
Setelah sama sama setuju untuk memasak dirumah keluarga Zafano, mereka memutuskan untuk menyelesaikan berenangnya.
Meninggalkan kolam untuk berganti pakaian terlebih dahulu.
Mereka berjalan di atas kolam, tentu saja mereka terlihat sangat sexy dengan tubuh basah seperti sekarang ini.
Bahkan membuat ketiga cowok tampan yang sedang menguntit mereka sampai tak berkedip sama sekali.
Sama sama memperhatikan wanita yang mereka sukai, dan begitu terpesona oleh ketiga gadis SMA yang menurut mereka sekarang cukup berani itu.
Berani menampilkan bodi aduhai mereka.
" Masih SMA udah berani pake bikini..." Ucap Dimas masih terus menatap Seli.
" Mulai omes deh Loe.." Sambung Xelo yang juga masih memandangi Vani.
Sedangkan Brayen begitu kesal, dia tidak pernah menyadari jika Zela memakai pakain seperti itu sungguh sangat menggoda.
Ingin rasanya Brayen menyerang Zela saat ini juga, tapi apalah daya, Brayen datang dengan kedua sahabatnya begitu juga dengn Zela yang datang dengan kedua sahabatnya.
Muncul ide jail dari Brayen, dia ingin mengajak Zela untuk berenang berasama, selama ini mereka hanya mandi bersama, jadi Brayen pikir berenang juga akan sama menyenangkannya dengan mandi bersama istri cantiknya itu.
Tanpa terasa Brayen terus tersenyum, senyuman yang begitu penuh arti, senyuman devil jika Zela yang melihat.
" Mulai mupeng pasti kan Loe.. Liat bini Loe..?? " Goda Dimas tiba tiba, seketika membut Brayen tersadar dari lamunanya.
Brayen hanya menatap Dimas tajam, tanpa menjawab, membuat Dimas terkekeh.
" Kalem Ray.. Gue juga kok.. Jadi pengen married.." Ucap Dimas membuat Brayen tersenyum miring.
" Loe yang mupeng.." Jawab Brayen membuat Dimas hanya tertawa.
Sedangkan Zela, Seli dan Vani yang sudah selesai berganti pakaian langsung keluar.
Sampai di luar pintu, Mereka menemukan petugas cowok yang sedang melihat ponselnya sambil senyum senyum tanpa hentinya.
Sedangkan di sebelahnya, tampak petugas cewek yang sedari tadi terus cemberut menampilkan kesalnya.
Saat Zela, Seli dan Vani melewati mereka, tiba tiba si petugas cowok itu memanggil nama Zela.
" Kak.. Kak Azela...!! " Teriaknya, membuat Zela , Seli dan Vani terhenti.
" Iya kenapa Mas..?? " Tanya Zela kepada petugas yang sudah menghampiri mereka.
" Tadi ketemu sama Kakak ganteng kan di dalam.? " Tanya si petugas cowok itu dengan senyum genitnya.
Zela, Seli dan Vani saling pandang bingung, bukankah itu VIP yang hanya di pake oleh mereka bertiga saja...??
Lagi pula dari tadi hanya ada mereka, tanpa orang lain yang masuk.
" Kakak ganteng..?? " Tanya Vani dengan bingungnya.
" Iya.. Kakak ganteng.. Kak Brayen Zafano yang kasep itu..." JawabNya lagi dengan senyumam genitnya.
Seketika membuat Zela, Seli dan Vani melotot, cowok di depannya ini sedang mengigau atau bagaimana sih..?? Pikir Mereka.
" Maaf maksud Mas gimana ya..?? " Tanya Seli yang semakin bingung tapi juga penasaran.
" Tadi tuh.. Kak Brayen sama teman temannya kesini, cari kalian.." Jawab si petugas yang belum selesai menjelaskan sudah dipotong oleh Zela.
" Mereka masuk..?? " Tanya Zela yang diangguki oleh petugas itu.
" Astaga..." Gumam Zela tak percaya.
Bagaimana mungkin suami dan kedua sahabatnya bisa masuk tanpa mereka sadari, apa mereka mendengar apa yang tadi Zela dan kedua sahabatnya membicarakan tentang mereka .
" Ikut Gue.." Ajak Seli yang sudah menarik Zela dan Vani.
Seli membawa kedua sahabatnya untuk menuju ke mobil, lalu dengan segera mereka keluar dari parkiran tempat itu.
Tapi tentu saja mereka tak langsung pulang, melainkan memarkirkan mobilnya ditempat yang aman, dan kembali menuju ke parkiran sebelum ketiga cowok tampan itu datang duluan.
Mereka mencari mobil ketiga cowok yang sudah menguntit mereka secara diam diam.
Itu sungguh tidak sopan untuk Seli dan Vani yang masih bersetatus lajang.
" Nah.. Ini ni mobil si cowok penguntit.." Ucap Vani setelah mereka menemukan mobil mewah Brayen.
" Sembarang Loe.. Itu mobil suami Gue ya.." Jawab Zela tak terima.
" Ish.. Maksud Gue, sekarang mereka kan lagi jadi penguntit kita.." Jawab Vani membuat Zela tersenyum kikuk.
" Kita kerjain mereka aja gimana..??" Tanya Seli kepada Zela dan Vani.
" Ide bagus.." Jawab Zela cepat, Zela sendiri juga kesal dengan Brayen yang datang tidak memberitahukannya terlebih dahulu.
Tentu saja karena Zela masih belum mengecek ponselnya, jika saja Zela tau, sudah pasti dia akan merasa tidak enak dengan kedua sahabatnya yang rahasianya terbongkar karenanya.
" Gimana..?? " Tanya Vani bingung.
" Gue juga lagi mikir nih.." Jawab Seli yang belum juga mendapat ide untuk mengerjai Brayen CS.
" Kempesin ban mobil gimana..??? " Tawar Vani kepada Zela dan Seli.
" No.. Itu cara lama.." Jawab Zela yang membuat Seli mengangguk.
" Terus apaan dong.. Keburu pada datang nih.." Sambung Vani lagi.
" Kita pulang aja.. Nanti kita kerjainnya pake masakan yang kita buat gimana..?? " Ucap Zela yang langsung disetujui oleh Seli dan Vani.
Tanpa menunggu lama, mereka kembali menuju mobil Seli yang tadi sempat diparkirkan aman, ntah untuk tujuan apa tapi yang jelas akhirnya mereka pergi dari tempat itu duluan.
__ADS_1
Seli melajukan mobilnya cukup kencang, meskipun mereka wanita, tapi soal nyetir menyetir bisa dikatakan mereka ahlinya.
Sedangkan Brayen, Dimas dan Xelo kini sedang tertawa terbahak mendengar apa yang direncanakan oleh mereka.
Ketiga cowok tampan itu sedari tadi sudah menguping mereka di dalam mobil.
Tadinya mereka akan langsung mengejar kepergian ketiga gadis yang sedang dibuntutiNya, tapi melihat Zela, Seli dan Vani yang datang mendekati mobil, seketika membuat mereka terdiam dan terus mendengarkan percakapan antara ketiga gadia cantik itu.
" Oke.. Kita liat saja.. Siapa nanti yang akan kena hukuman dari permainan ini ladies.." Ucap Xelo yang dijawab Brayen dan Dimas dengan anggukan kepala juga senyum devilnya.
" Oke.. Let's go.." Ucap Dimas yang langsung melajukan mobilnya.
Mereka akan langsung menuju ke rumah Brayen Zafano, dan akan pura pura tidak tau dengan rencana para gadis cantik itu.
Kini Zela dan Seli sudah sampai terlebih dahulu di kediaman Zafano, mereka segera menuju ke dapur untuk menyiapkan berbagai bahan yang akan mereka masak.
Padahal diantara mereka tidak ada sama sekali yang bisa masak, tapi ini justru akan menjadi senjata untuk mengerjai Brayen dan kedua sahabatNya.
" Lho.. Sayang kok malah pada di sini..?? Kedepan aja ayo..." Ajak Bunda Wina yang melihat Zela dan kedua sahabatnya sedang sibuk di dalam dapur.
" Bunda..." Sapa Seli dan Vani yang langsung mencium tangan Bunda Wina, begitu juga dengan Zela.
" Kenapa pada di sini sih..?? " Tanya Bunda Wina lagi kepada mereka.
" Kita mau belajar masak Bund..," Jawab Vani dengan senyuman cantiknya.
" Wah... Benarkah..?? Mau masak apa sih kalian..?? " Tanya Bunda Wina kepada gadis gadis cantik itu.
" Yang gampang apa ya Bund..?? " Tanya Seli kepada Bunda Wina.
" Masak yang gampang aja dulu.. Kalian boleh masak cumi saja,, itu cukup simple kok untuk pemula.." Jelas Bunda Wina yang diangguki oleh mereka bertiga.
Padahal dalam hati Seli dan Vani saling menjerit, jangankan memasak cumi, untuk membedakan bumbu dapur saja mereka masih keliru.
Berbeda dengan Zela yang sudah cukup mengerti, meskipun jika memasak sendiri tanpa bantuan Bunda Wina, Zela belum cukup PD atau berani untuk menyuguhkan masakanNya.
" Siap Bund.." Jawab mereka kompak.
" Ya sudah kalau begitu kalian masak dulu.. Nanti kalau butuh bantuan panggil Bunda saja ya.." Jelas Bunda Wina kepada mereka, lalu berlalu menuju ke ruang tengah.
" Oke Bunda..." Jawab mereka kompak.
Setelah kepergian Bunda Wina, mereka kembali memilih bahan bahan untuk memasak cumi.
Tadinya mereka ingin memasak nasi goreng saja yang gampang, tapi setelah Bunda Wina menyuruh mereka memasak cumi, akhirnya mereka setujui juga.
" Kita bikin yang asinn banget gimana..?? " Usul Zela kepada kedua sahabatnya.
" No itu kurang extrim Zel.." Jawab Vani yang tidak terima.
" Dibikin pedas sepedas pedasnya, biar ngerasain hottNya masakan kita bukan cuma.... Tubuh kita aja.." Jelas Seli terjeda lalu berbisik kepada Zela dan Vani.
Dengan semangat 45 mereka mulai bergelut dengan bahan dan juga perabotan dapur, bahkan untuk membuat mereka bertambah semangat mereka juga menyalakan musik k-pop yang sedang trend dikalang anak seumuran mereka.
Salah satunya Any song yang dibawakan oleh Zico.
Bahkan Vani sampai menirukan gerakan tarian yang ada di aplikasi video tok tok itu.
Mereka juga bernyanyi sambil terus memasak, meskipun suara mereka bisa dikatakan tidak ada yang merdu, bahkan malah terdengar seperti orang yang sedang berteriak.
But... Mereka begitu menikmatinya...
Para pelayan yang mendengarkan nyanyian mereka merasa sedikit terganggu, tapi mereka terus tersenyum tidak menyangka dengan gadis gadis yang begitu cantik memiliki suara yang sangat cempreng ketika bernyanyi.
Tuhan itu memang adil, tidak semua yang berwajah rupawan juga mempunyai suara yang merdu.
Dan itu terbukti sekarang ini.
" Biarkan saja Bi.." Ucap Bunda Wina kepada pelayan yang akan menghampiri Nona mudanya dan kedua sahabatnya yang sedang bernyanyi tak jelas itu di dalam dapur.
Tadinya para pelayan ingin menemui Zela, takut jika Bunda Wina merasa terganggu tapi nyatanya, karena ketiga gadis cantik itu malah membuat seisi rumah jadi senyum senyum mendengar suara mereka.
Bahkan ketika Brayen, Dimas dan Xelo sudah sampai rumah mereka langsung mendengar teriakan gadis gadis yang terdengar seperti sedang kesurupan.
Mereka mengernyitkan keningnya bingung, semakin masuk kedalam suara teriakan gadis gadis itu semakin terdengar.
Bahkan Brayen, Dimas dan Xelo sampai menutup telinganya karena begitu terdengar mengganggu ditelinga mereka.
" Astaga... Tetanggamu ada yang sedang kesurupan Ray.." Ucap Xelo kepada Brayen.
" Brisik sekali.. Mana suaranya kayak kaleng pecah gini.." Sambung Dimas yang masih menutup telinganya.
" Udah pulang kalian..?? " Tanya Bunda Wina kepada Brayen dan kedua sahabatnya.
" Bunda tetangga ada yang gila..?? " Tanya Brayen yang malah tidak menjawab pertanyaan BundaNya.
Bunda Wina mengernyitkan keningNya bingung.
" Nggak ada dong Ray.. Ngaco ih kamu.." Jawab Bunda Wina kepada Brayen.
" Terus ini.. Suara siapa Bund.?? Brisik banget bisa pecah gendang telinga aku.." Sambung Xelo yang juga bertanya kepada Bunda Wina.
" Astaga.. Maksud kalian suara ini..?? " Tanya Bunda Wina yang dijawab ketiga cowok tampan itu dengan anggukan kepala.
" Itu ya istrimu Ray.. Sama pacar kalian.." Jawab Bunda Wina sambil terkikik geli melihat Brayen , Dimas dan Xelo.
Sontak saja mereka bertiga begitu terkejut, jadi suara yang terdengar seperti orang kesurupan juga orang gila itu adalah ketiga gadis cantik di SMA depan.
" Astaga.." Gumam Xelo tak percaya.
" Ini alasan kenapa Seli nggak pernah mau kalau Gue ajak ke room karaoke.." Sambung Dimas yang seketika mendapat tatapan dari Brayen dan Xelo.
__ADS_1
Dan seketika Brayen dan Xelo tertawa terbahak mendengar penuturan Dimas, sedangkan Bunda Wina yang melihat tingkah ketiga cowok tampan itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Napa..??? " Tanya Dimas dengan nada kesal.
" Itu bakat Seli yang tersembunyi Dim.." Ledek Xelo kepada Dimas.
" Sialan Loe.." Jawab Dimas tidak terima, membuat Brayen dan Xelo kembali tertawa.
" Gue punya ide..." Usul Xelo tiba tiba.
" Apaan...?? " Tanya Brayen.
" Jangan macem macem ya kalian sama anak gadis Bunda.." Ucap Bunda Wina yang mendengar pembicaraan mereka.
" He..he..He.. Nggak kok Bund.." Jawab Xelo dengan senyuman semanis mungkin untuk Bunda Wina.
Membuat Bunda Wina menggelengkan kepala dengan tingkah anak muda jaman sekarang.
" Ayo ikit Gue.." Sambung Xelo lagi tanpa suara, takut jika Bunda Wina akan mendengarnya lagi.
Brayen dan Dimas menuruti apa yang dikatakan oleh Xelo.
Mereka berjalan ke arah dapur, semakin dekat suara cempreng ketiga gadis itu semakin terdengar dengan jelas.
" Ngapain..?? Nggak baik buat telinga Gue.." Tanya Dimas yang sampe nyengir karena suara yang tak kunjung berhenti.
" Kita video aja mereka, itu bisa bikin senjata kalau mereka berani ngerjain kita.. Gimana..?? " Usul Xelo kepada Brayen dan Dimas.
" Gila Loe ya.. Nggak akh.. Mereka itu cewek nggak seharusnya di ancam ancam tapi harus kita lindungi.." Jawab Brayen yang membuat Dimas dan Xelo geleng geleng kepala.
" Mantab Ray.." Jawab Dimas sambil mengacungkan jempolnya.
" Ya udah kita balik lagi aja.. Nggak tahan telinga Gue lama lama disini.." Usul Xelo yang langsung disetujui oleh Brayen dan Dimas.
Akhirnya mereka menuju ruang tamu, diaman disana tak begitu terdengar dengan jelas suara gadisNya itu.
Sedangkan di dapur mereka masih asik dengan musik musik yang mereka dengarkan, tentu saja mereka tidak benar benar fokus untuk memasak saja.
Mereka juga berjoget dengan asiknya, yang seharusnya memasak cumi hanya berapa menit saja menjadi setengah jam lebih karena Zela, Seli dan Vani yang memasaknya.
Jika saja mereka bekerja direstorant sebagai chefNya sudah pasti akan ditinggalkan oleh pengunjung yang tidak sabar menunggu pesanan masakanNya jadi.
Tapi beruntung mereka memasak untuk ketiga cowok tampan itu.
" Emm.. Enak banget gaes.." Ucap Vani yang sudah mencicipi hasil akhir masakan mereka, juga memberi kedua jempolnya.
" Coba Gue Cicipi.." Sambung Seli yang langsung menyendokan cumi yang sudah matang itu kedalam mulutnya.
" Parah.. Parah.. Ternyata ajib banget gaes.." Jawab Seli tak kalah dengan Vani yang memuji masakan mereka.
" Ajib kata Loe..?? " Ledek Vani yang dapat cengiran dari Seli.
" Oke gaes kalau gitu tinggal kita siapain dan bawa kedepan.." Jelas Zela kepada kedua sahabatnya.
Yang di acungi jempol oleh kedua sahabatnya.
Setelah di rasa cukup menarik dan menggugah selera makan bagi siapa saja yang melihat masakan mereka, dengan segera mereka membawanya ke meja makan.
" Wah.. Udah pada selesai ya masaknya..?? " Tanya Bunda Wina kepada ketiga gadis cantik itu.
" Udah dong Bund.." Jawab Zela yang dijawab Bunda Wina dengan senyuman.
" Enak nggak nih..?? " Tanya Bunda Wina lagi kepada mereka bertiga.
" Cobain aja dulu Bund.. Menurut kita sih enak.. Tapi ngak tau deh Bunda.." Jawab Zela lagi.
" Coba ya Bunda cobain.." Jawab Bunda Wina yang diangguki oleh mereka bertiga.
Tentu saja dengan perasaan yang sedikit was was.
" Hmmmm... Enak kok.. Kalian pinter masaknya.. Empuk juga cuminya.." Puji Bunda Wina kepada mereka.
Membuat Zela , Seli dan Vani tersenyum senang dan melakukan tos kecil saking senangnya.
" Ehem...." Deheman dari Brayen membuat ketiga gadis itu menoleh.
Dan betapa terkejutnya mereka menyadari kedatangan Brayen, Dimas dan juga Xelo.
Mereka saling pandang terkejut, sungguh mereka benar benar seperti terhipnotis oleh alunan musik yang mereka dengar tadi.
Niat awalnya ingin mengerjai ketiga cowok tampan yang sekarang sedang tersenyum menyebalkan kepada mereka.
Tapi dengan mudahnya mereka malah melupakan hal itu, dan ini sudah terlambat karena apa yang mereka masak sudah tersedia di atas meja makan.
Zela, Seli dan Vani menatap Brayen, Dimas dan Xelo dengan tatapan musuh.
Sungguh mereka kesal, dan mereka sama sama menyalahkan ketiga cowok tampan itu atas apa yang mereka lupakan sendiri.
🍃 🍃 🍃
Hallo gaes..?? Gimana cerita Zela CS dan Brayen CS ngebosenin nggak..?? Kalau bosen dengan cerita yang banyak komedinya mulu, nanti author kasih konflik deh.
Oya.. Sorry banget ya.. Bukan maksud author nggak baca komenan kalian semua, author pasti baca satu persatu meskipun nggak author balas.
Buat kalian yang kurang suka dengan bahasa mereka yang terlalu santai karena pake " Lo Gue " , author kasih tau ya.. Dalam cerita ini Mereka itu anak anak yang hidup di kota metropolitan, dan kalian musti ingat kalau mereka sama sama dari keluarga tajir, So... menurut author dengan panggilan " Lo Gue " Dikalangan keluarga elit udah menjadi hal yang biasa, selagi mereka menggunakan panggilan itu untuk teman teman yang seumurannya, bukan untuk orang orang yang sudah cukup berumur.
Sorry author sampe harus ngoceh panjang lebar gini, cos masih ada aja yang masih mempermasalahkan hal itu..
Dan buat kalian yang suka sama cerita ini please banget LIKE, COMMENT AND VOTE.
Vote ya Gaes jangan sampe nggak, biar author tetap semangat lanjutin ceritanya 😘😘
__ADS_1