
Hari berganti dengan minggu, tidak terasa sudah 2 minggu berlalu, dan hari ini dimana Seli dan Dimas melangsungkan pernikahan mereka di Hotel Zafano.
Tadi pagi sudah di langsungkan ijab kabul antara Seli dan Dimas di masjid yang terletak dekat dengan rumah Seli.
Dan siang sampai malam ini, acara resepsi mereka di lanjutkan di hotel Zafano. Seperti yang sudah Brayen katakan waktu dulu, resepsi pernikahan mereka semua Brayen yang tanggung, termasuk makan dan tempat.
Banyak tamu yang Seli dan Dimas undang, bukan hanya dari teman-teman mereka saja, tetapi juga rekan bisnis kedua orang tua Seli dan juga rekan bisnis Dimas di Kantor Zafano.
Zela sedang duduk bersama kedua sahabatnya, Seli dan Vani, mereka sama-sama terlihat sangat cantik malam ini, dengan Seli sebagai ratu di acara resepsi pernikahannya.
Jelas Seli terlihat berbeda dari biasanya, kecantikannya mampu membuat Dimas tidak sabar agar sore ini cepat berlalu dan berganti menjadi malam yang akan mereka lalui dengan cerita cinta di antara mereka.
" Lo napa nangis sih Van?." Tanya Zela melihat Vani yang mengeluarkan air mata di pipi cubby nya.
" Vanvan ih... Jangan nangis, malu tahu." Sambung Seli mengingatkan Vani.
" Gue lajang sendiri sekarang." Jawab Vani seraya menutup wajahnya dengan tangannya, bahkan tangisnya bertambah pecah.
Beruntung semua tamu sedang sibuk degan jamuan yang mereka suguhkan, live musik dan juga makanan lezat pastinya.
" Sssttt... Lo jangan kayak anak kecil deh, nggak sabaran banget, bentar lagi Lo juga kan nikah Van." Jelas Zela seraya mencoba menenangkan Vani agar tidak lagi menangis.
Malu abis kan kalau sampai ada yang melihat, apa lagi Xelo yang melihat dan tahu jika Vani menangis karena sudah tidak sabar ingin segera menikah dengannya, bisa malu banget itu sih Van Van.
" Tapi lama Zel nunggu 2 minggu lagi." Jawab Vani membuat Zela mendengus kesal.
" Salah siapa di suruh nikah masal nggak mau." Jawab Zela membuat Vani tersenyum kikuk, bahkan sudah tidak ada tangis di wajah imutnya.
" Gue nggak mau dong nikah bareng dia, bisa-bisa acara yang sakral berubah jadi ajib-ajib." Sambung Seli menjelaskan.
Zela dan Vani menatap Seli bingung.
" Hah? Maksud Lo apaan coba?." Tanya Vani dengan muka juteknya kepada Seli.
" Lo kan pengen konsep pernikahan ala-ala korea gitu kan? Sedangkan Gue suka yang tenang seperti ini dengan di temani alunan musik jaz aduh.. Jadi kangen sama suami." Jelas Seli seraya menikmati alunan musik jaz di pesta pernikahannya.
" Gue kan calon pengantin masa kini." Jawab Vani membuat Zela dan Seli tertawa, begitu juga dengan Vani yang ikut tertawa.
" Dih yang udah punya suami sekarang." Goda Zela membuat Seli tersenyum malu-malu.
__ADS_1
" Apalah daya Gue yang harus nunggu 2 minggu lagi untuk jadi seorang istri." Ucap Vani membuat Zela dan Seli tertawa, seraya memeluk Vani dengan gemas dan penuh kasih sayang.
Zela tersenyum menatap Seli yang setatusnya sudah berganti menjadi istri sekarang, lalu menatap Vani yang sedang menatap Seli dengan wajah cengo nya membuat Zela kembali tersenyum.
Sabar Van sebentar lagi Lo juga akan ngerasain seperti apa yang kita rasakan Batin Zela menatap Vani.
Zela kembali tersenyum, tatapannya beralih ke lelaki tampan yang masih kecil, dia sedang berada di gendongan lelaki tampan yang sangat di kenalinya, bahkan sedari tadi banyak sekali tamu wanita yang mengajak Brayen dan Arshaka untuk melakukan foto bersamanya.
" Hmmmm Lelakiku semuanya menjadi idola." Gumam Zela tersenyum ke arah Brayen dan Arshaka.
Sampai akhirnya seseorang menepuk pundaknya yang sukse membuat Zela terkejut.
" Hei...!." Sapa lelaki yang berada di belakangnya.
Zela menoleh ke asal suara, dan melongo melihat calon Kakak iparnya dengan setelan jas sore ini. Jova terlihat sangat tampan sekali saat ini.
" Kak Jo." Jawab Zela memeluk Jova girang.
Sudah lama memang Zela tidak bertemu dengan Jova, sejak kuliah Zela jarang berkunjung ke rumah Mamahnya. Terkadang Zifa datang ke rumah Zafano. Tetapi dia datang sendiri tanpa di temani Jova.
Dan ternyata Jova sedang bekerja keras untuk membangun rumah yang nantinya akan di tempati oleh dirinya da Zifa setelah menikah. Jova lelaki nakal tetapi dia sangat bertanggung jawab dan dewasa. Semua yang dia miliki sekarang ialah hasil kerja kerasnya.
" Sorry Kak, kangen." Jawab Zela membuat Jova tersenyum seraya mengacak rambut Zela pelan.
" Jangan manja ah dek, lihat jagoanmu sekarang sudah sebesar itu." Jawab Jova seraya menunjuk Arshaka yang sedang berkumpul dengan Daddy nya dan juga kedua sahabat Daddy nya, Dimas si pengantin dan juga Xelo calon pengantin.
Zela kembali tersenyum, lalu tatapannya mencari keberadaan seseorang.
" Kak Zifa dimana?." Zela menanyakan keberadaan Zifa Kakaknya.
" Tadi ijin ke toilet, bentar lagi juga ke sini, btw ke sana dulu ya, dan Seli sekali lagi selamat buat pernikahan Lo, Gue saranin cukup sekali aja buat seumur hidup." Jelas Joav membuat Zela, Seli dan Vani mengangguk.
" Thank Kak Jova." Jawab Seli yang di acungi jempol oleh Jova.
Jova akan menghampiri Brayen CS memang, dia juga ingin mengajak calon ponakannya yang tampan dan pintar itu, siapa lagi kalau bukan si kecil Arshaka.
" Biar Gue tebak, setelah Gue sama Bebeb Xelo nikah, pasti Kakak Lo ngikut." Ucap Vani membuat Zela terdiam seperti berpikir sejenak.
" Gue juga berharap gitu, pengen lihat kedua sahabat yang Gue sayangi nikah, setelah itu Kakak tersayang Gue juga, hmmmm indah banget pasti cerita kita semua penuh dengan kebahagiaan." Jelas Zela seraya melamunkan apa yang di inginkan olehnya.
__ADS_1
" Btw Sel kok Lo nggak ada gugupnya sama sekali sih?." Tanya Vani melihat Seli yang tampak biasa saja.
" Bege, Gue gugup banget lah, tapi sebisa mungkin Gue tutupin buat nanti malam aja gugupnya." Jawab Seli dengan membisikan kata-katanya di akhir kalimat.
Zela dan Vani saling pandang lalu tertawa bersama.
" Huaaa.... Seli sebentar lagi kebobolan gawang!!." Teriak Vani sepontan, dan sukses membuat orang yang berada di sekitar mereka menoleh ke asal suara.
Sadar dengan teriakannya, Vani segera menutup mulutnya.
" Vani Lo awas ya." Ucap Seli dengan menatap tajam Vani yang sedang tersenyum kikuk.
Karena suara teriakan Vani yang cempreng sampai memasuki telinga Xelo, alhasil Xelo mengahmpiri Vani dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di tebak.
Xelo berhenti tepat di depan Vani, apa yang di lakukan oleh Xelo sekarang jelas membuat Vani gugup tidak menentu.
Jangan sampai Kak Xelo batalin pernikahan karena suara teriakan Gue barusan, oh God help me please Batin Vani bermonolog sendiri.
Xelo masih menatap Vani lekat tanpa bersuara, membuat jantung Vani semakin dag dig dug ser, mulut Vani yang biasanya nerocos tanpa ampun tiba-tiba menjadi kaku untuk bersuara.
Jelas sekarang Vani sedang di landa gugup lebih dari Seli yang sebagai pengantin wanita hari ini.
Seli menatap Vani tersenyum mengejek.
" Mamp*s Lo di buat bungkam sama Kak Xelo." Ucap Seli pelan, tetapi masih terdengar oleh Vani dan Xelo, juga Zela yang berada di sebelah Vani.
" Sorry Van Gue nggak ikut-ikut ya, Gue ke Arshaka dulu." Pamit Zela yant tahu situasi jika Xelo menginginkan hanya berdua saja dengan Vani sekarang.
" Gue juga harus nemuin Kak Dimas sama tamu dulu Van, bye." Sambung Seli yang juga meninggalkan Vani agar bisa berdua dengan Xelo saja.
Melihat kepergian dua sahabatnya membuat Vani mengepalkan tangannya kuat, mulutnya memang sedang susah untuk berbicara tetapi hatinya masih normal, masih bisa untuk membantin apa yang sedang di rasakan olehnya saat ini.
Kampret mereka berdua, malah pergi, biar gue mati berdiri karena gugup gini apa Batin Vani seraya memejamkan kedua matanya.
" Buka mata kamu." Suruh Xelo membuat Vani terkejut dan langsung membuka matanya.
Yuhuu gaes, sorenan upnya sorry author lagi sakit soalnya 🙏
Dan cerita lebih detail pernikahan Seli sama Dimas di next episodenya ya
__ADS_1