Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Terjawab Sudah


__ADS_3

Vani menoleh ke arah kedua sahabatnya dan juga pacaranya, mereka sedang berdiri menatap bingung ke arahnya, tadi Vani sedang berguling di ranjangnya sembari terkikik memang ketika Zela, Seli, dan juga Xelo masuk ke kamarnya dengan cara mendobrak pintu.


Vani juga sama terkejutnya dengan kedua sahabat dan pacarnya, bagaimana bisa mereka tiba-tiba muncul begitu saja di kamarnya? Dengan cara mendobrak pintu lagi, ah... Mereka sangat tidak sopan sekali.


Tetapi ingatannya kembali muncul tentang alat kecil yang sudah membantu menjawab semua kegelisahan juga kegundahan hatinya, Vani berlari ke arah kedua sahabatnya, dia langsung memeluk Zela dan Seli yang sedang bingung dengan banyak pertanyaan.


Setelah itu dia juga memeluk Xelo dengan begitu erat, Xelo masih diam tak bergeming, dia bingung dengan sikap Vani yang tiba-tiba berubah itu.


" Aku nggak hamil." Ucap Vani lirih tetapi begitu jelas.


Sontak saja Xelo yang mendengar itu langsung terkejut sembari melepaskan pelukan Vani.


Xelo menatap Vani tajam, sedangkan Vani menatap Xelo dengan senyum bahagianya, dia juga masih menangis, tapi tangis bahagia karena begitu bersyukur apa yang dia takutkan tidak benar terjadi.


Begitu juga dengan Zela dan Seli yang mendekati mereka berdua, Zela ataupun Seli masih tidak bisa mencerna perkataan Vani barusan, menurut mereka jika Vani berbicara tentang kehamilan itu sangatlah mustahil.


" Maksud Lo siapa yang hamil Van?." Tanya Seli lirih sembari menatap Vani dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan, begitu juga dengan Zela yang sama halnya dengan Seli.


Mereka semua butuh penjelasan dari Vani.


" Gue dong Cecel." Jawab Vani mulai dengan tingkah konyolnya.


Zela dan Seli saling pandang sembari menutup mulutnya tidak percaya, bukan karena jawaban Vani yang tidak hamil, tetapi apakah Vani berubah karena mengira jika dia sedang hamil? Sungguh banyak sekali pertanyaan dalam benak mereka.


Begitu juga dengan Xelo yang sekarang masih berdiri di tempatnya, Xelo bingung dengan ucapan Vani, Xelo tidak tahu apa yang Vani maksud, bahkan saat ini ada rasa sedikit curiga dari dalam hati Xelo untuk Plankton kesayangannya.


" Lo Van?." Tanya Zela yang di angguki oleh Vani dengan mantab.


" Pokoknya Gue seneng banget gaes." Jawab Vani sembari memegang tangan Zela dan Seli.


Tetapi Zela dan Seli masih saja bingung dengan ungkapan Vani yang mengatakan jika dirinya tidak hamil.


Vani melepaskan genggaman tangannya dari Zela dan juga Seli, dia kembali akan memeluk Xelo, tetapi dengan reflek Xelo langsung menepis tangannya, bahkan Xelo memundurkan tubuhnya satu langkah agar tidak terlalu dekat dengan Vani.


Vani yang melihat perubahan sikap Xelo kepadanya terkejut, dia juga kecewa, kenapa bisa Xelo melakukan itu kepadanya? Padahal sudah jelas Vani tidak sedang hamil.

__ADS_1


" Kamu kenapa Beb?." Tanya Vani mulai gemetar suaranya.


Vani paling tidak bisa di giniin sama Xelo, dia paling tidak bisa hidup tanpa Ikan Hiunya. Xelo ialah cinta pertama untuknya, dan juga akan menjadi cinta terkahir untuk Vani, itulah harapan yang selalu dia inginkan.


" Kamu tanya aku kenapa?." Tanya Xelo dengan nada sinis.


Vani terkejut mendengar pertanyaan Xelo, dadanya mulai sesak dengan pertanyaan Xelo yang begitu menusuk hatinya. Sontak saja Zela dan juga Seli sama terkejutnya.


Air mata Vani kembali mengalir di pipi cubby nya, bukan karena dia takut hamil seperti tadi, tapi dia takut Xelo akan meninggalkannya.


" Maksud kamu gimana Beb?." Tanya Vani dengan nada lirih dan gemetar. Kini Zela dan Seli sudah memeluknya, mereka tahu sahabatnya sedang dalam masalah sekarang ini.


" Kamu pikir saja sendiri, siapa cowok yang udah mendahuluiku? Aku kira kamu itu cewek baik-baik yang lugu dan lucu tapi ternyata aku salah, you b*tch!." Ucap Xelo dan pergi begitu saja.


Xelo sudah berusaha menahan amarahnya, tetapi rasa kecewanya dengan Vani sampai membuatnya tidak bisa lagi mengontrol ucapannya.


Seketika Vani terduduk sembari menangis, hatinya sakit di katakan jal*ng oleh Xelo, seseorang yang selalu bersikap baik padanya, seseorang yang selalu membuatnya bahagia selama ini.


Zela dan Seli langsung memeluk Vani dengan erat, mereka mencoba menenangkan Vani agar tidak lagi menangis.


" Gue salah apa sama Kak Xelo? Sampai dia tega banget ngatain Gua ja...hu...hu..." Vani kembali menangis, rasanya sangat sulit mengatakan apa yang tadi Xelo katakan kepadanya.


" Van.. Please jangan nangis lagi ya, Lo ceritain sama kita ya apa yang sebenarnya terjadi?." Sambung Zela memeluk Vani lagi.


" Kita akan berusaha bantuin Lo buat jelasin ke Kak Xelo, tapi Lo certain semuanya ke kita ya? Gue rasa ini semua hanya salah paham." Jelas Seli juga memeluk Vani untuk menenangkannya.


Zela dan Seli menuntun Vani untuk duduk di ranjang kamarnya. Mereka meminta Vani untuk menceritakan semuanya, karena permasalahan mereka ini hanya salah paham dengan ungkapan Vani tadi yang mengatakan jika dia tidak hamil.


Jelas karena Xelo yang masih menjaga Vani agar tidak sampai keblabasan merasa di kecewakan oleh Vani, Xelo mengira jika Vani sudah kebobolan gawangnya.


" Lo ceritain ke kita ya." Suruh Zela dengan nada tulusnya.


Vani mengangguk, kemudian dia mulai teringat dengan pikiran konyolnya.


" Jadi Gue tuh kemarin ketidura sama Kak Xelo di depan tv." Jelas Vani yang membuat Zela dan Seli menyimaknya dengan serius, mereka tidak mau sampai melewatkan sepatah katapun tentang penjelasan dari sahabatnya ini.

__ADS_1


" Terus nggak tahu kenapa Gue mimpi basah, Gue ngimpi ena-enaan sama Kak Xelo, pas Gue bangun Kak Xelo masih merem di sebelah Gue, ya jelas dong Gue ngira kalau Gue bisa hamil karena itu, Gue merasakan nikamat beneran, semua seperti nyata." Jelaa Vani lagi sedikit malu menceritakan mimpi konyolnya.


Zela dan Seli saling pandang, jujur saja mereka sudah ingin tertawa saat ini, otak Vani selain telmi juga sudah benar-benar gesrek pikir mereka.


" Terus?." Tanya Zela lagi.


" Ya terus dari tadi malam Gue kepikiran terus, Gue beneran udah ngelakuin apa nggak sama Kak Xelo, Gue bingung banget, makanya Gue sampai beli testpack tadi pagi." Sambung Vani lagi menjelaskan.


" Terus hasilnya gimana? Lo hamil?." Tanya Zela yang sudah mulai gemas dengan ketelmian yang ada pada otak sahabatnya itu.


Vani menggeleng sembari tersenyum kikuk, dia juga menyerahkan hasil testpack yang sudah dipakainya tadi.


Zela dan Seli tanpa melihat juga sudah tahu kalau hasilnya pasti negatif, mereka menarik pipi Vani dengan gemas.


" Makanya kalau lagi pelajaran biologi jangan nonton drakor mulu Lo, jadinya gini nih bege sendiri." Cibir Seli yang membuat Vani mengembungkan pipinya.


" Tambah jelek tahu Lo." Cibir Seli lagi yang kali ini mendapat pukulan di pahanya dengan keras dari Vani.


" Berani ya Lo, Gue nggak akan bantuin Lo baikan ma Kak Xelo." Ancam Seli membuat Vani mau tidak mau menghentikan pukulannya.


" Mom Cecel nakal." Adu Vani dengan muka memelasnya kepada Zela.


" Tenang saja Nak, Mommy sedang mencari cara agar kamu bisa jelasin ke pacarmu yang sudah pergi dengan sejuta kekecawaan darimu, dan kamu tahu kenapa?." Tanya Zela dengan nada di buat-buat seperti seorang Ibu yang sedang menasehati anaknya.


Vani menggeleng masih dengan muka shok imutnya, tapi memang imut sih si Vani hehe


" Itu karena otak kau yang tidak bekerja sebagaimana mestinya." Jelas Zela yang langsung mendapat serangan dari Vani.


Mereka sama-sama saling menggelitik dan menyerang dengan melempar bantal satu sama lain, tanpa mereka sadari sudah berdiri kedua cowok tampan dengan menggendong bayi tampan yang ikut tertawa melihat apa yang di lakukan oleh Mommy nya dan kedua sahabatnya.


Brayen dan Dimas saling pandang dan menggeleng, ya begitulah memang cewek cantik yang konyol mereka selalu ada saja tingkahnya.


Bahkan karena kekonyolan mereka saat ini Vani melupakan Xelo yang pergi dengan rasa kesal dan kecewa karena dirinya.


Sorry gaes kalau feelnya nggak dapat di episode ini, lagi sibuk banget soalnya 🙏

__ADS_1


__ADS_2