Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Ngerjain Vanvan


__ADS_3

Setelah kedatangan Vani dan Xelo, mereka merencanakan untuk menemui Seli dan Dimas di Hotel Zafano. Bahkan Vani sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil ketika Zela, Brayen dan Xelo masih berjalan menuju mobil.


Vani meraba dadanya, dia gugup dan sudah tidak sabar ingin bertanya dengan Seli tentang malam pertamanya.


Tidak lama Zela, Brayen dan juga Xelo masuk ke dalam mobil. Mereka menggunakan mobil Xelo untuk ke Hotel Zafano.


" Lo kenapa sih Van?." Tanya Zela melirik Vani yang berada di depannya.


" Gue nggak sabar pengen tanya Seli." Jawab Vani tersenyum dengan penuh semangat.


Zela menautkan alisnya sedikit bingung, karena memang pikirannya belum jauh seperti Vani yang terus terbayang malam pertama diantara Seli dan juga Dimas.


Pokoknya pikiran Vani sekarang tidak jauh-jauh dari nananina, maklum saja sebentar lagi dia juga akan melangsungkan pernikahan, jelas orang seperti Vani sudah tidak sabar untuk melakukannya, Vani konyol tapi sekarang sedang di mode sedikit mesum.


" Tanya apaan Lo? Bukannya gaun pengantin Lo beda ya sama yang di pakai Seli?." Tanya Zela yang memang belum maksud dari perkataan Vani.


" No Zezel, ih kamu udah nikah lama masih aja polos." Cibir Vani membuat Xelo yang sedang menyetir tertawa.


Begitu juga dengan Brayen yang ikut tersenyum seraya menggeleg.


" Maksud Vani itu m*king love sayang." Jelas Brayen yang sudah gemas dengan kepolosan istrinya.


" Hah." Jawab Zela terbengong dengan otak mesum Vani.


Juga merasa dirinya yang tidak cepat tanggap tentang hal begituan, tetapi memang otak Zela paling jauh dari kata mesum di bandingkan dengan kedua sahabatnya.


Vani terkikik melihat wajah cengo Zela.


" Nakal kamu beb." Ucap Xelo seraya mengelus puncuk kepala Vani.


Vani hanya tersenyum sedikit malu, tanpa dia sadari perkataannya mewakili keinginannya di depan Xelo, dan jelas itu membuat Vani sedikit salah tingkah.


Sampai akhirnya tibalah mereka di Hotel Zafano. Zela dan Vani segera berhambur mencari kamar inap Dimas dan Seli. Sedangkan Brayen ada urusan sendiri di Hotelnya. Brayen masuk ke dalam ruang kerjanya di Hotel Zafanom Di ikuti Xelo.


Tok...


Tok....


Tok....


" Sel... Seli!." Teriak Zela dari arah luar pintu.


Kini Zela dan Vani sudah sampai di depan pintu kamar hotel.

__ADS_1


" Cecel... Woy buka!." Teriak Vani melanjutkan.


Tidak lama pintu kamar hotel terbuka. Menampilkan sosok wanita yang baru saja bangun tidur masih dengan muka bantalnya.


" Ya ampun pengantin baru kok masih kucel gini?." Ucap Vani berkomentar dengan apa yang di lihatnya.


Seli bahkan terlihat seperti zombie menurut Vani.


Zela segera menyiku Vani, tidak tahu sekali Vani jika pengantin baru itu pasti malam untuk melakukan apa-apa selain bermanja di kamar dengan pasangannya.


Otak Vani saja memang yang mesum, tapi pikirannya belum terlalu jauh, jelas karena Vani belum perna menjadi seorang pengantin.


" Ngapain sih pada ke sini?." Jawab Seli seakan tidak suka jika kedua sahabatnya datang dan menganggu waktu berduanya dengan Dimas. Tetapi memang itu rencana Zela dan Vani untuk menganggung pasangan pengantin baru yang sedang di mabuk cinta.


Kampret banget memang dah punya sahabat seperti mereka, tidak tahu sikon.


" Kita mau ketemu Lo lah Sel." Jawab Vani seraya masuk ke dalam tanpa memperdulikan Seli. Begitu juga dengan Zela yang mengikuti Vani masuk ke dalam.


Dengan kesal akhirnya Seli mengikuti mereka berdua dari belakang, sumpah nggak punya sopan santun banget si Vanvan sama Zezel.


" Wah... Keren nih kamarnya." Cletuk Vani melihat ke sekeliling kamar.


" Tenang Van, dua minggu lagi Lo juga bakal ngersain tidur di hotel bintang lima dengan kamar VIP." Jawab Zela membuat Vani menoleh ke arah Zela dengan semangat.


" Bener ya, jangan berat sebelah Lo." Ucap Vani yang di angguko oleh Zela.


" Tapi tunggu, kalian nggak boleh gangguin malam pertama Gue sama Kak Xelo." Sambung Vani lagi membuat Zela tertawa, sedangkan Seli tampak mendekat ke arah Vani lalu.


Cletuk...


Seli menjitak kening Vani dengan cukup keras, sontak saja apa yang di lakukan Seli membuat Vani langsung mengaduh sakit.


" Auw... Sakit tahu." Jawab Vani kesal dengan perlakuan Seli.


" Jangan mimpi Lo nggak bakal di gangguin kita, Lo aja gangguin Gue sekarang." Jawab Seli membuat Zela tertawa, sedangkan Vani melotot kesal.


" Cih... Baperan Lo, kita nggak ganggu Lo sama sekali ya tadi malam, sekarang udah beda cerita Sel." Jawab Vani seraya masuk ke dalam kamar hotel lebih jauh lagi.


Dann...


" Kyaaa....!!." Vani berteriak seketika melihat Dimas yang masih terbaring di ranjang hanya dengan menggunakan celana boxer saja.


Beruntung Dimas dan Seli sedang tidak dalam keadaan toples.

__ADS_1


Bisa mimisan Vani melihat tubuh polos Dimas sebelum melihat punya Xelo terlebih dahulu.


" Apaan sih Van?." Tanya Zela melihat Vani yang sedang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Mata Gue udah ternodai Zel." Jawab Vani membuat Zela tersenyum seraya menggeleng.


Zela melirik ke arah Dimas yang hanya menggunakan boxer saja, mata Zela seakan menyuruh Seli untuk menutup tubuh Dimas dengan selimut.


" Salah Lo masuk ke kamar orang nggak bilang-bilang." Cibir Seli seraya menutup tubuh suaminya dengan selimut.


Sumpah si Vanvan karena sudah mau menikah jadi aneh banget sikapnya, biasanya juga sukanya melihat tubuh lelaki sexy di laptopnya, ini lihat langsung malah merasa ternodai. Padahal jika sedang berada di wahana kolam berenang juga Vani paling semangat melihat tubuh-tubuh sexy dari lawan jenisnya. Bahkan pernah kepala Vani sampai di tutupi plastik sama Xelo.


" Lagian Lo aneh banget Van, sukanya liat film dewasa giliran lihat secara langsung malah di tutup." Ucap Zela sengaja menggoda Vani.


" Beda Zel lihat di film sama yang asli, pokoknya Kak Dimas di pakain baju dulu Sel cepetan." Jawab Vani seraya menyuruh Seli untuk memakaikan baju kepada Dimas.


" Sumpah ya Lo ribet banget Van." Ucap Seli seraya membangunkan Dimas.


Dimas terbangun dan kaget melihat keberadaan Zela dan Vani yang sudah berada di dalam kamarnya.


" Sstt... Mandi dulu aja sana Bi." Suruh Seli seraya memberikan jubah mandi untuk Dimas.


Beruntung banget memang di antara mereka bukan hanya sebagai sahabat saja tetapi sudah seperti saudara, jadi mereka bersikap santai meskipun kedatangan dua mahluk seperti Zela dan Vani.


Dimas beranjak dari tidurnya, dia memakai jubah yang Seli berikan, karena ada Zela tidak lucu bukan jika Dimas sampai menggunakan boxer saja melewati Zela dan Vani, mau sedekat apapun juga yang namanya bukan pasangan harus ada jarak.


Tidak lama datanglah Brayen dan Xelo yang menghampiri mereka.


Dengan segera Zela dan Seli mengisyaratkan Brayen dan Xelo untuk diam agar tidak bersuara, mereka akan mengerjai Vani yang masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Zela mengisyaratkan Xelo untuk mendekat dan membuka kaos yang sedang di kenakannya, tadinya Xelo igin menolak, tetapi setelah tahu maksud Zela dan Seli, Xelo menuruti apa yang kedua sahabat calon istrinya minta.


Xelo sudah membuka kaosnya, dan berdiri tepat di hadapan Vani.


" Van buka mata Lo deh." Suruh Zela kepada Vani.


Vani menggeleng, dia masih takut jika sampai melihat tubuh Dimas lagi.


" Nggak mau Zel, Gue nggak mau mata ini ternodai lagi." Jawab Vani membuat semua orang yang berada di sana terkikik.


" Ya udah kalau gitu Lo pejamkan mata aja, biar Gue arahin tangan Lo buat kita keluar." Jelas Zela yang di angguki oleh Vani.


Zela mengarahkan tangan Vani dari wajahnya untuk memegang perut rata Xelo, sontak saja merasa ada yang aneh di tangannya membuat Vani melotot dan terkejut.

__ADS_1


" Kyaaa.... Zezel sialan Lo!." Teriak Vani mengira jika perut yang di pegangnya ialah perut rata Dimas.


Sedangkan semua orang yang berada di sana tertawa terbahak melihat wajah merah Vani yang sedang kesal masih dengan menutup kedua matanya.


__ADS_2