Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Rencana Brayen 2


__ADS_3

Kini Zela, Seli dan Vani tampak anggun dan cantik bak bidadari tak bersayap di dunia, dengan gaun malam yang terlihat sangat pas mereka kenakan, gaun yang memperlihatkan bentuk tubuh indah mereka, tapi masih tertutup sopan dan cocok untuk usia mereka.


Ditambah riasan make up yang begitu mempesona, bahkan nanti jika ketiga pria tampan yang sedari tadi menunggu mereka juga akan pangling melihat ketiga gadis SMA yang sudah menjelma sebagai tuan putri nan cantik malam ini, ralat bukan hanya tuan putri tapi bidadari tak bersayap.


Rupanya Brayen yang memanggil MUA terkenal itu tak sia sia, akan membuahkan hasil dan sangat memuaskan tentunya.


" Amazing...." Ucap salah satu dari penata rias tersebut melihat ketiga gadis cantik didepannya.


" Tinggal satu sentuhan lagi sayang... And perfect..." Sambung salah satu dari mereka setelah membenarkan tatanan rambut Seli dan Vani.


" Thanks... Kak..." Ucap Seli dan Vani sungkan kepada mereka.


" Sama sama sayang... Kita senang jika nanti hasil kerja kita memuaskan Tuan muda Brayen..." Jawab salah satunya lagi.


Sedangkan Zela, dia paling akhir selesai.


" Beautiful..." Gumam Sandy yang masih sibuk merias Zela, hanya tinggal beberapa sentuhan lagi dan akan selesai.


Zela hanya tersenyum mendengarnya, tanpa menjawab.


" Jadi kamu ini anak Pak Adam...??? Tanya Sandy kepada Zela.


" Iya kak.." Jawab Zela singkat.. Dan Sandy mengangguk mengerti.


" Sangat cantik... .." Puji Sandy membuat Zela tersenyum malu


" Dan istri dari Brayen Zafano.., , Sungguh menakjubkan... Kamu tau sayang berapa banyak wanita yang sangat ingin diposisi kamu sekarang.. Kamu sangat beruntung..." Jelasnya lagi.


Lagi lagi Zela hanya tersenyum menanggapinya, dia enggan untuk berkomentar, tapi yang jelas apa yang di ucapkan oleh lelaki lemah gemulai ini memang benar adanya, dia sendiri tidak begitu paham, kenapa gadis yang masih SMA bisa menikah..?? Akh... Sudah Zela enggan memikirkannya, yang penting dia bahagia, sangat amat bahagia dengan pernikahannya, dan tak di pungkiri jika Zela memang merasa sangat beruntung.


Sandy tau jika Zela dan Brayen adalah suami istri, tapi dia sangat bisa di percaya, dan itu terbukti hanya dia yang tau status hubungan sesungguhnya antara Zela dan Brayen, sedangkan yang lain mereka hanya tau jika keduanya menjalin hubungan spesial, atau bisa dikatakan pacaran.


Dilihatnnya Zela dari pantulan kaca besar di depannya.


" Cantik... sangat Cantik sekali..." Gumam Sandy tulus memuji Zela.


" Terimakasih...," Jawab Zela dengan senyum manisnya.


" Perfect....." Sambungnya lagi dengan tersenyum kepada Zela.


Kali ini Zela sudah selesai, dia berdiri dari kursi duduknya, setelah selesai juga dengan gaun yang dia kenakan malam ini.


Menghampiri kedua sahabatnya yang sudah selesai beberapa menit yang lalu, Seli dan Vani sedang berselfi ria, tentu saja mereka tidak akan melewatkan moment ketika kecantikan mereka bertambah kali lipat haha..


Tapi ketika pandangan Seli dan Vani mengarah ke Zela, mereka begitu terpukau, pada dasarnya juga Zela memanglah sangat cantik, jika di poles oleh ahlinya sudah pasti akan bertambah kali lipat kecantikannya.


Astaga... Mereka yang sama sama wanita saja bisa terpukau, apa lagi jika lelaki nanti yang melihatnya, yang ada akan mimisan jika tidak kuat.


" Wuih... Bidadari nyasar nih..." Cletuk Vani ngasal.


" Loe kayak pemain drakor tau nggak..." Sambung Seli membuat Zela tertawa begitu juga dengan Sandy dan yang lainnya.


" Ikh.. Lebay...Kalian juga cantik tau.. Gue sampe pangling tadi liatnya..." Jawab Zela memuji mereka tulus.


" Kalian semua sama sama cantik karena memang sudah cantik dari lahir... Semoga lancar nanti pestanya... Saya dan yang lain pamit ya sayang..." Ucap Sandy berpamitan kepada Zela dan kedua sahabatnya.


" Sekali lagi terimakasih kak.." Jawab mereka dengan senyum yang dijawab dengan senyuman juga dari para MUA, dan berlalu meninggalkan mereka yang masih berada di kamar tamu.


" Gila gue deg degan.." Ucap Vani meraba dadanya.


" Gue juga..." Sambung Zela jujur.


" Tenang gaes ini cuma ke pesta...bukan berjalan di red karpet.." Sambung Seli mencoba menenangkan kedua sahabatnya.


" Gue dedegan karena kita mau ketemu mereka..." Jawab Vani membuat Zela dan Seli mengernyit keningnya bingung.


" Kak Brayen CS..." Jelas Vani dengan senyum kikuknya.


" Ya ampun Van..." Jawab Zela dan Seli barengan.


Mereka bertiga keluar dari kamar tamu, tentu saja dengan penampilan yang sudah berbeda, jika tadi mereka adalah gadis SMA yang cantik cantik sekarang ini mereka menjelma menjadi bidadari yang turun ke bumi untuk membuat mata kaum Adam terpukau jika melihatnya.


Dan benar saja, ketiga pria tampan yang langsung berdiri melihat kedatangan mereka tak berkedip untuk waktu yang cukup lama.


Bahkan untuk memuji wanita cantik di depannya saja saat ini lidahnya sangat kelu, kecantikan gadis SMA ini tak bisa diibaratkan dengan bunga mekar yang berada di taman.


Mereka benar benar sangat mempesona, menyihir mata ketiga pria tampan yang masih terus menatap mereka.


" Kok malah pada diem sih..?? Kita nggak cantik apa.." Gumam Vani kepada Zela dan Seli.


" Liat yang bener dong Van.. Tuh mata mereka sampe nggak berkedip..." Sambung Seli membuat Vani memperhatikan sikap ketiga cowok tampan di depannya.


Siapa lagi kalau bukan Brayen, Dimas dan si ikan hiu Xelo.


" Gila... Jantung gue mau lompat nih..." Sambung Vani lagi.


" Lompat aja sekarang.. Kalau nanti malah repot.." Jawab Seli lirih.

__ADS_1


" Simpen ntar nervousnya.. Ini masih dirumah belum ke pesta.." Jelas Zela yang sebenarnya dia juga cukup gugup sama halnya dengan Vani.


Ditambah Brayen yang terus menatapnya dengan penuh arti, tapi ntah Zela tak bisa menebaknya antara Brayen kagum atau...???


Sudah lupakan Zela harus berusaha tenang dari pada memikirkan tatapan suami tampannya itu.


Brayen tersenyum kepada Zela, membuat Zela bertambah gugup dan tentu saja saat dia tadi melihat penampilan Brayen, dia sama halnya dengan Brayen yang terpesona karenanya, Brayen sangat tampan malam ini.


Zela sudah bisa menebak jika nanti di pesta sudah pasti Brayen akan menajdi pusat perhatian untuk teman teman kampusnya, tapi dia bisa berbuat apa.. Suaminya memang dilahirkan dengan wajah tampan dan mempesona.


" Ehemm.... Mari nona nona cantik..." Cletuk Dimas dengan tangannya mengarah kepada Seli membuat ketiga gadis itu tersenyum.


Xelo mengarahkan tangannya untuk menggandeng Vani tentu saja hal itu membuat Vani sedikit terkejut, tapi dia juga tak akan menolak.


Dan kali ini Brayen.. Tangannya mengarah kepada Zela seakan meminta Zela untuk menggandenganya.


Zela tersenyum, kemudian dia segera menurut apa yang di inginkan oleh Brayen.


Mereka memasuki mobil mewah dengan Brayen satu mobil dengan Zela, Dimas dengan Seli dan Xelo dengan Vani.


Kali ini Vani dan Xelo tampak canggung satu sama lain, mereka yang biasanya akan bertengkar jika bersama tapi ntah kenapa mereka tidak bersikap seperti biasanya.


Di dalam mobil baik Brayen maupun Zela sama sama diam, sesekali Brayen melirik ke arah Zela yang terlihat sedikit gugup, dia tersenyum lalu tangannya menggenggam tangan Zela, terasa dingin memang dan Brayen tau istrinya sekarang ini sedang berusaha menyembunyikan kegugupannya.


Zela menoleh ke arah Brayen yang tersnyum hangat kepadanya, akh... Senyuman itu begitu memabukan, jika wanita lain yang melihat ini Zela tidak akan rela karena mereka akan tambah menggilai Brayen suaminya, sumpah demi apapun Zela benar benar tak akan membiarkan hal itu terjadi, meskipun mustahil jika Brayen tidak akan senyum di depan teman temannya.


Oh...ayolah Zel...hanya senyum yang Brayen berikan bukan hati.


" Tenang... Ada aku..." Ucap Brayen mencoba menenangkan membuat Zela tersadar dari lamunannya.


aku...??? batin Zela merasa heran tapi dia juga senang.


" Iya kak.." Jawab Zela singkat dengan senyum manisnya.


Mobil terus melaju menuju hotel di mana Misha mengadakan pesta, dan ternyata Misha mengadakan pesta di hotel Zafano tempat dimana Brayen dan Zela sering menginap.


" Kak... Disini..?? Tanya Zela ketika mobil memasuki pelatarabn hotel.


" Iya... Nanti kalau capek kita tidur disini aja ya yank.." Jawab Brayen dengan mata genitnya.


" Ckk..." Decak Zela kesal, belum apa apa Brayen sudah memikirkan tentang hal itu pikir Zela.


" Jangan ngeres.." Sambung Brayen lagi membuat Zela tersenyum kikuk.


" Kamu cantik.." Ucap Brayen membuat Zela sedikit salah tingkah, pasalnya sedari tadi Brayen memang belum mengatakan apa apa tentang penampilannya malam ini.


Mata mereka saling bertemu, dengan mereka masih berada di dalam mobil, akh..tatapan ini yang selalu membuat Zela terpesona, terpenjara hanya dengan tatapan mata elang Brayen.


Memabukan memang, dan Zela selalu mati matian untuk tetap bisa berkosentrasi.


Dimas, Xelo, Seli dan Vani masuk terlebih dahulu ke dalam hotel, dimana acara Misha akan berlangsung.


Semua mata yang sudah berada di sana tertuju kepada ke empat orang yang baru datang itu, mereka benar benar sangat memukau, bahkan Misha sendiri tak mengenali 2 wanita cantik yang berada di sebelah Dimas dan Xelo.


Misha melihat ke arah mereka senang tapi dia tidak melihat keberadaan seseorang yang sangat dia tunggu.


" Selamat datang gaes...." Sapa Misha kepada Dimas dan Xelo.


Tampak matanya terlihat mencari keberadaan Brayen, dan mereka bisa membaca itu.


Malam ini Misha juga tampil sangat cantik dan anggun, tentu saja karena ini pestanya dan untuk mencari perhatian Brayen.


" HBD Sha.. sukses ya.." Ucap Dimas sambil menjabat tangan Misha dan cipika cipiki, tentu saja Seli yang berada di samping Dimas sedikit kesal dan canggung.


Dia merasa kesal dengan Misha yang langsung menempelkan pipinya kepada Dimas.


" Sha... HBD for you.. Tambah cakep ya.." Ucap Xelo yang memang pada dasarnya orangnya tak bisa serius dan nyelneh.


" Thanks gaes.. Ow..ya siapa mereka..?? Tanya Misha kepada Dimas dan Xelo.


" What...???? Ucap Seli dan Vani saling pandang dan tanpa suara.


Mereka benar benar terkejut karena Misha tak mengenali mereka, apa apaan ini..mereka benar benar dipermak habis habisan oleh MUA suruhan Brayen.


" Ini Seli dan sebelah Xelo Vani.. Teman Azela..." Jelas Dimas lantang dan tenang.


Tentu saja Misha sangat terkejut, bagaimana mungkin anak anak SMA ini bisa berubah menjadi wanita cantik dan sangat elegan begini.. Dan tentu saja sangat terlihat dewasa.


Meskipun pada dasarnya Misha akui jika mereka memang sudah cantik, tapi Misha tak menyangka kalau mereka akan berubah seperti ini.


" Oh.. Sorry ya... And enjoy..." Ucap Misha dengan senyum yang di paksakan dan berlalu pergi.


Mereka berdua menjawab dengan senyum semanis mungkin, meskipun sangat gugup tapi sungguh akting mereka untuk bersikap tenang sangatlah keren malam ini.


" Jantung gue udah nggak ditempat.." Gumam Vani lirih.


" Tenang Van.." Jawab Seli tak kalah lirih.

__ADS_1


Xelo yang mendengar gumaman Vani tersenyum sekilas, lalu tangannya menggenggam tangan Vani, tentu saja Vani sangat terkejut tapi lagi lagi dia juga tak menolak.


" Ayo..." Ajak Xelo sambil menarik tangan Vani yang sudah dalam gandengan tangganya.


Mereka menuju teman teman kampus yang sudah terlebih dulu hadir, akan jadi berita besar besok tentunya karena Brayen CS menggandeng Zela CS di pesta malam ini.


Tampak beberapa teman kampus mereka terkagum melihat kedatangan mereka, tapi sama halnya dengan Misha yang menantikan kedatangan sang idola.


Bintang datang seorang diri.. Tapi tentu saja pesona bintangnya sebagai pemain film bisa melumpuhkan kakak Kampus yang usianya sedikit lebih tua darinya.


Dengan elegannya dia berjalan menghampiri Misha.


Seli dan Vani saling pandang melihat kedatangan Bintang, akh.. meskipun di sebelah mereka juga cowok cowok tampan, tapi melihat Bintang yang tanpa seragam sekolah membuat mereka benar benar terapana karenanya, aura Bintang benar benar sangat mempesona.


Ya begitulah mereka masih sedikit plin plan tentang cowok, maklum sama sama belum ada kejelasan di antar hubungan mereka dengan kedua cowok tampan di sebelahnya sekarang.


Bintang mendapati Seli dan Vani yang sesedang menatapnya, awalnya dia ragu jika itu mereka tapi setelah diamati ternyata benar benar mereka berdua.


Lalu tatapannya mencari keberadaan Zela, diamana gadis cantik yang dia tunggu, kenapa tak ada bersama dengan kedua sahabatnya.


Setelah pamit kepada Misha Bintang segera berjalan menunu ke arah dimana Seli dan Vani berada, tentu saja itu membuat kedua gadis cantik itu bertambah gugup tak karuan.


" Sel...please...Gue nggak salah liat kan.. Kak Bintang mau kesini.." Gumam Vani yang diangguki oleh Seli dengan pandangan masih lurus kedepan.


Dimas dan Xelo bingung melihat muka tegang kedua gadis itu.. Mereka melihat pandangan Seli dan Vani yang tertuju kepada Bintang, astaga... mereka benar benar tak habis pikir, gadis SMA memang susah ditebak masih sangat labil dalam memilih papasangan termasuk pasangan dipesta malam ini.


" Ayo..." Ajak Dimas kepada Seli untuk pergi dari situ.


Tapi langkahnya terhenti, karena Bintang sudah lebih dulu memanggil namanya.


" Seli...Vani..." Teriak Bintang menghampiri mereka.


" Kalian Seli dan Vani kan..?? Tanya Bintang lagi memastikan.


" Eh...Kak Bintang.." Jawab Mereka bersamaan, Bintang tersenyum lega karena dia tidak salah orang ternyata.


" Kalian cantik banget... Gue hampir nggak ngenalin kalian.." Sambung Bintang memembuat Vani ingin melambung jauh.


Berbeda dengan Seli yang meski masih sedikit mengagumi Bintang tapi dia tak seperti Vani.


" Ehem..." Deheman Xelo membuat Bintang menoleh ke arah Dimas dan juga Xelo.


" Temennya kak Misha kan...?? Tanya Bintang yang dianggukin oleh Dimas dan Xelo.


" Dan pacar mereka..," Sambung Dimas membuat Seli dan Vani terkejut termasuk juga Xelo yang tampak terkejut dengan penuturan Dimas.


Bintang mengangguk sambil tersenyum, dia kembali mencari cari keberadaan Zela.


" Kalian datang berdua aja..?? Tanya Bintang kepada Seli dan Vani.


" Bukan berdua dek.. Tapi sama kita.. Pacaranya.." Jawab Dimas menekan kata katanya.


Lagi lagi Seli dan Vani dibuat terkejut olehnya, permainan macam apa yang akan kak Dimas dan Kak Xelo tunjukan, pikit mereka bersamaan.


Lagi lagi Bintang tersenyum, dia tau kalau cowok cowok tampan di depannya ini sedang cemburu.


" Kak Dimas..." Ucap Seli lirih mencoba mengingatkan kepada Dimas, tapi Dimas hanya nyengir tanpa dosa.


" Kak Bintang cari Zela..?? Tanya Vani tiba tiba..


Bintang tersenyum kikuk karena ternyata gerak geriknya bisa dibaca oleh gadis didepannya.


" Zela nggak bisa dateng ya..??? Tanya Bintang kepada Vani.


" Dateng kok..." Jawab Seli dengan pandangan lurus kedepan, Bintang melihat arah pandang Seli ternyata gadis cantiknya sudah berjalan menghampiri mereka dengan jarak yang masih lumayan jauh.


Tentu saja mereka reflek semua menoleh ke arah, Zela yang bergandengan tangan dengan Brayen, dia sangat cantik dan anggun begitu juga lelaki di sebelahnya yang sangat begitu tampan bak pangeran di dunia dongeng.


Bintang menatap Zela tanpa peduli lelaki di sebelahnya, begitu juga dengan Misha yang tampak senang dengan kedatangan Brayen.


Meskipun dia kecewa karena Brayen datang dengan pacar SMAnya, tapi Misha sudah bertekad untuk bisa merebut hati Brayen malam ini.


loe sangat tampan ray dan loe harus jadi milik gue..tunggu kejutan dari gue.. batin misha.


Semua teman teman kampus, khususnya para wanita mereka sangat senang melihat kedatangan Brayen, sumpah demi apapun mereks rela berjam jam didepan kaca hanya untuk menunjukan penampilan terbaiknya dimata Brayen, meskipun ini pesta Misha tapi yang menjadi idola memanglah Brayen.


Bintang masih setia menatap Zela yang semakin mendekat kearahnya., Brayen terus mengawasi tatapan mata Bintang kepada istrinya.


Brayen tersenyum miring, dia tau apa yang harus dilakukannya nanti.


Jangan lupa like, comment dan Vote,..


Vote..


Vote..


Vote..

__ADS_1


__ADS_2