Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Ketahuan Lagi


__ADS_3

Setelah berganti baju mereka segera menuju mobil sport Brayen, dalam perjalanan menuju rumah Pak Adam Zela membelikan bingkisan untuk Mamahnya.


Mamah Hana memang suka sekali dengan cemilan sukun, meskipun tidak terlalu gurih tapi itu yang membuat Mamah Hana suka.


Setelah hampir satu jam mereka sampai di rumah Pak Adam atau rumah Zela dulu ketika belum menikah, sekarang sama Dia udah di boyong sama Kak Brayen hehehe.


Setelah memarkirkan Mobilnya, Zela langsung turun dari mobil meninggalkan brayen, Dia masuk tanpa memencet bel terlebih dahulu,


" Mah..Mamah..." Teriak Zela memanggil Mamah Hana..


" Iya... siapa ya..???" Jawab Mamah Hana yang masih sibuk didapur membantu Bi Ina.


Kemudian Dia segera mencuci tangan dan menuju asal suara berada, Zela langsung menghampiri Mamahnya.


" Mamah...Zela kangen...." Ucap Zela memeluk Mamah Hana.


" Aduh... anak Mamah, dateng kok nggak bilang dulu...?? Tanya Mamah Hana menyambut pelukan Zela.


" Surprize dong Mah, Mamah nggak kangen sama Zela..??" Tanya Zela manja.


" kangenn dong Nak, eh... Kamu kesini sendiri...??" Tanya Mamah Hana.


" Nggak kok, sama Kak Brayen.." Jawab Zela.


Belum sempat Mamah Hana bertanya lagi Brayen sudah memasuki rumah.


" Siang Mah..." Sapa Brayen lalu kemudian salim kepada Mamah Hana.


" Siang Nak, kalian kesini kok nggak bilang-bilang sih, harusnya mamah masakin makanan kesukaan kalian..." Jelas Mamah Hana.


" Nggak papa Mah, lagian tadi mendadak aja mau kesini, katanya Zela kangen Mamah.." Jawab Brayen.


" Ow ya...???? Kamu ini ya, Mamah juga kangen sama Kamu, tapi Kamu juga harus belajar mandiri nggak manja lagi Nak.." Jawab Mamah Hana sambil memencet hidung Zela.


" Auw..Mamah, jangan keras-keras dong nanti pesek hidung Zela.." Jawab Zela ngawur.


" Emang bisa hidung yang udah mancung dipencet jadi pesek..??, ngaco Kamu..." Jawab Mamah Hana sambil ketawa.


" Mah...Kak Zifa dimana..?? terus Papah...?? bukannya ini hari libur ya..?? Tanya Zela.


" Kak Zifa lagi jalan sama temennya, kalau papah lagi keluar sama mertua kamu, emang kalian nggak tau..??" Tanya Mamah Hana balik.


Zela menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.


" Emm... tadi malam Kita tidur di apartemen mah, jadi nggak tahu.." Jawab Brayen..


" Owh...kalian nggak pulang kerumah...?? terus tadi udah pada makan belumm..??" Tanya Mamah Hana lagi.


" Udah kok mah, tadi Kak Ray yang masak.." Jawab Zela membuat Mamah Hana kaget, sedangkan Brayen tentu saja sangat malu.


" Benarkah...??, Kamu bisa masak Nak..??, wah..hebat..dong, maaf ya Nak Brayen kalau Zela masih merepotkan Kamu..." Sambung Mamah Hana.


" Nggak kok Mah, Ray nggak merasa direpotkan..." Jawab Brayen singkat.


" Ya.. udah kalian kalau mau istirahat dulu, bentar lagi Mamah panggil buat makan siang ya, Mamah mau nerusin masak dulu..." Jelas Mamah Hana yang dianggukkan mereka berdua.


Lalu Zela dan Brayen memutuskan kekamar untuk beristirahat, sedangkan Mamah Hana menuju kedapur untuk menyelesaikan masaknya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Dilain tempat, Pak Riko dan Pak Adam juga Dimas sudah selesai bermain golf. mereka menuju caffe terdekat untuk mengisi perut mereka..

__ADS_1


" Nak dimas belum pengen nikah..??" Tanya Pak Adam tiba-tiba.


" Pengen sih omm, tapi belum nemu yang pas.." Jawab dimas sedikit tersenyum.


" Dia mau Aku jodohin juga Dam, kaya Brayen, kalau nyari sendiri nggak dapet-dapet, anak jaman sekarang kan kadang suka ngawur nyari pasangan sendiri..." Jelas Pak Riko dengan kekehan.


" Ha..ha..ha.. bener Rik, jadi kapan..??" Tanya Pak Adam juga dengan kekehan.


" Haaa...apanya yang kapan Omm..??" Tanya Dimas.


" Nikahnya dong..." Jawab Pak Adam antusias.


" Secepatnya Dam, tunggu saja undangannya.." Jawab Pak Riko dengan ketawa.


" Ayah...." Ucap Dimas canggung.


" Ha..ha..ha.. brecanda Dim, tapi kalau Kamu nggak nemu-nemu calon mantu buat Ayah nanti Ayah jodohin beneran.." Jelas Pak Riko membuat Dimas sedikit lega..


Setelah selesai makan, mereka masih asik mengobrol apa lagi kali ini Dimas bisa menjadi bahan ledekan kedua lelaki paruh baya itu, padahal biasanya Dimas selalu bisa menanggapi candaan dari siapapun, hanya saja kalau masalah wanita apa lagi dengan orang tua Dia akan bersikap sesopan mungkin, beda ketika dengan teman-teman seumurannya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Zela dan Brayen tertidur dikamar, Mamah Hana yang tadinya ingin memanggil mereka mengurungkan niatnya karena melihat anak dan mantunya itu terlelap saling berhadapan dan berpelukan.


Benar-benar pemandangan yang sangat indah untuk Mamah Hana, Dia berfikir kalau di antara Zela dan juga Brayen sudah mulai ada rasa sayang di antara keduanya.


Mamah Hana menutup pintu kamar Zela kembali, Dia makan siang sendiri karena anak dan suaminya belum pulang juga.


Setelah selesai Dia menuju ruang tv untuk menonton acara berita artis ditelevisi.


brayen bangun lebih dulu... dia tersadar dengan posisi tangannya memeluk zela, sedangkan zela dia meringkuk dibwah dada brayen,


" Makasih ya Loe udah mau hidup dengan Gue.." Gumam Brayen lirih lalu mencium kening Zela sekali lagi.


Zela yang sudah terbangun karena ciuman dari Brayenpun masih memejamkan matanya. Dia terlalu malu kalau membuka mata dan Brayen masih berada didepannya,


Tapi hatinya, tentu saja sudah tidak karuan seperti lari maraton saat Brayen akan bangun untuk duduk tiba-tiba tangan Zela memeluk Brayen lebih kencang,


Brayen heran karena dilihatnya Zela masih tidur, tapi kalau tidur nggak mungkin Zela mengeratkan pelukannya pada waktu yang pas disaat Brayen ingin bangun.


" I LOVE YOU my wife.." Bisik Brayen tepat ditelinga Zela,


Zela yang kaget dengan ucapan Brayen langsung terbangun dan duduk, Dia menoleh ke arah Brayen.


" Kenapa..??" Tanya Brayen.


" Barusan Kakak bilang apa..??" Tanya Zela memastikan bahwa Dia tidak salah dengar.


" Emang Gue bilang apa..??" Jawab Brayen menggoda Zela.


" Ikh.. yang barusan....??" Sambung Zela sedikit kesal.


" Emang Loe denger Gue bilang apa..??" Tanya Brayen balik membuat Zela sedikit salah tingkah.


" Akh.. ya sudah.. lupakan.." Jawab Zela kesal.


" I LOVE YOU..." Sambung Brayen secara lantang..


Zela menoleh ke arah Brayen lagi, Dia benar-benar ingin mendengarkan sekali lagi.


" Itu buat Gue..??" Tanya Zela dengan mata berbinar.

__ADS_1


" Emang Gue ngasih apa ke Loe..??" Tanya Brayen benar-benar membuat Zela kesal juga gemas.


" Ikh...Kak Ray...!!!" Teriak Zela jengkel.


" Iya... buat Loe, maaf belum bisa ngasih Loe kebahagiaan, tapi Gue akan terus mencoba... I LOVE YOU istriku...." Sambung Brayen membuat Zela tak tahan mengeluarkan air mata bahagianya.


Brayen yang notabenya bukan cowok seperti Dimas dan Xelo yang gampang membuat kata-kata untuk pujaan hatinya, tapi Dia mencoba mengungkapkan untuk istrinya.


" I LOVE YOU TOO Kak, Gue sayang sama Loe..." Jawab Zela langsung memeluk Brayen dengan tangis bahagia.


Mereka berpelukan saling mengungkapkan rasa yang sudah ada dihati mereka masing-masing, meskipun hanya beberapa kata tapi itu cukup meyakinkan bahwa mereka sudah saling mencintai


Dan perjodohan ini tentu saja sekarang mereka menerimanya dengan senang hati.


brayen mengusap air mata yang ada diwajah cantik istrinya.


" Jangan nangis jelek..." Ucap Brayen membuat Zela malu dan ketawa.


" Tapi Kakak tetep suka kan..??" Tanya Zela membuat Brayen semakin gemas dengan wajah cantik Zela yang memerah karena baru saja menangis dan malu.


Tak butuh waktu lama Brayeni langsung melancarkan aksinya.


Cupppp...Brayen mencium bibir Zela,


Zela tak lagi menolak dan membalas ciuman brayen, kata I love you terus Brayen ucapkan ditelinga Zela membuat zela merasa ingin lebih dari sekedar ciuman panas mereka.


Brayen melum*t bibir Zela begitu juga Zela membals ******n Brayen, sampai akhirnya pintu kamar Zela terbuka, mereka menoleh bersamaan dan kaget karena ternyata Dimas yang membuka pintu.


" Astaga.... sorry sorry.. Gue ganggu.." Ucap Dimas kaget melihat adegan ciuman live mereka.


" Ngapain Loe disini...???" Tanya Brayen kesal sambil menyelimuti Zela, ya.. meskipun Zela masih berpakaian lengkap tapi Brayen merasa harus menutupi istrinya itu..


" Gue disuruh Tante Hana bangunin kalian buat makan siang, tauanya eh.. ada adegan hot.." Sambung Dimas dengan ketawa.


" Sialan Loe.. pergi sana bentar lagi Kita turun.." Jawab Brayen sedikit kesal.


" Cepetan... ow ya Ray, kalau mau olahraga bareng Zela pastiin dulu pintunya dikunci, untung Gue cuma liat yang barusan kalau udah sampai adegan selanjutnya kan bahaya banget buat Gue yang masih polos..ha..ha..ha..." Jelas Dimas lngsung ngacir sebelum Brayen melemparkan bantal ke arahnya.


Sedangkan Zela, tentu saja sangat malu, ini bener-bener pengalaman memalukan buat Zela, kalau Brayen tidak sebegitu malu sperti Zela tapi Dia memikirkan Zela yang pasti sangat malu.


" Udah..jangan dipikirin, Dimas bisa dipercaya.." Ucap Brayen mencoba menenangkan Zela.


" Tapi Gue malu banget Kak.." Jawab Zela masih dengan muka memerah.


" Nggak papa, Dia tadi nggak liat kita pas kissing Kok.." Ucap Brayen enteng membuat Zela semakin malu.


" Kak Ray, bisa nggak ngomongnya jangan vulgar gitu..." Sambung Zela.


" He..he..he..sorry.. udah nyante aja, lagian Dia lebih dewasa dari Kita, udah biasa menurutnya.." Jelas Brayen membuat Zela mengangguk dan sedikit lega.


" Tapi kok Kak Dimas bisa ada disini..??" Ucap Zela tiba-tiba membuat Brayen berfikir.


" Akh... pasti dibawah juga ada Ayah.." Jawab Brayen yang membuat Zela menatap Brayen bingung.


" Udah ayo Kita kebawah..." Ajak Brayen.


" Tunggu Kak..." Ucap Zela menghentikan Brayen.


Cupppp....dengan berani Zela mencium bibir Brayen, Dia langsung ngacir kebawah saking malunya, seperti barusan saat ketahuan oleh Dimas.


*G*adis ini, Batin Brayen dengan senyum mengembang.

__ADS_1


__ADS_2