Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Malu


__ADS_3

Brayen ingin beranjak ketempat tidur tapi langkahnya terhenti karena Zela menarik tangannya, Brayen menoleh menunggingkan kedua alisnya seolah bertanya ada apa.


Zela segera melepaskan tangannya, Dia memberanikan diri untuk bertanya kepada Brayen


" Ka..Kak Ray.." Ucap Zela terbata saking gugupnya.


" Kenapa..?? " Tanya Brayen.


" Emm... apa benar yang tadi Kakak bilang..?? Tanya Zela.


" Yang mana..?? Tanya Brayen santai.


" Itu.. yang tadi..." Jawab Zela.


" Yang tadi yang mana..?? Yang jelas dong kalau ngomong.." Sambung Brayen membuat Zela sedikit kesal.


" Udah akh..nggak jadi.. Gue ngantuk.." Jawab Zela berlalu ketempat tidur.


Brayen yang melihat Zela kesal tersenyum, Dia sebenarnya tau apa yang Zela maksud, Hanya saja Dia sengaja ingin menggoda Zela..


Brayen mendekati Zela diranjang, Dia merebahkan tubuhnya disamping Zela..


" Zel..." Ucap Brayen memeluk tubuh Zela yang membelakanginya.


Tapi tetap tidak ada jawaban, Zela sebenarnya belum tidur tapi Dia masih kesal dengan Brayen, Brayen yang memeluk Zela membuat Zela merasa sedikit geli apa lagi hembusan nafas brayen tepat di tengkuk Zela.. membuatnya semakin tak karuan..


" Kak.. Ray.. jauhan dikit dong.." Ucap Zela akhirnya yang sudah tidak bisa lagi untuk tetap berpura-pura tidur.


" Kenapa..?? Tanya Brayen pelan.


" Gue nggak bisa tidur kalau kayak gini..." Jawab Zela yang memang tidak akan ngantuk kalau posisi Brayen membuatnya merasa kegelian dan kehangatan juga tentunya..


" Loe nggak suka Gue peluk..??? Tanya Brayen sedikit kesal.


" Bukan gitu tapi Gue geli nafas Kakak ter..." Belum selesai Zela berbicara Brayen sudah membalikan tubuh Zela agar menghadapnya..


" Zel....Guee mau lagi..." Ucap Brayen dengan suara seraknya.


" Ma..mau apa maksud Kakak..?? Tanya Zela mulai gusar.


" Kayak tadi malam.." Bisik Brayen sengaja memancing Zela.


*H*ahh...bener kan dugaan Gue.. aduh.. giman nih... hati gue semakin gk karuan, Oke.. tenang zel tenang. Batin Zela menenangkan dirinya.


" Gue udah nggak tahan Zel..." Sambung Brayen meremas b****g Zela, Seketika membuat Zela kaget dengan perlakuan Brayen.


*G*ila.. nie cowok mesum banget, Untung Loe suami Gue, Gue harus gimana ini. Batin Zela bingung.


" Kakkk... bisa nggak kondisikan tangannya..." Jawab Zela mencoba berani.


" Jadi Loe nggak mau ngalayani Suami Loe..?? Jawab Brayen berhenti dengan aktifitasnya lalu sedikit menjauh dari Zela..


" Aduh..bukan gitu, Gue mau kok Kak.." Jawab Zela.


" Terus kenapa..?? Tanya Brayen masih sedikit kesal.


" Gu..Gue nggak tau harus berbuat apa..." Jawab Zela malu.


Brayen tersenyum mendengar penuturan Zela, Dia merasa sangat beruntung wanita yang begitu cantik dan polos ini bisa menjadi istrinya. Yaa meskipun sebenarnya Zela bukan gadis polos tapi setidaknya dia tidak pernah tersentuh oleh laki-laki selain suaminya, Siapa lagi kalau bukan Brayen.


" Loe nggak harus berbuat apa-apa nikmati aja sentuhan Gue..." Jawab Brayen membuat muka Zela begitu merah.


*H*ah..gilaa Gue harus nikmati sentuhannya.. akhhh.....omg... Gue bener-bener nervousee banget ini. Batin Zela semakin tidak karuan.

__ADS_1


Brayen mencium bibir Zela lagi, Tanganya terus menelusuri setiap tubuh Zela yang masih memakai baju tidurnya..


Brayen terus ******* bibir Zela ciuman dan cumbuan Brayen turun keleher, Seperti tadi malam Dia memberi kiss mark dileher Zela cukup banyak padahal bekas yang tadi malam juga masih sangat jelas dan sekarang Dia menambahkan lebih banyak lagi..


Kali ini tangannya mencoba membuka kancing baju Zela, Dan sekarang mereka benar-benar sudah toples hanya selimut yang menutupi tubuh mereka, Remasan tangan Brayen di g***** kembar Zela membuat Zela mendesah nikmat,


Bagian bawah Zela tak luput dari tangan Brayen, Entah kenapa Zela begitu merasa ingin terpuaskan..


" Kak... sekarang.." Ucap Zela disela desahannya.


Brayen yang mendengar itu tersenyum puas, Dia sangat senang karena Zela yang meminta duluan meskipun awalnya Dia yang memumlai.


" Oke..tahann.. sedikit ya, Mungkin ini akan sedikit sakit, Tapi tak sesakit tadi malam, Setelah itu Loe nikmatin aja..." Jelas Brayen sedikit vulgar dan membuat Zela sedikit malu tapi Dia benar-benar sudah ingin merasakannya.


Zela hanya mengangguk tanda mengerti, Tak butuh waktu lama Brayen langsung memasukan punyanya ke punya Zela..


Satu jam lebih mereka melampiaskan hasrat mereka dan akhirnya mereka tertidur masih dengan keadaan tanpa baju hanya selimut yang menutupi tubuh mereka, Mungkin karena terlalu lelah dan mengantuk mereka tak sempat membersihkan diri masing-masing.


Pukul 05:00 brayen terbangun dari tidurnya.. Dia tersenyum melihat Zela masih terlelap.. Satu kata keluar dari mulut Brayen " makasih ",


Brayen yang melihat jam segera membngunkan Zela, Mereka harus berangkat sekolah dan kuliah meskipun hari sabtu Brayen berangkat siang tapi Zela harus berangkat pagi..


" Sayang... Bangun..." Bisik Brayen ditelinga Zela, Zela yang tidurnya terusik memiringkan posisinya membelakangi Brayen.


" Sayang..bangun udah jam 7.." Ucap Brayen sedikit mengeraskan suaranya, Seketika membuat Zela tersentak..


" OMG.. Gue telat.." Jawab Zela langsung duduk diranjangnya, Brayen yang melihat itu hanya ketawa..


" Kenapa ketawa..?? Tanya Zela..


" Nggak papa... " Jawab Brayen dengan senyuman.


*A*ishhhh.. cakep banget sih suami Gue. Batin Zela dengan senyum senyum tanpa sadar.


" Nggak papa.. astaga.. Gue terlambat.." Sambung Zela ingin beranjak pergi tapi Brayen sudah menarik tangannya..


" Nasih jam 6 .." Jawab Brayen enteng, seketika membuat Zela kesal karena sudah dikerjain olehnya.


" Loe..ya.. ngeselin...baaa.. astaga... apa itu..." Ucap Zela menutup mulutnya melihat apa yang ada didada bidang Brayen.


" Kenapa..?? Tanya Brayen bingung.


" I...i..ituu... apa..?? Tunjuk Zela.


Brayen melihat arah telunjuk Zela, Dia juga sama kagetnya dengan Zela..


" Astaga...hebat..." Jawab Brayen malah senang.


" Hahh...hebat..?? Tanya Zela tak percaya.


" Iya.. baru dua kali Kita nglakuin lho.. langsung kayak macan betina.. " Jawab Brayen dengan senyum mengembang.


" Pleaseee stop, Tapi Gue merasa nggak nglakuin itu.." Jawab Zela mulai malu.


" Siapa lagi kalau bukan Loe, Gue kan cuma nidurin Loe.." Jawab Brayen membuat Zela semakin malu dan juga kesal.


" Kak..Ray... cukup..." Sambung Zela langsung lari kekamar mandi karena begitu malu...


Brayen yang melihat Zela malu semakin tertawa, Apa lagi Zela kekamar mandi masih dalam keadaan toples, Pasti Dia akan sangat kaget saat mengetahuinya...


Dia juga sangat senang dikasih tanda kiss mark oleh Zela, Bukan hanya 1 bahkan ada 4 dan salah satunya dileher Brayen, Zela benar-benar langsung belajar darinya..


Zela yang sudah berada dikamar mandi merasa lega karena Dia begitu malu dengan Brayen.

__ADS_1


Seketika Zela menjerit..


" Kyaaaaaaaa....... Gue dari tadi nggak pakai baju..OMG... Gue kenapa bisa lupa gini, Tadi Dia lihat tubuh Gue dong..."" Gumam Zela semakin merasa malu dan nano-nano tentunya


Brayen yang mendengar jeritan Zela semakin ketawa karena Dia tau pasti Zela sudah sadar dengan keadaanya.


Setelah selesai mandi Zela segera keluar tapi seperti biasa Dia melupakan baju gantinya..


" Akhhh siall sepertinya Gue harus malu lagi didepan tuh cowok.." Gumam Zela keluar hanya dengan handuk mininya.


Zela mengendap-endap seperti maling yang akan mencuri dikamarnya..he..he.


" Nggak usah gitu Gue udah liat semuanya.." Ucap Brayen seketika membuat Zela kaget.


" Siapa yang malu.." Jawab Zela berlari kecil kelemarinya.


Sebenarnya Zela sangat malu dengan perkataan Brayen tapi Dia mencoba biasa saja, Zela mulai mengenakan seragam sekolahnya, Brayen menghampirinya masih dalam keadaan tanpa baju.


" Kak...Ray...!!! Teriak Zela yang kaget dengan keberadaan Brayen didekatnya.


" Nggak usah teriak-teriak.." Jawab Brayen.


" Gue mau sekolah..." Jawab Zela menutup matanya.


" Ya kenapa emangnya..?? Tanya Brayen.


" Ya.. Gue sekarang mau sekolah Kak. Nggak bisaa.." Jawab Zela bingung.


" Nggak bisa apanya..??" Tanya Brayen sengaja menggoda.


" Ikh... Loe nyebelin Kak, Udah sana mandi dulu Gue mau siap-siap.." Jelas Zela masih menutup matanya.


" Ha..ha..ha... Le udah kepengen lagi ya..?? Gue cuma mau bilang, Tungguin Gue mandi bentar nanti Gue anter Loe.." Sambung Brayen berlalu kekamar mandi dengan senyum jailnya.


" Hahhhh.. apaan sih Gue.. mikir kejauhan, Duh malu banget kan jadinya.." Gumam Zela malu dengan sendirinya.


Zela masih sibuk menutupi bekas kiss mark dari Brayen karena begitu banyak tanda merahnya. Dia juga tidak menyangka kalau Dia akan melakukan hal seperti itu kepada Brayen, Dia merasa begitu malu setiap melihat bekas tanda merah didada Brayen karna ulahnya.


Sampai Brayen selesai mandi Zela masih sibuk dengan lehernya.


" Kok belum selesai..?? Tanya Brayen.


" Gimana mau selesai kalau banyak gini, Gue udah kayak orang gatal-gatal.." Jawab Zela masih dengn aksinya.


" Bha..ha..ha..ha... tapi enak kan..?? Tanya Brayen jail.


" Tau ikh..." Jawab zela males membahas itu karena Dia juga malu kalau Brayen mengungkit ulahnya juga..


" Cihh... malu..." Ledek Brayen sambil memakai pakainnya.


" Kak.. please... ya stop... jangan ngebully Gue.." Jawab Zela kesal.


" Oke..." Jawab Brayen singkat karena memang Dia tidak tega melihat muka Zela yang sudah merah karena ulahnya.


" Ayoo..kebawah.." Ajak Brayen.


" Lho..Kakak kok pake baju formal gitu..?? Bukannya Kakak mau kuliah ya..?? Tanya Zela melihat Brayen memakai baju yang terlihat formal..


Brayen begitu tampan membuat Zela sedikit khawatir kalau kakak kampus atau teman sekolahnya terutama Vera semakin gencar mendekati suaminya itu..


" Nanti Gue kekantor bentar setelah itu kekampus karena jam kuliah juga siang.." Jawab Brayen.


" Owh...." Jawab Zela singkat lalu mereka menuju kebawah.

__ADS_1


__ADS_2