Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Ingin Cepat Pulang


__ADS_3

Zela, Seli dan Vani tidak lagi melanjutkan tidurnya, mereka asik bercerita satu sama lain, bahkan rasa bahagia Zela berkali kali lipat, setelah tadi Dia sudah mendapat kabar dari suaminya, dia juga di temani oleh kedua sahabatnya.


Zela sangatlah beruntung mempunyai dua sahabat yang selalu ada untuknya, dan selalu ada ketika mereka di butuhkan seperti sekarang ini.


" Joging yuk.." Ajak Vani tiba-tiba kepada kedua sahabtanya.


" Seriusan mau joging..?? " Tanya Zela yang memang tidak biasa joging.


Bahkan berolahragapun tidak, Zela sangatlah malas jika berolahraga, beruntung Dia mempunyai tubuh yang begitu indah, meskipun tidak harus melakukan yang namanya olahraga.


Hanya berenang yang biasa Zela lakukan, itupun tidaklah pasti, dalam 2 bulan hanya beberapa kali saja.


" Yuk... Gue juga pengen.. Siapa tau nanti dapat kenalan cogan.." Jawab Seli bersemangat.


" Dih... Cogan mulu di pikiran Lo.. Kak Dimas mau di kemanain..?? " Tanya Vani yang sukses membuat Seli terkejut.


" Kak Dimas tetep di tempatnya dong.." Jawab Seli kepada Vani.


" Ciee... Yang udah mulai terang terangan..." Sindir Vani membuat Seli tersenyum malu.


" Tempat yang mana dulu nih..?? " Tanya Zela kepada Seli.


" Tempat yang paling aman.." Jawab Seli lagi.


" Hati Lo kan Sel.. Iya kan..?? " Tanya Vani membuat mereka tertawa.


Ketiga gadis cantik itu akhirnya memutuskan untuk joging bersama, tentu saja mereka sudah berganti pakaian terlebih dahulu.


Saat mereka turun, terlihat Bunda Wina yang sedang menyiapkan sarapan, tapi tiba_tiba Zela seperti mencium bau masakan yang begitu familiar untuknya, membuat Zela mengernyitkan keningnya bingung.


" Pagi Bunda..." Sapa ketiga gadis cantik itu kompak.


" Pagi sayang.. Lho.. Kalian bangun pagi sekali..?? Tanya Bunda Wina kepada mereka.


" Iya.. Bund.. Tadi udah ada yang berisik video call sama mantan pacar jadi ya gitu deh.." Sindir Vani membuat Zela tersenyum malu.


" Ray sudah sampai Nak..?? " Tanya Bunda Wina yang diangguki oleh Zela.


" Syukurlah.. Bilang ke Dia nanti ya.. Nggak boleh lama-lama di sana..." Sambung Bunda Wina lagi kepada Zela.


" Pasti lah Bund.. Zela juga kan nggak bisa berlama lama jauh dari Kak Ray.." Jawab Vani membuat mereka tertawa.


" Vani ikh.." Kesal Zela membuat Bunda Wina tersenyum.


" Lho... Ini kalian mau kemana udah pada rapih gini..?? " Tanya Bunda Wina melihat ketiga gadis cantik itu dengan pakaian olahraga, juga jaket yang menutup bagian atas tubuh mereka pastinya.


" Mau joging Bund.. Boleh kan ya..?? " Jawab Seli meminta persetujuan dari Bunda Wina.


" Boleh dong sayang..." Jawab wanita paruh baya yang langsung membuat Zela menoleh ke asal suara.


" Mamah..." Ucap Zela terkejut dengan keberadaan Mamah Hana .


Zela langsung berhambur memeluk Mamah Hana, tentu saja Mamah Hana menyambut pelukannya dengan hangat.


" Kenapa..?? Pasti terkejut ya Mamah pagi pagi sudah di sini..??? " Tanya Mamah Hana membuat Zela mengangguk.


" Itu tuh.. Bunda Kamu.. Dia nggak mau kamu sampai kesepian.." Jelas Mamah Hana yang membuat Zela menoleh ke arah Bunda Wina dengan senyum.


Zela langsung berhambur menuju Bunda Wina, juga memeluk Bunda Wina tentunya.


" Makasih Bunda..." Ucap Zela kepada Bunda Wina.


" Sama sama sayang..." Jawab Bunda Wina sambil mengelus pelan pundak Zela.


" Jadi joging apa nggak nih..?? Keburu siang lho.." Ucap Bunda Wina kepada mereka bertiga.


" Jadi dong Bund.." Jawab Vani semangat.


" Ya udah sana hati-hati ya..??? " Ucap Mamah Hana dan Bunda Wina yang di angguki oleh ketiga gadis cantik itu.


Dengan segera mereka berpamitan kepada Bunda Wina dan juga Mamah Hana, begitu melewati teras rumah. Terlihat Pak Adam dan juga Pak Riko yang sedang bermain catur sambil ngopi bersama, tentu saja mereka juga berpamitan kepada kedua Orang Tua paruh baya itu.


Mereka berlari keliling komplek. Tapi tentu saja Zela tidaklah bisa bertahan lama, Zela paling tidak suka berolahraga, Dia juga harus menjaga kesehatan babynya.


Sedangkan Vani yang dari tadi paling semangat, malah ternyata asik berselfi ria.


Bahkan Vani sampai meminta mereka untuk berhenti terlebih dahulu.


" Woy.. Van.. Lo ngajak joging malah foto-foto mulu dari tadi.. Dasar narsis.." Ucap Seli melihat tingkah Vani yang sedang senyum-senyum dengan ponselnya.


Tentu saja Vani sedang melakukan berbagai gaya andalannya ketika berselfi .


" Sel.. Fotoin Gue dong.." Pinta Vani tanpa memperdulikan perkataan Seli barusan, sontak saja membuat Seli jadi semakin gemas sendiri dengan Vani.


" Parah Lo... Sekarang Lo bukan hanya Miss telmi tapi juga Miss selfi.." Jawab Seli kesal.


" Terserah Lo deh mau manggil Gue apaan.. Sayang juga boleh.." Jawab Vani dengan cekikikan.


" Ikh... Ogah banget..." Kesal Seli yang langsung membuat Vani terkikik.

__ADS_1


" Ya udah cepetan fotoin Gue dulu, bis ini Kita selfi bareng ya..?? " Ajak Vani yang langsung di tolak oleh Seli. Tapi Seli juga akhirnya menurut untuk menjadi fotografer dadakan Vani.


" Coba Gue lihat.." Ucap Vani kegirangan ingin melihat hasil jepetran Seli.


" Lo bakat deh Sel jadi fotografer.." Puji Vani setelah melihat hasil fotonya.


Bahkan Seli juga tadi sempat mengambil foto Zela secara diam-diam, Zela sedari tadi terus mengamati pohon yang tidak jauh dari mereka berhenti.


Seli dan Vani saling pandang, lalu pandangan mata mereka sama-sama tertuju ke arah pandangan mata Zela.


" What..?? " Ucap Vani tidak percaya.


" Gimana dong..?? " Tanya Seli pelan yang dijawab Vani dengan mengangkat bahunya.


" Gaes... Gue pengen itu..." Ucap Zela akhirnya.


Sebenarnya sudah dari tadi Zela ingin mengatakan keinginannya, tapi Zela membiarkan Seli dan Vani berselfi terlebih dahulu, meskipun pada dasarnya hanya Vani yang berfoto dengan Seli sebagai fotografernya.


Seli dan Vani kembali saling pandang.


" Mamp*s..." Ucap mereka pelan dengan bersamaan.


" Gaes....!! "Sambung Zela lagi dengan nada yang sudah di naikan satu oktaf.


" Jangan aneh-aneh deh Zel.. Itu pohon mangga tinggi banget..." Jawab Vani kepada Zela.


" Gue nggak aneh kok.. Gue cuma mau mangganya aja.. Bukan pohonnya.." Jawab Zela yang memang ada benarnya.


Tapi tetap saja pohon mangganya tinggi, bukankah jika ingin mangga mudanya harus melewati pohon yang tinggi itu terlebih dahulu..??


" Tapi itu kan mangganya masih muda Zela.. Mana enak sih..?? " Jawab Vani lagi membuat Zela dan Seli saling pandang dan tertawa.


" Vani miss telmi memang mangga muda yang orang hamil inginkan.. Zela itu sedang ngidam Vani sayang..." Jelas Seli yang langsung membuat Vani terkejut.


Kenapa bisa Vani melupakan hal ini, Zela ingin mangga muda tentu saja karena Zela ngidam.


" Jadi gimana..?? Mau kan petikin mangga mudanya buat Gue..?? " Tanya Zela kepada Vani, tentu saja dengan wajah di buat memelas.


Vani menunjuk dirinya ragu, yang di jawab Zela dengan anggukan kepala.


" Astaga..." Jawab Vani tidak percaya.


" Van.. Baby Gue yang pengen.." Jawab Zela yang akhirnya membuat Vani mengangguk.


" Demi Lo.. Dan calon ponakan Gue.." Jawab Vani yang langsung di kasih pelukan oleh Zela.


Catat Vani yang mengajak mereka joging , jadi Vani juga yang harus bertanggung jawab atas ini, tapi tentu saja Baby dalam kandungan Zela juga meminta Vani yang melakukannya bukan Seli.


" Kalau ada apa-apa sama Gue.. Kalian harus tetap ingat Gue ya.." Ucap Vani dramatis.


" Iya.." Jawab Zela dan Seli kompak.


" Nangisin Gue juga nggak..?? " Tanya Vani lagi.


" Iyaa... Bawel...." Jawab Zela dan Seli barengan.


Zela sudah tidak begitu memperdulikan dengan Vani yang masih saja mengoceh tanpa naik-naik, tapi Zela sudah fokus dengan mangga muda yang ada di atas, terlihat begitu menggoda untuk Zela.


" Ayo.. Van semangat..." Ucap Zela menyemangati Vani.


Vani mulai memanjat pohon, kebetulan di bawah pohon mangga itu terdapat tangga yang mungkin memang di gunakan oleh si pemilik untuk membantu memetik pohon mangga yang memang cukup tinggi itu.


" Itu tuh Van.." Teriak Zela dan Seli barengan.


Dengan hati-hati Vani mencoba meraih mangga yang paling mudah dan dekat dia raih.


Sudah ada beberapa mangga yang Vani petik, dan ketika Vani akan turun, tiba-tiba suara deheman mengagetkan mereka semua.


" Ehemmmm....." Suara deheman seseorang yang sukses membuat mereka menoleh ke arahnya.


" What....??? " Ucap Vani terkejut melihat sosok tinggi tampan yang sedang berdiri menatapnya.


Sedangkan Zela dan Seli terkikik geli melihat tingkah Vani, meskipun tadi mereka juga sempat terkejut dengan keberadaan cowok itu.


Vani yang mulai hilang kosentrasi dan kesetabilan karena terus di tatap cowok tampan itu, akhirnya terjatuh ke bawah.


Dan beruntung nasib baik sedang berada di pihaknya, cowok itu dengan sigap menangkap Vani dari bawah.


Pandangan mereka bertemu, bahkan rasanya karena kejadian barusan membuat Vani ingin pingsan saja, Vani malu tapi Vani juga merasakan sesuatu yang beda.


Baik di antara Vani maupun cowok itu sama sama memiliki debaran yang sama dalam hatinya, debaran yang sungguh seperti aliran listrik ke sekujur tubuhnya.


Cowok itu tersemyum tampan ke arah Vani, membuat Vani melotot tapi kemudia karena begitu gugupnya Vani merasa lemas dan akhirnya pingsan di dalam gendongan cowok tersebut.


Zela dan Seli saling pandang, mereka langsung menghampiri Vani dan cowok itu.


" Van.. Vani..." Ucap Zela mencoba membangunkan Vani.


" Astaga.. Pingsan.." Sambung Seli.

__ADS_1


" Kita bawa ke rumah aja.." Ajak cowok itu yang langsung di angguki oleh Zela dan Seli.


Mereka akhirnya pulang ke rumah Zafano. Dengan Vani yang masih pingsan di dalam gendongan cowok tampan yang membuat hati Vani berdebar.


Sedangkan Brayen sedari tadi mondar mandi tidak jelas di dalam kamar Hotelnya. Brayen hanya tidur beberapa jam saja, karena pikirannya terus tertuju kepada Zela, meskipun dalam ke adaan tidur.


Rasanya jauh dari Zela membuat Brayen tidak bisa tidur dengan nyenyak, terlebih tadi setelah menelfon Zela tapi tidak juga mendapat jawaban, membuat Brayen semakin gusar dan gelisah.


Brayen mencoba menghubungi Bunda Wina, dan semakin membuat Brayen gelisah ketika Bunda Wina mengatakan jika Zela sedang joginh bersama kedua sahabatnya, tentu saja Brayen langsung membayangkan istri cantiknya itu memakai pakaian yang sexy dan di lihat banyak orang.


Astaga.. Memikirkan hal itu membuat Brayen seperti orang bod*h saja, Brayen seperti tidak bisa berfikir jernih.


" Akh.... Shit....." Ucap Brayen dengan kesal.


Brayen membanting bantalnya yang kebetulan mengenai Dimas yang masih dengan tidurnya.


Membuat Dimas akhirnya terbangun karena kaget dengan ulah Brayen, Dimas membuka matanya dan mendapati Brayen yang sedang mondar mandir tidak jelas.


" Ray... Kenapa Lo..?? " Tanya Dimas kepada Brayen.


Brayen hanya menatap tajam Dimas sekilas, tapi tidak menjawab pertanyaan Dimas, membuat Dimas menghela nafasnya dalam


Fix.. Brayen sedang gelisah karena bininya di Indonesia, tapi lagi-lagi dimas yang kena.


" Zel.. Lo emang virus hati dan mood Brayen.." Gumam Dimas yang tentu saja terdengar oleh Brayen.


" Lo bilang apa barusan..?? " Tanya Brayen tidak terima mendengar gumaman Dimas barusan.


" Apa..?? Gue cuma bilang Zela memang cantik sampai bikin Lo gelisah gini.." Jawab Dimas yang malah membuat Brayen melotot tidak terima dengan ucapan Dimas.


" Sialan Lo... Zela itu istri Gue.. Loe bilang dia cantik..?? " Tanya Brayen yang tidak terima.


" Astaga Ray.. Lo itu jadi kayak orang nggak waras tau nggak..?? Gue bilang apapun juga kalau tentang Zela pasti salah.. Mood Lo ancur banget sumpah.." Kesal Dimas akhirnya melihat sikap Brayen yang begitu berlebihan.


Brayen menatap Dimas tajam.


" Ayo cepetan beresin masalah anak curut itu, besok kita pulang.." Ucap Brayen yang sukses membuat Dimas menggelengkan kepala tidak percaya.


Brayen begitu gampang mengatakan hal itu, padahal Dia sendiri tau jika masalah sepertin ini akan memakan waktu cukup lama, tapi jika Brayen sultan mungkin akan ada kebijakan lainnya.


Catat Brayen mempunyai banyak uang, untuk mengeluarkan Sandro langsungpun sebenarnya sangat bisa Brayen lakukan, tapi Brayen ingin mengajarkan Sandro agar mengerti bagaimana kehidupan sebenarnya.


Tentu saja Sandri juga harus berhati hati dengan seseorang yang baru dia kenal.


" Apa Lo juga akan menemui Misha..?? " Tanya Dimas kepada Brayen.


Kini mereka sudah dalam perjalanan untuk menemui Sandro, Brayen ingin cepat menyelesaikan masalah Sandro.


Brayen ingin cepat pulang untuk bisa menghukum Zela yang masih saja bandel ketika Brayen tidak berasa disisinya.


" Tidak perlu.. Biarkan Mr Richard yang menemuinya.. Kalau sampai Dia terbukti sengaja menjebak Sandro, Gue punya kejutan untuknya.." Jelas Brayen membuat Dimas mengernyitkan keningnya.


Dimas tau apa yang dipikirkan Brayen memanglah sangat susah di tebak, bahkan Dimas sendiri tidaklah menyangka jika Brayen akan melakukan hal yang begitu membuatnya terlihat bijaksana sama seperti Ayahnya.


Brayen kasih kesempatan untuk Sandro yang sudah banyak sekali membuat kesalahan pada Brayen, mungkin jika Dimas di posisi Brayen sudah pasti Dimas akan membunuh Sandro dan membuangnya ke laut.


Brayen menatap ponselnya lagi, tapi belum juga ada kabar dari Zela, membuatnya semakin gelisah saja.


Rasanya seperti sudah setahun saja tidak bertemu dengan Zela, waktu berputar begitu lambat, 1 jam terasa 1 bulan untuk Brayen.


Brayen terus mengganti posisi duduknya agar nyaman, dan itu sukses membuat Dimas terkekeh melihat kegelisahan yang Brayen rasakan karena Zela.


" Gila Ray.. Gue baru tau Lo sebucin itu sama Zela.." Ucap Dimas yang sukses membuat Brayen menoleh ke arahnya dengan kesal.


" Lo akan rasain kalau Lo udah nikah nanti.." Jawab Brayen yang sukses membuat Dimas bungkam.


Tapi bukan Dimas namanya kalau membiarkan Brayen menang begitu saja dari kata katanya.


" Lo bener bener pujangga cinta Ray.." Jawab Dimas lagi yang dapat tatapan tajam dari Brayen.


Sampai akhirya mobil mereka sampai di mana Sandro kini sedang melakukan rehabilitas. Brayen benar benar harus menyelesaikan ini secepatnya.


Jauh dari Zela berlama lama sepertinya bisa membuat Brayen gila.


Yang kemarin minta visual, sorry ya belum sekarang, mungkin nanti di ending ending cerita ini, Soalnya kalau di kasih Visual suka lama reviewnya.


Sorry 🙏🙏


Dan Sperti biasa ya Kak


Aku minta Like, Comment and Vote..


Vote


Vote


Vote..


Big Thanks.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2