Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Ultah Arshaka


__ADS_3

Malam ini di kediaman Zafano sudah cukup rame dengan kedatangan kerabat dan saudara yang hadir di acara ulang tahun Baby Arshaka. Acara ulang tahun bayi tampan itu memang tidak di selenggarakan mewah seperti anak artis-artis.


Kedua belah pihak keluarga Zafano maupun Adafsi sepakat untuk merayakannya dengan makan malam bersama saja, sederhana tapi bermakna, mereka juga memberi santunan untuk anak yatim piatu di 5 panti.


Keluarga Zafano dan Adafsi meminta anak-anak yatim untuk mendoakan Arshaka agar menjadi anak yang baik, dan membanggakan kedua orang tua dan keluarganya.


Bayi tampan dan montok itu kini sedang berada di gendongan Zifa yang merupakan aunty baby Arsha. Zifa datang bersama Jova, sedangkan Dara memang sudah meneruskan sekolahnya di luar negri.


" Aduh sayang, kamu kok udah pinter banget sih." Ucap Zifa memandangi Arshaka yang sedang bermain dengan rambutnya.


Bayi tampan itu tersenyum, menampilkan 2 gigi yang baru tumbuh di bagian bawah, dan kembali bermain dengan rambut Zifa yang di biarkan tergerai. Melihat gigi Arsha yang baru tumbuh 2 membuat Zifa semakin gemas saja, Zifa menciumi dada Arsha sampai membuat Arsha tertawa dengan suara yang menggemaskan.


Jova yang melihat interaksi antara Zifa dan Arsha tersenyum, menurutnya Zifa sudah sangat cocok menjadi seorang Ibu. Apa lagi sekarang Zifa sudah di langkahi oleh adiknya.


" Belum pengen yang?." Bisik Jova menggoda Zifa.


Jelas Zifa sudah pingin, tapi dia masih belum siap, ntah apa yang membuatnya seperti itu, padahal masalah usia dia jelas sudah lebih matang dari adiknya yang sekarang sudah mempunyai buah hati.


" Kamu gimana?." Tanya Zifa berbalik kepada Jova.


Jova tersenyum mengacak rambut Zifa pelan, sembari mengambil Arsha dari gendongan pacarnya itu.


" Pengen banget, lihat aku sudah pantas bukan jadi seorang Ayah?." Tanya Jova membuat Zifa tersenyum.


Jova bukan pantas lagi, tapi sudah melebihi pantas di usianya yang sudah menginjak 29tahun, tapi tetap saja wajah tampannya tidak luntur, malah semakin matang usianya semakin tampang menurut Zifa.


" Mom." Ucap Arsha membuat Zifa dan Jova saling pandang dan tersenyum.


" Ini bukan Mommy sayang, tapi aunty sama Om." Jelas Zifa menekan kata-kata terakhirnya.


" Aunty Ommm." Jelas Zifa lagi perlahan agar Arsha bisa mengucapkannya.

__ADS_1


Arsha malah tersenyum, dia masih saja sulit menyebutkan kata itu, yang sedang sering ia sebutkan ialah kedua orang tuanya dan Oma opanya, juga num dan mam (minum makan).


Jova mencium pipi bayi tampan itu.


" Jangan seperti Daddy dan Mommy ya sering pergi ke tempat bisnis Om." Jelas Jova membuat Zifa langsung mencubit pinggang Jova.


Bisa-bisanya Jova mengatakan hal itu dengan Arsha yang belum tau apa-apa.


Tidak lama Zela bersama Brayen datang menghampiri mereka, tadi memang Arsha sedang di gendong oleh Mamah Hana ketika Zela pergi untuk menyiapkan semuanya.


" Ternyata sama Om dan Aunty ya kamu?." Ucap Zela melihat Arsha yang sedang di gendong oleh Jova.


" Iya dong Mom, aku kan pas acih di peyut nta nasgoy uatan Om Jova yang ganteng." Jawab Jova menirukan suara anak kecil yang masih belum jelas berbicara, tapi ketika menyebutkan dirinya ganteng Jova menyebutkannya dengan jelas.


Hahah dasar curang Jova.


Zela dan Brayen tertawa mendengar apa yang di katakan oleh calon Kakak iparnya, pasalnya apa yang Jova katakan memanglah benar. Begitu juga dengan Zifa yang ikut tertawa, padahal dulu ketika Zela ngidam nasgor buatan Jova, Brayen pernah sedikit kesal, tapi sepertinya dia melupakan hal itu sekarang.


" Ayo sama Mommy." Ajak Zela kepada bayi tampan itu.


Arsha akan memanggil Zela dengan sebutan seperti mayat hidup, itu karena Arsha yang masih belum jelas dalam berkata, tetapi jika menyebut Zela dengan sebutan Mom Arsha akan mengatakannya dengan benar.


Semua tamu yang di undang sudah hadir semua, tidak begitu banyak orang memang mengingat acara malam ini memang hanya untuk makan malam bersama, syukuran untuk bertambanya usia cucu pertama keluarga Zafano dan Adafsi.


Kue yang di pesan Zela sudah di siapkan, kue besar dengan bentuk yang sangat lucu, bahkan tidak hanya ada satu kue saja melainkan 3 kue, karena para Oma dan Opa baby Arshaka juga ikut membelikan, begitu juga dengan sahabat Zela dan Brayen.


" Aduh sayang nanti tiup lilinnya 3 kali ini." Ucap Zela sembari mencium pipi cubby dan mulus baby Arsha.


Seakan mengerti jika sekarang sedang bertambahnya usianya, Arsha sama sekali tidka rewel, dia malah terus memberikan senyum tampan dan menggemaskannya, membuat semua orang yang berada di pesta kecil itu tersenyum bahagia.


Dan kini tibalah acara yang di tunggu, semua orang menyanyikan lagu untuk baby Arshaka dengan bertepuk tangan, Arsha berada di gendongan Brayen, bayi itu terus tersenyum sembari ikut bertepuk tangan.

__ADS_1


Setelah selesai menyanyikan lagu, bayi tampan itu meniup lilin dengan di bantu oleh Zela, jelas karena tiupan Arsha tidak akan mempan untuk api yang berada di lilin.


Arsha mendapat ciuman dari kedua orang tuanya, Dimas dan Xelo sebagai fotografer malam ini di ultah Arshaka langsung siap mengambil moment itu, setelah itu Zela mengiris kecil kue yang akan di berikan kepasa bayi tampannya.


" A sayang." Ucap Zela sembari menyuapkan kue ultahnya kepada Arsha.


" Nak." Ucap Arsha tersenyum lalu bertepuk tangan kecil.


Semua orang yang berada di sana terkejut dan langsung tertawa. Bayi tampan itu sangatlah pintar, Arsha menyebutkan kata enak setelah memakan kuenya, itu terdengar begitu menggemaskan.


Satu persatu orang sudah memberikannya kado untuk bayi tampan itu, bahkan Arsha mendapat kado yang begitu spesial dari Oma dan Opanya.


Dan kini giliran kedua sahabat dari Zela yang akan memberikan kado untuk ponakan tampan mereka.


" Pacar kecilku, ini dari onty ya, bukanya nanti aja di kamar sama Mommy and Daddy." Ucap Seli membuat Zela tersenyum.


" Lo ngasih apaan sih sampai harus buka di kamar segala." Selidik Zela dengan gerak-gerik Seli.


" Nanti juga Lo tau" Jawab Seli cekikikan.


" Dan ini buat suami kecil onty, bukanya barengan aja sama kado dari onty Cecel ya sayang." Lanjut Vani memberikan kado yang sudah di belinya untuk Arshaka.


" Gue curiga deh sama Lo pada." Jawab Zela melihat dua mahluk kampret itu sedang cekikikan.


" Paan si Lo, curiga mulu ma kita, kita nggak mungkin beliin Arsha boxer kali Zel." Cletuk Vani yang di angguki Seli.


" Kali aja, lagian kalian kan pernah ngaco banget beliin Gue *lingeri*e." Ucap Zela membuat Seli dan Vani tertawa.


" Gimana udah di pakai belum kado dari kita?." Tanya Seli membuat Zela blusing.


Bisa-bisanya sahabatnya menanyakan itu di depan Brayen, kan Zela jadi malu mengingat kejadian dulu.

__ADS_1


" Ya udah lah Sel, tuh buktinya udah ada Arsha." Jelas Vani cekikikan membuat Seli tertawa.


Sedangkan Zela menatap tajam kedua sahabatnya, sumpah demi apapun Seli dan Vani itu kalau ngomong nggak lihat situasi dan kondisi banget, beruntung Zela sekarang sudah tidak begitu malu-malu dengan Brayen, jika masih seperti dulu mungkin Zela akan langsung mencakar kedua sahabatnya yang bej*d itu wkwkwk


__ADS_2