
Setelah semua siswa siswi sudah berkumpul, Pak Dody memulai memberitahukan kepada semua mereka, bahwa maksud dikumpulkannya mereka karena ada hal yang harus disampaikan.
Pak Dodi memanggil Zela juga Vera untuk menuju ke depan, seketika membuat mereka berdua terkejut juga siswa siswi yang lain, ada yang sudah bisa menebak bahwa hal ini menyangkut kemarin terjatuhnya Zela karena ditabrak oleh Vera.
Tapi ada juga yang malah galfok karena keberadaan Brayen, mereka tidak begitu memperhatikan dengan apa yang diberitahukan oleh kepsek sekolah mereka Pak Dodi.
" Zel... maju..malah bengong..." Suruh Vani kepada Zela.
" Cepetan gih... dah ditungguin ma pangeran loe.." Ledek Seli cekikikan.
Zela hanya memelototkan matanya ke arah mereka, masih dengan bingungnya dia berjalan kedepan.
Bebarengan dengan Vera yang juga menuju kedepan, dimanq tadi Pak Dodi memerintahkan mereka berdua.
Zela dan Vera berdiri di samping Brayen dimana Zela berada ditengah tengah mereka,
Zela melirik Brayen sekilas, sedangkan Brayen tersenyum senang kepada Zela, berbeda dengan Vera yang ntah kenapa rasanya kali ini dia ingin pergi sejauh mungkin agar tidak melihat tatapan hangat Brayen untuk Zela.
Atau kalau tidak dia sangat ingin bisa memisahkan mereka berdua, biarkan saja dengan hukuman yang akan diterimanya Vera seperti tak mempermasalahkan.
" Baik.. Nak Brayen Zafano silahkan..." Ucap Pak Dodi menyuruh Brayen untuk memberi sambutan atau lebih tepatnya pengumuman.
Ketika Brayen melangkah kedepan menuju dimana Pak Dodi berdiri, semua siswi langsung histeris.
" Kak Brayen..." Jerit siswi siswi centil yang tidak bisa mengontrol dirinya.
Brayen hanya tersenyum santai menanggapi, sedangkan Zela cuek saja tapi ada sedikit rasa kesal juga dengan siswi siswi centil itu.
Vera jangan ditanya lagi, dia begitu kesal sama halnya dengan Zela tapi apa yang bisa diperbuat olehnya, dia bukan siapa siapa Brayen.
" Tenang anak anak... Biarkan nak Brayen berbicara..." Suruh Pak Dodi kepada murid muridnya.
Membuat semua siswi yang tadi gaduh menjdi tenang kembali tapi masih tatapannya hanya tertuju kepada Brayen, seakan ini kesempatan emas untuk mereka melihat Idolanya.
" Maaf sebelumnya kalau saya mengangguk waktu kalian..." Ucap Brayen
" Nggak kak Ray.. kita malah seneng ada kak ray di sini.." Jawab salah satu siswi membuat yang lain ber wuuu ria.
" Oke.. langsung saja.. kedatangn saya kesini... saya ditugaskan oleh Pak Riko Zafano dimana beliau adalah Ayah saya sendiri untuk memberi sanksi kepada saudari Vera, kalian tentu sudah tau bahwa saudari Vera, dia sudah menabrak saudari Azela kemarin.. Jadi untuk saudari Vera tolong anda minta maaf secara langsung dengan saudari Azela.. dan kita akan menindak lanjuti jika hal ini terulang lagi..." Jelas Brayen membuat siswa siswi dengan hikmat mendengarkan penuturannya.
Tapi tak lama mereka kembali gaduh, karena begitu tak menyangka seorang Brayen sang idola yang terkenal sangat dingin ternyata begitu berwibawa, akh... sudah pasti mereka akan tambah mengidolakannya.
" Ya ampun...kak Brayen... gue tambah suka..." Jelas salah satu siswi.
" Nggak salah emang kita ngidolain Kak Ray.." Sambung salah satunya.
" Perfect.... Ganteng, tajir, berwibawa...omg..kak ray... aku padamu..." Cletuk salah satunya lagi dengan lebaynya.
" Wuh... itu sih maunya loe.." Jawab beberapa siswi yang lain.
Zela sedikit terkejut, menurutnya ini terlalu berlebihan tapi apa boleh buat dia hanya harus bersikap biasa tanpa memprotes kepada Brayen suaminya sendiri.
Vera semakin memanas tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa, berbeda dengan Seli dan Vani yang sudah girang dan mereka ber tos ria dengan senangnya.
" Syukurin tuh si bakwan gue yakin dia malu banget..." Gumam Vani girang.
" Kita liat aja Van..." Jawab Seli singkat dan mereka menatap kedepan lagi dengan senyum kemenangan.
" Tolong anak anak kalian tenang... Saudari Vera dan Azela silahkan maju kedepan..." Suruh Pak Dodi kepada mereka.
Zela dan Vera yang tadi berdiri di barisan dekat Guru segera maju kedepan.
Dengan perasaan sedikit gugup dan ntah dia harus senang atau bagaimana dengan perlakuan Brayen kali ini.
Sedangkan Vera dengn kesalnya dia menurut apa yang di perintahkan oleh Brayen juga Pak Dodi untuk meminta maaf kepada Zela.
" Baik... saya disini akan meminta maaf kepada teman saya Azela Syakarina Adafsi atas perbuatan saya kemarin, dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi..." Jelas Vera sedikit kaku, tentu saja karena itu bukan dari hatinya, tapi untuk membuatnya baik di mata Brayen dia harus melakukannya.
" Bagaiman saudari Zela.. apa anda memaafkan saudari Vera..??? Tanya Pak Dodi kepada Zela.
__ADS_1
Zela melirik Brayen sekilas, Brayen menjawabnya dengan senyum tampannya, dengan sedikit canggung Zela menganggukan kepala juga senyum manisnya.
Meskipun sebenarnya menerut Zela ini sangatlah berlebihan dan begitu formal sampe harus mengumpulakn siswa siswi,
Mereka berdua bersalaman tanda berbaikan lalu kemudian saling berpelukan, tapi tentu saja itu semua hanya apa yang saat ini harus mereka lakukan.
Setelah acara minta maaf Vera terhadap Zela secara formal selesai, semua siswa siswi di bubarkan dan kembali menuju kelas masing masing.
Begitu juga dengan ketiga gadis cantik yang sedang duduk di kelasnya, karena guru mapel sekarang belum juga datang.
" Gila... kak ray keren banget tadi..." Cletuk Vani membuat Zela dan Seli menoleh ke arahnya bingung, Vani hanya tersenyum kikuk karena tatapan mata mereka.
" Maksud gue apa yang dilakukan kak Ray... pasti si bakwan sekarang lagi kesel banget..." Girang Vani lagi.
" Iya.. kok bisa sih suami loe sampe kepikiran bikin Vera minta maaf sama loe.." Sambung Seli.
" Gue juga nggak tau..." Jawab Zela singkat dengan lamunanya.
" Kak ray penuh dengan kejutan.. astaga... Kalian liat nggak tadi anak anak sampe pada menggila gitu..." Jelas Vani lagi memuji suami Zela.
" Eh Van.. kening loe udah nggak sakit..?? Tanya Zela kepada Vani tiba tiba.
" Udah mendingan sih.. tanduknya juga udah ilang tapi jadi hitam gini nih.." Jelas Vani menunjukan keningnya bekas benjolan tadi.
" Padahal loe cantikan yang ada tanduknya lho Van.." Ledek Seli sambil cekikikan.
" Sialan loe.." Kesal Vani kepada Seli.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sementara Brayen kembali ke kampusnya setelah tadi menyelesaikan masalah Zela dan ubur ubur kecil siapa lagi kalau bukan Vera.
Brayen duduk dengan memejamkan matanya, membayangkan wajah Zela tadi yang tampak terkejut karena rencananya, tapi juga lucu menurut Brayen.
" Loe harusnya berterimakasih ma gue girl..." Gumam Brayen senyum senyum sendiri.
" Zela maksud loe..?? Tanya Dimas yang tiba tiba datang bersama Xelo.
" Gila ray... keren banget loe.. kayak Sang pangeran pahlawan putri tau nggak.." Puji Xelo kepada Brayen.
" Gue kasih pelajaran aja buat tuh cewek.." Jawab Brayen dengan malas.
" Vera maksut loe..?? Tanya Xelo yang dijawab Brayen dengan anggukan kepala.
" Gue nggak nyangka tuh cewek nekat juga.." Sambung Xelo lagi mengingat bagaiman yang dilakukan Vera terhadap Zela.
" Saiko tuh cewek.." Ucap Dimas membuat Brayen menoleh kearahnya dengan senyum miring.
" Gue yakin kalau anak anak tau tentang hubungan loe sama Zela pasti bakal seru.." Jawab Xelo cengengesan.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata indah sedang mengamati mereka juga menguping pembicaraan mereka, siapa lagi kalau bukan Misha.
Tadinya Misha ingin menemui Brayen untuk menanyakan masalah yang sedang di bicarakan anak anak kampus, tentang Brayen yang meminta Vera untuk minta maaf kepada Zela dengan cara disaksikan oleh semua siswa siswi juga para guru.
sebenarnya hubungan apa yang ray dan tuh cewek sembunyiin, bukankah anak anak tau kalau mereka pacaran..?? gue harus selidiki.. batin misha ingin tau.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Brayen menunggu Zela di depan gerbang sekolah, tak lama datanglah Zela yang langsung masuk kedalam mobil Brayen.
Brayen menatapnya dengan bingung, karena Zela terlihat terburu buru tidak seperti bisanya yang selalu santai.
" Ada apa..?? Tanya Brayen kepada Zela.
" Ayo jalan kak.." Ajak Zela dan Brayen tidak bertanya lebih dia menjalankan mobilnya.
Dalam perjalanan Zela masih diam, membuat Brayen kembali penasaran dengan apa yang terjadi dengn istri cantiknya itu.
" Bilang ada apa..?? Tanya Brayen kepada Zela..
__ADS_1
" Nggak ada apa apa.." Jawab Zela cuek.
Brayen tidak percaya begitu saja, dia tau pasti terjadi sesuatu dengan istrinya, dengan segera Brayen menepikan mobilnya dan berhenti.
Zela menatap Brayen bingung, tapi masih terlihat jelas oleh Brayen kalau Zela juga kesal dengannya, hanya saja Brayen tidak tau apa penyebab Zela jadi kesal dengannya.
Apa karena masalah tadi siang..?? Akh..bukannya itu sesuatu yang harusnya Zela sangat berterimakasih kepadanya bukan malah kesal seperti ini dengannya.
" Kenapa berhenti disini kak..?? Tanya Zela mulai was was tapi rasa kesalnya masih menguasainya.
" Bilang ke gue,, apa yang terjadi..?? Tanya Brayen lagi.
Zela membuang nafas kasarnya, lalu menatap Brayen dengan seksama, begitu juga dengan Brayen yang menatap Zela.
" Nggak papa jalan.." Ucap Zela acuh membuat Brayen menghembuskan nafas kasarnya..
" It's oke kalau gitu... Gue mau kita main disini..." Jawab Brayen membuat Zela menoleh kearahnya dengan terkejut.
" What..???? You are serious..??? Tanya Zela tak percaya.
Brayen menganggukan kepalanya mantap, membuat Zela semakin terkejut, tapi tentu saja Brayen mengatakan itu hanya untuk menakuti Zela agar dia mau berterus terang kepada Brayen.
" Oke... gue jujur... Gue kesel sama anak anak.." Jelas Zela membuat Brayen kali ini yang menatap Zela dengan bingung.
" Why..??? Tanya Brayen singkat kepada Zela.
" Tadi mereka pada ngomongin Kak Ray... pake bilang ganteng lah tajir, berwibawa lagi.. Gue nggak suka.." Jelas Zela dengan kesalnya.
Seketika Brayen langsung tertawa terbahak bahak, membuat Zela semakin kesal, di tariknya hidung mancung Zela dengan pelan dan gemas.
Brayen semakin gemas dengan tingkah Zela yang ternyata sedang cemburu dengannya, di usapnya rambut Zela pelan.
" Jadi loe cemburu..?? Tanya Brayen gemas kepada Zela.
" Hah..?? Gue cemburu..?? Gue cuma kesel aja ma mereka.." Elak Zela membuat Brayen tersenyum senang.
Sebenarnya Zela sedikit malu, karena baru menyadari kalau yang dia rasakan itu memang karena cemburu dengan siswi siswi yang terus memuji suaminya.
Tapi apa boleh buat, secara tidak langsung dia sudah mengatakannya dengan Brayen.
Kembali Brayen menatap Zela serius, membuat Zela juga menatapnya, mata mereka saling bertemu, membuat degup jantung Zela semakin kencang, bahkan dia sendiri heran kenapa selalu saja degup jantungnya susah dikendalikan.
Bukankah mereka berdua sudah sering bertatap mata, bukan cuma itu malah mereka sudah melakukan lebih, bahkan sebentar lagi akan menjadi orang tua.
Mungkin memang karena pesona Brayen yang membuat Zela selalu saja menjadi gugup dan tegang jika sedang dalam situasi yang serius seperti sekarang ini.
Brayen menarik tangan Zela, masih dengan tatapan yang membuat jantung Zela jedug jedug tak karuan...
" Apapun yang loe dengar tentang gue, tolong jangan menjadi pikiran buat loe.. karena saat ini,besok dan selamanya gue hanya sayang sama loe... dihati gue cuma ada nama loe Azela.. dan selamnya akan begini..." Ucap Brayen lalu mencium tangan Zela seketika membuat mata Zela berkaca kaca.
Mereka berpelukan dengan tumpahan kasih sayang dan rasa cinta mereka, membuat kehangatan untuk diri mereka, setelah melepaskan pelukannya.
Kembali mata mereka saling bertemu, Brayen mendekat Zela kembali, membuat Zela reflek menutup matanya.
Brayen yang melihat Zela menutup matanya hanya tersenyum, dia tau apa yang harus dilakukannya.
Cupp....
Brayen mencium bibir Zela sekilas, Zela membuka matanya perlahan, tapi ternyata Brayen masih tepat di depannya.
" Gue laper.. kita ke restorant biasa.." Bisik Brayen membuat Zela sedikit terkejut juga salah tingkah.
" Dedek juga laper kan..??? Tanya Brayen mengelus perut rata Zela dengan pelan.
Brayen kembali duduk dengan benar dikemudinya, dia menatap Zela sambil tersenyum, kembali mengacak rambut Zela pelan, lalu melajukan mobilnya kembali.
Sedangkan Zela masih diam dengan malunya, Dia tau kalau Brayen tadi hanya ingin mengatakan itu bukan menciumnya, tapi karena Zela sudah menutup matanya, dengan gemas sudah pasti Brayen melakukannya, meskipun hanya sekilas, tapi Brayen tak ingin membuat Zela semakin malu dengannya.
aishhhh...apa apaan sih gue.. pake ngira kak ray mau cium gue segala.. batin Zela merasa malu.
__ADS_1
Jangan Lupa like, comment dan Vote ya kak..😘😘🙏🙏