Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Ngidam


__ADS_3

Mobil Brayen berhenti tepat didepan rumah megah keluarga Adafsi, mereka keluar dari dalam mobil diikuti Seli dan Vani dari belakang.


" Mah..." Sapa Zela masuk kedalam rumahnya.


" Lho sayang.. kamu nggak istirahat dulu...?? Tanya Mamah Hana melihat kedatangan mereka.


" Pengen istirahat disini Mamah Han.." Jawab Vani sambil tersenyum.


" Ya sudah sini masuk sayang.." Suruh Mamah Hana kepada mereka.


Mereka duduk diruang tamu, tak lama Bi Ina datang membawakan minuman juga cemilan untuk mereka.


" Ray kamu nggak kuliah..?? Tanya Mamah Hana kepada menantu tampannya itu.


" Ray ijin dulu Mah.. takut Zela kenapa napa.." Jawab Brayen dan Mamah Hana mengangguk tersenyum.


" Kak ray.. berangkat aja.. gue nggak papa kok, lagian ada Mamah, Seli sama Vani juga.." Jelas Zela kepada Brayen.


" Iya nak.. nggak apa apa kamu berangkat aja.. Kalau Zela sampe bertingkah lagi biar Mamah nanti yang urus.." Sambung Mamah Hana becanda.


" Mamah ikh.." Rajuk Zela.


" Loe beneran udah nggak papa..?? Tanya Brayen kepada Zela, dan dijawab Zela dengan anggukan kepala juga senyum manisnya.


" Oke kalau gitu... tolong titip Zela Mah.." Pamit Brayen kepada martuanya.


" Nggak sarapan dulu nak..?? Tanya Mamah Hana kepada menantunya itu.


" Udah kok Mah tadi.." Pamit Brayen sambil mencium punggung tangan Mamah Hana.


" Ya sudah kamu hati hati ya nak.." Sambung Mamah Hana yang dijawab Brayen dengan anggukan kepala juga senyum tampannya. Mamah Hana kembali menuju dapurnya untuk membantu Bi Ina.


" Kak Ray mau berangkat sekarang..?? Tanya Zela kepada Brayen.


" Iya.. Loe udah nggak papa kan..??? Nanti gue langsung kesini.." Jelas Brayen menatap Zela dan dianggukin oleh Zela.


" Tolong jagain Zela ya.." Suruh Brayen kepada Seli dan juga Vani.


" Siap kak..." Jawab Vani semangat, sedangkan Seli hanya mengangguk tersenyum.


" Kak ray tunggu..." Ucap Zela menghentikan langkah kaki Brayen.


" Kenapa?? Tanya Brayen menoleh ke arah Zela.


" Nanti kesini tolong bawain gue bakso malang ya.. Gue pengen banget..." Jawab Zela sambil tersenyum kikuk.


" Oke.." Jawab Brayen tersenyum lalu berjalan keluar.


" Tunggu kak.." Teriak Zela lagi, dan Brayen kembali berhenti sambil menoleh kebelakang.


Zela mendekati Brayen sambil senyum senyum sendiri.. Tanpa malu adanya kedua sahabatnya, Zela mencium bibir Brayen.


Sontak saja Seli dan Vani melotot dengan pemandangan didepannya.. Vani lalu menutup matanya dengan tangannya, tapi percuma saja dia sudah melihat terlebih dahulu.


" Apaan sih Loe..?? Tanya Seli kepada Vani.


" Gue nggak mau mata gue yang suci ini ternodai dengan adegan Zela sama kak ray.." Jawab Vani.


" Lebay loe.." Ucap Seli singkat.


Brayen masih sedikit terkejut dengan apa yanh dilakukan Zela kepadanya. Brayen membalas ciuman nakal Zela tapi dikening Zela.


Denan ciuman tulus membuat Zela merasa nyaman dan bahagia.. Kemudian Brayen mengacak rambut Zela pelan, juga menarik hidung mancung Zela pelan dan gemas.


" Loe jaga diri baik baik.. jangan sampe tledor kayak tadi pagi... Baik baik ya sayang.." Ucap Brayen mengelus perut rata Zela.


" Ciap Daddy..." Jawab Zela menirukan suara anak kecil. Brayen tersenyum lalu menuju mobilnya.


Zela melambaikan tangannya saat Brayen membunyikan klakson mobilnya, lalu dia kembali menuju dimana kedua sahabatnya sedang terbengong bengong karena dirinya.


" Aish... meleleh gue.." Gumam Vani yang masih terdengar Seli.


" Ampun deh ni anak.. pasti lagi ngayal..." Sentil Seli kepada Vani yang melihat Vani sedang melamun.


" Seli ikh.. sakit tau... kampret loe.." Kesal Vani sambil mengusap keningnya.


" Makanya jangan ngalamun.. kesambet tau rasa loe.." Jawab Seli mengejek..


" Nggak papa kalau kesambet cintanya kak ray.." Jawab Vani masih dengan khayalannya.


" Ekhmmm gue denger ya.. kalian ngomongin Suami Gue.." Ucap Zela menekan kata kata terakhirnya.


" Mampos loe Van.." Ejek Seli yang dapat pelototan mata dari Vani.


" Hehe Sorry nyonya Zafano.." Jawab Vani tersenyum kikuk.


" Udah ayo.. kita ke atas.." Ajak Zela kepada kedua sahabatnya.


Zela memang tidak pernah mempermasalhkan jika Vani ngomongin atau bahkan masih mengidolakan suaminya itu, karena dia tau dulu Vani sangat mengagumi Brayen,


Dan Zela juga tau Vani hanya sekedar mengagumi biasa, tanpa berpikir jauh seperti para fans Brayen yang lain.


Sampailah mereka dikamar Zela, dan langsung saja Mereka menghempaskan tubuhnya kedalam ranjang yang sekarang jarang ditempati itu.


" Emmmmhhh..." Lenguh Zela menghela nafas lalu memejamkan kedua matanya.


" Zel... Sorry ya..kita nggak bisa jaga loe tadi.." Ucap Seli seketika membuat Zela kembali membuka matanya.


" Kalian nggak usah minta maaf... ini bukan salah kalian.. Gue aja yang nggak hati hati tadi.." Jawab Zela dengan pandangn ke langit langit kamarnya.


" Loe kenapa rahasiain kehamilan loe dari kita sih Zel..??? Tanya Vani kepada Zela.

__ADS_1


" Sorry ya gaes.. gue nggak ada maksud buat ngerahasiain ini dari kalian.. Tapi gue belum siap aja buat ngasih tau loe pada.." Jelas Zela dan Seli dan Vani mengangguk mengerti.


Mereka tidak ingin memaksa Zela, karena mereka tau tidak mudah memang diusia Zela yang terbilang masih sangat muda, harus melalui ini semua.


Tapi mereka juga yakin kalau Zela sangatlah bahagia dan beruntung memilik keluarga seperti keluarga Zafano.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Zifa sedang duduk santai diruang tv, Dimana lagi kalau bukan apartemen Jova, hari ini Zifa tidak ada mata kuliah dan dia memilih untuk pergi ke apartemen pacaranya, dari pada berdiam diri atau kerumah Dina sahabatnya itu.


Tak lama datanglah Jova dengan rambut acak acakan, juga celana pendek santai dan kaos putih biasa, tapi tentu saja penampilan Jova tidak mengurangi ketampanannya sedikitpun.


Jova berjalan mendekati Zifa yang sedang duduk bersantai


" Yank..." Panggil Jova kepada Zifa.


Zifa menoleh kearahnya dengan senyum manisnya.. Lalu Jova duduk disebelah Zifa.


" Mau makan apa..?? Tanya Zifa kepada Jova.


" Gue udah sarapan tadi.. belum laper.." Jawab Jova lalu mengmbil remote tv dimeja dekat mereka.


" Jadi... Zela nikah sama anak tunggal keluarga Zafano?? Tanya Jova kepada Zifa.


Zifa melirik kearah Jova, lalu mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh Jova.


" Udah isi dia..?? Anak kecil nikah.." Ucap Jova lagi sambil tersenyum miring.


" Udah 3 Mingguan... " Jawab Zifa singkat Jova melihat kearahnya, manatap Zifa seksama.


" Pinter juga tuh anak... Loe udah nggak ada hati kan sama suami Zela..?? Tanya Jova menyelidik.


Zifa menghembuskan nafas kasarnya.. Lalu dia menatap Jova seksama.


" Tadinya gue kira perasaan suka buat suami Zela,, tapi ternyata gue hanya iri aja ma dia.. Gue cuma sayang sama loe dan selamanya akan tetap begitu.." Jawab Zifa masih menatap Jova.


Tak butuh waktu lama, Jova langsung mencium bibir Zifa, yang kemudian berubah menjadi lumatan.


Mereka sama sama menikmati pagutan lidah masing masing, bahkan kini tangan Jova mulai nakal meraba dada Zifa.


Memang bukan hal yang baru untuk mereka berdua melakukan kegiatan seperti ini, tapi ntah kenapa mereka berdua sama sama kecanduan dan terus melakukannya jika ada kesempatan.


Tiba tiba ponsel Zifa berdering, sontak saja mereka menghentikan kegiatannya.


Zifa mengambil ponselnya yang tergeletak di sofa, dia mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum mengangkat telp yang ternyata dari Mamah Hana.


Hallo mah...ada apa..??


Tanya Zifa tanpa basa basi.


Sayang kamu masih lama nggak..??


Kenapa mah??


Tanya Zifa tanpa menjawab pertanyaan Mamahnya.


ini zela lagi disini sama teman temannya.. dia pengen ketemu jova, katanya pengen dimasakin nasi goreng sama jova.


jelas Mamah Hana membuat Zifa mengernyitkan keningnya, lalu melirik kearah Jova disebelahnya.


Jova hanya menatapnya bingung.


oke.. bentar lagi aku pulang mah.. sama kak jova.


jelas Zifa kepada Mamah Hana.


oke..ditunggu ya sayang..


jawab Mamah Hana lalu mematikan telpnnya.


" Kenapa..?? Tanya Jova kepada Zifa.


" Zela pengen nasgor buatan loe.." Jawab Zifa membuat Jova bingung lalu tertawa.


" Ngidam dia..?? Tanya Jova masih dengn ketwanya.


Zifa menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


" Dasarr bocil lucu..." Gumam Jova.


Zifa dan Jova menuju keparkiran bawah, mereka menggunakan mobil Zifa karena tadi Zifa datang ke apartemen Jova dengan mobilnya sendiri.


Jova segera melajukan mobil Zifa untuk menuju ke rumah Adafsi, Jova memang sudah sangat kenal baik dengan keluarga Zifa.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sementara dikamar Zela sedang mondar mandir menunggu kedatangan Kakaknya dan juga Jova pacaranya.


Seli dan Vani pusing sendiri melihat Zela yang terus mondar mandir.


" Zel loe aneh banget sih ngidamnya.. pengen nasgor buatan kak Jova.." Ucap Vani.


" Mana gue tau Van.. yang pengen kan baby gue.." Jawab Zela sambil mengelus perut ratanya.


" Ya kenapa loe nggak ngidam dugem gitu di tempat Kak Jova.." Sambung Seli ngasal.


" Nah..itu tu.. gue juga kepikiran itu.. secara kita kan kesana buat dugem, bukan buat makan nasgor.. Mana bisa kak Jova buatin nasgor buat loe.." Sambung Vani panjang lebar.


" Iya juga ya... Tapi mana boleh gue kesana sama Kak Ray.." Jawab Zela.


" Akh..iya.. sekarang loe kan ada suami.. loe pengen nasgor buatan Kak Jova juga karena kelakuan suami loe.." Ucap Vani cekikan.

__ADS_1


" Vani ikh..mulai deh mesumnya.." Jawab Zela.


" Loe tadi juga mesum.. main nyosor Kak Ray aja didepan kita.." Jawab Vani membela diri membuat Zela tersenyum kikuk.


" He..he.. Gue kan kasih batre Kak ray biar semangat.." Jawab Zela.


" Tau deh..yang udah nikah mah.." Jawab Seli membuat Zela kembali tersenyum.


" Btw.. gimana nasib Vera ya..?? " Ucap Vani tiba tiba.


" Biar gue kasih pelajaran buat dia besok.." Jawab Seli semangat.


." Udah deh nggak usah bahas itu.. mungkin aja emang Vera nggak sengaja kan nabrak gue.. " Jawab Zela yang tidak ingin kedua sahabatnya jadi ribut dengan Vera karena dia.


" Nggak bisa gitu Zel.. gue yakin banget tuh anak pasti sengaja.. awas aja dia.." Jawab Vani berapi api.


" Kalian berdua udah deh akh.." Sambung Zela lagi.


" Tapi loe beneran udah nggak apa kan Zel..?? Tanya Seli meyakinkan.


" Seperti yang loe lihat.. gue nggak papa.. Malahan gue jadi pengen makan ini itu..pengen makan kalian juga nih..." Jawab Zela sambil tertawa.. membuat Seli dan Vani juga ikut tertawa.


Tak lama pintu kamar Zela terbuka, ternyata Zifa yang datang tapi dia sendiri, membuat Zela sedikit kecewa karena tidak melihat Jova disebelah Zifa.


" Kak Zifa.." Sapa Seli dan Vani barengan.


" Hay...udah lama..?? Tanya Zifa kepada mereka.


" Lumayan Kak.." Jawab mereka berdua, yang juga dijawab Zifa dengan senyuman.


Sementara Zela terus cemberut memonyongkan bibirnya.


" Zel... Kata Mamah loe tadi pagi jatuh..??? Tapi nggak papa kan..?? Tanya Zifa yang langsung menghampiri Zela.


Seli dan Vani tersenyum senang melihat keakraban Zela dan juga Zifa sekarang.


" Gue nggak papa kok kak.." Jawab Zela malas.


" Syukurlah.. Sorry gue baru dikasih tau Mamah jadi tadi nggak ikut ke RS.." Jawab Zifa merasa tidak enak dengan Zela.


" Gue nggak papa.. Kak Zifa bisa lihat sendiri.. Gue sehat.." Jawab Zela sedikit cuek.


Seli dan Vani bingung dengan perubahan sikap Zela, bukannya barusan mood Zela sangatlah baik sampe becanda tertawa bersama, tapi kenapa sekarang malah jadi bad mood gini karena kedatangan Zifa.


Zifa yang tau maksud Zela pun sengaja menggodanya.


" Oke deh kalau gitu.. Tapi kalau ada apa apa loe kasih tau gue ya.." Jawab Zifa yang dianggukin oleh Zela.


" Kakak sendiri..?? Tanya Zela kepada Zifa.


" Kalau sendiri kenapa emang..?? Lagian gue mau ajak siapa coba.." Jawab Zifa sengaja menggoda Zela.


" Ya siapa gitu.. Bukannya tadi Mamah telp ya..?? Emang Mamah nggak bilang apa apa ke kakak..?? " Tanya Zela kepada Zifa.


" Bilang apa emang..?? Ya udah yuk kita kebawah.." Ajak Zifa yang langsung menggandeng Zela menuju kebawah, diikuti Seli dan Vani dari belakang,


Zela menurut dengan perasaan sedikit kecewa karena tanpa adanya kak Jova, Tapi kemudian mata Zela melotot bahkan dia sampe berjingkrak senang melihat lelaki tampan yang sedang duduk diruang tengah bersama Mamah Hana.


" Kak Jova.." Ucap Zela berlari kecil memeluk Jova yang sedang duduk.


Ntah kenapa Zela jadi lebay juga seperti anak kecil yang mendapat mainan melihat kedatangan Jova.


Jova tersenyum dengan tingkah Zela, karena mereka memang sudah sangat akrab.


" Zela ikh... kamu udah ada suami nak.." Ucap Mamah Hana membuat Zela melepaskan pelukannya dengan senyum kikuk.


" Ehmmm... ada gue juga Zel.." Sambung Zifa kembali membuat Zela merasa tak enak.. padahal Zifa juga hanya becanda, membuat semua tersenyum.


" Ya sudah Mamah ke atas dulu ya.. Maaf sebelumnya nak Jova.. Zela ngrepoti.." Ucap Mamah Hana kepada Jova.


" Nggak ngrepoti kok Tan.." Jawab Jova sambil tersenyum lalu Mamah Hana berlalu meninggalkan mereka.


" Jadi ceritanya loe ngidam dek..? Tanya Jova dan Zela mengangguk malu.


" Pinter juga ya.." Sambung Jova tersenyum.


" Yank ikh.. jangan digoda.. malu kan dia.." Jawab Zifa melihat muka merah Zela.


Jova, Seli dan Vani malah tersenyum melihat Zela yang memang salah tingkah.


" Kak Jova emang bisa nikin nasgor..?? Tanya Vani.


" Tanya aja coba ma Zifa..." Jawab Jova malah menyuruh Vani menanyakan kepada Zifa.


Tentu saja Vani jadi tidak enak.. Tapi Zifa sekarang bukanlah Zifa yang dulu, yang menyebalkan untuk Zela dan sahabatnya.


" Bukan cuma bisa tapi nasgor buatan Kak Jova enak banget..." Jawab Zifa memuji Jova.


" Wah.. mau dong.." Celtuk Vani girang lalu kembali tersenyum kikuk karena mereka semua melihat kearahnya.


" Boleh... Kita masak besar hari ini..." Jawab Jova membuat mereka senang.


Mereka menuju kedapur untuk membantu Jova, tapi tentu saja tanpa bantuan mereka Jova bisa menyelesaikan sendiri.


Dengan lihainya Jova meracik bumbu juga memotong sayuran, membuat Zela teringat dengan Brayen yang juga sangat lihai dalam memasak, bahkan Brayen pernah mengajari Zela memasak.


Zela melihat arloji ditangannya,


yah..masih lama kak ray.. gue udah kangen...batin Zela.


Sorry kak ya.. nggak bosennya aku minta Like, Comment dan juga Vote.. Big Thanks 🙏🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2