
Masih dengan suasana tegang di acara resepsi pernikahan Seli dan Dimas, tetapi hanya untuk seorang Vani yang sekarang sedang menatap lekat seorang Xelo dengan ketakutan yang teramat, Vani takut Xelo akan memarahinya, atau lebih parahnya Xelo akan membatalkan rencana pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari lagi.
Fyuh...
Dengan pelan dan dalam, Vani menghela nafasnya, dia kembali menatap Xelo yang masih menatapnya dengan tatapan susah di artikan.
" Ma..." Ucap Vani terpotong karena Xelo sudah lebih dulu menghentikan ucapannya dengan jari telunjuknya yang di tempelkan di bibir manis Vani.
Jelas apa yang Xelo lakukan semakin membuat Vani gugup dan takut, bahkan di saat tegang seperti ini rasanya lubang di pant*tnya seperti akan mengeluarkan gas kadaluarsanya.
Kampret banget memang dah kentut si Van Van, nggak tahu banget apa kalau lagi tegang seperti sekarang ini suasananya.
Tadinya Vani ingin meminta maaf kepada Xelo, ntah untuk tujuan apa meminta maaf, tetapi hatinya memang seakan berbisik untuk menyuruhnya.
" Ikut aku." Ajak Xelo tiba-tiba kepada Vani.
Tangan Xelo menarik tangan Vani dengan lembut untuk mengikutinya pergi dari tempat mereka sekarang berada.
Karena masih takut, Vani menurut saja dengan ajakan Xelo yang ntah akan membawanya pergi kemana.
Kak Xelo mau ngapain ya? apa gue mau di dorong dari ketinggian? Batin Vani bermonolog.
Sumpah otak Vani sekarang pendek banget sampai berpikir tentang Xelo yang bukan-bukan.
Sampai akhirnya Xelo menghentikan langkahnya, dia kembali menoleh ke arah Vani yang sedang terbengong dengan tempat yang begitu mengesankan dan membuat kenangan indah dalam hidupnya.
" Acara resepsi pernikahan akan kita adakan di sini." Ucap Xelo membuat Vani terkejut dan semakin bengong setelah mendengar apa yang Xelo katakan.
Menyadari Vani yang bingung dan terkejut dengan ucapannya, membuat Xelo tersenyum miring, lalu mengacak rambut Vani pelan.
" Kenapa bengong Beb?." Tanya Xelo sengaja kepada Vani.
" Tidak." Jawab Vani seraya menggeleng, tetapi dia masih merasa bingung.
Apa Kak Xelo tidak marah denganku? Batin Vani masih bertanya-tanya.
" Udah ngebayangin kita duduk di kursi pelaminan ya?." Ledek Xelo membuat Vani langsung menggeleng.
" Terus?." Tanya Xelo lagi kepada Vani.
__ADS_1
" Apa kamu nggak marah Beb sama aku?." Tanya Vani ragu kepada Xelo.
" Marah?." Tanya Xelo yang di angguki oleh Vani cepat.
" Untuk apa aku marah?." Tanya Xelo lagi membuat Vani mengigit bibirnya bingung untuk menjawab.
" Oh... Yang tadi maksud kamu Beb?." Tanya Xelo yang kembali di jawab Vani dengan menganggukan kepalanya.
Xelo semakin mendekat ke arah Vani, menatap Vani dengan lekat, lalu tersenyum tampan seraya menarik hidung Vani dengan gemas.
" Mana mungkin aku marah, aku tahu kamu sudah ingin bercinta Beb." Jawab Xelo sedikit vulgar yang sukses membuat Vani melotot dan langsung memukul pelan dada bidang Xelo.
Tetapi dengan cepat Xelo menangkis pukulan tangan Vani yang tidak seberapa itu, Xelo malah sengaja membawa Vani di pelukannya.
Mereka sama-sama tersenyum bahagia dengan keadaan masih berpelukan.
Xelo membawa Vani ke atap gedung Hotel Zafano. Dimana dia dulu menyatakan cinta kepada Vani, dan menjadi saksi kisah cinta di antara mereka.
Atap gedung Hotel Zafano yang unik dan indah itu akan menjadi saksi untuk yang kedua kalinya, atas janji suci cinta Xelo dan Vani.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Malam semakin larut, pesta pernikahan Seli dan Dimas telah usai, kedua pasangan suami istri yang masih baru itu sama-sama sepakat untuk melangsungkan pesta pernikahan mereka hanya di laksanakan 1 hari selesai. Keduanya tidak suka hal yang ribet dengan melangsungkan pernikahan sampai berhari-hari. Orang kaya mah bebas
Rencananya ketiga pasangan sahabat itu akan melangsungkan bulan madu bersama, dengan pasangan Zela dan Brayen yang juga akan membawa si kecil Arshaka.
Seli baru selesai mandi, dia duduk di pinggir ranjang kamar hotel, lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di ranjang.
Saat dia membuka isi chat nya, Seli langsung tertawa karena banyak sekali pesan dari Vani yang menanyakan tentang dirinya dan Dimas sudah melakukan malam pertama atau belum.
Sedangkan Zela yang sudah lebih dulu berpengalaman dari mereka hanya menyuruh Seli agar tidak gugup dan menikmati apa yang akan Dimas lakukan, jika Seli sudah merasa nyaman pastinya Zela juga menyuruh Seli agar ikut aktif memberi rangs*ngan pada Dimas.
" Hahahaha... *They are c*razy." Gumam Seli seraya meletakan handuk yang baru saja di pakainya.
Tidak lama datanglah Dimas yang baru saja selesai mandi juga. Tadi Seli dan Dimas memang melakukan mandi bersamaz tetapi di antara mereka tidak melakukan apa-apa, jelas karena mereka sama-sama merasa lelah seharian penuh menemui tamu dan melakukan berbagai acara di pernikahannya.
" Night Ami." Sapa Dimas tersenyum tampan ke arah Seli.
" Udah mandinya Bi?." Tanya Seli seraya tersenyum ke arah Dimas.
__ADS_1
" Udah dong, kan mau olahraga malam jadi Abi cepetin mandinya." Jawab Dimas sengaja menggoda Seli.
Bahkan tidak ada kecanggungan sama sekali di antara mereka. Seperti bukan pasangan suami istri baru saja.
Dimas mendekati Seli yang tiba-tiba berdiri di depannya, lalu memeluk Seli seraya mencium keningnya.
" Capek nggak?." Tanya Dimas lembut kepada Seli.
Seli mengangguk tanpa menjawab, tetapi dia terus menampilkan senyum manisnya.
" Langsung tidur aja ya kalau capek, Abi coblos besok pagi." Bisik Dimas membuat Seli tiba-tiba merinding mendengar kata-kata Dimas barusan.
Tidak terlalu vulgar memang, tetapi jika pengantin baru yang mengatakan apapun itu terdengar seperti maghnet yang akan membuat kita meremang.
" Ayo Bi tidur." Jawab Seli mengajak Dimas untuk segera tidur dengannya.
Dimas mengangguk seraya tersenyum tampan ke arah Seli.
Sabar Jon besok pagi kamu boleh celup-celup Batin Dimas bermonolog sendiri.
Jujur saja Dimas sudah menginginkan untuk melakukan apa yang menjadi kewajiban pasangan suami istri, tetapi karena terlalu lelah, Dimas takut jika nanti tidak bisa melakukan dengan lama, padahal baru malam pertama mereka. Kan tidak lucu jika Seli sampai bercerita dengan Zela dan Vani tentang malam pertamanya, dan mengatakan jika Dimas baru melakukan pertama kalinya saja sudah loyo, Dimas ingin memberikan kenangan terindah untuk Seli di malam pertama mereka.
Dimas ingin membuat Seli tidak bisa melupakan malam panjang di antara mereka nanti.
" Bi." Panggil Seli membuat Dimas menatap Seli lekat seraya tersenyum.
" Apa Ami sayang?." Jawab Dimas dengan penuh kasing sayang kepada Seli.
Meskipun terdengar sedikit lebay memang, tapi biarkan saja namanya juga pengantin baru yang sedang bertahan untuk melakukannya besok pagi.
" Emm... Besok, pelan-pelan ya." Pinta Seli sedikit ragu kepada Dimas.
" Pasti Mi." Jawab Dimas seraya membelai pipi Seli, lalu kembali mengecup kening Seli dengan lembut.
Damn it, gue malah semakin kebayang terus kalau begini Batin Dimas susah payah menahan sampai besok pagi.
Sabar Dim, kamu tinggal tidur waktu akan teras cepat.
" Kenapa terus menciumku di kening Bi? Di sini tidak mau?." Tanya Seli kepada Dimas seraya menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.
__ADS_1
Dan glek
Apa yang baru saja Seli katakan semakin membuat Dimas dilema untuk menahan hasrat terpendamnya sampai besok pagi, tidak tahu sekali Seli jika sedari tadi susah payah Dimas menahan agar tidak mencium bibirnya, jelas jika Dimas sudah mencium bibir Seli rasanya tidak akan mungkin bisa sampai menunggu besok pagi untuk melakukannya.