
Zela dan Brayen kini sudah berada di mobil untuk menuju ke Sekolah juga kampus, setelah tadi sarapan dengan penuh kecanggungan karena Bunda Wina terus tersenyum dengan mereka.
Brayen memanglah cuek, dia tidaklah mempermasalahkan, tapi berbeda dengan Zela yang sudah tak bisa menaruh mukanya lagi.
Oke jika Dimas yang ngegep mereka mungkin Zela tidaklah mati kutu seperti sekarang ini, tapi karena Bunda Wina... Dan ini tentu sangat membuat Zela tak bisa lagi untuk bersikap wajar seperti biasanya.
Meskipun Zela dan Brayen adalah suami istri, tapi tentu hal seperti itu sangatlah memalukan jika yang melihat adalah martuanya sendiri, berbeda jika teman teman mereka.
" Jangn dipikirin..." Ucap Brayen tau akan Zela saat ini.
Zela menoleh ke arah Brayen dengan jengah, bagaimana mungkin dia bisa berkata seperti itu.
" Kita suami istri.." Sambung Brayen lagi mencoba menenangkan Zela.
" Tapi Bunda yang..." Ucapan Zela terpotong karena Brayen.
" Yang lihat.. dan kita beruntung jika Bunda yang ngegep kita bukan Ayah.. jika Ayah mungkin loe bakal pingsan.." Jelas Brayen sambil tersenyum sekilas.
Zela melotot ke arah Brayen, tapi kemudian dia berfikir, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Suaminya, jika Ayah Riko yang melihat sudah dipastikan saat ini Zela tidak berani untuk bertatap muka atau bahkan bertemu dengan Ayah martuanya itu.
Zela menghembuskan nafas kasarnya, dia sedikit merasa lega karena penuturan Brayen tadi.
" Hmmmmm...." Lenguhan Zela seketika, Brayen menoleh ke arah Zela dengan senyumnya, tapi tidak berkata apa apa dia kembali fokus dengan setirnya.
Setelah kurang lebih 30 menitan mereka sampai di depan gerbang sekolah, Brayen menghentikan mobilnya, dia menghadap ke arah Zela.
" Kak Gue masuk dulu ya..." Pamit Zela kepada Brayen setelah sebelumnya mencium tangan Brayen.
" Kiss me..." Ucap Brayen seperti nada memerintah.
Zela terdiam sejenak, mengingat kejadian tadi pagi, tapi kemudian dia melakukan apa yang diperintahkan oleh Brayen.
Cup...
Zela mencium bibir Brayen sekilas,
" Ingat... Jangan nakal apa lagi sama anak baru itu.. Jangan deket deket..." Jelas Brayen yang kembali terdengar seperti perintah.
" Nggak akan Kak ray sayang..." Jawab Zela manja, dan dijawab Brayen dengan mengacak rambutnya pelan dengan senyum tampannya.
Zela segera keluar dari mobil Brayen, dia jadi senyum senyum sendiri mengingat perkataannya barusan memanggil Brayen dengan sebutan " Sayang "...
Brayen membelokan mobilnya untuk menuju parkiran kampus dengan senyum yang terus mengembang.
Zela berjalan santai melewati lorong kelas, tak lama datanglah Bintang yang menghampirinya.
" Pagi..." Sapa Bintang kepada Zela.
Zela menoleh dengan pelan ke arah Bintang.
" Pagi juga Kak.." Jawab Zela seadanya.
" Baru berangkat..?? Tanya Bintang basa basi, yang dijawab Zela dengan menganggukan kepala.
" Emm... Gue duluan ya kak.. udah ditunggu Seli sama Vani soalnya.." Sambung Zela kepada Bintang.
Sebenarnya Zela belum yakin jika Seli dan Vani sudah menunggunya di dalam kelas seperti biasa, tapi mau bagaimana lagi dia harus beralasan untuk menghindari Bintang.
" Emmm...Oke.. nanti istirahat gue tunggu di taman depan ya.." Jelas Bintang lalu berlalu.
Zela tersenyum kiku, pasalnya mereka baru berkenalam kemarin tapi Bintang sudah memintanya untuk bertemu.
Zela memasuki kelasnya, dimana Seli dan Vani sudah menunggunya, sama persis dengan dugaanya tadi ketika ingin menghindar dari Bintang.
" Kok masam gitu mukanya...?? Masih pagi beb..." Sapa Vani kepada Zela.
" Nggak dianter..?? Tanya Seli yang dijawab Zela dengan gelengan kepala.
" Terus..??? Tanya Seli lagi.
" Kalian tau nggak..?? Tanya Zela yang dijawab mereka dengan gelengan kepala tapi juga wajah serius.
" Barusan gue ketemu anak baru.." Jelas Zela setengah setengah kepada mereka berdua.
" Kak Bintang maksud loe..?? Tanya Vani antusias, Zela mengangguk pelan.
" Kok bisa...??? Terus..??? Tanya Vani lagi kepada Zela, sedangkan Seli masih menyimak.
" Dia ngajakin gue ketemu di taman depan.. Gila nggak tuh.." Jelas Zela lagi membuat Seli dan Vani seketika melotot karena terkejut.
" What..?? Seriusan loe..?? Tanya Vani tak percaya, Zela mengangguk mengiyakan.
" Kok bisa Zel...?? Wah....parah.." Sambung Seli.
" Mana gue tau.. gimana dong...?? Tanya Zela dengan bingung kepada mereka.
" Ya udah sih temuin aja.. nanti kita temenin deh..." Jawab Seli akhirnya.
" Masa iya gue patah hati lagi.." Sambung Vani dengan muka memelasnya.
Zela dan Seli menoleh ke arah Vani bingung, tapi mereka langsung mengerti apa yang dimaksud oleh Vani.
__ADS_1
" Tenang aja... Hati gue udah di borgol kak Brayen.." Jelas Zela dengan tertawa.
" Ciee...." Ledek Seli.
" Tapi tetep aja Kak Bintang ngajakin loe ketemu...huaaa..." Jawab Vani dengan nada dibuat menangis.
" Hissh... Lebay loe Van... Nggak usah mewek gitu.. Lagian Kak Bintang cuma minta ketemu doang kali bukan minta pacaran sama Zela.." Jelas Seli kepada Vani.
" Loe sih enak.. ada Kak Dimas.. Lha gue..?? Siapa yang bakal jadi penghibur gue dikala patah hati kayak gini.." Jawab Vani lebay.
" Kan ada kita...atau..????? Ucap Zela lagi lagi membuat Vani penasaran.
" Atau apa..??? Tanya Vani penasaran.
" Atau... Babang Xelo...." Jawab Zela dengan senyum kikuk.
Vani kembali melotot ke arahnya, kemudian mengerucutkan bibirnya.
Seli yang gemas karena Vani, langsung mencubit pipi Vani dengan gemas, tapi kali ini Vani enggan membalas atau meronta dengan cubitan Seli, dia tetepa cemberut.
" Dih... yang cemberut..." Ledek Seli kepada Vani.
Zela yang melihat keseriusan Vani langsung memeluknya.. diikuti oleh Seli.
" Please jangan gini... Gue nggak suka ya Vani yang cantik berubah jadi badut.." Ucap Zela lirih disaat mereka masih berpelukan.
Vani kembali menatap Zela kesal, tapi kemudian tertawa, mereka akhirnya tertawa bersama.
Tak lama bell masuk berbunyi, dengan segera mereka melepaskan pelukannya, karena sedari tadi juga mereka terus diamati oleh teman sekelas.
Tapi tentu saja tak ada yang berani menegur, apa lagi saat ini status Zela yang mereka ketahui sebagai pacar Brayen, sang Idola dan juga pemilik Sekolah juga Kampus, sudah pasti teman teman kelasnya bahkan semua teman sekolah akan bertambah minder dengan mereka.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Brayen masih berada di dalam mobilnya, setelah beberapa menit mobilnya terparkir rapih.
Dia masih enggan untuk masuk kedalam, ntah apa yang dia pikirkan, tapi yang jelas ini cukup membuat Brayen malas untuk melangkahkan kakinya.
Tak lama kaca mobil Brayen diketuk, Brayen menoleh ke arah suara, ternyata Misha yang berada di sana.
Brayen cukup terkejut juga kesal, pasalnya dia sangat tau apa tujuan Misha, padahal sedari tadi yang Brayen hindari tak lain dan tak bukan adalah Misha.
Ya.. Cewek yang dari dulu terus mengejarnya, Cewek yang begitu menggilainya, meskipun tak begitu terlihat,tapi Brayen paham betul jika rencana Misha sangatlah halus dan rapih, sampai tidak ada orang yang mengetahui jika bukan dirinya juga Misha sendiri.
Bahkan Dimas sendiri tak begitu paham dengan semua rencana Misha.
Dengan malas Brayen menurunkan kaca mobilnya, dia menatap Misha sekilas lalu kembali menatap kedepan.
" Ada apa..?? Tanya Brayen datar.
" Bukain dulu pintunya.." Jawab Misha dengan senyum manisnya.
Mau tak mau Brayen membuka pintu mobilnya, dengan segera Misha langsung masuk kedalam.
Ini benar benar membuat Misha senang karena bisa berada dalam 1 mobil dengan Brayen, Misah terus tersenyum.
" Katakan ada apa..?? Tanya Brayen masih dengan datarnya.
Misha menoleh ke arah Brayen, dia mengamati wajah tampan Brayen, begitu menawan dan dia sangat ingin bisa menjamahnya.
gue sangat inginkan loe ray... batin misha masih dengan menatap brayen.
" Gue tau hubungan loe sama anak SMA itu.." Ucap Misha kemudian, Brayen menoleh ke arahnya tapi tanpa bersuara.
Kembali Brayen menatap lurus kedepan.
" Loe nggak tau apa apa..." Jawab Brayen tenang.
" Gue tau... Gue pernah buntutin loe ray dan gue liat sendiri kalian masuk ke hotel.." Jelas Misha kepada Brayen.
Sekilas Brayen tampak gugup, dia takut kalau Misha akan berbuat sesuatu kepada Zela.l istrinya.
" Gue juga bisa ray muasin loe... Nggak harus loe sama anak SMA itu..Dari dulu loe tau gue sayang sama loe ray.. gue mau nglakuin apa aja buat loe.." Jelas Misha tapi Brayen masih dengan diamnya.
" Termasuk tidur dengan loe..." Sambung Misha lagi menatap Brayen dengan mata yang sudah berkaca kaca.
" Cukup Misha.. ini udah keterlaluan.. Loe terlalu egois untuk bisa dapetin gue.. dan loe sendiri yang udah hancurin persahabatan kita..." Jelas Brayen tanpa menoleh ke arahnya.
Kali ini Misha sudah tidak dapat membendung air matanya lagi, dia tidak peduli jika harus terlihat kacau di depan Brayen.
" Loe buta Brayen... Loe terlalu buta sampe nggak bisa liat ketulusan gue.." Teriak Misha yang sudah tidak bisa lagi menahanya.
" Dan loe terlalu egois karena tidak bisa menghargai persahabatan kita..." Jelas Brayen terjeda.
" Keluar..." Sambung Brayen membuka pintu mobilnya.
Misha menoleh ke arah Brayen sekilas, tentu dengan perasaan sakit, kecewa tapi juga masih dengan egonya untuk dapetin Brayen.
" Loe akan tau nanti ray..." Ucap Misha lalu segera keluar dari mobil Brayen.
Brayen menyunggingkan senyumnya, dia tau apa yang akan Misha lakukan,dia sudah cukup paham gadis seperti apa Misha, meskipun lembut tapi dia juga sangat licik, apa lagi untuk mendapatkan Brayen sendiri.
__ADS_1
Brayen mengambil ponselnya,, menatap foto Zela di layar ponselnya lalu mengusap pelan.
" Kalau loe dengerin gue.. Loe nggak usah berurusan dengan yang namanya Bintang..." Gumam Brayen dengan senyum yang susah di artikan.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sementara di taman depan, tampak seorang cowok yang sedang menunggu kedatangan cewek cantik yang dia temui tadi pagi.
Awalnya niat Brayen untuk deketin Zela memang ada maksud tertentu, tapi saat pertama kali melihat senyum Zela yang begitu indah, Bintang menjadi ragu, dia tau kalau dia menginginkan Zela dengan tulus.
Dan dia tidaklah main main dengn hatinya untuk Zela, meskipun baru berapa kali bertemu tapi wahah Zela sungguh tak bisa dia hilangkan dari bayangannya.
Gilaa... gue bener bener suka sama tuh cewek...batin bintang masih dengan setia menunggu Zela.
Sementara Zela, Seli dan Vani sedang berjalan menuju taman depan, awalnya memang Zela ragu, terlebih jika dia ingat pesan Brayen untuk tidak dekat dekat dengan Bintang, akh.. rasanya Zela merasa berdosa sekali dengan suaminya itu.
Tapi karena Seli dan Vani meyakinkan Zela kalau jika mereka ikut, tidak akan terjadi kesalah pahaman, jadi Zela mau tak mau akhirnya Zela menyetujuinya.
" Loe beruntung banget sih Zel.. di apit dua cogan.." Cletuk Vani ketika mereka masih berjalan.
" Apaan sih loe Van...nggak jelas deh.." Jawab Seli, sedangkan Zela masih terdiam.
" Ya iya dong Sel.... Coba gue yang jadi Zela.. aih...aih..." Sambung Vani dengan senyum senyum.
" Masih siang Van..nggak usah mimpi dulu.." Jawab Seli dengan cekikakan, membuat Vani jadi cemberut.
Seli dan Vani menoleh ke arah Zela, mereka saling pandang bingung..Tapi kemudian mereka mengurungkan niat untuk bertanya, karena mereka sudah sampai di tempat dimana mereka akan bertemu dengan Bintang, lebih tepatnya Zela yang akan bertemu mereka berdua hanya menemani.
" Zel..udah sampai.." Ucap Seli mengagetkan Zela.
" Eh..iya..." Jawab Zela dengan senyum dibuat buat.
" Loe mau ketemu Kak Bintang yang cakep kok malah ngalamun sih Zel..?? Tanya Vani telmi.
Seli yang gemas dengan pertanyaan Vani langsung memukul jidat Vani.
" Auw... Sel..." Pekik Vani melotot ke arah Seli.
" Makanya ngomong tuh dicerna dulu... Zela uda punya kak Ray yah.." Jelas Seli membuat Vani cengengesan.
" Ssttt...brisik kalian.. Nanti kalau ada yang denger gimana..?? Tanya Zela yang dapat senyuman kikuk dari mereka.
" Ayo..." Ajak Zela lagi kepada mereka.
Mereka berjalan di taman tapi tak juga menemukan Bintang, akhirnya mereka masuk kedalam perpus yang berada disana.
Dan benar saja Bintang sedang berada disana.. Dia menoleh ke arah mereka, tampak muka bingung dan terkejut karena Zela datang tidak sendiri tapi dengan kedua sahabatnya.
" Hay..." Sapa Zela canggung, Bintang tersenyum dan mengangguk.
" Kak Bintang..." Sapa Seli dan Vani.
" Sini..." Ajak Bintang kepada mereka.
Oke... Jika mereka tadi bisa bersikap biasa saja,, tapi kali ini tidak,, karena Bintang memanglah sangat mempesona sama halnya dengan Brayen, terlebih Vani yang selalu plin plan tentang cowok.
" Nggak papa ya Kak gue ajak mereka.." Ucap Zela merasa tak enak kepada Bintang.
" It's oke.. no problem.." Jawab Bintang sambil tersenyum.
Begitu juga dengan Zela yang merasa lega, juh Seli dan Vani yang tersenyum.
" Ow ya.. Tadinya Gue mau ngajak loe ke pesta Kakak Sepupu Gue.. Tapi berhubung ada Seli sama Vani disini.. Jadi Gue juga ngajak kalian..." Jelas Bintang kepada mereka.
Mereka bertiga tampak terkejut, bagaimana mungkin seorang Bintang pemain film yang sedang naik daun itu mengajak mereka untuk ke pesta Kakak Sepupunya, sedangkan mereka baru berkenalan kemarin.
Tapi tentu ada rasa bahagia pada diri Vani terutama, dia sangat senang jika bisa pergi ke pesta dengan seorang Bintang.
" Emm... Sorry kak Gue nggak bisa.." Jawab Zela tho the point.
Tampak raut wajah Bintang yang kecewa,
Zela melirik ke arah Vani yang juga tampak kecewa, sedangkan Seli dia bersikap biasa saja, ya mungkin sekarang ini Seli tidaklah seperti Vani yang mengidolakan Bintang, tentu saja karena saat ini Seli sedang dekat dengan Dimas.
" Oke kita bakal kesana.. Tapi kita berangkat bertiga aja nggak apa kan..??? Nanti kakak kirim alamatnya aja.." Jelas Zela kepada Bintang.
" Emm.. Oke deh.. Gue tunggu ya kalian... Dan gue bakal kecewa banget kalau sampe kalian nggak dateng.. terutama loe.." Ucap Bintang sambil berlalu dan Berbisik kepada Zela.
" Siap kak.. Kita pasti datang kok.." Teriak Vani yang dapat acungan jempol dari Bintang juga senyum tampannya.
Zela sedikit terkejut dengan Bintang, karena sikapnya begitu terang terangan, sama halnya dengan Seli yang sedikit merasa aneh, berbeda dengan Vani yang tampak senang tanpa merasa aneh atau janggal dengan Bintang sang idola baru di sekolah mereka itu.
Ting...
Bunyi pesan masuk di ponsel Zela yang ternyata dari Brayen, Zela seketika melotot setelah membaca isi pesan dari suaminya itu.
Zela clingak clinguk melihat keberadaan Brayen atau keberadaan seseorang di sekitar.
omg...mati gue....batin zela.
Jangan Lupa Like, Comment dan Vote ya Kak...🙏🙏🙏😘😘
__ADS_1