Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Pembalasan Zela


__ADS_3

Dimas dan Xelo juga anak-anak sudah bersiap-siap sedangkan Brayen masih anteng dikursinya sambil memainkan ponselnya. Vera sedari tadi masih setia menemani Brayen padahal teman-temannya sudah beranjak pergi dari tadi untuk melihat acara.


" Ray.. ayo..." Ajak dimas pada Brayen untuk menuju depan.


" Oke.." Jawab Brayen singkat lalu berdiri untuk menuju depan.


" Kak Ray.. Gue ikut ya..." Sambung Vera dengan menampakan senyum semanis mungkin.


" Oke terserah Loe aja.." Jawab Brayen.


" Hati-hati Ray nanti istri Loe liat, Malamnya galau deh karena nggak dikasih jatah.." Bisik Dimas cekikikan yang membuat muka Brayen memerah.


*B*ener juga kata Dimas, Tuh cewek jealuose nggak ya lat Gue sama nih bocah. batin Brayen.


Vera tersenyum puas, Dia yakin kalau nanti semua cewek akan merasa iri melihat Dia bisa dekat dengan Brayen, Padahal Dia sendiri yang tidak tahu malu untuk membuntuti Brayen.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Zela, Seli dan Vani sudah berada didepan panggung, Mereka duduk dipinggir, Banyak cowok kampus yang menyukai mereka terutama zela tapi mereka selalu cuek dan tidak menanggapi,


" Eh...Zel.. Loe nggak nemuin Kak Ray..??? Tanya Seli dengan sedikit berbisik tapi karena musik yang keras jadi tidak ada yang mendengar.


" Nggak lah buat apa coba.." Jawab Zela cuek.


" Yeeeee nie anak, Hati-hati lho banyak banget pelakor yang mau deket sama suami Loe..". Sambung Seli lagi.


" Kalau ada yang berani deketin Kak Ray Gue kasih bogem entar..ha..ha.." Jawab Zela geli sendiri dengan omongannya.


" Dih..dibilangin malah bercanda.." Jawab Seli.


" Kalian ngomongin apa sih..?? " Tanya Vani yang memang dari tadi fokus kedepan melihat kakak kelasnya menunjukan aksi bandnya.


" Kita lagi ngomongin Loe yang telmi.." Jawab Seli.


" Sialan Loe... eh.. tadi kakak MCnya namanya siapa..?? Kalian ingat nggak..?? Kok Gue nggak pernah liat ya...?? Nerocos vani.


" Nggk tau Gue malah nggak denger.." Jawab Zela dengan ketawa.


" Loe Sel..?? Tanya Vani lagi.


" Emmmmm...kalau nggak salah tadi Dia bilang namanya.... Bejo..ya Bejo.." Jawab Seli ngakak.


" Ikh... Gue serius Seli, Masa orangnya cakep gitu namanya bulul bingit, Kaya obat masuk angin dong.." Cletuk Vani membuat Zela dan Seli ketawa..


Tak lama Brayen dan teman-temannya yang diikuti Vera sampai di acara, Semua cewek jadi tambah semangat dengan kedatangan brayen, Ada yang bisik-bisik melihat Vera yang barengan dengan Brayen CS, Ada juga yang merasa iri.


Termasuk Zifa yang melihat itu seperti tak percaya, Dia tahu banget kalau Brayen itu sangatlah cuek, kalau tidak ceweknya yang dengan tidak tahu malu ngikutin Brayen, Karena nggak mungkin brayen yang mengajaknya, Apa lagi Dia sekarang sudah mempunyai Zela yang jauh lebih cantik dari cewek yang berada didekat Brayen sekarang,


**Si*apa tuh cewek, Berani banget, Nggak tau malu. Batin Zifa kesal*.


Brayen sudah melihat keberadaan Zela dan teman-temannya, Dia ingin menghampiri istrinya itu tapi Dia tidak mau nanti akan menimbulkan masalah untuk Zela juga dirinya tentunya.


Meskipun Brayen tak ambil pusing kalaupun teman kampusnya juga teman sekolah Zela tau tentang pernikahan mereka, Hanya saja Dia tahu kalau Zela tidak mau itu sampai terjadi sampai tiba waktu yang tepat nantinya,

__ADS_1


Dia mencoba menghubungi Zela lewat pesan WA.


Ponsel Zela tiba-tiba bergetar, Zela yang menyadari langsung mengambil ponselnya dari dalam saku, Jika saja Dia taruh ditas mungkin Dia tidak akan sadar kalau Brayen menghubunginya.


L**oe udah pulang**..??


Isi pesan pertama Brayen.


Terlihat Zela bingung untuk membalasnya, Brayen bisa melihat itu dari jarak yang tidak begitu jauh..


G**ue nanti pulang telat..


Isi pesan kedua Brayen.


G**ue belum pulang kok, Sorry Gue lupa kasih tau Loe..


Balas Zela.


D**imana??


Tanya Brayen.


L**agi liat acara dikampus, Loe dimana? dikantor apa disini..??


Balas Zela lagi


Tapi Brayen tak lagi membalas, Zela begitu kesal dengan sikap Brayen, Apa lagi kalau Zela sampai melihat Brayen yang sekarang dibuntuti oleh Vera, Waah..perang dingin nih..


Tiba-tiba Vani seperti melihat si bakwan tapi dengan cowok yang begitu tampan menurutnya, Dia tidak begitu ingat kalau itu Brayen karena tidak mungkin kan seorang Brayen deket sama cewek apa lagi ceweknya model si bakwan.


" Eh... Gaes..liat tuh.. Vera ma siapa ya..?? Cakep banget tuh cowok.." Ucap Vani kepada Zela dan Seli. Mereka melihat kearah pandangan Vani, Dan.. Zela maupun Seli begitu kaget karna Vera bisa bareng dengan Brayen.


" Hahhh..?? Gue nggak salah liat kan..?? Ucap Seli.


" Nggak kok.. itu emang Brayen sama Vera.." Jawab Zela mulai kesal memanggil nama suaminya tanpa embel embel kak..


" Hahh..?? itu Kak Ray..?? OMG..baby...kenapa bisa..?? Wah.. parah emang si bakwan.." Sambung Vani yang ingat kalau itu emang benar-benar brayen cowok tampan yang sekrang menjadi suami sahabatnya.


" Cewek kayak Vera emang nggak punya malu banget.." Sambung Seli mencoba agar Zela tak terbakar cemburu.


" Tapi kalau cowoknya mau ya sama aja kali sel, Udah nyante aja Gue nggak papa kok.." Jawab Zela yang sebenarnya emang hatinya udah nggak karuan pengen mukul Vera pakai sepatu, Brayen juga yag sudah punya istri mau saja sama cewek model Vera..


" Loe beneran nggak papa Zel..?? Apa Kita labrak aja tuh sih bakwan, Ganjen banget sumpah.." Sambung Vani yang memang merasa kesal dengan Vera.


" Udah..nggak papa lagian gue biasa aja kok.." Jawab Zela mencoba tenang.


" Nggak mungkin Loe biasa aja, Kak Ray kan suami Loe Zel, Meskipun mungkim diantara kalian belum ada cinta tapi Loe nggak boleh ngebiarin Suami Loe kayak gitu.." Jelas Seli.


*H*ahh...apa cinta...?? Apa Gue udah mulai suka ya sama tuh cowok?? Kenapa juga hati Gue bisa dongkol gini akhh..sialan, Batin Zela kesal.


" Gue rasa..Loe udah mulai cinta sama Kak Ray Zel, buktinya Loe udah...." Ucap vani yang lagi-lagi menggantung karena Seli langsung menyikunya.


" Udah kenapa Van..?? Tanya Zela penasaran dengan omongan Vani.

__ADS_1


" Maksud Vani Loe udah tidur bareng Kak Ray kan, Biarpun belum melakukan.." Sambung Seli.


" Owh..!! Liat aja ya entar, Gue punya kejutan buat tuh cowok sama si bakwan.." Sambung Zela.


" Hah..?? kejutan apa.. Zel..?? Jangan aneh-aneh deh.." Tanya Seli.


" Udah entar kalian liat aja.." Jawab Zela.


Brayen yang melihat kearah Zela seperti tahu situasinya karena sedari tadi Zela terus menatap kearahnya juga Vera, Tak lama Dimas dan kawan-kawan yang disana juga ada Xelo sebagai vokalis akan menunjukan bakat mereka untuk memanjakan semua yang sudah hadir disana.


" Selamat sore..Gaes... " Sapa Xelo kepada teman-temannya yang menonton.


" Sore..Kak Xelo..Kak Dimas... " Teriakan para cewek-cewek..


" Kali ini Kita akan membawakan lagu ciptaaan temen Kita Dimas, Lagu ini Gue persembahkan special buat pujaan hati gue.. yang ada disana..." Tunjuk Xelo dan seketika pandangan mereka mengarah ke Zela, Zela yang dipandang oleh mereka merasa tak nyaman tapi ini kesempatan untuk membalas perbuatan Brayen.


" Kak Xelo semangat...!!!!! Teriak Zela yang membuat semua orang melongo termasuk Seli dan Vani mereka tidak mengira Zela akan berbuat sperti itu karena setahu mereka Zela tidak pernah membalas apa yang sudah Xelo lakukan untuknya, para cewek-cewek histeris..


" Duuh... so sweet... banget ya mereka.." Ucap salah satu cewek.


" Iya.. Gue mau dinyanyiin juga kayak si Zela.." Jawab salah satu cewek yang lainnya.


" Coba kalau Kak Brayen yang nyanyi pasti gempar nih seisi kampus sama anak-anak SMA " Sambung yang lainya..


" iya..iya..iya.. bener bgt.." jawab mereka.


Dimas yang menyadari muka Brayen begitu marah hanya terkekeh geli, Sedangkan Brayen sudah begitu marah dengan Zela yang dengan terang terangan memberi semangat untuk Xelo, Padahal Dia juga berada disana.


*Awasss ya Loe gadis kecil, Batin Brayen ingin memberi hukuman untuk Zela.


"*" Gila.. Loe ya Zel.." Ucap Seli masih tak percaya dengan apa yang Zela lakukan.


" Kenapa emang..?? Tanya Zela merasa puas melihat muka Brayen yang sudah menahan amarah.


" Pasti anak-anak ngira Loe udah pacaran sama Kak Xelo.." Jawab Seli.


" Iya.. Zel.. Loe nggak takut sama suami Loe.. lagian mereka kan temenan Zel.." Sambung Vani.


" Biarin, Lagian salah Kak Brayen juga udah buat Gue cemburu.." Ucap Zela yang keceplosan mengatakan cemburu.


" Hah..jadi Loe cemburu kan sama Kak Brayen..?? Tanya Seli menggoda.


" Ikh.. apaan sih.. maksud Gue tuh.. ya siapa sih yang nggak sebel liat suami sendiri sama cewek lain.." Ucap Zela membela dirinya.


" Cie.... Azela..ngaku cemburu nih yee, Berarti Loe udah cinta sama Kak Ray Zel.." Sambung Vani


" Bener tuh kata sih Vani, Loe emang kayaknya udah cinta deh Zel sama suami Loe.." Tambah Seli.


" Ikh.. kalian apa sih.. udah akh... jangan bahas itu, Mending Kita dengerin suara Kak Xelo yang merdu.." Ucap Zela mencoba mengalihkan perhatian kedua sahabatnya.


" Cieeee..Zela malu..ciee..." Ledek Vani yang terus menggoda Zela.


" Vani.. stop deh.." Ucap Zela sedikit kesal.

__ADS_1


Seli dan Vani tertawa melihat Zela yang salah tingkah dan malu.


Dimas, Xelo dan kawan-kawan sudah selesai, Mereka sudah turun dari panggung, Tak lama mereka menghampiri zela dan teman-temannya begitu juga dengan Brayen, dan Vera masih setia membuntuti Brayen.


__ADS_2