Suamiku Idola Kampus

Suamiku Idola Kampus
Welcome Raja Ampat


__ADS_3

Sore harinya tepat dimana Zela, Seli, dan juga Vani bersama suami mereka langsung memutuskan untuk pergi berlibur ke sebuah pulau. Tepatnya mereka akan mengadakan bulan madu masal di Pulau Raja ampat Papua Barat. Ntah ide dari mana mereka sepakat untuk memilih pulau itu. Cukup jauh memang perjalanan dari rumah ke Pulau yang banyak di gandrungi wisatawan manca negara itu. Tetapi jika dengan Brayen semua akan terasa mudah tanpa harus ribet mengurus ini itu.


Penerbangan mereka ke pulau tersebut menggunakan jet pribadi Brayen. Jelas karena ada Big bos dari salah satu suami mereka.


Si kecil Arshaka juga ikut bersama dengan mereka, kini Arsha sedang tidur di pangkuan Dimas, mereka mengajak Arsha karena anak kecil tampan dan menggemaskan itu di rasa tidak akan merepotkan, tetapi tadi ketika akan berangkat, perang dingin sudah Arsha tunjukan untuk Daddy nya, alhasil Dimas kini yang menjadi tempat untuk sandaran Arsha ketika tertidur.


" Van." Panggil Zela lirih, tetapi bukan Vani yang menoleh melainkan Seli yang menoleh ke arah Zela.


Memang deh eror banget kadang telinga si Vanvan.


" Paan?." Tanya Seli balik kepada Zela tanpa suara.


Zela menjawab dengan mengarahkan dagunya kepada Vani, membuat Seli mengangguk mengerti apa yang Zela ingin.


" Van, Vani...!." Panggil Seli dengan nada suara sedikit di keraskan.


Vani menoleh, mengisyaratkan wajahnya seperti bertanya "apa", Seli mengarahkan dagunya, membuat Vani mengangguk mengerti dengan apa yang Seli maksud. Tumben banget deh sih Vanvan langsung maksud.


" Beb, bentar ya aku ke Zela dulu." Pamit Vani kepada Xelo yang duduk di sebelahnya, Xelo mengangguk mengiyakan apa yang Vani minta.


" Jangan lama-lama ya Beb." Jawab Xelo yang di jawab Vani dengan menganggukan kepalanya seraya tersenyum manis je arah Xelo.


Vani mendekat dan duduk di sebelah Zela, sedangkan Seli memang duduk di depan Zela karena Dimas dan Brayen duduk berdekatan.


" Apaan Zel?." Tanya Vani setelah duduk di sebelah Zela.


" Lo mabuk nggak?." Tanya Zela membuat Vani mengembungkan pipinya.


Vani kira Zela mau bertanya yang serius atau sesuatu hal yang penting gitu, nyatanya cuma menanyakan hal yang bahkan sama sekali tidak Vani rasa sekarang ini.


" Lo bisa lihat sendiri Gue aman-aman aja selama ada suami Gue." Jawab Vani songong dengan menyebutkan kata suami, tetapi memang sekarang mereka sudah sama-sama punya suami sih.


" Cih songong, Lo lagi beruntung aja nggak mabuk Vanvan." Cibir Seli yang membuat Vani tersenyum.

__ADS_1


Zela mengangguk seraya tersenyum, sebenarnya sedari tadi Zela bosan karena tidak ada obrolan di dalam perjalanan, mau bermain dengan Arshaka, dia sedang tertidur pulas di pangkuan Dimas, sedangkan suaminya tampak sibuk dengan tab di tangannya sedari tadi.


" Ya udah Gue balik ke Kak Xelo dulu ya." Pamit Vani buru-buru ingin pergi, tetapi dengan segera Zela mencegahnya dengan menarik Vani agar duduk lagi di kursinya.


" Eh... Tunggu, duduk dulu aja sini." Ucap Zela membuat Vani mau tidak mau mengiyakan apa yang di minta oleh Zela.


Padahal sebenarnya Vani ingin sekali menikmati perjalanan dengan bersandar di pundak Xelo, tetapi rupanya kedua shabatnya ini memang sedang di mode menyebalkan untuk menganggu waktu kebersamaannya dengan Xelo, tetapi tidak masalah yang terpenting nanti ketika waktu pencoblosan tiba mereka tidak akan datang dan mengganggu, pikir Vani.


" Gimana Van rasanya? Enak bukan?." Tanya Seli tiba-tiba membuat Vani terkejut.


" Nah iya Gue mau tanya itu dari tadi, tapi nih otak lagi nggak jalan banget." Cletuk Zela yang membuat Vani semakin bengong.


" Tenang Zel, udah Gue wakilin, dih... Malah bengong, pasti Lo terbayang lagi kan tadi malam?." Tanya Seli lagi kepada Vani yang sedang menghela nafasnya.


" Kalian tahu nggak kenapa Gue minta berangkatnya mendadak gini?." Tanya Vani membuat Zela dan Seli menggelengkan kepalanya secara bersamaan.


" Ya karena Gue belum me...." Ucap Vani terpotong karena tiba-tiba jet pribadi yang mereka tumpangi akan segera mendarat, mereka sudah sampai di pulau indah yang berada di negara mereka sendiri. Tidak harus jauh-jauh sampai ke luar negri untuk menikmati waktu kebersamaan dengan orang-orang terkasih, nyatanya di negara sendiri memiliki banyak tempat yang tidak kalah dengan negara-negara di luar sana.


Rombongan suami istri yang akan melakukan bulan madu masal itu turun, mereka sudah di jemput oleh orang yang akan mengantarkan mereka ke hotel yang mereka inapi.


Mereka langsung menuju ke hotel untuk beristirahat terlebih dahulu. Meskipun perjalanan yang mereka tempuh tidak terlalu lama, tetap saja butuh waktu untuk istirahat agar nanti bisa menikmati tempat-tempat indah di pulau raja ampat papau barat.


" Mumy." Panggil Arshaka meminta untuk di gendong Zela.


Zela mendekat ke arah suaminya, dan mengambil alih Arshaka untuk di gendongnya. Anaknya kini sudah semakin besar, meskipun belum genap 2 tahun tetapi Arshaka termasuk bayi bongsor yang sangat cepat pertumbuhannya, bahkan kecerdasaanya melebihi anak di usianya.


" Masih ngantuk sayang?." Tanya Zela yang di jawab Arsha dengan gelengan kepala.


Zela mencium anak tampannya, lalu mengambilkan minum untuk anaknya.


" Setelah ini mandi dulu ya Arsha, nanti ikut Mommy sama Daddy jalan-jalan." Jelas Zela membuat Arshaka teriak kegirangan, jika sudah mendengar kata jalan-jalan setiap anak kecil pasti akan langsung berubah senang dan semangat, berbeda dengan Brayen yang tadi akan kembali sibuk dengan tab nya kemudian mengurungkan niatnya dan meletakan kembali tab yang tadi sudah di pegangnya.


" Daddy nggak ajak Arsha Mom, kalau masih cuek sama Daddy, kita berdua sama Onty saja yang pergi jalan-jalan." Ucap Brayen sengaja agar anaknya tidak lagi memusuhinya.

__ADS_1


Memangnya siapa yang tahan terus di musuhi oleh anak yang begitu menggemaskan seperti Arshaka.


Zela tersenyum, dia tahu Brayen menggunakan cara itu agar Arsha mau berdamai dengannya.


Berbeda dengan Arsha yang sudah menatap Brayen dengan tidak suka, tetapi Zela buru-buru mencium pipi anak tampan itu.


" Sayang, minta maaf sama Daddy kalau mau ikut pergi jalan-jalan ya? Arsha nggak boleh kesal sama Daddy." Jelas Zela begitu lembut kepada anak tampannya, sumpah demi apapun anaknya ini membuat kesabaran Zela bertambah kali lipat jika menyuruh untuk berdamai dengan suaminya.


Arshaka menatap Zela yang sedang tersenyum ke arahnya, lalu mengangguk tanpa menjawab, seakan apa yang di lakukannya itu seperti anak yang sudah dewasa saja.


" Daddy coyi ( sorry )." Ucap Arshaka menatap Brayen yang sedang menatapnya tanpa expresi.


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik dan


5 detik Brayen mengangguk seraya tersenyum tampan ke arah Arshaka yang juga ikut tersenyum.


" Cium Daddy dulu." Suruh Brayen yang langsung di lakukan oleh Arshaka.


Arsha menghujani ciuman di wajah Brayen dari kedua pipinya, mata, kening, hidung dan juga berakhir di bibirnya.


" Janji tidak lagi cueki Daddy?." Tanya Brayen yang di angguki oleh Arshaka.


" Janji dulu dong jagoan Daddy." Suruh Brayen yang kembali hanya di angguki oleh Arshaka.


" Hei *D*addy mau denger Arsha janji dulu bukan angguk-angguk kepala gitu" Jelas Brayen membuat Zela tersenyum.


" Alcha gogi Dad ( Arsha gerogi Dad )." Jawab Arshaka yang sukses membuat Zela dan Brayen tertawa dan gemas dengan tingkah anaknya.

__ADS_1


Masih kecil sudah merasakan grogi, seperti orang dewasa saja Arshaka, Brayen langsung mengangkat dan menggendong Arshaka, lalu dengan semangat membawa Arshaka ke dalam kamar mandi.


Dia akan mandi bersama anak tampannya sekarang, selagi kondisinya sedang begitu mendukungnya, sebelum nanti Arsha kembali ke mode menyebalkannya jika dengan Daddy nya, atau mungkin selamanya Arsha akan berdamai dengan Brayen karena liburan mereka sekarang ini.


__ADS_2