
Jam pelajaran pertama telah usai, Bel istirahatpun sudah terdengar. Para siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas, Ada yang menuju kantin ada yang ketaman depan ada juga yang hanya mengobrol dilorong depan kelas, Sementara Zela, Seli dan juga Vani menuju kantin.
Mereka duduk dikursi biasa memesan makanan juga minumannya, Mereka memainkan ponselnya masing-masing.
" Zel..Gue mau nanya..." Ucap Seli.
" Nanya aja..tapi jangan yang aneh-aneh.." Jawab Zela masih fokus dengan ponselnya.
" Emmm... gimana Loe udah gituan belum?? Tanya Vani yang membuat Zela kaget dan malu terlihat dari muka Zela yang memerah.
" Loe apaan sih Van, Gue nggak mau jawab.." Sambung Zela.
" Oya loe kepo banget sih sama urusan Zela.." Sambung Seli.
" Yeee Gue cuma nanya aja kali, Loe juga ngapain sewot sih Sel.." Jawab Vani jengkel.
" Ya.. bukan maksut Gue gitu, Tapi kan udah atau belumnya Zela nggak bakal kasih tau, Itu privasi tau." Jelas Seli.
" Emmm...Gue mau jawab deh Van.." Sambung Zela yang kasian melihat raut muka Vani cemberut.
" Iya.. ya.. terus gimna udah belumm?? Tanya Bani lagi, Dia pura-pura tidak tahu dengan apa yang sudah Zela dan Brayen lakuin.
" Emmm... udah belumm ya..????? Jawab Zela membuat Vani makin penasaran..
" Cepetan kasih tau soalnya Gue pernah liat begituan dilaptop kakak sepupu Gue dan kayaknya enak banget gess.." Jelas Vani lirih..
Sedangkan Zela dan Seli terkejut mendengar pernyataan Vani, Gadis telmi itu ternyata tidak sepolos kelihatannya..
" Wahh...gilaa Loe ya Van, Pantesann otak Loe mesum terus.." Sambung Seli.
" He..he..yaa gimana abis jadi kepikiran terus, Apa lagi kemarin..upsss.." Ucap Vani langsung menutup mulutnya.
" Kemarin kenapa..?? Tanya Zela penasaran.
" Kemarinn Gue liat lagi abis dari apartemen loe.. he..he.." Jawab Vani bohong.
" Owh...ya udah makan dulu yuk baksonya.." Ucap Zela yang memang pesananan mereka sudah datang.
" Jadi gimana Zel...?? Tanya Vani disela-sela makannya.
" Vani...stop deh ya, Kita lagi makan jangan bahas itu terus.." Jawab Seli yang memang bosan mendengarkan Vani terus bertanya perihal begituan kepada Zela,
" Iya..ya... Gue makan nih.." Jawab Vani lalu memakan baksonya.
Meskipun sebenarnya Seli juga penasaran bukan penasaran tapi Dia ingin Zela mengakuinya setidaknya cukup bilang iya ke Vani tanpa harus menjelaskan dari pada berbohong pikir Seli.
Yak lama Vera the gang nenghampiri mereka, Tentu saja merela akan mencari masalah dengan Zela, Meskipun kadang Zela, Seli juga Vani tak meladeni tapi sepertinya Vera tidak akan puas kalau Zela dan teman-temannya tidak mendapat hukuman dari pihak sekolah.
" Ehhh.. si jodi ( jomblo abadi ) lagi pada makan, Kasian banget ya nggak ada yang ngajak makan bareng, Nggak seperti Gue yang bisa makan bareng Kak Brayen cowok tampan pewaris perusahan zafo.." Icap Vera menyindir ketiga gadis yang sedang makan bakso itu..
Vani ingin membalas tapi Zela memberi kode untuk tetap tenang, Dia tidak ingin meladeni vera yang memang ingin mencari-cari kesalahan Zela dan teman-temannya.
" Napa diemm..?? Nggak berani ya..?? Ya jelas lah secara Gue kan deket sama Kak Brayen dan sebentar lagi Gue bakal jadi pacar Dia.." Sambung Vera songong.
" Bukannya kemarin Loe yang ngajak Kak Brayen dan teman-temannya makan bareng ya..?? Idihh nggak ngaca.." Jawab Seli yang sedari tadi sudah kesal dengan ocehan Vera yang sama sekali tidak ada guna menurutnya.
" Berani banget ya Loe, Dasarrr cewek jomblo kalian semua nggak akan pernah laku.." Jawab Vera yang malu dengan perkataan Seli tadi dan Dia langsung berjalan meninggalkan meja mereka.
" Sumpah ya Gue jijik banget sama tuh si bakwan, Konsletnya melebihi Gue coba.." Cletuk Vani yang membuat Zela dan Seli ketawa.
" Ha..ha..ha.. berarti Loe masih aman Van karena belum separah tuh cewek bakwan.." Sambung Deli masih dengan ketawanya.
" Ye...sembarangan Loe, Gue nggak mungkin lah kaya si bakwan sampe malu-maluin diri sendiri.." Jawab Vani dengan PDnya..
" Ha..ha..ha...Iya Gue percaya kok, Biarpun Loe kadang emang rada-rada Van.." Jawab Zela dan Vani hanya cemberut lalu ikut ketawa dengan mereka.
" Eh...nanti pulang Kita kekampus depan yuk, Katanya mau ada acara sorean gitu.." Sambung Seli.
__ADS_1
" Acara apaan emang?? Tanya zela penasaran.
" Gue juga nggak tau pasti sih, Tapi kalau nggak salah acara musik band anak kampus sama anak-anak SMA Kita.." Jawab Seli.
" Owhh...oke.. deh.. Loe juga kan tuan putri Vani.." Sambung Zela menggoda Vani.
" Gue.. pasti dong nggak bakal absen kalau begituan itung-itung sambil cuci mata kan kita, Kakak kampus kan bening-bening.." Jawab Vani membuat Zela dan Seli ketawa.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Dikampus seperti biasa pasti cewek-cewek selalu mengagumi sosok Brayen, Biarpun mereka dicueki tapi wajah Brayen tak pernah luput dari padangan kakak-kakak kampus para kaum hawa tentunya,
" Ray..Loe nanti nggak langsung balik kan..?? Tanya Dimas.
" Nggak kok..." Jawab Brayen singkat.
" Cakepp, Loe harus liatin Gue sama Xelo Ray, Siapa tau Loe minat kita bisa jadi boy band ala-ala korea.." Jawab Dimas dengan kekehan.
" Sialan Loe.." Jawab Brayen singkat lagi tentunya. Ni cowok emang selain kayak kutub dia juga irit banget ngomong dah..
" Ray...Dim..." Sapa Xelo yang baru bergabung.
" Dari mana Loe.." Tanya Dimas.
" Biasa panggilan alam.." Jawab Xelo dengan kikikan.
" Pantesan masih bau.." Sambung Dimas sambil menutup hidungnya.
" Akh.. masa sih Dim?? Nggak kok wangi Gue nggak jorok ya, Loe bau nggak ray..?? tanya Xelo sambil mencium-cium tubuhnya sendiri.
" Loe kena sama Dimas.." Jawab Brayen dengan sedikit senyuman.
" Ha...ha..ha...." Tawa Dimas melihat Xelo berhasil Dia kerjain.
" Akh... bangs*t Loe emang..." Jawab Xelo kesal.
" Kalem..man.. ow ya.. gimana Loe udah kasih tau anak-anak belum??" Tanya Dimas kepada Xelo, yang dimaksud anak-anak ya grup band mereka.
" Kenapa kasih tau tuh cewek..?? Kali ini brayen yang angkat bicara, Sepertinya Dia udah mulai rada-rada panas dalam hatinya he.he.
" Kaya nggak tau Xelo aja loe Ray, Ya biar Dia semangat pastinya, Iya gak Xel..?? Jawab Dimas yang membuat brayen mengepalkan tangannya, Dimas tersenyum mengejek.
" Yoi... bener banget Loe Dim, Gue demen deh sama temen pengertian kaya Loe.." Jawab Xelo.
" Oke lah.. ayoo Kita latihan dulu, Ray.. Loe mau ikut apa mau kemana..?? Tanya Dimas kepada Brayen.
" Gue ikut kalian.." Jawab Brayen singkat.
" Cakep.. lets go.." Jawab Dimas.
Mereka menuju gedung kampus dimana anak-anak band latihan disana, Dimas dan xelo juga yang lain mulai memainkan alat musik mereka, Dedangkan brayen hanya duduk dipojokan sembari memainkan ponselnya,
Tak lama ada beberapa anak SMA yang masuk siapa lagi kalau bukan vera the geng, Karena jam pelajaran terakhir dikelasnya sedang kosong dan itu kesempatan untuk Vera agar lebih dekat dengan Brayen.
" Hai Kak.. boleh gabung nggak..?? Kita cuma mau liatin Kakak latihan kok, Kita nggak akan ganggu.." Jelas Vera.
" Oke.. silahkan.." Jawab Dimas.
" Hai Kak Ray.." Sapa Vera duduk disebelah Brayen diikuti teman-temannya.
Brayen hanya tersenyum, Dia tidak menjawab sapaan dari Vera, Tapi menurut Gera itu lebih dari cukup dari pada Brayen tidak merespon sama sekali seperti kata teman-teman yang lain kalau Brayen itu terkenal sangat dingin.
" Wah.. Kak Ray benar-benar cakep..." Gumam salah satu teman Vera.
" Iya.. cakep parah, Beruntung banget Vera kalau bisa jadi pacar Kak Brayen.." Gumam yang lainnya.
Sedangkan vera hanya tersenyum simpul mendengar kata-kata temannya itu, Menurutnya memang hanya Dia cewek yang bisa dekat dengan Brayen,,
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Bel pulang sekolah sudah berbunyi semua siswa-siswi keluar kelas mereka menuju kampus depan untuk melihat acara band yang akan diadakan oleh pihak kampus, Meskipun sederhana tapi acara ini cukup rutin dilakukan untuk sekedar memanjakan mahasiswa juga siswa sekolah SMA yang sudah penat seharian belajar.
Zela, Seli dan juga Vani masih berada dikelas karena memang belum mulai dari pada harus menunggu disana dengan berpanas-panasan lebih baik menunggu dikelas ngadem dulu pikir mereka.
Tak lama ponsel Zela berbunyi, Ternyata Xelo yang menelfon.
" Siapa Zel..?? Tanya Seli.
" Kak Xelo..." Jawab Zela.
" Hah..ngapain Kak Xelo telepon Loe.." Tanya Vani yang dijawab Zela dengan mengangkat bahunya.
" Udah.. mending Loe angkat dulu kali aja penting.." Sambung Seli.
" Oke deh Gue angkat..dulu ya.." Jawab Zela yang di anggukan kedua sahabatnya.
H**allo Kak Xel..
Sapa Zela dari seberang telrpon.
H**allo bebeb Zela... ow ya.. udah pulang belum???
Tanya Xelo dari sebrang telepon.
B**elum.. kenapa??
tanya zela balik.
C**akep deh, Nanti Loe lihatin Kakak perform ya biar kakak semangat, Ajak Seli dan Vani juga boleh..
jelas xelo lagi
O**whh...oke deh kak nanti ya..
Jawab Zela.
S**ip... Kakak tungguin ya..
Sambung Xelo.
O**k**
Jawab Zela lalu mematikan teleponnya.
Vani yang penasaran dengan apa yang Zela dan Xelo omongin langsung tanya kepada Zela, Sedangkan Seli biasa saja karena sudah bisa menebak isi percakapan sahabatnya dan juga fansnya yang malang itu.
" Kak Xelo ngomong apa Zel..??? Tanya Vani penasaran.
" Kepo..." Jawab Zela dengan cekikikan.
" Ye..serius Gue.. apaan..?? Tanya Vani lagi.
" Kita disuruh liat Kak Xelo perform..." Seli yang menjawab.
" Hah..?? Kok Loe yajg jawab sih Sel..? Sambung Vani tak percaya dengan omongan Seli.
" Nggak percaya...?? Tanya aja sama Zela.." Jawab Seli.
" Beneran yang dibilang Seli Zel..?? Tanya Vani lagi.
" Iyupsss bener banget, Nanti Kita kedepan deh semangatin Kak Xelo.." Jelas Zela.
" Hahh..?? Kok Loe kaya peramal sih Sel bisa tau, Jangan-jangan Loe pakai ilmu hitam ya.." Sambung Vani.
" Apaan sih Loe, Makin ngawur deh, Yaa nggak lah lagian udah bisa ketebak kali Van.. Loenya aja emang yang telmi.." Jelas Seli ketawa membuat Vani cemberut tapi kemudian berfikir.
__ADS_1
Zela hanya tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya itu, Benar-benar sangat beruntung Zela memiliki sahabat seperti mereka, Bahkan dengan kakaknyapun Dia tidak pernah sampai bisa ketawa selepas ketika dengan kedua sahabatnya itu, Tapi kemudian Dia memikirkan suaminya..
" Gue perlu kasih tau Dia nggak ya kalau pulang telat, Apa Dia juga mau liat perform Kak Dimas ya, Akhhh ngapain juga Gue mikirin Dia, Dia juga nggak bakal mikirin Gue.." Gumam Zela kesal sendiri.