Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Kontraksi


__ADS_3

Seperti dugaan Brayen tadi, dia di suruh Zela untuk memberi Yubi makan terlebih dahulu sebelum mereka berangkat. Padahal sebenarnya di tempat makan Yubi juga masih banyak sekali makanannya, tapi Brayen tidak mungkin menolak permintaam istri cantiknya itu.


Dan kini mereka berdua sudah berada di perjalanan menuju ke hotel. Sepanjang perjalanan Zela terus saja tersenyum karena apa yang sangat dia inginkan sekarang bisa terpenuhi, ntah bagaimana caranya tadi Zela bisa dengan mudah menaiki motor sport Brayen, padahal jelas jika di lihat Zela akan sangat kesusahan karena perutnya yang besar, tapi nyatanya semua perkiraan itu salah, Zela bisa dengan mudahnya naik.


" Kak." Panggil Zela sembari memeluk Brayen untuk berpegangan, meskipun seperti ada batas perut buncitnya.


" Apa Sayang?." Tanya Brayen masih fokus dengan motor sportnya.


" Indah banget ya naik motor gini." Jawab Zela yang dapat anggukan kepala dari Brayen.


" Seneng?." Tanya Brayen yang langsung dapat anggukan kepala dari Zela.


Brayen tersenyum sembari tangan satunya meraih tangan Zela untuk dia kecup.


" Kita jadi kayak orang pacaran." Sambung Zela lagi.


" Nggak lah yang, masa orang pacaran perut ceweknya udah gede gitu." Jawab Brayen membuat Zela memukul pelan lengan Brayen.


" Ih maksud aku tuh ya rasanya aja Kak." Jawab Zela dengan nada kesal.


" Rasanya lebih indah orang nikah yang, dari pada yang masih pacaran." Jelas Brayen membuat Zela menautkan alisnya.


" Tau nggak kenapa?." Tanya Brayen yang dapat gelengan kepala dari Zela.


" Karena kalau udah nikah nggak ada batasan lagi." Jawab Brayen membuat Zela tersenyum.


Zela sendiri merasa senang langsung di nikahkan dengan Brayen, mungkin jika ada masa pacaran untuk mereka, Zela tidak tau akan seperti apa kisah cintanya dengan Brayen, Zela juga tidak yakin mereka akan sampai dan bisa sejauh ini, bisa bertahan sampai sekarang.


Mengingat apa yang sudah mereka lalui untuk kisah cinta mereka, banyak sekali cobaan, meskipun mereka bisa melaluinya dengan mudah, bahkan tanpa menyakiti satu sama lain.


" Kak Ray." Panggil Zela lagi dengan nada sedikit berteriak.


"Ya sayang." Jawab Brayen juga dengan nada sedikit berteriak.


" I Love You." Ucap Zela mengutarakan isi hatinya.


" I Love You Too honey, fore**ver." Jawab Brayen membuat Zela tersenyum sembari mencium pundak Brayen.


Motor sport Brayen terus melaju membelah jalanan ibu kota yang memang selalu di padati oleh kendaraan. Tapi jika dengan mobil saja Brayen bisa melaluinya dengan mudah, apa lagi sekarang dirinya yang sedang menggunakan motor sportnya, tidak ada kendala sama sekali untuk seorang Brayen yang memang sudah tidak bisa di ragukan lagi dalam hal berkendara.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Dan kini usia kandungan Zela sudah memasuki 9 bulan, bahkan hampir mendekati HPL atau hari persalinanya. Memang jika dari hitungan Dokter masih sekitar 1 minggu lagi, tapi siapa yang tau jika anak Zela dan Brayen nanti atau mungkin sebentar lagi sudah meminta untuk keluar.

__ADS_1


Tidak ada yang tau, karena memang banyak sekali bayi yang lahir sebelum hari penentuan kelahirannya, dan itu tidak perlu di khawatirkan selama mendekati HPL atau lahir bukan karena prematur.


Semua sudah di siapkan oleh keluarga Zafano dan Adafsi untuk menyambut kelahiran cucu pertama mereka, termasuk baju dan juga tempat tidur, bahkan sebelum anak Zela dan Brayen lahir, kado sudah berdatangan dari teman-teman arisan Bunda Wina dan Mamah Hana. Itu semua karena Bunda Wina dan Mamah Hana yang begitu antusias menyambut kedatangan calon cucu pertama mereka, sampai semua cerita kedua wanita paruh baya itu semua tentang calon cucu mereka, yang sebenarnya juga masih berada di dalam perut.


Dan pagi ini seperti biasa, Zela akan menyiapkan segala keperluan suaminya untuk berangkat ke kampus. Bahkan Zela sudah di anjurkan untuk banyak berjalan kaki.


Setelah menyiapkan baju untuk di kenakan suaminya. Zela duduk di tepi ranjang tempat tidurnya. Rasanya hanya beraktifitas sedikit saja sekarang sudah membuatnya lelah, dan satu lagi Zela selalu merasa kegerahan sekarang, itu semua karena kehamilannya yang sudah semakin tua.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka. menampilkan sosok lelaki tampan yang baru saja mandi dan memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya, seperti biasa rambutnya akan di biarkan basah, karena tugas baru Zela sekarang memanglah mengeringkan rambut suaminya.


Melihat Brayen yang sudah berdiri di depannya sembari tersenyum, membuat Zela juga tersenyum dan berdiri untuk mengambil handuk kecil yang akan di gunakannya untuk mengeringkan rambut suaminya.


" Nanti ke kantor?." Tanya Zela sembari mengeringkan rambut Brayen.


" Iya sayang, kenapa?." Jawab Brayen yang juga bertanya kepada Zela.


Zela menggeleng membuat Brayen tersenyum, posisi mereka sekarang berhadapan dengan Brayen duduk dan Zela berdiri tepat di depannya sembari mengeringkan rambutnya.


Brayen memeluk Zela, juga mencium perut buncit Zela.


" Sebentar lagi Daddy ketemu kamu Son." Ucap Brayen tersenyun tampan, dan lagi-lagi mencium perut buncit Zela juga mengelusnya.


" Selesai." Ucap Zela membuat Brayen mendongak ke arah Zela dengan senyum tampannya.


" Thanks Mommy." Ucap Brayen tersenyum tampan.


" You're welcome hubby." Jawab Zela mencium kening Brayen.


" Kok bukan Daddy yang?." Protes Brayen kepada Zela.


" Kan sekarang masih suami Kak belum menjadi Daddy." Jawab Zela sambil terkikik.


" Tapi sebentar lagi akan menjad Daddy." Jawab Brayen dengan berdiri.


Lalu Brayen menarik hidung mancung Zela gemas.


" Gemas ya?." Tanya Zela yang dapat gelengan kepala dari Brayen.


" Kenapa narik hidung aku?." Tanya Zela membuat Brayen menatapnya seksama.


" Karena hidung kamu pesek." Jawab Brayen membuat Zela melotot.

__ADS_1


Suaminya ini benar-benar sedang berbohong mengatakan hidungnya pesek. Hidung Zela sangatlah mancung, tidak kalah mancung dengan hidung Brayen.


Zela memukul lengan Brayen pelan, tapi segera mungkin Brayen tangkap tangan Zela, lalu untuk seperkian detik pandangan mata mereka bertemu, pandangan yang mengingatkan mereka seperti beberapa bulan lalu, jika mereka sudah saling pandang akan sama-sama hanyut di dalam rasa.


Tapi semua berubah karena Zela yang mengadu sakit pada perutnya.


" Auw...." Pekik Zela sembari memegang perut besarnya.


Brayen langsung sigap menuntun Zela duduk, dia juga langsung mengelus perut Zela.


" Kenapa yang perut kamu?." Tanya Brayen seakan bodoh dengan apa yang baru di lihatnya tentang Zela yang mengadu sakit.


" Sakit Kak." Ucap Zela lirih karena menahan.


Wajah Brayen langsung berubah menjadi panik, untuk seperkian detik dia tidak tau harus berbuat apa, tapi kemudian langsung memanggil Bunda Wina, orang yang pertama harus Brayen mintai tolong.


" Bunda!! Bun...!! Bundaaa!." Teriak Brayen memanggil Bundanya.


Brayen terus mengelus perut Zela untuk meredakan rasa sakit yang Zela rasakan.


" Sakit banget yang?." Tanya Brayen yang di angguki oleh Zela.


" Ah... Bunda mana sih?." Kesal Brayen masih dengan keadaan sama, tangannya masih mengelus perut Zela.


Tidak lama Bunda Wina dan juga Pak Riko datang menghampiri mereka. Melihat menantu cantiknya yang sedang kesakitan membuat Bunda Wina langsung meminta suami dan anaknya membawanya ke Rumah sakit.


Bunda Wina tau, menantu kesayangannya sudah mengalami kontraksi, dan harus segera di bawa ke rumah sakit sekarang juga.


" Bun... Aku pengennya Kak Ray aja yang gendong aku." Ucap Zela membuat semua orang yang berada di sana terkejut.


" Ini yang minta Baby." Sambung Zela menjelaskan.


Brayen, Bunda Wina, dan Pak Riko saling pandang tidak percaya dengan ucapan Zela, di saat genting dan hampir keluar saja nyatanya Zela masih mengidam. Dan itu semua permintaan calon anak mereka, yang sebenarnya sebentar lagi akan keluar dan lahir ke dunia. Tapi nyatanya calon anak mereka tidak jauh berbeda dengan Brayen, Baby Zela dan Brayen masih saja merepotkan Daddy nya di jam terakhir dirinya berada di kandungan Mommy nya.


Gaes... Like, Commen dan Vote dong..


Banyak banget yang minta up cepet tapi


nggak pernah Vote, dan aku tau itu.


Ow ya sorean, aku sibuk banget dari pagi sorry ya 🙏, yang minta visual mungkin di episode akhir kalau sekarang suka lama reviewnya kalau di kasih gambar


Please Vote di tunggu ya..

__ADS_1


__ADS_2