Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Kesal


__ADS_3

Zela dan kedua sahabatnya memutuskan untuk melihat siapa yang datang ke sekolah. Mereka keluar dari kantin untuk menuju di mana suara keributan itu berasal.


Baru berapa langkah dari pintu keluar kantin. Mereka sudah di kagetkan dengan ketiga cowok tampan yang sangat tidak asik bagi mereka.


Fix, penyebab keributan itu ialah Brayen dan kedua sahabatnya, Zela, Seli, dan Vani memandang ketiga cowok tampan itu yang terus berjalan menuju ke arah mereka tanpa perduli gadis-gadis yang terus meneriakinya.


" Ngapain ke sini?." Tanya Zela kepada Brayen yang sudah berada di depannya.


" Mau lihat istriku." Jawab Brayen membuat Zela menghela nafasnya, sepertinya Zela harus bersabar karena sikap Brayen akan sedikit kembali ke semula.


" Maksud aku ngapain sampai ke sini? Tuh lihat, Kak Ray bikin gaduh lagi kan?." Tanya Zela melihat siswi-siswi masih mengikutinya.


Brayen melirik ke arah teman-teman sekolah Zela, dia hanya tersenyum sekilas.


" Di kampus lebih parah Zel." Jelas Dimas membuat Zela menautkan alisnya sembari menatap Dimas bingung.


" Tunggu maksud Kak Dim gimana sih?." Tanya Vani yang mulai penasaran.


" Ikut kita." Ajak Brayen sembari menarik tangan Zela, begitu juga dengan Dimas yang menarik tangan Seli, dan Xelo menarik tangan Vani.


Brayen, Dimas, dan Xelo membawa Zela dan kedua sahabatnya ke dalam perpus depan. Bahkan mereka tidak menghiraukan bell masuk yang sebentar lagi akan berbunyi.


" Ini ada apa sih sebenarnya?." Tanya Seli kepada Dimas.


" Ray malas ngampus karena terus di kerubunin cewek-cewek." Jelas Dimas membuat Zela, Seli dan Vani saling pandang bingung.


" Hah? Kok bisa?." Tanya Seli lagi kepada Dimas.


" Bisa lah, Kakak kelas kalian masuk ke kampus kita semua, di tambah SMA-SMA yang lain, Gue heran Brayen yang udah punya anak masih aja di kejar." Jelas Xelo membuat Zela menatap Brayen yang sedang duduk santai sembari melihat foto-foto Arsha di ponselnya. Lalu Zela menghampiri Brayen


" Apa bener itu Kak?." Tanya Zela yang hanya di jawab Brayen dengan anggukan kepala.


" Jadi Kak Ray mau bolos kuliah?." Tanya Zela yang kembali di jawab Brayen dengan menganggukan kepalanya.


Hufh...


" Oke kita kembali sekolah." Ajak Zela kepada kedua sahabatnya.

__ADS_1


Brayen menatap Zela yang sudah akan pergi, begitu juga Seli dan Vani yang menatap Zela tidak percaya, bagaimana bisa Zela tidak mengatakan apapun, sedangkan suaminya kini menjadi kejaran banyak wanita.


" Zel, Lo serius?." Tanya Seli yang di angguki oleh Zela.


" Gue serius, ini hari pertama Gue masuk sekolah lagi, Gue mau nikmati." Jelas Zela membuat Seli terbengong.


" Kenapa?." Tanya Zela melihat muka Seli yang seakan tidak percaya dengan apa yang Zela katakan.


Seli menggeleng, dia juga tidak tau harus menjawab apa, karena memang mau bagaimanapun gadis-gadis itu tetap saja akan mengidolakan Brayen.


" Kamu nggak nemenin aku yang?." Tanya Brayen kepada Zela.


" Kalau aku bolos, mending aku di rumah ngurus Arsha Kak, lagian salah siapa punya wajah yang menarik perhatian orang banyak." Jelas Zela yang sebenarnya kesal dengan keadaan sekarang ini.


Ntah harus bagaimana lagi agar gadis-gadis itu tidak lagi bersikap berlebihan dengan suaminya, harusnya mereka bisa mengerti jika Brayen sekarang sudah menikah dan mempunyai anak.


" Dasar genit." Ucap Zela kesal, lalu pergi dari perpus depan yang berada di taman itu.


Seli dan Vani saling pandang bingung, lalu mereka pamit untuk mengejar Zela.


Brayen tau jika Zela sedang cemburu, hanya saja Zela berusaha untuk tidak memperlihatkan kepada teman-temannya.


" Dulu Gue suka iri ama wajah ganteng Lo Bro, tapi sekarang nggak lagi." Ucap Xelo kepada Brayen sembari terkekeh.


" Aneh." Gumam Dimas kepada Xelo.


" Sialan Lo, Gue punya alasan kenapa sekarang Gue bersyukur dengan wajah Gue." Jawab Xelo.


" Mau tau nggak kenapa?." Tanya Xelo lagi kepada Dimas, sedangkan Brayen tidak begitu memperdulikan apa yang sedang di bicarakan oleh kedua sahabatnya.


Dia hanya sedang mencari cara agar gadis-gadis itu tidak lagi terus mengamati atau bahkan terus mengejarnya kemanapun Brayen pergi.


Terbesit pada benak Brayen untuk kembali ke kampusnya di New York dulu.


" Karena hubungan Gue sama Vani jadi adem-adem aja tanpa bara api yang membara." Jelas Xelo terdengar begitu lebay.


" Itu sih memang nasib Lo, kan nggak ada yang demen selain si Vanvan." Jelas Dimas sembari terkekeh.

__ADS_1


" Sialan Lo, Gue ganteng gini." Jelas Xelo sembari menyisir rambutnya dengan jari tangannya.


" Tapi kegantengan Lo di bawah Gue." Ledek Dimas lagi yang kali ini membuat Xelo memukul lengannya.


" Ray... Sudah lah, nanti juga Zela ngerti." Jelas Dimas kepada Brayen yang masih dalam pikirannya.


" Gue yang seharusnya ngertiin dia, Gue nggak tau kenapa banyak sekali gadis-gadis gila sekarang." Jelas Brayen kesal lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


" Woy... Tunggu Ray!!." Teriak Xelo.


Dimas dan Xelo mencoba mengejar Brayen yang sudah keluar dan masuk ke dalam kampus.


" Nggak gampang emang punya wajah tampan." Ucap Xelo membuat Dimas meliriknya horor.


" Tapi kalau wajah standar kayak Lo gampang banget Man." Jawab Dimas membuat Xelo mengejar Dimas yang sudah lebih dulu lari setelah meledeknya.


Kini Zela sudah berada di kelasnya. Dia sedang mengatur nafasnya, tidak lama datanglah Seli dan Vani yang menghampirinya.


" Zel Lo nggak papa kan?." Tanya Seli khawatir kepada sahabatnya itu.


" Gue nggak papa kok, cuma Gue nggak habis fikir aja sama gadis-gadis yang masih aja mencoba ngejar Kak Ray." Jelas Zela kepada kedua sahabatnya.


" Mereka emang keterlaluan banget." Jawab Seli.


" Nggak pada punya otak dan malu, pengen Gue sleding mereka." Jelas Vani dengan semangat menggebu-gebu.


" Sebenarnya Gue nggak papa kalau mereka masih mengidolakan Kak Ray, cuma Gue nggak suka aja kalau sampai kemana-mana ngikutin Kak Ray, biar gimanapun juga kan Kak Ray sekarang punya istri, apa lagi juga kita punya anak." Jelas Zela kepada kedua sahabatnya.


Slei dan Vani mengangguk, memang benar tidak seharusnya fans-fans Brayen sampai mengikutinya, menurut mereka Brayen seperti Oppa korea, yang selalu di ikuti oleh fans fanatiknya.


Ting


Bunyi pesan singkat dari Dimas yang menyuruh Seli untuk melihat berita di akun sosmednya.


Setelah membuka salah satu akun sosmednya, Seli cukup terkejut dengan berita yang baru saja beredar, ini baru saja dan masih begitu hangat, dengan segera dia juga memberitahukan kepada Zela dan Vani untuk melihatnya.


" Astaga... Zel." Ucap Vani terkejut sembari menutup mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2