, Pikir Zela kalau Pak Riko mungkin masih sibuk dengan urusan kantor, Sedangkan Brayen akhh Dia pasti sedang menikmati makan malam bersama Vera.


Zela dan juga Bunda Wina menikmati makan malam bersama, Tak lama Pak Riko juga Brayen datang menghampiri mereka, la yang masih fokus makan tidak tau kalau Ayah martuanya juga suaminya sudah berdiri tepat didepannya.


Bunda Wina yang mengerti maksud Ayah rikopun hanya tersenyum melihat suami dan anaknya kompak mengerjain mantunya itu..


" Ehemmmmm...." Deheman Pak Riko membuat Zela menoleh kearah suara.


" Lho..Ayah... Kak Ray..?? Tanya Zela kaget.


" He...he.. sudah sudah, Teruskan makanmu.." Jawab Ayah Riko dengan senyum mengembang.


" Maaf Zela nggak tau kalau kalian sudah pulang.." Sambung Zela.


" Tidak apa-apa nak Ayah dan suamimu sudah makan malam tadi dikantor.." bunda Wina yang menjawab.


" Iya.. Kamu teruskan saja, Kita bersih-bersih dulu.." Sambung Pak Riko berlalu kekamarnya.


Sedangkan Brayen Dia hanya tersenyum melihat muka Zela yang bingung, Mungkin apa yg dipikirkan Zela sudah bisa ditebak oleh Brayen.


" Gue keatas dulu.." Ucap Brayen kepada Zela yang hanya dibalas anggukkan oleh Zela yang masih dengan kebingunganya.


" Bund.. Ray keatas dulu ya.." Sambung Brayen pamit kepada Bunnda Wina.


" Iya nak.." Jawab Bunda Wina melanjutkan makanya yang tadi sempat tertunda karena ulah suaminya.


Setelah selesai makan Zela pamit kekamarnya, Sampai dikamar Zela duduk disofa, Brayen sedang berada dikamar mandi,


Tak lama Brayen keluar sudah dengan baju gantinya, Dia menghampiri Zela disofa kamarnya.


" Gue capek banget..." Ucap Brayen bersandar disofa dengan mata terpejam.


" Gimana nggak capek, Abis makan bareng cewek terus kekantor Ayah.." Jawab Zela.


" Siapa yang makan bareng cewek..?? Tanya Brayen sengaja menggoda Zela.


" Ya..Loe lah.. siapa lagi emang.." Jawab Zela masih dengan nada kesalnya.


" Ha..ha..ha.. jadi Loe cemburu..?? Tanya Brayen.


" Idih.. siapa yang cemburu..?? Nggak lah.." Elak Zela.


" Terus tadi..?? Tanya Brayen.


" Tadi kenapa..?? Ya emang bener kan Loe abis makan bareng si Vera..??? Tanya Zela tak sabar ingin tau jawaban Brayen.


" Nggak.. Gue tadi makan malam bareng ayah.." Jawab Brayen.


" Hahh..?? Bukannya tadi Loe sa.." Ucap Zela terpotong.


" Sama Vera maksud Loe..?? Ngapain Gue makan bareng cewek lain kalau udah punya istri secantik Loe..." Jawab Brayen membuat Zela kaget juga malu dan senang tentunya..


" Gue cuma suka sama istri Gue, Daan Gue nggak suka kalau istri Gue deket-deket sama cowok lain termasuk temen Gue sendiri..." Bisik Brayen ditelinga Zela.


Seketika membuat Zela kaget, Seneng, Deg-degan pokoknya campur aduk rasanya nano nano banget, Pengen banget rasanya dia memeluk Brayen tapi tentu saja Zela masih gengsi.


Cuppp...

__ADS_1


Ciuman Brayen tepat dibibir Zela seketika membuat muka Zela memerah, Dan itu membuat Brayen tersenyum melihat Zela yang malu.


__ADS_2