Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Berkunjung Ke Rumah


__ADS_3

Mobil mewah yang di tumpangi Zela dan Bunda Wina sudah terparkir rapih di depan Rumah megah keluarga Adafsi. Dengan segera Brayen berlari dari arah dalam untuk menemui istrinya.


Melihat kedatangan Zela dan Bundanya, membuat Brayen begitu lega, Brayen langsung memeluk Zela yang baru setengah jalan di depan Rumahnya. Bunda Wina yang melihat tingkah protektif Brayen hanya bisa menggelengkan kepalanya dan juga senyuman manisnya.


Bunda Wina begiu merasa bahagia melihat Brayen yang mencinta Zela sampai sebegitunya. Brayen dan Zela yang dulu di jodohkan sekarang bisa mencintai satu sama lain, bahkan rasa sayang di antara mereka terlihat begitu besar dan tulus adanya.


" Ray... Biarkan Zela masuk dan istirahat dulu, kasian capek kan Dia " Ucap Bunda Wina berlalu meninggalkan dua sejoli yang sedang kangena kangenan di depan rumahnya.


" Kak Ray ih.. Malu " Ucap Zela membuat Brayen merenggangkan pelukannya.


Brayen menatap Zela, yang di jawab Zela dengan senyuman cantiknya juga menarik hidung mancung Brayen.


" Sayang... Kamu ini ya..." Jawab Brayen yang langsung menggendong Zela menuju ke dalam Rumahmya.


Brayen membawa Zela untuk menuju ke Kamar mereka. Tentu saja tingkah Brayen sebagai Tuan Muda di Rumahnya membuat para pelayan di Rumah Adafasi senyum-senyum sendiri melihatnya.


Sampai di Kamar. Brayen membaringkan Zela langsung di dalam ranjang mereka. Zela yang mengerti dengan kejadian setelah ini langsung melotot karena terkejut. Astaga.. Suaminya ini benar-benar akan menghukumnya pikir Zela. Dan benar saja memang itu yang akan Brayen lakukan untuk Zela sekarang, bahkan Brayen sampai melupakan permintaan Mamah Hana tadi kepadanya.


" Yang.." Ucap Brayen dengan nada suara yang terdengar sudah begitu berat.


Sungguh Zela benar-benar di buat terkejut bukan main oleh Brayen. Bagaimana mungkin Brayen sampai menghampirinya di depan Rumah hanya untuk menghukum Zela. Meskipun hukuman Brayen ini juga membuat Zela menikmatinya, tapi Zela merasa tidak PD dengan Brayen sendiri, pasalnya Zela baru pulang dan masih bau keringat.


Zela menatap Brayen yang juga sedang menatapnya, bahkan tatapan mata Brayen terlihat begitu menginginkan, dengan senyuman cantiknya Zela mengecup pipi Brayen, lalu kening Brayen dengan sangat lembut, kembali Zela menatap Brayen dengan senyuman cantiknya.


" Kak Ray.. Ayo ke Rumah Mamah " Bisik Zela yang sukses membuat Brayen terkjut. Pasalnga Brayen melupakan hal itu, tentu saja permintaan Bunda Wina kepada Brayen untuk makan malam bersama di sana.


akh...shit.... punya gue udah mulai tegang ini Batin Brayen kesal.


Tapi, Sepertinha Brayen memang harus menunda peperangan dengan Zela terlebih dahulu. Masih banyak waktu nanti kalaupun sekarang di tunda dulu.


Brayen menatap Zela yang sedang tersenyum begitu manis ke arahnya, tapi juga terlihat seperti sedang mengejek menurut Brayen.


" Astaga.... Kamu ini yang... Awas aku akan benar-benar kasih hukuman kamu sampai tidak bisa berdiri lagi nanti " Ucap Brayen yang langsung menggendong Zela untuk menuju ke Kamar Mandi.


" Nakalnya suamiku " Jawab Zela sambil menarik hidung Brayen lagi, tapi juga tangannya melingkar pada leher Brayen, membuat Brayen akhirnya menggigit bibir Zela gemas, bukannya sakit tapi gigitan Beayen terasa sangat nikmat untuk Zela.


Sekitar 15 menitan mereka selesai mandi. Tidak terjadi apa-apa memang tadi di dalam kamar mandi. Tentu saja karena hari sudah semakin sore dan mereka harus segera berangkat menuju Rumah Adafsi. Rumah Zela dulu tinggal sebelum menikah dengan Brayen.


" Sayang... Kita nginep ya ? " Ucap Zela meminta kepada Brayen.


" Apa yang ? ulangi lagi " Suruh Brayen kepada Zela.


" Kita nanti nginep di rumah Mamah " Jawab Zela mengulangi perkataannya tadi.


" Bukan itu sayang tapi yang sama kayak tadi , tadi kamu manggil aku apa ? " Tanya Brayen ingin mendengar Zela mengulangi kata " Sayang " ketika memanggilnya.


Astaga... Sepertinya Brayen sengaja menggodanya membuat Zela tersenyum jail.


" Suamiku sayang.... Nanti kita nginep ya di rumah Mamah " Ucap Zela sengaja agar Brayen semakin senang.


Dengan segera Brayen mendekat ke arah Zela, tentu saja dengan tatapan tajam dan susah di artikan, membuat Zela sedikit gugup, suaminya ini memang sangat susah di tebak dan selalu membuat terkejut.


Bahkan sekarang jarak di antara mereka sudah begitu dekat, begitu terasa hembusan nafas Brayen pada wajah Zela. Brayen kembali tersenyum, senyuman yang sangat tampan dan begitu terlihat jelas di depannya, tentu saja karena jarak mereka yang begitu dekat.


" Ayo " Bisik Brayen membuat Zela kembali terkejut, Zela fikir Brayen akan melakukan sesuatu untuk dirinya, tapi nyatanya Brayen hanya mengatakan satu kata untuk Zela, bahkan bukan kata-kata yang romantis, melainkan ajakan untuk dirinya segera pergi.


Astaga.. Memikirkan hal itu membuat Zela jadi tersenyum sendiri, sambil menepuk jidatnya Zela menggeleng karena sudah memikirkan hal yang lebih jauh dari itu.


Mereka akhirnya turun ke bawah bersama untuk berpamitan kepada Bunda Wina. Sebelum nanti akhirnya pergi menuju ke rumah Mamah Hana.


Setelah berpamitan kepada Bunda Wina, dengan segera mereka masuk ke dalam mobil mewah Brayen. Tidak lama Brayen segera melajukan mobilnya.


" Yang " Ucap Brayen membuat Zela menoleh ke arahnya.


" Kenapa Kak ? " Tanya Zela kepada Brayen.

__ADS_1


" Kamu cantik " Sambung Brayen membuat Zela tersenyum.


Begitu juga dengan Brayen yang tersenyum dan kembali fokus pada setir mobilnya.


Sampai akhirnya mobil mewah Brayen memasuki pelataran rumah keluarga Adafasi. Bahkan sudah terlihat juga mobil Jova yang sudah terparkir rapih di depan, membuat Brayen mengangguk mengerti mungkin ini acara makan malam yang tidak biasa atau Jova yang akan melamar Zifa pikir Brayen.


Mobil Brayen berhenti tepat di sebalah mobil Jova. Brayen menatap ke arah Zela yang ternyata sudah terlelap tidur, pantas saja sedari tadi tidak ada suaranya.


Dengan segera Brayen keluar dari dalam mobilnya, lalu berputar menuju ke arah Zela. Dengan segera Brayen membuka pintu mobil dan menggendong Zela yang sudah terlelap.


Brayen masuk ke dalam rumah. Dengan segera beberpa asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Adafsi melihat Brayen yang sedang menggendong Zela menawari untuk bergantian menggendong Zela. Tapi tentu saja langsung Brayen tolak dengan sopan.


" Lho Nak.. Zela tidur ? " Tanya Mamah Hana melihat Brayen sedang menggendong Zela.


" Iya Mah.. Aku bawa ke atas dulu ya Mah " Jawab Brayen yang di angguki oleh Mamah Hana.


" Hati-hari lho Nak " Seru Mamah Hana yang di angguki oleh Brayen.


" Kebiasaan deh tuh anak...." Gumam Mamah Hana kepada Zela yang selalu saja tidur di sembarang tempat termasuk di mobil.


Bahkan dulu Zela juga sering tertidur di kamar mandi ketika sedang BAB.


Brayen menuju ke atas di mana kama Zela dulu, Brayen bertemu dengan Zifa yang baru saja keluar dari kamarnya.


" Lhi Ray.. Zela tidur ? Tanya Zifa yang di angguki oleh Brayen.


" Nanti kalai udah baringin Zela, ke bawah ya? Jova udah di bawah " Jelas Zifa kepada Brayen.


" Oke.." Jawab Brayen singkat. Yang diangguki oleh Zifa dan berlalu turun ke bawah.


Brayen masuk ke dalam kamar dan membaringkan Zela ke dalam ranjang tempat tidurnya. Lalu menyelimuti Zela, setelah itu mencium kening Zela dengan sangat lembut.


Brayen menatap Zela lagi dengan senyuman tampan di wajahnya, Zela sekarang semakin berisi dan semakin cantik untuk Brayen.


" Aku ke bawah dulu ya yang " Pamit Brayen kepada Zela yang masih terlelap tidur.


" Mah " Ucap Brayen membuat Mamah Hana menoleh ke arah menantu tampannya.


" Lho Nak kamu nggak istirahat dulu aja bareng Zela ? " Tanya Mamah Hana yang dapat gelengan kepala dari Brayen.


" Kak Jova di mana Mah ? " Tanya Brayen tanpa basa basi kepada Mamah Hana. Karena memang pada dasarnya Brayen bukanlah orang seperti itu.


" Oh.. Kamu mau nemuin Jova Nak? " Tanya Mamah Hana yang langsung di angguki oleh Brayen.


" Mereka lagi pada di belakang Nak, lagi pada berenang juga " Jawab Mamah Hana kepada Brayen.


" Ray ke sana dulu ya Mah " Pamit Brayen yang langsung di angguki oleh Mamah Hana.


Brayen menuju ke belakang. Dimana Jova dan Zifa yang sedang menunggunya. Dan benar saja terlihat kedua pasangan kekasih itu sedang berenang bersama, bahkan ada 3 orang tapi yang satunya Brayen tidak tau dan tidak mau tau.


" Wuih.. Yang di tunggu baru dateng nih " Ucap Jova dan langsung menuju ke tepi untuk menemui Brayen yang sudah duduk di kursi pinggir kolam.


Brayen tersenyum sekilas, tanpa menjawab perkataan Jova barusan. Dan tanpa Brayen sadari senyuman tampannya baru saja terlihat oleh gadis cantik yang juga ikut berenang di sana berama Zifa dan juga Jova. Siapa lagi kalau bukan Dara sepupu dari Zela dan juga Zifa.


Siapa dia ? handsome.


Batin Dara karena belum mengetahui hubungan Brayen dan Zela yang ternyata adalah suami istri.


" Kak Jova udah dari tadi ? " Tanya Brayen kepada Jova yang sudah duduk di sampingnya.


" Udah dong.. Tadi Gue jemput Zifa di kampus mau nemuin Lo sekalian tapi kata Dimas Lo udah balik duluan " Jelas Jova yang di angguki oleh Brayen.


Brayen tadi memang langsung pulang karena menunggu Zela yang tidak kunjung datang, dan ternyata malah sedang pergi bersama Bunda Wina ke rumah sakit untuk menjenguk Vera.


" Sorry Kak.. Gue tadi langsung pulang " Jawab Brayen yang mendapat tepukan pada bahunya dari Jova.

__ADS_1


" Santai Ray " Jawab Jova singkat.


Tidak lama Zifa dan Dara menghampiri Brayen dan Jova yang sedang duduk di kursi pinggir kolam. Sontak saja Brayen sedikit terkejut dengan pakaian minim yang mereka kenakan. Bukan maksud Brayen jadi omes ataupun fiktor. Tapi melihat lekukan tubuh wanita lain selain Zela sekarang membuat Brayen merasa tidak enak. Berbeda ketika dulu Dia masih berada di New York yang memang terbiasa.


Zifa yang mengerti Brayen merasa kurang suka langsung mengajak Dara untuk berganti pakaian terlebih dahulu.


" Bentar ya kita ganti baju " Pamit Zifa yang di angguki oleh Brayen dan Jova.


Zifa mengajak Dara untuk berganti pakaian terlebih dahulu sebelum gabung bersama dengan Brayen dan juga Jova lagi. Sepanjang perjalanan Dara terus bertanya tentang siapa yang sedang duduk dengan Jova. Tentu saja yang di maksud Dara tidak lain dan tidak bukan adalah Brayen suami dari Zela.


" Udah deh dek.. Jangan banyak tanya, nanti juga Lo akan tau siapa cowok ganteng yang sedang bersama dengan Jova " Jawab Zifa sengaja membuat Dara semakin penasaran.


" Ih.. Kak Zifa.. Gue kan pengen tau.. Sumpah tuh cowok ganteng banget, Gue kayak pernah liat tapi lupa di mana" Jelas Dara kepada Zifa.


" Nah itu.. Udah pasti Lo tau dan pernah liat tapi sayang Lo lupa, udah ah ayo kita ganti baju dulu " Ajak Zifa lagi kepada Dara, membuat Dara sedikit kesal karena tidak puas dengan jawaban dari Zifa.


Setelah selesai berganti pakaian, Zifa dan Dara kembali bergabung bersama Brayen dan Jova yang sudah duduk di depan tv. Bahkan terlihat Jova yang juga sudah berganti pakaian lengkap.


Zifa dan juga Dara duduk di sebelah mereka yang sedang asik menonton film Terbaru garapan *Avanger*s.


Sedari tadi Dara terus mencuri pandang ke arah Brayen yang masih fokus dengan layar besar di depannya, sesekali dia juga mengecek ponselnya.


Sungguh Brayen adalah lelaki tertampan yang pernah Dara temui. Sekalipun Dara pernah tinggal di negri orang, tapi belum pernah Dara bertemu dengan lelaki seperti Brayen, yang menurut Dara begitu sempurna. Bahkan dengan kecantikan yang Dara miliki tidak membuat Brayen melirik ke arahnya sedikitpun dan itu sukses membuat Dara semakin terpesona dengan seorang Brayen Zafano.


Tidak lama Pak Adam pulang dari Kantornya. Dan langsung menemui mereka yang sedang santai di ruang tv.


" Wah... Menantu dan calon mantu Papah akrab ya " Ucap Pak Adam yang langsung membuat mereka yang berada di sana menoleh ke arah asal suara, kecuali Dara yang masih sibuk dengan lamunanya tentang Brayen.


" Pah " Ucap Brayen dan Jova barengan, dan langsung mencium tangan Pak Adam, di ikuti Zifa dan juga Dara yang sudah kembali sadar dari lamunannya.


" Lho Zela mana ? " Tanya Pak Adam yang tidak melihat keberadaan putri bungsunya.


" Lagi tidur Pah di kamar " Jawab Brayen kepada Pak Adam, membuat Pak Adam mengangguk mengerti.


" Papah tinggal sebentar ya " Pamit Pak Adam yang di jawab mereka dengan anggukan kepala.


Mereka kembali menonton Film yang tadi sempat tertunda. Dara kembali melirik Brayen tentu saja tanpa sepengetahuan Brayen dan yang lainnya.


" Ray Lo tau nggak siswi centil yang suka banget sama Lo ? " Tanya Zifa tiba-tiba. Brayen menoleh ke arah Zifa dengan bingung.


wah.. banyak saingan nih gue Batin Dara yang masih juga belum tau sebenarnya.


" Itu lho si Vera.. Musuh bebuyutan Zela " Jelas Zifa lagi, kali ini Brayen mengangguk.


" Oh.. Kenapa memangnya ? " Tanya Brayen kepada Zifa.


" Katanya tuh anak pingsan di sekolah sampe pendarahan gitu " Jelas Zifa membuat Brayen mengangguk.


Jujur saja itu tidaklah terlalu penting bagi Brayen.


" Bener kata Kak Zifa.., dan tadi aku jenguk sama Bunda sampai buat kamu uring uringan nggak jelas " Sambung Zela yang sedang berjalan ke arah mereka.


" Sayang, kok bangun sih ? " Tanya Brayen menghampiri Zela.


" Nggak nyenyak kalau sendirian tidurnya " Jawab Zela manja, membuat Zifa dan Jova menggelengkan kepalanya.


Dan Brayen mengacak rambut Zela pelan dengan gemas, Zela duduk di sofa begitu juga dengan Brayen yang duduk di sebelah Zela.


" Lho kok ada Kak Jova ? " Tanya Zela melihat keberadaan Jova.


" Kenapa kalau ada Kakak ?? Mau minta di bikinin nasgor lagi ? " Tanya Jova yang dapat cengiran dari Zela.


Sedangkan tanpa mereka semua sadari, Dara sedari tadi terus mengamati interaksi antara Zela dan juga Brayen. Dara masih bingung dengan hubungan antara Zela dan juga Brayen, tapi yang dia tau mereka adalah sepasang kekasih, karena Brayen begitu memperlakukan Zela dengan begitu sweet.


Dara masih diam dengan bingungnya, jujur saja awal pertama Dara melihat Brayen langsung menyukai sosok tampan yang begitu mempesoan itu, tapi jika mengetahui Brayen adalah pacar Zela, mungkin Dara akan berfikir lagi untuk bisa mendapatkan seorang Brayen.

__ADS_1


Yuhuu gaes.. Jangan Lupa Like, Comment and Vote ya..


Ditunggu lho.. Big Thanks 🙏🙏😘😘


__ADS_2