Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Terbongkar


__ADS_3

Zela masih berbaring di UKS, Seli dan Vani mondar mandir kebingungan, mereka belum memberitahu Brayen karena takut semua akan menjadi rumit.Tapi mereka juga salah jika tidak memberitahukan Brayen.


Sementara siswa siswi yang lain sudah berada di lapangan sekolah untuk melaksanakan upacara, begitu juga dengan para guru.


Hanya ada satu guru yang tau bagaimana hubungan Zela dan Brayen sesungguhnya, Pak Dodi kepsek sekolah mereka.


Pak Dodi menuju ruang UKS dimana Zela masih terbaring dan kedua sahabatnya masih setia menunggu.


" Pak.." Sapa Seli dan Vani melihat kedatangan Kepsek mereka.


" Iya... Kalian tenang saja saya sudah memberitahukan Brayen tentang kejadian ini..." Jawab Pak Kepsek yang juga menjelaskan kepada Seli dan Vani.


Seli dan Vani bernafas lega karena Brayen sudah mengetahui, tapi mereka jug khwatir kalau siswa siswi yang lain tau hubungan Zela dan Brayen sesungguhnya.


" Maaf pak sebelumnya.. tapi bagaimana dengan anak anak nanti..?? Tanya Seli sopan.


" Kalian nggak usah khawatir, Brayen dalam perjalanan kesini dan kalian nanti ikut saja dengannya mengantarkan Zela.. agar yang lain tidak curiga.." Jelas Pak Dodi yang dijawab Seli dan Vani dengan anggukan kepala.


" Saya harus kelapangan upacara.. Tolong kalian jagain Zela sampe suaminya datang kesini..." Jelas Pak Dodi berlalu pergi.


Tapi sebelum sampe pintu, Vani sudah berkata menghentikan langkah kaki Pak Dodi.


" Pak... Terimakasih..saranghaeyo..." Ucap Vani sambil menunjukan jarinya seperti anak anak remaja jaman sekarang.


Yang langsung dapat toyoran dari Seli karena kelakuan Vani.


Pak Dodi hanya tersenyum lalu meninggalkan ruangan UKS untuk segera menuju lapangan uapacara.


Sedangkan Seli dan Vani masih setia menunggu Zela disampingnya.


Tak lama Brayen datang menuju ruang UKS, membuat Seli dan Vani reflek menoleh ke arahnya dengn perasaan lega.


Sebelumnya Brayen sudah membuat gaduh di lapangan upacara tadi karena kedatangannya.


" Kak Brayen..." Sapa Seli dan Vani barengan yang dijawab Brayen dengan senyuman.


" Tolong kalian ikut gue ke Rumah sakit ya.." Ucap Brayen yang langsung menggendong Zela setelah sampe.


Seli dan Vani hanya mengangguk menurut, mereka juga sudah sama paniknya dengan keadaan Zela, tapi mereka tidak mau gegabah langsung berbuat sesuatu sebelum Brayen datang tadi.


Brayen melewati lapangan upacara dengan masih menggendong Zela diikuti Seli dan juga Vani dibelakangnya.


Sontak siswa siswi yang sedang melakukan upacara terkejut, bahkan para siswi sampe ada yang berteriak histeris dengan apa yang dilihatnya.


" Ya ampunn kak ray.. pangeran gue..." Ucap salah satu siswi.


" Sumpah gue patah hati banget... segitunya Kak Brayen perhatian sama Zela..." Jawab salah satunya lagi.


" Wajar lah say.. secara Zela kan cantik ada arab campur indianya.." Sambung salah satunya lagi.


" Tapi gue nggak terima tau... Gue lebih suka kak Brayen jomblo.. jadi adil.." Sambung salah satu siswi lagi.


" Bener..gue setuju sama loe.." Jawab yang lainnya.


Sementara Pak Dodi selaku kepsek juga pembina upacara, langsung menyuruh siswa siswi yang sedari tadi terus berbisik untuk kembali tertib mengikuti upacara.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Brayen melajukan mobilnya dengan Seli dan juga Vani berada dibelakang sebagai sandaran Zela,


Tidak ada percakapan diantara mereka, masih saling diam, apa lagi Seli dan Vani merasa tidak enak hati dengan Brayen karena kejadian ini Zela sampe pingsan dan belum sadarkan diri.


Sementara Vani terus menggosok telapak Kaki Zela dengan minyak wangi , bahkan bukan hanya di telapak kaki Zela yang sudah tidak memakai sepatu itu, Vani dengan polosnya mengoleskan ke hidung Zela.


Tentu saja sudah pasti jika Zela tersadar akan merasa panas di sekitar hidungnya.


" Van loe apa apaan sih..?? Tanya Seli setengh berbisik takut Brayen dengar apa yang mereka ucapkan.


" Biar Zela cepet sadar lah Sel.." Jawab Vani enteng.


" Tapi nggak disitu juga.." Sambung Seli yang dapat cengiran dari Vani.


Tiba tiba Brayen menginjak rem mendadak, sontak saja Seli dan Vani hampir tersungkur kedepan karena kaget, begitu juga dengan Zela yang hampir terjatuh.


" Sorry... ada kucing.." Ucap Brayen menyadari yang dibelakang hampit terjatuh karenanya.


" Nggak papa kak.." Jawab Mereka bersamaan.


" Emh...." Lenguh Zela yang tiba tiba sadar dari pingsannya.

__ADS_1


Seli dan Vani langsung menoleh kearah Zela, dengan perasaan terkejut juga lega, Begitu juga dengan Brayen yang langsung menoleh kebelakang.


" Sayang..." Ucap Brayen melihat Zela yang mulai duduk.


" Zel loe udah sadar..?? Mana yang sakit..?? Tanya Vani khawatir.


" Loe mau minum..?? Sambung Seli bertanya kepada Zela.


Tapi Zela malah melihat mereka secara bergantian dengan bingungnya. Bukannya tadi dia berada di sekolahan ya.. Kenapa bisa sekarang berada dimobil Brayen... Pikir Zela.


" Kita kok disini..?? Tanya Zela tanpa menjwab pertanyaan mereka tadi.


" Loe tadi pingsan Zel..." Jawab Vani.


" Dan sekarang kita mau kerumah sakit.." Sambung Seli menjelaskan.


apa rumah sakit... gawat..bisa tau mereka kalau gue hamil...batin zela.


" Loe nggak papa kan yank..?? Kita periksa kerumah sakit dulu ya.." Jelas Brayen.


" Enggak usah kak.. gue udah nggak papa.. nggak usah kerumah sakit... mending balik kesekolah aja.." Jelas Zela membuat Brayen mengernyitkan keningnya, sedangkan Seli dan Vani saling pandang bingung.


" Udah telat Zel.. kita udah ijin kok sama Pak Dody langsung.. " Jelas Vani membuat Zela membuang nafas kasarnya.


Tanpa pikir panjang Brayen langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit, dan Zela hanya bisa menurut, begitu juga dengan kedua sahabatnya.


" Btw kok hidung gue panas bgt ya.." Ucap Zela membuat Vani gelagapan.


" Sorry Zel... tadi gue kasih minyak wangi biar loe cepet sadar.." Jawab Vani meringis sambil menunjukan jari berbentuk v ( pease ).


" Vani ikh... panqs tau.." Jawab Zela manyun sambil mengibas tangannya kehidungnya agar tidak panas.


" Sampe gaes..." Ucap Seli membuat Zela dan Vani menoleh ke arah gedung rumah sakit dengan tulisan RS Zafano.


" Gila... suami loe tajir parah Zel.." Ucap Vani sambil melihat rumah sakit yang terbilang mewah dengan bangunan elegan juga banyak ditumbuhi rumpur hijau dan bunga bunga jika dilihat dari depan.


Bahkan terlihat seperti taman bukan rumah sakit.


" Gue gendong.." Ucap Brayen yang sudah berada didepan pintu mereka.


Sontak saja mereka bertiga kaget melihat Brayen yang sudah berada didepannya.


" Tapi loe kan lagi ham.." Ucapan Brayen terhenti karena Zela langsung menggandeng tangganya.


Brayen mengernyitkan keningnya, Begitu juga dengan Seli dan Vani yang merasa Zela menutupi sesuatu dari mereka.


Brayen dan Zela berjalan menuju rumah sakit, diikuti dengan Seli dan Vani dari belakang.


Selama diperjalan menuju ruangan dokter yang mereka tuju, tak hentinya para karyawan yang bekerja di RS Zafano memberi salam kepada anak pemilik RS mereka kerja itu.


Zela dan Brayen masuk kedalam ruangan untuk memeriksa Zela, sedangkan Seli dan Vani menunggu didepan.


" Bagaimana dok dengn istri saya juga janinnya..?? Tanya Brayen khawatir.


" Tidak apa apa Pak ray... Istri bapak hanya kaget saja tadi begitu juga dengan janinya.. beruntung janin dalam kandungannya sangatlah kuat jadi baik baik saja.. Tapi lain kali tolong lebih hati hati ya.. jangan sampe terjatuh lagi.." Jelas Dokter kepada mereka.


Brayen dan Zela bernafas lega mendengar penjelasan dari dokter.


Tapi tiba tiba Brayen dan Zela kaget dengan kedatangan kedua orang tua mereka.


Bahkan Pak Riko maupun Pak Adam meninggalkan pekerjaanya dikantor disaat mereka sedang sibuk sibuknya.


Kedua orang tua mereka langsung masuk, begitu juga dengan Seli dan Vani yang sudah tak sabar ingin tau keadaan sahabatnya itu.


" Sayang..bagaimana ini bisa terjadi..?? Tanya Bunda Wina khawatir.


" Kamu harus hati hati nak.." Sambung Mamah Hana.


" Maaf udah buat Bunda, Mamah, Ayah juga Papah khawatir, tapi Zela nggak papa kok.. cuma kecelakaan kecil.." Jawab Zela.


" Siapa yang sudah menabrak kamu nak..?? Biar Ayah yang urus.." Ucap Pak Riko seketik membuat Zela,Seli maupun Vani merinding mendengarnya.


Vani ingin menjelaskan dan memberitahukan yang sebenarnya, juga siapa yang sudah menabrak Zela, tapi tatapan Zela seperti memberi kode untuk merahasiakan ini,


Zela tidak ingin masalah ini jadi besar, terlebih jika Pak Riko yang turun tangan sudah dipastikan seluruh sekolah akan tau bagaimana hubungan Zela dan Brayen sesungguhnya.


" Ini murni kesalahan Zela yang tidak hati hati yah.." Jawab Zela mencoba beralasan.


" Lain kali kamu hati hati nak.. jaga kandungan kamu.." Sambung Pak Adam membuat Zela kaget dengan ucapan Papahnya.

__ADS_1


Terlebih Seli dan Vani yang juga sama sama kaget, mereka diam dengan mulut ternganga, Zela melirik kedua sahabatnya bergantian.


Tapi tatapan mereka bertiga seperti berbicara..untuk menjelaskan ini semua nanti, terlebih Seli dan Vani sama sama merasa bersalah tidak bisa menjaga Zela, dan itu yang Zela takutkan.


" Dok menantu dan cucu saya tidak apa apa kan..?? Tanya Bunda Wina kepada Dokter. dengan menyebut janin Zela sebagai cucu.


" Tidak papa Nyonya.. Anda sangat beruntung calon cucu anda sangatlah kuat.. sepertinya dia akan menjadi anak yang hebat nantinya.." Jawab Dokter memuji, membuat para orang tua tersenyum senang.


Bunda Wina juga Mamah Hana pulang kerumah masing masing, sedangkan Pak Riko juga Pak Adam kembali ke kantornya.


Kini Brayen, Zela, Seli dan Vani yang sedang berada dimobil.


" Kak.. bukannya sekarang kuliah ya..?? Tanya Zela kepda Brayen.


" Gue mau nemenin loe.." Jawab Brayen singkat.


" Akh.. nggak usah gue biar bareng Seli sama Vani aja.." Jawab Zela seperti menolak keinginan Brayen.


" Mau kemana..?? Tanya Brayen kembali datar.


" Kerumah Mamah Han.." Jawab Vani dari belakang.


" Iya.. kita mau kerumah Mamah Kak.." Sambung Zela.


udah gue tolongin.. loe harus jelasin ke kita zel.. batin vani.


" Oke.. nanti setelah kuliah gue jemput.. ingat jangan nglakuin hal yang membahayakan.." Jelas Brayen dan dijawab Zela dengan anggukan kepal juga senyum manisnya.


" Kiss me..." Ucap Brayen.. Dan bodohnya Zela langsung maju ingin mencium Brayen.


Tapi sebelum itu terjadi, Seli dan Vani yang berada di belakang sudah terbatuk batuk manja untuk mengehentikan aksi mereka.


Sontak saja Zela maupun Brayen tersadar, kalau di dalam mobil bukan hanya ada mereka berdua, tapi juga dua mahluk yang hampir melihat adegan life mereka.


Meskipun hanya ciuman tapi jika didepan mata sudah pasti itu sangat tidak baik untuk Seli dan Vani yang jomblo abadi. wkwk.


Brayen melajukan mobilnya lagi tanpa berkata, bahkan susana menjadi hening,, tak lama ponsel Zela berdering yang ternyata pesan dari Vani lewat chat group mereka.


VANI


uluh..uluh...nggak jadi kiss 😁😁


SELI


mon maap aja ye.. kalau begituan jangan didepan jomblo kayak vani kasian nggak ada babang xeli disisinya 😂😂😂


Zela tersenyum melihat kebelakang.


Vani langsung melotot kearah Seli yang berada disebelahnya.


" Kok jadi gue sih yang dibully..?? Tanya Vani kepada Seli.


" Sstt.... diem.. nggak usah protes.." Jawab Seli mengelus elus puncuk kepala Vani.


Membuat Vani mengerucutkan bibirnya, Sedangkan Brayen menatap mereka bingung.


" Nggak ush gitu deh.. jadi brantakan rambut gue.." Kesal Vani membuat Zela dan Seli terkekeh.


" Dih..yang kesel.. tau deh maunya sama babang Xelo.." Jawab Seli membuat Vani melotot.


" Seli ikh...Dari pada loe Maz Bejo wlek.." Jawab Vani sambi memeletkan lidahnya.


" Yah... kekasih gelapnya malah disebut sebut... kasian tau.." Jawab Seli membuat Vani semakin kesal.


" Udah deh.. biar adil.. Vani sama Kak Xelo dan loe Sel sama Maz Bejo.." Ucap Zela sambil tertawa.


Membuat mereka berdua ber wuu... ria..


Brayen hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah mereka.


Sedangkan disekolah tampak siswi cantik dan centil yang sedang berada diruang guru, ntah apa yang akan terjadi dengan siswi satu ini... Tapi yang jelas perbutannya sangatlah tidak baik dan merugikan orang lain.


Yuhu...kak... author balik lagi.. sorry kak ya jarang up dikarenakan author baru sakit, ditambah lagi anak semakin usil dan aktif jadi baru bisa lanjut ceritanya deh..


Monmaap nih ya kalau episode ini tak sesuai dengan apa yang kalian kira.. hehe sengaja kehamilah Zela hanya orang orang terdekat dulu yang tau.. biar nanti tambah wow dong ya ketika seluruh sekolah juga kampus tau.


ada yang ingin tau tentang cerita cinta zifa dan jova nggak..?? mungkin di next episode akak aku ceritain sedikit kali ya biar nggak bosen zela dan brayen mulu.


Jang lupa Like, Comment dan juga Vote.. 🙏🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2