
Zela seperti mengingat jalanan yang mereka lewati, Tentu saja karena Dia pernah dibawa Brayen keapartemennya yang sekarang juga sudah menjdi apartemen Zela jadi apartemen mereka dong he..he, Sampai diparkiran apartemen Zela sudah tidak sabar untuk menanyakan karena mereka meninggalkan sekolah ketika masih jam pelajaran.
" Kak... kenapa kesini..??? Tanya Zela yang sudah khawatir.
" Kenapa memangnya..?? Tanya Brayen cuek.
" Gue masih ada jam pelajaran..." Jawab Zela ketus.
" Ayooo anterin Gue kesekolah.." Sambung Zela tapi sebelum Dia sampai kemobil Brayen sudah mencegahnya.
" Loe nggak usah balik kesekolah, Sekarang Loe temenin Gue.." Jawab Brayen menyeret tangan Zela masuk kedalam.
" Apa-apaan ini... Kak Ray bisa nggak sih Loe nggak seenaknya sama Gue..?? Bantah Zela yang memang merasa Brayen selalu seenaknya saja.
" Bisa nggak Loe nurut sama suami Loe..?? Tanya Brayen.
Zela diam, Dia tidak melawan lagi toh nggak akan ada habisnya kalau meladeni mahluk yang satu ini pikirnya.
🍃🍃🍃🍃🍃
Disekolah jam masuk sudah berbunyi sedari tadi, Tapi beruntungnya jam pelajaran setelah istirahat kosong, Teman sekelas Zela mengambil kesempatan ini dengan bergosip satu sama lain apa lagi para cewek yang sedari tadi bergosip tentang Vera yang bisa makan bareng dengan Brayen CS,
" Duhh si Zela kemana ya...?? Tanya Vani khawatir.
" Biarin aja lah, Dia kan sama suaminya.." Jelas Seli yang memang tidak mempermasalahkan.
" Tapi nie masih jam pelajaran Sel, Si Zela bener-bener deh, Ehh.. tapi Loe liat nggak kalau tadi kayaknya Kak Brayen marah banget sama tuh anak.." Sambung Vani.
" Dasarr Loe malah liatin Kak Ray.." Jawab Seli.
" Gue nggak maksud gitu tapi tadi gue nggak sengaja liat kayaknya si Zela lagi digarap tuh sama Kak Ray.. he..he.." Sambung Vani cekikikan.
" Emang ya.. otak Loe nggak jauh-jauh sama begituan, Udah akh jangan bahas itu, Nanti juga pasti tuh anak telepon kalau ada apa-apa.." Jawab Seli yang memang merasa tenang toh Zela perginya sama suaminya, Mau mereka ngapain ya terserah, Asal jangan sampai KDRT tentunya.
" Tapi kann..Gue masih penasaran, Zela udah begituan belum ya, Apa sekarang jangan-jangan.." Ucap Vani menutup mulutnya..
" Vann... udah....ikh...ini disekolah..." Jelas Seli.
" Kalau nggak disekolah boleh dong sel..." Sambung Vani yang membuat Seli semakin kesal.
" Vani....!!!! " Teriak Seli sampai semua siswa yang dari tadi asik menggosip melihat kearah mereka, Terlebih Zela pulang saat masih jam pelajaran sekolah tentu saja Zela juga jadi bahan gosip teman sekelasnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Brayen masuk keapartemennya begitu juga dengan Zela, Sampai dikamar Brayen menghempaskan tubuhnya diranjang sedangkan Zela, Dia masih berdiri diambang pintu, Zela bingung harus bagaimana apakah Brayen sedang marah tapi kenapa Dia tak memarahi Zela dari tadi pikirnya.
" Kenapa masih disitu??? Sini.." Ucap Brayen mengagetkan Zela dari lamunanya.
Zela menghampiri Brayen diranjang, Dia duduk ditepi ranjang tapi tidak mengatakan sepatah katapun, blBrayen menarik Zela kepelukannya dan itu jelas membuat Zela kaget tapi Dia juga tidak menolak.
Hampir 20menit masih dengan posisi sama Brayen memeluk Zela sedangkan Zela sedari tadi hanya diam meskipun hatinya terus deg-degan tak karuan, Zela memberanikan diri untuk bertanya kepada Brayen.
" Kak...Ray..." Panggil Zela pelan.
" Hmm..." Jawab Brayen singkat.
" Ki..kita..pulang aja yuk.." Ajak Zela.
__ADS_1
" Kita udah pulang.." Jawab Brayen singkat.
" Maksud Gue kita pulang ke ruman Bunda Ayah.." Jawab Zela.
" Hahh.. Apa tadi Gue bilang kita..? astaga...." Gumam Zela lirih tapi terdengar oleh Brayen dan Brayen yang melihat itu tersenyum jail.
" Zel..." Ucap Brayen.
" I..iya..Kak kenapa..?? " Tanya Zela gugup.
" Gue mau lanjutin yang tadi malam.." Ucap Brayen yang membuat Zela memelototkan matanya.
Brayen langsung mencium bibir Zela, Zela yang di perlakukan secara tiba-tiba oleh Beayen begitu terkejut tapi Dia juga tidak menolak, entah kenapa sekarang Dia selalu ingin di perlakukan seperti itu oleh Brayen.
Brayen terus menciumi bibir sampai turun ke leher, Zela menikmati setiap cumbuan dari Brayen, Dia mendesah nikmat dan hal itu membuat Brayen tersenyum puas.
Brayen meremas kedua gundukan kembar Zela, dan satu persatu kancing seragam Zela terlepas kini sangatlah jelas terlihat oleh Brayen, nafas Zela naik turun seirama dengan gunduk*n kembar Zela yang membuat Brayen semakin bergairah..
Kecupan dan sentuhan penuh nafsu Brayen benar-benar membuat Zela menginginkan lebih dari itu, kini Zela hanya memaki rok SMAnya dan Brayen tentunya sudah tanpa pakaian sedikitpun yang melekat pada tubuhnya.
" Gue mau sekarang..." Bisik Brayen di sela-sela aktifitas mereka.
Zela terkejut, Tapi kemudian mengangguk, Dia begitu malu tapi Dia juga sangat menginginkan Brayen seutuhnya begitu juga dengan Brayen.
Brayen mulai menggesekan punyanya ke punya Zela, Tapi.. tiba-tiba bel apartemen berbunyi. Mereka tak menghiraukan dan terus melanjutkan tapi bel terus berbunyi dan dengan kesal Brayen berdiri.
" Lo pake baju Lo, tolong bukain pintu Gue ke kamar mandi dulu.." Ucap Brayen dengan nada kesal.
Zela hanya mengangguk, Dia begitu malu tapi segera mungkin Dia memakai seragam sekolahnya lagi. Dibukanya pintu apartemen yang ternyata adalah Dimas dan di belakang Dimas ada Seli dan Vani yang ternyata juga ikut.
" Kalian..." Ucap Zela terkejut.
" Kita nggak disuruh masuk?? " Tanya Seli.
" Masuk..." Ucap Zela mempersilahkan mereka masuk.
" Brayen di mana Zel..?? " Tanya Dimas.
" Ow..itu..k..Kak Ray lagi di kamar mandi.." Jawab Zela dengan gugup.
" Owh.." Jawab Dimas yang langsung duduk di sofa ruang tamu.
" Kalian ngpain ke sini..?? Tanya Zela kepada kedua sahabatnya.
" Ya elah.. Zel.. Nggak boleh Kita main ke sini..?? Ni tas Lo.." Sambung Vani sambil menyerahkN tas Zela yang tadi di tinggalkan.
" Owh... Ya nggak papa dong.. Thanks ya.." Jawab Zela yang di anggukin oleh mereka.
" Kita nggak ditawarin minum Zel.. ?? Sambung Vani.
" Emang Lo pada mau minum?? " Tanya Zela kepada kedua sahabatnya.
" Ya iyalah kita kan tamu.." Jawab Vani.
" He..he..canda kali Van.. Bentar ya.. Kak Dimas mau minum apa?? Tawar Zela.
" Gue sama aja Zel sama mereka.." Jawab Dimas.
__ADS_1
Zela mengangguk dan berjalan menuju dapur. Setelah bebrapa menit Zela datang membawa minuman plus cemilannya juga.
" Wuih... Cakep sama kripik kentang juga, Tau aja Loe kesukaan Gue.." Ucap Vani.
" Bayar ya nggak gratis.." Sambung Zela.
" Zel panggilin Ray dong lama banget di kamar mandi.." Sambung Dimas yang menunggu Brayen.
" Owh... Bentar ya Kak..." Jawab Zela dan berlalu meninggalkan mereka.
Sampai di depan kamar mandi Zela segera mengetuk pintu dan memanggil suaminya itu.
Tok..tok..tok..
" Kak.. Kak Ray..?? Teriak Zela.
Tapi tak ada jawaban, Zela memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi. Dia melihat suaminya sedang membilas tubuhnya di bawah shower sambil memejamkan matanya.
" Kak.. Ray..!! " Panggil Zela sedikit berteriak.
Brayen yang mendengar suara Zela menoleh kearah Zela, Lalu tanpa kata Dia menarik Zela dan membawanya ke bawah shower bersama dirinya, Brayen mulai mencium Zela dengan ganas, Zela ingin menolak karena ada teman-temannya yang sedang menunggu mereka, Tapi tentu saja kalah tenaga dengan Brayen.
" Mmhhh kkkkakk.. Kak Ray.. Mereka nungguin Kita.." Ucap Zela di sela-sela ciuman panas mereka.
" Biarin.." Jawab Brayen singkat.
Brayen terus mencium dan meraba apa yang ada dalam tubuh Zela, Zela kembali bergairah sampai melupakan teman-temannya yang sedang menunggu.
" Gue mau sekarang.." Bisik Brayen di telinga Zela terdengr sangat sexy dan itu membuat Zela tidak bisa menolak.. Brayen jadi berfikir mungkin memang ini saatnya dan tidak akan menunda lagi, Persetan dengan teman-teman mereka yang sedang menunggu, Salah mereka datang tidak bilang terlebih dahulu..
Brayen menggendong Zela ke kamar mereka masih dalam keadaan basah. Dan hal itu membut Zela terlihat sangat sexy dan cantik menurutnya, Dia memposisikan Zela, Meskipun awalnya sangat sulit tapi akhirnya dia benar-benar bisa mendapatkan Zela seutuhnya begitu juga dengan Zela yang sudah memberikan haknya kepada suaminya..
Cairan darah segar mengalir dari sela-sela pangkal paha Zela, bebarengan dengan punya Brayen yang sudah masuk ke dalam sangkarnya.. he..he..
Mereka melakukan itu kurang lebih 1 jam, dan hal itu membuat Dimas, Seli dan juga Vani dengan sembrono menyusul Zela yang sedari tadi tidak juga muncul, Saat mereka didepan pintu kamar mereka mendengar suara desahan. Dimas hanya terkikik sedangkan Seli dan juga Vani begitubshok, Mereka memilih untuk menjauh dan kembali keruang tamu.
" Hah.. gila Sel.. Gue barusan nggak salah denger kan..?? Tanya Vani masih dengan keterkjutannya.
" Itu beneran suara Zela bukan ya..?? Sambung Seli dengan bodohnya.
" Eh.. kalian, Udah nggak usah dipikirin, Anggap aja kalian nggak denger apa-apa oke.." Sambung Dimas yang melihat kedua sahabat Zela begitu terkejut.
" Tapi nggak bisa Kak, Suaranya masih terngiang-ngiang di otak Gue.." Jawab Vani jujur.
" Ha..ha..ha.. Dasarr anak kecil.." Sambung Dimas.
" Kak...Dimas...!!!!! " Teriak Seli dan Vani kesal.
Tak lama Brayen datang tapi tanpa Zela, dan hal itu membuat Seli dan juga Vani seperti salah tingkah.
" Fuh... Mati kita, kabur aja yuk.." Ajak Vani lirih kepada Seli.
" Tenang Van tenang, Bener kata kak Dimas,
kita anggap aja nggak pernah denger apa-apa.." Sambung Seli lirih.
" Woy.. Udah selesai Bro..?? Tanya Dimas yang di balas Brayen dengan memelototkan matanya.
__ADS_1
Dimas hanya tersenyum, Dia tau kalau tadi Dia dan teman-teman Zela datang disaat waktu yang tidak tepat, Bisa dilihat dari wajah Brayen yang dingin dan kesal tapi sepertinya Dia juga puas dengan pergulatannya setelah menunggu dan terus tertunda.