
Brayen terus menyeret tangan Zela, sepertinya Brayen benar-benar marah. Sampailah mereka diperpustakaan taman depan, tidak ada seorangpun disana karena memang bel masuk sudah berbunyi sedari tadi, Brayen melepaskan cengkramannya,
" Ka..kak..Ray..." Jawab Zela terbata karena begitu gugup, ditambah muka Brayen yang terlihat begitu marah.
Tak ada jawaban dari Brayen, Dia terus menatap Zela penuh dengan arti, Zela yang ditatap Brayen sedikit gusar, takut, deg-degan dan bingung harus bagaimana menghadapi suaminya sekarang ini.
Tiba-tiba zela mempunyai ide gila untuk sedikit mencairkan suasana hati suaminya sekrang ini...
Cupppppp.....
Zela dengan sengaja mencium bibir Brayen, sebenarnya Dia sangat malu tapi Dia memberanikan diri daripada semakin panjang, lagi pula Brayen kan suaminya hanya ditempat yang tidak seharusnya meskipun tidak ada seorangpun.
Brayen kaget dengan perlakuan Zela, Dia tidak percaya Zela akan seberani itu, meskipun senang, Brayen bersikap setenang mungkin.
*G*adis ini... benar benar nakal. Batin Brayen yang sebenarnya sangat senang dengan perlakuan Zela yang tiba-tiba menciumnya.
" Kakkk..Ray.. Gue minta maaf, tadi nggak seperti apa yang Kakak lihat.." Ucap Zela memberanikan diri.
" Lupakan, tapi Loe nggak boleh seperti tadi lagi.." Jawab Brayen yang sudah tidak emosi lagi.
" Siap Kak..." Jawab Zela dengan senyum semanis mungkin.
" Gue nggak mau Loe deket-deket sama cowok lain apa lagi sampai bersentuhan seperti tadi.." Jelas Brayen.
" Iya Gue janji Kak, ya udah Gue boleh masuk sekrang kan..?? Tanya Zela.
" Hmmm... cium Gue dulu..." Jawab Brayen bikin Zela melotot.
" Tapi barusan...??? Tanya Zela.
" Nggak mau..?? Ya sudah Kita disini saja sampai pulang nanti.." Jawab Brayen enteng..
" Iya..ya.." Jawab Zela lalu mencium Brayen lagi,
Tapi ketika Zela akan melepaskan ciumannya, tangan Brayen menekan tengkuk Zela agar lebih dalam ciuman mereka.
Brayen malah dengan sengaja me****t bibir Zela, tanganya juga dengan reflek meremas gundukan dua g****g kembar Zela,
Zela tersentak kaget, tapi Dia juga terhanyut oleh perlakuan brayen, tak lama Brayen melepaskan tangan dan ciumannya,
" Lanjutin nanti diapartemen, sekarang Loe masuk.." Bisik Brayen membuat Zela sedikit kaget dan sangat malu,
" Gue.. masuk dulu ya Kak.." Ucap Zela berlalu meninggalkan Brayen,
" Hmm..." Jawab singkat Brayen dengan senyum mengembang.
Zela sangat malu, Dia terus menunduk karena tidak mau kalau Brayen sampai melihat mukanya yang sudah seperti tomat matang.
" Akhhhhh...shittttt... hampir aja..." Gumam Brayen kesal karena celananya mulai sesak he.he..he..
Brayen berlalu menuju kampusnya, Zela juga sudah tak terlihat. Sebelum masuk kelasnya Brayen pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya..
Zela sampai didepan kelas, terdengar sudah ada guru yang mengajar, Dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu dan masuk.
Thok...thok..thok...
"Masuk.." Suara dari dalam kelas.
Zela masuk dan benar saja ternyata sudah ada Bu Evi yang sedang mengajar, beruntung beliau baru hadir jadi Zela tak begitu terlambat.
" Kenapa baru masukk..?? Tanya Bu Evi.
" Maaf Bu, tadi perut Aku mules.." Jawab Zela agak gugup.
" Baiklah Kamu boleh duduk, lain kali jangan telat lagi.." Jawab Bu Evi mempersilahkan Zela untuk duduk dibangkunya.
" Makasih Bu.." Jawab Sela lega menuju bangkunya.
Seli dan vani saling pandang, mereka mengira Zela begitu lama karena Xelo yang tadi memang memintanya untuk berbicara, benar saja setelah Zela duduk mereka langsung menanyanyainya.
" Loe ngapain aja sama Kak Xelo..?? Bisik Seli. Sedangkan Vani hanya sedikit mendengarkan dari depan mereka.
Karena memang Vani duduk didepan mereka dengan teman kelas yang lain.
" Nanti Gue critain.." Jawab Zela yang dianggukkan oleh Seli.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Brayen berada dikamar mandi kampus, Dia terus mengumpat kesal karena hampir saja tidak bisa menahanya, dan sekarang Dia sendiri yang sedikit tersiksa..
Setelah dirasa cukup tenang Dia menuju kelasnya, disana sudah banyak teman-temannya yang masuk, tapi dosen mereka belum terlihat.
__ADS_1
" Dari mana Loe..?? " Tanya Dimas.
" Urusan kecil tadi.." Jawab Brayen.
" Abis ketemu diam-diam ya sama bini Loe..??" Tanya Dimas menggoda.
" Sok tau.." Jawab Brayen cuek.
" Ha..ha..ha.. sabar man.. tunggu pulang, kalau disini kan keburu-buru, beda kalau dirumah, pake gaya apapun bisa.." Ledek Dimas sedikit berbisik. Brayen memelototkan matanya, Dia benar-benar tidak habis pikir dengan otak mesum dimas..
" Sialan Loe.." Jawab Brayen malas.
" He..he..he..nyante sama Gue.. eh..nanti Gue pulang kerumah, Gue mau nginep biar bisa gangguin Loe, lagian besok ayah minta ditemenin main golf." katanya Loe biar nemenin bini Loe dulu, maklum pengantin baru.." Goda Dimas lagi.
" Owh.. oke..kalau gitu.." Jawab Brayen yang tidak mempermasalahkan Dimas akan mengganggunya toh Dia dan Zela akan pulang keapartemen, Brayen juga sudah memberitahukan bunda Wina.
" Jadi..Loe libur dulu nanti malam, Kita ngegame bareng.." Jelas Dimas dengan cekikikan.
" It's oke.." Jawab Brayen singkat.
Sedangkan Xelo dari tadi hanya terdiam dan termenung, karena masih memikirkan Zela yang selalu menolaknya, padahal sudah hampir 2 tahun ini Dia mencoba mendapatkan perhatian zela.
" Xel... napa Loe..??" Tanya Dimas.
" Zela kenapa nggak bisa suka sama Gue..?? padahal Gue kan ganteng kaya juga iya kan nggak kere-kere amat.." Jawab Xelo sendu tapi masih dengan songongnya.
" Owh.. jadi karena si Zela...?? Hmmm Gue rasa Loe emang lupain Dia aja Xel.." Sambung Dimas.
" Gue udah suka sama tuh cewek dari awal Dia sekolah disini, jadi nggak semudah itu Dim.." Jawab Xelo.
" Dia udah punya cowok.." Sambung Dimas yang seketika membut Brayen dan Xelo terkejut, Brayen memelototkan matanya kepada Dimas.
" Loe tau dari mana Zela udah punya cowok?? Tanya Xelo tak percaya.
" Nanti Loe juga tau sendiri..." Jawab Dimas.
" Loe juga tau ini Ray..?? Tanya Xelo kepada Brayen.
" Gue....." Jawab Brayen mengangguk karena bingung, disatu sisi Brayen merasa kasian dengan Xelo ingin memberitahukan semuanya biar Xelo tidak berharap lagi dengan istrinya.
Tapi disisi lain Dia menghormati keputusan Zela yang belum ingin ada yang tau tentang pernikahan mereka.
" Tapi sebelum janur kuning nggak papa kan Gue memperjuangkan cinta Gue..?? Tanya Xelo kepada Brayen dan juga Dimas.
Seketika membuat mereka kaget dengan penyataan Xelo, mereka saling pandang, Dimas mengisyaratkan ini saat yang tepat untuk memberitahu Xelo tapi brayen memberi isyarat jangan dulu.
Karena suasana hati Xelo saat ini sedang tidak baik, hanya akan menambah Dia kecewa dan sedih tentunya, biarpun Brayen tadi sempat marah karena Xelo telah memeluk istrinya, tapi Dia bisa bersikap bijak dalam menghadapi masalah ini.
Bel pulang sudah berbunyi, ketiga gadis cantik itu berjalan menuju parkiran, Seli dan juga Vani sudah tidak sabar bertanya kepada zela tenang apa yang terjadi dengan Kak Xelo tadi siang.
" Zel.. Loe ngapain aja sama Kak..??? " Tanya Seli.
" Iya.. lama banget, Loe jangan aneh-aneh ya Zel, inget Loe udah punya laki, idola kampus sama sekolah lagi..." Cerocos Vani mengingatkan Zela.
" Hmmm... Gue nggak ngapa-ngapain kok sama Kak Xelo.." Jawab Zela santai.
" Terus kenapa lama..?? Sambung Vani.
" Ya.. karena Gue juga ketemu Kak Brayen.." Jawab Zela.
" Whatt...??? Kok bisa..?? Tanya Vani.
" Ya bisalah.." Jawab Zela santai.
" Aduh.. do**l maksut Gue bukannya tadi Loe ketemu Kak Xelo kan..?? Terus kenapa tiba-tiba ketemu Kak Brayen juga..?? Tanya Vani penasaran.
" Jangan ngegas dong Van, Loe ketahuan sama Kak Ray..?? Tanya Seli.
" Emang Gue selingkuh ketahuan.." Jawab Zela kesal.
" Ya..kali aja..Loe lagi khilaf.." Jawab Seli membuat Zela semakin kesal.
" Seliii....!!!!! " Teriak Zela membuat Seli ketawa sedangkan Vani malah terlihat bingung.
" Sorry..sorry.. brecanda, kenapa bisa Loe jadi ketemu suami Loe..?? Tanya Seli serius.
" Ssstttt...jangan kenceng-kenceng kalau bilang suami nanti ada yang denger.." Sambung Zela yang dijawab seli dengan jari berbentuk o sedangkan Vani msih setia menyimak.
" Jadi.. tadi Dia lihat Gue sama Kak Xelo.." Jelas Zela tapi tidak memberitahu kalau Xelo memeluknya.
" Terus..?? Tanya Seli lagi.
__ADS_1
" Terus-teerus ya nabrak dong Gue.." Jawab Zela bercanda.
" Ikh.. serius Gue.." Jawab Seli..
" Kepo... deh... udah akh.. balik yuk.." Ajak Zela.
" Sialan Loe bikin Gue penasaran.." Jawab Seli sedikit kesal karena Zela tidak mau memberitahukannya.
" Eh..Zell Loe pulang bareng Kita aja yuk, Loe kan nggak bawa mobil.." Sambung Vani.
" Owh..iya..ya.. Gue lupa.. bentar ya.." Ucap Zela mengambil ponselnya ditas.
" Mau ngapain..?? Tanya Vani.
" Mau ijin sama suami lah, ngapain lagi emang.." Seli yang menjawab.
" Jangan asal nebak Loe.." Jawab Vani.
" Nggak percaya, coba aja noh tanya si Zela.." Jelas Seli.
" Emang iya Zel..?? " Tanya Vani yang dijawab Zela dengam cengiran sambil mengetik pesan diponselnya.
" Bener kan..??? 😝😝 Jawab Seli memeletkan lidahnya kearah Vani.
" Ikh... sini.. Gue tarik lidah Loe.." Jawab Vani sewot.
" Jangan dong.. ntar Gue sakit, nggak akan ada lagi yang bilang Loe telmi, tapi telli ha..ha.." Jawab Seli ketawa begitu juga dengan Vani.
Zela mengirim pesan WA kepada Brayen.
Gue boleh pulang bareng Seli sama Vani nggak??
Isi pesan Zela, tak lama Brayen membalasnya.
Ngga**k boleh, tungguin Gue**..
jawab brayen.
Lo**e masih lama nggak?? Gue udah pulang dari tadi soalnya**..
Balas Zela.
L**oe dimana**..??
Tanya Brayen.
D**iparkiran sekolah**.
Jawab Zela.
G**ue kesitu**.
Balas Brayen.
Zela memasukan ponselnya dengan muka masam, Seli tau kalau Brayen pasti tidak memperbolehkan sedangkan Vani, tentu saja Dia bertanya kepada Zela.
" Gimana Zel..?? Tanya Vani.
Zela menggeleng dengan muka masih cemberut.
" Nggak boleh ya..? Tanya Vani.
" Ua udah lain kali aja, lagian emang kalian kan masih pengantin baru jadi wajar lah kalau masih pengen nempel terus.." Sambung Seli menggoda Zela.
" Apaan si Loe, nggak gitu tapi kalian kan tau tuh cowok kayak gimana.." Jawab Zela.
" Tapi Zel, menurut Gue sejak Lpe nikah sama Kak Brayen Loe jadi nggak sial lagi deh, coba kalau kalian cuma sekedar kenal aja nggak sampe nikah, pasti Loe sial mulu Zel.." Jelas Vani.
Terlihat Zela berfikir, memang benar sih apa yang dikatakan Vani, sejak menikah memang Dia belum mendapat kesialan seperti ketika bertemu dengan Brayen.. ikhh.. amit-amit deh jauh-jauh deh sama yang namanya sial.
" Hmmmm.... apa iya Van..?? Tanya Zela pura-pura biasa saja
" Ueeee..gimana sih kan Loe yang ngrasain, tapi yang Gue lihat si gitu.." Sambung Vani.
" Iya juga ya, beda ketika belum nikah sama tuh cowok sial mulu Gue...." Jawab Zela.
" Eheemmmm...." Deheman seseorang dari arah belakang mereka.
Seli dan Vani menoleh, mereka saling pandang kaget, tapi seketika mereka tersenyum melihat muka zela yg begitu memerah karena kaget dan juga takut atau apalah karena Dia lagi ngomongin suaminya yang jelek-jelek dibelakangnya.
*G*ue kayak kenal sama suaranya, Batin Zela,
__ADS_1