Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Di Angkot


__ADS_3

Pukul 15.00 sore, ketiga gadis cantik itu sudah berada di depan gerbang Sekolah. Tadi pagi mereka berangkat berasama pasangan mereka, jelas sekarang mereka juga menunggu jemputan dari sang pacar.


Sudah sekitar 15 menitan mereka masih setia menunggu di depan gerbang Sekolah. Bahkan sedari tadi banyak sekali pasang mata dari teman-teman Sekolah mereka yang melihat mereka dengan tatapan heran, karena tidak biasanya ketiga gadis cantik itu di buat lama menunggu oleh ketiga lelaki tampan yang menjadi idola di kampus depan.


Mereka sudah beberapa kali menghubungi ketiga cowok tampan yang sedang di tunggu itu, tapi tetap sama tidak ada jawaban dari semuanya, membuat mereka mulai kesal dan frustasi harus berpanasan dengan sinar matahari yang terik di siang menjelang sore ini.


" Ah, sialan banget sih kita di biarin garing gini." Kesal Vani sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Pada kemana sih mereka? Nggak biasanya banget deh ngilang nggak ngabarin kita." Sambung Seli yang juga sama kesalnya dengan Vani.


Zela masih mencoba untuk menghubungi nomor ponsel suaminya, tidak biasanya banget memang mereka sampai di biarkan terlunta seperti sekarang ini, padahal jika mereka mau banyak sekali Kakak kampus depan tadi yang mencoba mengajak mereka untuk pulang bareng. Meskipun Mahasiswa itu tau di antara mereka salah satunya istri dari idola di kampusnya. Tapi jika sudah di biarkan seperti ini, bukankah sekarang waktu emas untuk mencari perhatian kepada ketigala gadis cantik itu?


" Gimana Zel?." Tanya Seli menoleh ke arah Zela yang sudah menampilakn muka cemberutnya.


" Minta di cincang kali Kak Ray." Jawab Zela sembari menggelengkan kepalanya.


Jujur saja dia juga kesal dengan Brayen yang tega sekali membuat Zela kepanasan dan menunggu tanpa kepastian seperti ini.


" Bukan cincang lagi, tapi Kak Ray minta puasa sebulan lebih kali." Cletuk Vani membuat Zela dan Seli menatap ke arah Vani dengan bingung.


" Puasa?." Tanya Seli yang belum ngeuh dengan perkataan Vani.


Vani mengangguk sembari tersenyum.


" Puasa buat adeknya Arsha." Jawab Vani terkekeh.


Zela dan Seli saling pandang dan tertawa, mulai deh fiktornya Vani pikir mereka bersamaan.


" Cari taxi aja gimana?." Usul Seli kepada mereka.


" No." Jawab Zela cepat.


Seli dan Vani menatap Zela bingung, bukankah itu solusi yang tepat? Mereka memang harus pesan taxi untuk pulang, masa iya pakai g*jek? Kan nggak mungkin banget nebeng orang lain pakai motor, selain cowok sendiri pokoknya Vani tidak mau.


" Jalan kaki? Letoy dong ini kaki." Jawab Vani yang langsung dapat gelengan kepala dari Zela.


" Terus naik apa Zel? Pesawat atau kereta?." Tanya Vani yang sudah mulai frustasi.


" Angkot." Jawab Zela singkat dan lantang.

__ADS_1


" What??." Kaget Seli dan Vani secara bersamaan.


Ucapan Zela sukses membuat kedua sahabatnya terkejut bukan main, gila aja ide Zela itu, masa anak orang kaya yang cantiknya bagaikan bidadari pulang sekolahnya naik angkot? Itu benar-benar di luar moto hidup mereka.


" Kenapa?." Tanya Zela melihat kedua sahabatnya.


" Ogah Gue." Tolak Vani keras.


" Gue juga ogah Zel, udah panasan gini masa kita naik angkot? tambah panas dong nanti, secara di angkot kan nggak mungkin ada AC nya." Jelas Seli yang juga tidak setuju dengan ide gila dari Zela.


" Ya udah kalau gitu terserah kalian aja, Gue tetep mau naik angkot bye." Pamit Zela sembari berjalan untuk mencari angkot.


Meskipun Zela harus berjalan sekitaran 300 meter dulu untuk sampai di depan jalan raya yang terdapat angkot ataupun taxi. Tapi tidak masalah tekadnya sudah bulat, dia punya rencana besar meskipun nanti harus menahan kangen dulu untuk sementara waktu dengan bayi tampannya.


" Zezel tungguin!!." Teriak Seli yang di ikuti oleh Vani.


Mereka mengejar Zela yang sudah mulai berjalan meninggalkan sekolah.


" Zel Lo nggak lagi ngidam buat naik angkot kan?." Tanya Vani membuat Zela menghentikan langkahnya.


Zela menatap Vani yang juga sedang menatapnya untuk menunggu jawaban darinya.


Sebuah sentilan pada kening Vani mendarat dengan sempurna dari Zela.


" Auw." Pelik Vani kesakitan.


" Sembarangan aja Lo." Jawab Zela membuat Seli terkekeh.


Sedangkan Vani mengerucutkan bibirnya kesal.


Mereka berjalan ke depan untuk mencari angkot yang akan mereka tumpangi untuk pulang. Dalam hati mereka sama-sama merasa kesal dengan pasangan mereka yang ntah sedang melakukan apa sampai lupa dengan orang tersayangnya.


Tidak butuh waktu lama untuk mereka menemukan angkot. Dengan segera Zela menarik kedua tangan sahabatnya untuk masuk ke dalam angkot itu.


Vani yang merasa tidak biasa menaiki nagkutan umum itu langsung menutup hidungnya, begitu juga dengan Zela dan Seli yang sama-sama merasa sedikit tidak nyaman dengan bau angkutan umum yang mereka tumpangi. Pasalnya ada Bapak-Bapak paruh baya yang membawa ayam di dalam angkot tersebut, jelas bau dari ayam itu membuat ketiga gadis cantik itu merasa sedikit pusing dan ingin mual.


Bukan maksud hati untuk sombong, tapi ini memang untuk yang pertama kalinya dalam hidup mereka menaiki angkutan umum. Dan itu sukses membuat mereka kapok tidak lagi mengulangi untuk yang kedua kalinya.


" Zel bau." Bisik Vani merasa tidak enak dengan bau ayam yang di bawa oleh Bapak paruh baya itu.

__ADS_1


" Gue tau ayam bau, coba Lo bayangin kalau tuh Ayam udah di masak dan di goreng pasti enak." Bisik Zela cekikikan.


Vani langsung memukul lengan Zela pelan, ngaco saja jawaban Zela, kalau sudah tau ayam bau begini juga yang ada Vani sudah tidak doyan lagi makan ayam nantinya, padahal kambing jauh lebih bau dari Ayam, jika Vani mencium bau kambing mungkin juga Vani sudah tidak doyan lagi dengan sate kambing, ataupun masakan yang di olah dari daging kambing.


" Kita pulang ke rumah Lo kan?." Tanya Seli yang di jawab Zela dengan gelengan kepala juga senyum misteriusnya.


" Hah terus kemana?." Tanya Vani dengan hidung yang masih di tutup dengan telapak tangannya.


" Ke hotel Zafano." Jawab Zela membuat kedua sahabatnya saling pandang dan menautkan alisnya.


" Hah? Seriusan Lo?." Tanya Seli terkejut.


" Yup." Jawab Zela dengan menganggukan kepalanya yakin.


" Ayo kita selfi dulu." Ajak Zela kepada kedua sahabatnya.


" Sekarang? Di angkot ini?." Tanya Vani tidak percaya.


" Iya lah sekarang, masa nunggu Lo nikah dulu sama Kak Xelo, kelamaan." Jawab Zela membuat Vani mengerucutkan bibirnya kesal.


" Udah jangan cemberut mulu Lo, kita harus pasang wajah yang ceria oke?." Ajak Zela yang sudah bersiap diri dengan ponselnya.


Tapi sebelum mereka berselfi ria, Zela minta ijin terlebih dahulu kepada sopir angkot dan para penumpang yang berada di angkot itu.


" Permisi Pak, boleh kan saya dan teman-teman saya foto di angkot ini? Boleh ya Pak Bu." Ucap Zela kepada sopir angkot dan juga para penumpang.


" Boleh banget Neng cantik, santai aja sama Bapak mah." Jawab Sopir angkot itu sembari memberikan senyumnya kepada Zela dan kedua sahabtanya.


" Boleh kok Neng." Jawab para penumpang.


" Terimakasih." Jawab Zela sopan yang di jawab mereka juga dengan anggukan kepala dan senyum.


" Ayo kita selfi." Ajak Zela kepada kedua sahabatnya.


Seli dan Vani saling pandang dengan rencana Zela, rencana apa lagi yang akan di buat oleh sahabat mereka itu, kalau lebih gila dari sekarang ini, jujur saja mereka akan langsung menolak, mereka tidak mau lagi sampai harus menderita seperti sekarang ini, udah pengap abu ayam lagi, ah... Sungguh membuat mereka ingin turun dan jalan kaki saja rasanya.


Kira-kira Zela merencanakan apa gaes? ada yang bisa nebak? 😁


Oya sorry ya part ini cogannya aku umpetin dulu

__ADS_1


__ADS_2