Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Kembali Sekolah


__ADS_3

Zela dan Brayen masih tertidur dengan lelapnya dibawah selimut, pergulatan tadi malam membuat keduanya tidak mendengar bunyi alarm yang sudah di tetapkan waktunya.


Tapi karena pagi ini yang begitu cerah, terpaksa cahaya mataharilah yang membangunkan gadis cantik yang masih meringkuk didada bidang Brayen.


" Emmhh...." Lenguh Zela mencoba mengerjap ngerjapkan matanya.


Dilihatnya Brayen yang masih tertidur di sampingnya, selalu terlihat tampan, dan tidak pernah berkurang mekipun dalam keadaan tidur.


Zela tersenyum mengecup kening Brayen, lalu dengan pelan mengelus rambut kepala Brayen.


Tapi kemudian dia melirik ke arah jam yang berada didinding tepat di depan kamar ranjang kamar mereka.


" OMG.... telat..." Gumam Zela yang langsung bangun dan ngacir menuju kamar mandi.


Kali ini Zela tidak akan membuang waktu untuk berlam lama dikamar mandi, bahkan 10 menit cukup untuk Zela membersihkan badannya.


Setelah rapih dengan seragam sekolahnya, Zela melirik Brayen sekilas, seperti ingin membangunkan tapi tak tega...


Zela kembali mencium kening Brayen, dilihatnya Brayen yang masih tertidur dengan tampannya, sekilas seperti terbesit rasa ingin mencium bibir Brayen bukan hanya kening, tapi waktu tidaklah bersahabt untuk sekarang ini.


Zela menuju pintu keluar kamar, menoleh lagi ke arah Brayen yang masih tertidur lalu tersenyum.


" Oke... Gue bawa mobil sendiri..." Gumam Zela lalu segera turun menuju meja makan.


Hari ini Brayen memang ada mata kuliah siang lagi, jadi Zela membiarkan Brayen untuk tidur dengan nyenyaknya.


" Lho sayang... ray mana..?? Tanya Bunda Wina melihat kedatangan Zela tanpa Brayen.


" Masih tidur bund.. hari ini Kak ray kuliah siang jadi Zela biar berangkat sendiri saja.." Jelas Zela duduk dimeja makan.


" Apa sudah tidak apa apa nak..??? " Tanya Pak Riko kepada Zela.


" Zela tidak apa apa kok Yah... Sehat.." Jawab Zela semangat sambil menangkat lengannya 💪💪💪


Bunda Wina dan Pak Riko tersenyum melihat tingkah menantu cantiknya itu, Pak Riko maupun Bunda Wina memang tidak mempermasalahkan jika hari ini Zela berangkat sekolah setelah kejadian kemarin.


Setelah dokter menjelaskan tidak terjadi hal hal yang perlu dikhawatirkan, Membuat Mereka lega tapi dengan catatan Zela tidak boleh setledor kemarin.


Dan mengenai anak yang sengaja menabrak Zela Pak Riko sudah memerintahlan kepsek untuk menghukumnya, tapi juga tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan.


Keluarga Zafano memang sangatlah baik hati dan terkenal dermawan teruntuk Pak Riko, beda dengan anaknya yang terkenal dingin tapi juga tampan.


" Baiklah kalau begitu biar Ayah saja yang antar kamu ke Sekolah.." Sambung Pak Riko membuat Zela terkejut sedangkan Bunda Wina tersenyum senang.


Zela mengangguk dengn senyum meskipun dalam hatinya sangatlah was was.. Takut kalau nanti ada siswi yang melihat bisa jadi trending lagi pastinya di sekolah.


Mobil mewah Pak Riko berhenti tepat di depan gerbang sekolah, beruntungnya para siswa siswi sudah banyak yang masuk kesekolah, jadi kali ini Zela akan aman tapi tidak untuk yang dilakukan Brayen kemarin ketika menggendong Zela ketika pingsan.


Setelah pamit kepada Ayah martuanya Zela segera menuju ke kelas, di dalam lorong kelas sudah banyak siswi yang melihatnya dengan tatapan kagum tapi banyak juga di antara mereka yang merasa iri dengan Zela.


" Akhirnya loe dateng juga Zel.." Seru Vani ketika melihat kedatangan Zela.


" Sini duduk.." Suruh Seli menunjuk bangku sebelahnya.


Zela menurut apa yang dikatakan sahabatnya, tapi dia merasa seperti ada yang aneh dengan hari ini.


" Ada apaan sih..??? " Tanya Zela yang penasaran kepada Seli dan juga Vani.


" Loe tau nggak sekarang anak anak juga kakak kampus depan pada ngomongin loe ma kak ray..." Jelas Vani menggebu gebu.


Zela mengernyitkan keningnya, tapi dia ingat pasti karna kejadian kemarin.


" Dan satu lagi Zel.. loe harus tau kalau Vera sekarang kena hukum bersihin WC siswa dan Guru selama 1 bulan,, gila nggak tuh..?? Sambung Vani lagi dengan senyum senangnya.


" Hah... Seriusan loe..??? Kasian juga tuh anak.." Jawab Zela membuat Seli dan Vani mengernyitkan keningnya.


" Kok kasin sih Zel..?? Itu tuh nggak seberapa dengan apa yang dia lakuin ke loe..." Kesal Vani mendengar pernyataan Zela.


" Gue kira tuh anak bakal diskors tapi ternyata Pak Riko sama Bunda Wina sangatlah baik.." Sambung Seli menjelaskan.


Zela mengngguk sambil tersenyum, betapa beruntungnya dia mempunyai kedua martua yang sama sama berhati emas itu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sementara Brayen terbangun dari tidurnya, dia sedikit kaget karena hari sudah semakin siang dan tanpa adanya gadis cantik yang tadi malam sudah membuatnya terbang.


Dilihatnya jam yang sudah menunjukan angka 8, Brayen mengacak rambutnya kesal.


" Akh...sial gue kesiangan.. kenapa nggak bangunin gue sih..." Gumam Brayen kesal karena Zela tak membangunkannya.


Brayen segera menuju kamar mandi, setelah selesai dengan ritual mandinya, dia menuju kebawah untuk berangkat kuliah dan menemui Bunda Wina.


" Bund..." Sapa Brayen kepada Bunda Wina yang sedang berada diruang tengah.


" Sudah bangun sayang... Sarapan dulu.." Suruh Bunda Wina kepada Brayen.


" Zela bawa mobil sendiri Bund..?? Tanya Brayen kepada Bunda Wina.


" Tidak nak... di antar Pak Mamat tadi bareng sama Ayah.." Jelas Bunda Wina membuat Brayen mengangguk lega.


" Ray berangkat dulu ya Bund.." Pamit Brayen kepada Bunda Wina.


" Lho nak sarapan dulu.. masih banyak waktu kamu kuliah siang kan..?? Tanya Bunda Wina kepada Brayen.

__ADS_1


" Mau ke Dimas dulu.. nanti ray sarapan disana Bund.." Jelas Brayen menyium punggung tangan Bunda Wina.


Setelah berpamitan kepada Bunda Wina, dengan segera Brayen melajukan mobil mewahnya menuju apartemen Dimas, sebelum berangkat kuliah.


Sampai diapartemen Dimas, Brayen langsung masuk kedalam karena memang dia tau pasword apartemen Dimas.


" Bangun woy..." Teriak Brayen kepada Dimas.


Dimas mengerjapkan matanya, lalu pandangannya melihat keberadaan Brayen di depannya.


" Akh..sial.. napa loe yang dateng sih..." Kesal Dimas yang diganggu Brayen tidurnya.


" Kenapa emang..??? Tanya Brayen yang ikut berbaring di sebelah Dimas.


" Ya kenapa nggak cewek sexy dan cantik coba.. Biar langsung melek nih mata.." Jawab Dimas becanda.


Brayen tersenyum miring mendengar penuturan Dimas.


" Loe beruntung yang dateng cowok setampan gue... Siapa coba yang nggak mau sama Brayen Zafano.." Jelas Brayen songong.


" Iya..ya..gue emang beruntung karena bisa seranjang bareng loe.." Jawab Dimas membuat Brayen merasa risih.


" Gue laper.." Ucap Brayen membuat Dimas menatapnya bingung.


" Terus..??? Tanya Dimas dengan bingungnya.


" Kita ke caffe biasa.." Jawab Brayen membuat Dimas sumringah.


" Cakep...Gue mandi bentar man.." Sambung Dimas yang langsung ngacir menuju kamr mandi.


Brayen hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Dimas,


Setelah beberapa menit Dimas keluar dengan setelan baju yang sudah rapih, tak butuh waku lama mereka langsung melajukan mobilnya menuju caffe dimana Brayen dan Dimas biasa nongkrong.


Mereka memesan menu kesukaan masing masing, dengan lahapnya Dimas memakan, berbeda dengan Brayen yang tidak begitu lahap dengan makanannya, dia seperti memikirkan sesuatu.


" Napa loe..?? Tanya Dimas kepada Brayen.


" Gue lagi mikirin.. gimana caranya tuh cewek nggak gangguin istri gue lagi.." Jawab Brayen masih dengan tatapan seperti memikirkan sesuatu.


" Maksud loe Vera..?? Tanya Dimas yang dianggukin oleh Brayen.


" Gue mau dia minta maaf sama Zela..." Jelas Brayen membuat Dimas mengangguk mengerti.


Tak lama datanglah wanita cantik yang sangat mereka kenali, siapa lagi kalau bukan Misha.


Hari ini Misha keliatan sangat Cantik dan juga Sexy, Misha mengenakan rok pendek yang hampir memperlihatkan pangkal pahanya.


" Sha..." Jawab Dimas singkat, sedangkan Brayen hanya tersenyum sekilas.


" Boleh gabung kan..?? Tanya Misha yang dijawab mereka dengan anggukan kepala.


" Ow ya ray.. denger denger cewek loe kemarin pingsan ya..?? kenapa..?? Tanya Misha pura pura ker.


" Cuma kecelakaan kecil kok.." Jawab Brayen singkat.


" Tapi dia nggak papa kan sekrang..?? Tanya Misha lagi membuat Brayen sedikit malas menjawab.


" Dia baik baik aja.." Jawab Brayen dengan malasnya.


Misha mencoba untuk tersenyum, meskipun dalam hatinya sedikit kesal dengan sikap Brayen terhadapnya, tapi dia mencoba untuk biasa saja di depan Brayen.


" Sorry gue duluan ya.." Pamit Brayen berlalu.


" Gue juga Sha..bye.." Sambung Dimas membuat Misha kembali tersenyum kecut.


Dilihatnya punggung Brayen yang mulai menjauh, Misha benar benar kesal dan tak terima dengan perlakuan Brayen, dia mengepalkan tangannya kesal.


gue pasti bisa dapetin loe ray... batin misha penuh keyakinan.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Zela, Seli dan Vani sedang berada dikantin dengan memakan pesananya, tak lama datanglah Vera the gank, tapi kali ini Vera tak berani menghampiri Zela dia hanya menatap Zela dengan tatapan tajam seperti penuh dengan kebencian.


Zela melirik Vera sekilas tapi kemudian fokus kembali dengan makannya.


" Gaes...bakwan tuh.." Ucap Vani kepada mereka berdua.


" Iya gue tau.." Jawab Seli malas.


Sedangkan Zela tetap fokus dengan makannya, Zela sangatlah malas melihat wajah Vera yang hampir membuat dia dan calon anaknya celaka.


" Tapi dia liatin kita terus.. noh..matanya kayak mau lepas.." Cletuk Vani membuat Zela dan Seli akhirnya melirik ke arah Vera sekilas.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Vani, Vera terus menatap ke arah mereka, lebih tepatnya ke arah Zela, bahkan tatapan Vera memang sangatlah tajam.


" Tenang aja.. kalau dia berani macem macem lagi, gue bakal sebarin videonya..." Jelas Zela membuat Vani dan Seli terkejut tepi kemudian mereka tersenyum senang.


" Setuju gue.." Jawab Seli singkat.


" Apa lagi gue.." Sambung Vani semangat.


Setelah selesai dengan makannya, mereka langsung menuju kekelas, ketika melewati lorong kelas banyak sekali pasang mata yang menatap mereka.

__ADS_1


Teruntuk Zela tentunya, siswi paling cantik di sekolahnya yang sedang dekat dengan cowok tampan idola kampus, sudah pasti akan menjadi bahan omongan siswi yang lain.


" Kalian ngeh nggak mereka liatin kita terus..' Ucap Vani.


" Buka kita tapi Zela telmi.." Jawab Seli mencubit pipi Vani.


" Auw..sakit Sel.. kebiasaan loe ya.." Kesal Vani membuat Seli tersenyum kikuk.


Masih dengan kesalnya Vani fokus dengan layar ponselnya, dari pada membalas Seli yang ada malah tidak kelar kelar pikirnya.


" Zel loe tadi bawa mobil..?? Tanya Seli tiba tiba.


" Nggak kok gue dianter..." Jawab Zela cuek.


" Di anter kak ray..?? Tanya Seli lagi tapi Zela hanya menggeleng.


" Terus..?? Tanya Seli semakin penasaran.


" Di anter Bokap Martua.." Bisik Zela cekikikan membuat Seli melotot.


" Seriusan..?? Tanya Seli masih tak percaya, Zela mengangguk tersenyum.


" Wouw... bisa heboh kalau sampe ada yang liat.." Jawab Seli.


" Aman kok.." Jawab Zela singkat masih dengan senyumnya.


" Paan sih gaes..?? Tanya Vani yang ingin tau.


" Sini gue bisikin.." Ucap Seli menyuruh Vani mendekat.


" Ada ikan hiu di belakang loe.." Bisik Seli becanda, Membuat Vani seketika melotot dan langsung ngacir menuju kelas.


Ikan hiu yang dimaksud Vani siapa lagi kalau bukan Xelo, dan ntah kenapa hanya mendengar nama Xelo saja membuat detak jantungnya tak beraturan, apa lagi jika bertemu dengannya sekarang.


Zela dan Seli saling pandang bingung melihat tingkah konyol Vani, lalu dengan segera mereka mengejar Vani yang sudah ngacir duluan.


Vani yang tergesa gesa sampe tersandung, dan sialnya dia sampe kejedot bangku mejanya.. beruntung didalam kelas belum ada satu orangpun siswa, jadi dia tak perlu merasa malu dengan kejadian barusan.


" Auw...." Pekik Vani kesakitan.


" Sialan ni meja.." Gerutu Vani kesal.


Tak lama Zela dan Seli sampe di kelas, tapi mata mereka langsung melotot melihat kening Vani.


" Loe kenapa Van..?? Tanya Zela sedikit ragu.


" Gue kenapa emang..?? Tanya Vani balik melihat muka bingung Zela.


" Kening loe sayang..." Sambung Seli lirih menunjuk kening Vani.


Seketika Vani reflek meraba keningnya, seperti ada benjolan, lalu dengan segera dia mengambil kaca kecil yang biasa dia bawa kemana mana.


Terlihat benjolan cukup besar di kening Vani, bahkan terlihat seperti benjolan yang ada di film hellboy, hanya saja benjolan dikening Vani hanya satu.


" Hwaaaaaa......!!!!!! " Teriak Vani shok melihat kening sendiri.


" Kening gue kenapa ada tanduknya....??? " Gumam Vani yang sudah cengeng.


" Van loe tenang dulu ya.. biar gue ambilin obat ke UKS.." Jelas Zela.


" Jangan Zel.. gue malu.. yang ada anak anak nanti malah pada tau..." Sambung Vani.


" Lagian loe ada ada aja sih Van.. Pake nyamain hellboy segala.." Sambung Seli yang malah nyalahin Vani.


" Diem loe.. mending bantuin gue gimana caranya ngilangin nie benjolan.." Jawab Vani frustasi.


" Kalian tunggu bentar gue ambilin es aja ya ke buk kantin.." Jelas Zela yang dianggukin mereka berdua.


Zela segera berlalu meninggalkan Seli dan Vani yang sedang heboh dengan benjolan Vani, ketika sampe dipintu masuk kantin, Zela berpapasan dengan Vera tampak wajah Vera yang merah melihat kedatangan Zela.


Sedangkan Zela hanya melirik sekilas lalu segera masuk mengambilkan es untuk Vani.


Baru ketika Zela akan menuju kelasnya, anak anak sedang berlarian menuju lapangan upacara karena perintah dari kepsek.


Zela juga menuju kesana dengan tangan yang masih membwa es batu, dilihatnya para siswa siswi yang sudah berkumpul.


Tak lama Seli dan Vani menghampirinya, dengan Vani yang membawa buku untuk menutupi benjolan dikeningnya.


" Ada apaan sih gaes..?? Tanya Zela penasaran.


" Mana gue tau.. Ayo..." Ajak Seli menarik tangan Zela dan Vani.


mereka ikut berbaris bersama teman sekelasnya.. Samar samar Zela mendengar siswi yang sedang ngobrolin suaminya, siapa lagi kalau bukan Brayen.


Tapi kemudian matanya melotot melihat siapa yang berada di samping kepsek juga guru yang lain..


" Hah..kak ray..." Gumam Zela bingung melihat keberadaan Brayen.


Sedangkan Brayen tersenyum tampan kearahnya, membuat siswi yang lain terpesona dengan ketampananya.


Apa yang akan terjadi dengan Zela dan juga Brayen..?? Atau bagaimana nasib Vera selanjutnya..??? Ditunggy next episodenya..


Jangan lupa Like, Comment, Dan Vote.. 🙏🙏😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2