Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Hiu Dan Plankton Baikan


__ADS_3

Dengan langkahnya yang pelan, Vani menghampiri Xelo yang masih terkapar di ranjang Apartemen Tian. Vani menatap pacarnya yang masih memejamkan matanya, bahkan Xelo terlihat sangat nyenyak sekarang.


Vani semakin mendekat ke arah Xelo, telapak tangannya di gerak-gerakan di atas wajah Xelo untuk mengecek jika pacarnya benar sudah tertidur atau belum.


Hufh... Vani menghembuskan nafasnya, rupanya pacarnya sudah benar-benar terlelap, dia berniat untuk menunggu sampai Xelo terbangun saja. Vani duduk di pinggir ranjang samping Xelo.


Matanya terus menatap lelaki tampan yang kini wajahnya terlihat sangat teduh ketika sedang tertidur.


" Maafin aku Kak udah bikin kamu seperti ini." Ucap Vani seraya tangannya membelai wajah Xelo.


Vani dengan setia menunggu Xelo yang masih terlelap karena terlalu banyak minum tadi.


" Apa harus Gue bangunin pakai jurus ampuh Gue?." Gumam Vani seraya berfikir.


" Ah... Tidak, bisa turun harga diri Gue di mata Kak Xelo." Gumamnya lagi seraya menggeleng.


" Jurus ampuh?." Tanya seseorang dengan nada suaranya yang serak.


Vani menoleh ke arag asal suara, rupanya lelaki tampan di sampingnya ini sudah terbangun.


Xelo memijat keningnya yang masih sedikit pusing karena terlalu banyak minum tadi.


Dia mencoba duduk dan menyandarkan dirinya di kepala ranjang. Vani mencoba untuk membantu Xelo, tetapi dengan segera tangan Vani ditepis oleh Xelo, rupanya Xelo masih belum bisa memaafkan Vani, Xelo masih sangat kecewa dengan plankton kesayangannya.


" Apa Kak Xelo masih marah?." Tanya Vani sedikit ragu dan tentu saja takut, bahkan Vani tidak lagi memanggil Xelo dengan sebutan Beb seperti biasanya.


" Lo taju jawabannya." Jawab Xelo membuat Vani terkejut.


Xelo sudah menyebut namanya dengan pangilan Lo, ini berati Xelo sudah benar-benar menganggap Vani seperti orang lain untuknya.


Hufh..Vani menghela nafasnya pelan untuk menenangkan dirinya, sebisa mungkin air matanya tidak boleh terjadi, Xelo sedang salah paham kepadanya, itu yang menguatkan Vani sampai sekarang ini.

__ADS_1


" Biar aku jelasin semuanya Kak, ini semua salah paham." Ucap Vani dengan nada sedikit gemetar menahan tangisnya yang hampir pecah.


Berada di situasi seperti ini sekarang sangatlah tidak nyaman, sangat sulit untuk seorant Vani yang sebenarnya sangat manja dan ceria, tetapi masalahnta tetap harus di selesaikan oleh dirinya.


" Tidak perlu Lo jelasin lagi, semua sudah jelas tadi, lebih baik Lo pergi sekarang sebelum Gue bertindak kasar buat ngusir Lo." Jawab Xelo seketika membuat air mata yang sedari tadi sudah Vani tahan keluar begitu saja.


Sakit rasanya di katain seperti itu oleh orang yang begitu sangat di sayanginya, ini untuk yang pertama kalinya ada masalah dalam hubungan mereka, biasanya hanya masalah kecil saja yang beberapa detik saja mereka bisa menyelesaikannya.


Begitu juga dengan Xelo yang sebenarnya hatinya begitu sakit, Xelo tidak berani menatap wajah Vani yang berada di sampingnya, tangannya mengepal untuk memberanikan diri agar tega mengusir Vani dari hadapannya sekarang.


" Pergi Lo!!." Suruh Xelo yang membuat Vani menggeleng dan semakin menangis.


" Aku nggak mau pergi." Jawab Vani memeluk Xelo.


Ntah kekuatan dan keberanian dari mana tindakan Vani itu sekarang, tapi yang jelas Vani memang tidak bisa pergi tanpa masalah yang mereka hadapi saat ini terselesaikan, ini sungguh sangat menyiksa Vani begitu juga dengan Xelo sebenarnya.


Xelo tidak memberontak Vani memeluknya, dia membiarkan Vani melakukannya, dan Xelo berfikiran setelah ini dia akan memutuskan hubungannya dengan Vani.


Tetapi dia juga masih memeluk Xelo, seakan enggan untuk melepaskan sebelum semuanya terselesaikan.


Tidak ada jawaban dari Xelo, jujur saja Xelo ingin Vani segera menjelaskan sekarang juga, sebelum dia benar-benar memutuskan hubungan mereka, tapi dia sengaja agar Vani yang yang memulainya.


" Aku mimpi basah ketika ketiduran bareng Kak Xelo di depan tv, kaget banget juga pas bangun Kak Xelo masih di sebelah aku, berasa kayak beneran terjadi, semua terasa seperti nyata Kak." Jelas Vani masih dengan tangisnya, Dia sudah tidak lagi merasa malu, untuk menjelaskan tentang mimpi dan pikiran konyolnya.


Xelo terdiam menyaring setiap kata yang Vani ucapkan, Dia masih sedikit bingung, tetapi dia sudah bisa mengambil kesimpulan dari masalah ini, jika semua ini memang hanya salah paham. Dalam hati Xelo juga tidak yakin jika seorang Vani yang ceria dan begitu manja kepada dirinya tega mengkhianatinya.


" Aku kepikiran terus karena itu Kak, makanya aku mencoba beli testpack, dan ternyata hasilnya negatif, itu semua karena pikiran konyolku yang mengira jika aku sama Kak Xelo sudah benar-benar melakukannya, padahal itu semua hanyalah mimpi, aku tidak akan mungkin menghianati Kak Xelo, aku sayang sama Kakak." Jelas Vani lagi, air matanya semakin deras mengalir.


Vani takut setelah dia menjelaskan Xelo akan tetap meninggalkannya, tapi yang terpenting kebenarannya sudah dia ungkapkan.


Xelo melepaskan pelukan Vani, Dia menatap gadis yang sangat dia cintai itu terlihat begitu menyedihkan, Xelo menyeka air mata Vani dengan lembut, kini tatapannya juga sudah berubah lembut seperti biasanya.

__ADS_1


" Jadi kamu mimpi kita berdua yang melakukannya Beb?." Tanya Xelo yang sudah seperti biasanya kala memanggil Vani dengan sebutan Beb.


Vani mengangguk, memang itu kenyataannya.


" Bukan dengan cowok lain?." Tanya Xelo sekali lagi untuk memastikan, Vani kembali mengangguk.


Xelo tersenyum tampan seraya menatap Vani, dia kembali menyeka air mata yang masih berada di pipi gadis kesayangannya itu, lalu mengcup lembut kening Vani.


Vani sedikit terkejut, apa ini artinya Xelo sudah tidak marah lagi dengannya? Apa ini artinya masalahnya sudah terselesaikan sekarang? Banyak sekali pertanyaan pada benaknya.


" Maafin aku Beb udah bikin kamu nangis." Ucap Xelo seraya menarik Vani kepelukannya.


" Kamu mau maafin aku kan Beb?." Tanya Xelo yang langsung di angguki oleh Vani.


" I Love You Kak." Ucap Vani membuat Xelo tersenyum.


" Love You Too Planktonku." Jawab Xelo yang mendapat pukulan kecil dari Vani di belakang pundaknya.


Xelo tersenyum senang karena akhirnya sudah berbaikan dengan Vani, begitu juga dengan Vani yang merasa senang dan bahagia, Xelo juga merasa begitu bersalah karena langsung pergi begitu saja tanpa memberi Vani kesempatan untuk menjelaskan terlebih dahulu tadi.


Meskipun hanya beberapa jam saja mereka marahan, tapi rasanya sudah seperti berbulan-bulan, mereka sama-sama tidak bisa marahan dengan waktu yang lama. Mereka sama-sama saling bergantung satu sama lain.


" So gimana kalau kita bikin kenyataan pikiran konyolmu itu Beb?." Tanya Xelo membuat Vani melepaskan pelukannya dan menatap Xelo dengan bingung.


" Maksud Kak Xelo?." Tanya Vani dengan bingungnya.


" Maksud aku kita bikin Xelo junior...." Jawab Xelo pelan, matanya dengan genitnya terus naik turun menggoda Vani.


Sontak saja Vani langsung melemparkan bantal ke wajah Xelo, baru saja berbaikan Xelo sudah menggodanya dengan godaan yang menurut Vani sangat p*rno itu.


Vani sampai bergidik ngeri membayangkan apa yang menjadi pikiran konyolnya dan mimpi anehnya akan benar terjadi. Meskipun tidak ada kesalah pahaman tetapi tetap saja Vani ingin melalukannya setelah menikah. No pergaulan bebas meskipun terkadang mereka memang sedikit nakal.

__ADS_1


" My Naughty Brother " Juga sudah up ya gaes 🤗


__ADS_2