
Kini Brayen dan Zela sudah rapih mengenakan pakaian yang tadi dititipkan oleh Bunda Wina kepada manager hotel.
Zela tampak begitu cantik dan anggun, begitu juga dengan Brayen yang sangat tampan dengan balutan kemeja dan juga jasnya.
Sungguh pasangan yang serasi, mungkin itu yang akan orang katakan melihat pasangan suami istri muda ini.
Zela tampak begitu gugup, berlaki kali dia menghela nafasnya panjang.
Brayen yang melihat kegugupan pada wajah Zela tersenyum tampan.
" Are you ready..??? " Tanya Brayen kepada Zela, membuat Zela menoleh ke arahnya dan mengangguk sambil tersenyum.
Mereka keluar dari kamal hotel dengan bergandengan tangan, bahkan para petugas atau pelayan hotel yang melihat mereka berdua begitu terkagum kagum.
Perfect couple,, itu yang tergambarkan dari Zela dan Brayen.
Tanpa menunggu lama, Brayen langsung melajukan mobilnya menuju kantor Zafano.
Dimana disana sudah ada kedua orang tua Zela juga Brayen, dan Dimas serta kepala Sekolah Zela yang ketika itu jug menjadi saksi dipernikahan Zela dan Brayen.
Jangan lupakan Pak Riko juga Pak Adam mengundang penghulu juga yang menjadi wali nikah anak mereka.
Zela dan Brayen sampai dikantor, sedikit telat memang, tapi tidak masalah karena para awak media atau wartawan juga akan dengan setia menunggu kedatangan mereka berdua.
Menunggu klarifikasi dari kedua belah pihak keluarga mereka, ini akan menjadi berita besar berita yang akan menggemparkan ditanah air.
" Kak... Aku gugup.." Ucap Zela kepada Brayen.
Jujur saja Zela tidak pernah berhadapan dengan orang orang yang meliputi kehidupannya.
Apa lagi sampe dibawa keberita, ini begitu membut Zela gugup tapi Brayen dengan setianya terus menenangkan Zela.
Sampai mereka sampai diruangan Pak Riko, dimana kedua orang tua mereka juga menunggu disana.
" Bund.. Mah..." Sapa Zela setelah melihat Mamah Hana juga Bunda Wina.
Zel menghampiri orang tuanya.
" Sayang... Akhirnya kalian datang juga.." Jawab Bunda Wina.
" Jangan gugup nak.. Semua akan baik baik saja.." Sambung Mamah Hana melihat kegugupan pada wajah putrinya.
Zela mengangguk sambil tersenyum, meskipun sebenarnya tidak dapat dipungkiri jika Zela tidak bisa menyingkirkan rasa gugupnya, tapi Zela mencoba untui terlihat tenang, dan menurut dengan apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya juga martuanya, dan suaminya tentunya.
Bunda Wina juga Mamah Hana sama sama menggenggam tangan Zela untuk memberi ketenanan pada Zela.
Zela begitu beruntung mempunyai keluarga yang sangat menyayanginya.
" Yah... Pah.. Bagaimana.. Apa semua sudah siap..?? Tanya Brayen yang sebenarnya juga sedikit gugup, tapi hanya sedikit karena rasa bahagianya jauh lebih banyak tentunya.
" Tenang ray... Semua sudah kami siapakan.." Jawab Pak Adam membuat Brayen tersenyum senang.
" Terimakasih Pah.." Jawab Brayen yang diangguki oleh Pak Adam.
" Kamu nggak sabaran banget Ray.. Jadi inget dulu pas kalian mau nikah.. Kamu juga seperti sekarang ini.." Sambung Pak Riko yang tentu saja menggoda Brayen mencoba untuk menyairkan suasana, agar mereka tidak merasa begitu gugup.
" Ayah..." Jawab Brayen yang tentu saja merasa malu dengan godaan Ayahnya itu.
" Kamu ini Rik.. Senang sekali menggoda anak dan mantuku.." Sambung Pak Adam membuat Pak Riko terkekeh.
Tidak lama pintu ruangan Pak Riko terbuka, menampilkan sosok Dimas yang juga memakai pakaian formal.
Tampan.. Satu kata untuk menggambarkan seorang Dimas.
Bahkan baik Brayen dan juga Dimas hari ini tak datang ke kampus, mungkin Xelo sedang merasa kesepian juga dag dig dug menunggu berita tv juga di medsosnya.
Begitu juga dengan Zela yang tidak berangkat sekolah, sudah dipastikan juga di Sekolahnya nanti akan heboh dengan beritanya.
Zela bisa tanyakan itu kepada kedua sahabatnya nanti.
" Wuih.. Ganteng parah loe.. Mentang mentang mau masuk tv... Gimana Ray..??? Siap kan..?? " Ucap Dimas dengan gurauan, juga menanyakan kepada Brayen.
" Sialan loe.. Gue ganteng dari dulu.." Jawab Brayen membuat yang lain tertawa.
" Kalau sudah siap semuanya.. Mari kita konfirmasi semuanya.. Biar jelas dan tidak ada lagi yang perlu ditutup tutupi..."Jelas Pak Riko yang disetujui semuanya.
Brayen menghampiri Zela yang sedang bersama Bunda Wina dan juga Mamah Hana.
" Good luck sayang.." Ucap Bunda Wina kepada Brayen dan Zela, mereka mengangguk bersamaan.
" Jangan gugup ya.. Mamah disini..." Ucap Mamah Hana kepada Zela.
Zela kembali mengangguk pelan, juga dengan kegugupan yang bertambah.
Brayen menggandeng tangan Zela untuk menuju ruangan yang dijadikan press conference mereka.
Pak Riko, Pak Adam, Dimas, Pak Dodi ( Kepala sekolah Zela ), Juga penguhulu yang menikahkan mereka sudah duduk berjejer didepan banyak wartawan.
Kini datanglah Brayen dan juga Zela, orang yang sedari tadi ditunggu tunggu, sontak saja para wartawan langsung mengarahkan camera untuk mengabadikan moment penting ini.
Bahkan tangan Zela begitu terasa dingin digenggaman tangan Brayen, Brayen mengusapnya pelan dengan jempolnya, tersenyum manis ke arah Zela untuk menenangkan istrinya.
__ADS_1
" Astaga.. Ternyata Brayen Zafano sangatlah tampan..." Ucap salah satu wartawan ketik melihat Brayen.
" Iya... Benar.. Dan itu wanita disebelahnya juga sangat cantik.. Apa mereka pacaran...? " Sambung satunya lagi.
" Sebaiknay nanti kita tanyakan.." Jawab salah satu wartawan dan disetujui yang lainnya.
Seli...Vani....please....tolongin gue....batin Zela meminta bantuan kepada kedua sahabatnya.
oke..zel..tenang..setelah ini..semua akan baik baik aja...batin Zela lagi menenangkan dirinya.
Brayen dan Zela duduk diantara Pak Riko juga Pak Adam, akh... Ini sesungguhnya membuat Zela seperti tidak lagi bisa bergerak, bukan karena sempit melainkan karena jepretan kamera yang tidak ada hentinya.
Bahkan untuk bernafas saja terasa susah, Zela benar benar harus mati matian untuk bersikap biasa saja.
" Yank... Kamu cantik banget.. Tidak usah gugup.. Mereka terus mengambil foto kita karena ada bidadari ditengah tengah cowok tampan ini.." Bisik Brayen yang seketika membuat Zela terkejut.
Tapi jujur saja ucapan Brayen mampu membuat kegugupan pada diri Zela menurun, Zela tersenyum ke arah Brayen senyuman yang begitu manis.
Yang dibalas Brayen juga dengan senyum tampannya.
" Astaga.. Mereka saling lempar senyum.. Dan itu sangat manis.." Ucap salah satu wartawan yang melihat interaksi antara Brayen dan juga Zela.
" Selamat siang semua.... Mohon untuk tenang... Ada yang ingin kami sampaikan kepada kalian semua.. Juga kepada seluruh orang orang yang mungkin mengenal saya juga kelurga teman saya Pak Adam.." Ucap Pak Riko yang sukses membuat para wartwan bungkam mendengarkan.
Pak Riko begitu merendah, seluruh orang dinegaranya sudah dipastikan sangat mengenalnya.
Sangat mengenal dengan baik, Pak Riko yang terkenal sebagai pengusaha yang sangat dermawan tentunya.
Pak Riko menatap ke arah Pak Adam, yang dijawab dengan anggukan kepala, pertanda setuju dengan apa yang akan Pak Riko sampaikan.
Begitu juga dengan Brayen yang semakin menggenggam tangan Zela erat.
" Kami duduk dan berkumpul disini.. Untuk menyampaikan kabar bahagia kepada kalian.. Tentang putra putri kami..." Jelas Pak Riko membuat Seluruh wartawan terkejut, dan benar apa tebakan mereka tadi.
" Putra saya yang bernama M Brayen Zafano sudah menikahi Putri dari teman saya yang bernama Azela Syakarina Adafsi, dan sebentar lagi kami akan mempunyai seorang cucu..." Jelas Pak Riko yang sukses membuat para wartawan kembali terkejut bukan main.
Bahkan ini begitu mengejutkan dari yang mereka pikirkan, mereka mengira kalau diantara Brayen dan Zela hanya menjalin hubungan asmara, dan akan melangsungkan lamaran tapi ternyata mereka salah, Brayen dan Zela bukan hanya pasangan kekasih, melainkan sebagai suami istri.
Sontak saja membuat para wartawan langsung memberi beberapa pertanyaan untuk keduanya.
" Maaf Pak Riko.. Kapan mereka melangsungkan pernikahan..?? Bukankah Nona Azela masih bersetatus sebagai pelajar..?? " Tanya salah satu wartawan.
" Apakah mungkin di antara mereka sudah terjadi sesuatu terlebih dulu.. Sehingga pernikahan ini baru diumumkan..??? "
" Apakah diantara mereka sudah saling cinta..??
" Bukankah kabar yang beredar mereka hanya menjalin hubungn sebagai sepasang kekasih..?? "
Wartawan terus bertanya, karena begitu penasarannya.
Tapi dengan santai Pak Riko juga Pak Adam, termasuk para saksi yang berada di sana, menjelaskan dengan detail.
Dari ketika mereka dijodohkan, sampai sekarang ini, juga dengan kabar kehamilan Zela, mereka semua menjawab juga menjelaskannya.
Bahkan buku pernikahan antara Zela dan Brayen juga di perlihatkan,
begitu juga dengan foto foto pernikahan mereka.
" Perhatian semuanya... Dan saya tidak akan tinggal diam kepada orang yang mencoba untuk mendekati istri saya.." Sambung Brayen menjelaskan.
Sontak saja membuat semua yang berada disana terkejut, Brayen begitu terlihat posesif jika mengatakan hal seperti itu.
Tapi itu tidak menjadi masalah untuknya, karena sedari tadi bibir Brayen sudah gatal untuk tidak mengatakn itu.
Itu sedikit peringatan untuk cowok cowok diluar sana jika mencoba mendekati Zela istrinya, pikir Brayen.
Pak Riko dan yang lainnya hanya tersenyum, mereka memaklumi kebucinan Brayen saat ini kepada Zela.
" Baik semua.. Sudah jelas bukan..??.. Jadi kami tutup sampai disini.. Terimakasih..." Ucap Pak Riko dan berdiri dari duduknya.
Diikuti yang lainnya, yang juga meninggalkan tempat tadi, para wartawan tentu saja masih ingin bertanya tapi sudah dicegah oleh anak buah Pak Riko.
Zela bisa bernafas lega, tadi begitu membuat Zela benar benar tidak bisa bernafas dengan baik.
Fuh....Huffh...
" Gimana..?? Tanya Brayen kepada Zela.
Zela menoleh ke aray Brayen dengn senyum, lalu menarik hidung mancung Brayen dengan gemasnya.
" Nggak usah gitu juga kali Kak.. Nggak akan ada yang berani deketin aku, mereka udah tau aku punya Kak Ray.." Jawab Zela membuat Brayen tersenyum bangga.
" Dih.. Udah pacaran aja.. Tadi aja diem.." Ledek Dimas kepada Zela.
Zela menoleh ke arah Dimas dengan kesal, sedangkan Dimas hanya nyengir tanpa rasa bersalahnya.
Tidak lama Bunda Wina dan Mamah Hana datang menghampiri mereka.
Sebagai Ibu rumah tangga yang tidak ketinggalan zaman atau gaul, mereka tau jika kedua anaknya ini langsung menjadi hot gosip di acara tv, juga trending ditwitter juga yang lainnya.
Tapi selama berita baik mereka tidak akan mempermasalahkan.
__ADS_1
" Sayang.. Kamu pasti capek.. Kamu pulang dulu aja.. Istirhata ya.." Suruh Bunda Wina.
" Nggak Papa Bunda sama Mamah Zela tinggal..??? " Tanya Zela kepada martua dan juga Mamahnya.
" Tentu tidak apa apa dong nak.. Kamu sama Ray pasti capek.. Kalian pulang dan istirahat.." Jawab Mamah Hana yang diangguki oleh Zela.
Brayen dan Zela pulang terlebih dahulu, tentu saja karena masih banyak wartawan, mereka pulang melalu pintu rahasia kantor.
Dan akhirnya mereka bisa sampe dimobil, sedangkan Pak Riko juga yang lain sedang meeting dadakan, mereka membahas tentang sekolah Zela, juga agar wartawan tidak berani lagi mengikuti keluarganya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Disekolah, Kini jam istirhata menjadi begitu rame, tentu saja karena kabar yang beredar tentang pernikahan Zela juga Idola mereka.
Bahkan di antara mereka ada yang sampe menangis sesenggukan karena ini.
Sedangkan Seli dan Vani sama sama terkikik geli melihat siswi siswi itu begitu terlihat tak bersemangat, bahkn ada yang sampe tidak enak makan, mereka hanya memainkan sendok di mangkok baksonya.
" Gue nggak nyangka... Sumpah.. Ini kayak mimpi.." Ucap salah satu siswi.
" Apa lagi gue.. Sumpah ya.. Gue kecewa, ternyata doa gue nggak dikabulin sama Tuhan.." Sambung yang lainnya lagi.
" Emang loe doa apa..?? " Tanya siswi lain.
" Gue selalu berdoa.. Biar Kak Brayen bisa jadi pasangan gue.." Jawab siswi itu jujur.
" Yeee... Ngarep..." Jawab yang lainnya.
" Astaga.. Ternyata kita selama ini mengidolakan suami Zela.." Sambung yang lainnya.
" Iya.. Sumpah ya.. Gue malu kalau ketemu Zela.." Ucap yang lainnya.
" Ngapain malu... Gue tetep fans setia Kak Ray.." Ucap salah satunya lagi.
" Gue juga.."
" Gue juga.."
" Gue juga dong.." Jawab mereka mantab.
Bahkan meskipun mereka menerima kenyataan pahit, tapi tetap saja Brayen sudah mengisi relung hati mereka, meskipun tanpa Brayen peduli sama sekali.
Ya itu hanyalah kekonyolan anak SMA yang masih labil, belum dewasa dalam berfikir juga bersikap.
Tidak jauh berbeda dengan sekolahan Zela, dikampus Brayen juga sama halnya, para mahasiswi yang mengidolakan Brayen begitu terkejut dan sama terpukulnya dengan berita pernikahan Brayen dengan cewek SMA depan.
Banyak sekali foto seorang Brayen yang mereka save, kini mereka delete dari ponsel masing masing.
Bahkan sampe ada yang melempar ponselnya karena kesal dengan berita di sosmed.
All about Brayen and Zela.
Dan itu membuat mereka sakit, merasa kesal karena dikalahkan oleh gadis SMA, yang notabenya masih dibawah mereka.
Begitu juga dengan Misha yang sudah mendengar berita ini, Misha membanting ponselnya dimobil, kini dia berada dimobil dengan keadaan yang sangat kacau.
Tidak ada lagi harapan untuk Misha mendapatkan Brayen, Misha begitu merasa bodoh, dia tidak dapat mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Brayen dan juga gadis SMA itu.
Bahkan mendengar Zela hamil anak Brayen benar benar membuat Misha ingin mati saja, sungguh Misha merasa tidak bisa lagi hidup, seseorang yang membuat semangat hidupnya kini telah memiliki kehidupan baru, bersama dengan orang yang sangat dicintainya tapi juga sangat dibenci oleh Misha.
Tiba tiba dia teringat jika Zela dan Zifa adalah kaka beradik, dengan segera Misha mencari keberadaan Zifa dikampusnya.
Benar saja Misha menemukan Zifa yang sedang asik bermain ponselnya dengan temannya Dina.
" Boleh minta waktu loe sebentar nggak..?? Tanya Misha yang sontak saja membuat Zifa dan juga Dina terkejut dengan kedatangannya.
" Ada apa..?? Tanya Zifa cuek.
" Gue pengen ngobrol berdua aja ma loe.." Jawab Misha membuat Dina mau tak mau meninggalkan mereka.
Setelah tinggal berdua Misha memulai percakapan.
Apa yang akan dikatakan oleh Misha kepada Zifa..???
Dan
Bagaimana reaksi siswi siswi centil nanti melihat Zela bersekolah lagi..?? Ditunggu next episodenya ya..
TAPI
Jangan lupa buat
Like..
Comment..
Vote..
Ingat Vote, vote, vote...
Dan kasih rating dong kecerita ini biar author tambah semangat...
__ADS_1
Big Thanks buat kalian.. 🙏🙏😘😘