
"Mamah, mamah, lihat lah! aku memenangkan konser pianonya! aku berharap mamah akan datang tapi, mungkin mamah terlalu sibuk! jadi aku memahaminya?!" kata Zeva remaja kepada mamahnya.
"Ya Zeva, sekarang masuk lah kekamar mu dulu yah,,, mamah ingin bicara sebentar dengan papah dulu " Ucap mamahnya lalu pergi meninggalkan Zeva.
Zevapun berjalan menaiki tangga setengah berlari sambil memegang pialanya.
***
"Dia sudah beranjak dewasa, apa kau tetap membiarkannya tidak mengetahui kebenaran siapa ibu kandungnya? aku lelah menjadi ibu yang pura-pura menyayanginya, dia bukan..." belum sempat selesai papah Zeva sudah memotong perkataan mamah Zeva. "Aku tidak akan memberitahunya, biarlah dia hidup tanpa mengetahui siapa ibu kandungnya!" Jawab papah Zeva
"Karena kau sudah memutuskannya maka aku juga sudah memutuskannya, aku tidak bisa menyayangi dia seperti kakak kakaknya" Ucap mama Zeva nadanya naik beberapa oktaf.
Mama Zevapun segera berpaling hendak pergi dari hadapan suaminya itu, sayang saat berpaling mamah Zeva melihat Zeva berdiri tak jauh di belakangnya.
"aku yakin dia mendengar perkataan ku dengan Evan " ucap mamah Zeva dalam hati
"Mah? maksud mamah apa? Kau bukan ibu kandungku? Jadi selama 15 tahun ini aku di besarkan bukan bersama ibu kandungku?" Tanya Zeva sambil menahan air mata yang ingin jatuh dari kelopak matanya.
"Zeva,,, kau pasti salah paham, ayo kemarilah, papah akan jelaskan" tuntun papah hendak membawa Zeva keluar dari ruang kerjanya.
"Dia sudah mendengar semuanya Evan, biarkan ia tahu bahwa dia adalah anak dari selingkuhan papahnya" ucap mamah Zeva sambil menunjuk Zeva, Papah Zeva pun tak tahan dengan perkataan istrinya itu alhasil dia mendaratkan tamparan di pipi kanan istrinya.
Melihat kejadian itu, Zevapun melepaskan genggaman tangan papahnya dan berlari keluar rumah, ia memasuki mobil.
__ADS_1
" Loh non? kenapa nangis? Kan tadi menang!" tanya sopirnya yang kaget melihat Zeva masuk sambil menangis.
"Pak kita ke coffeStrawberry yah"tintah Zeva seraya mengusap air matanya. Pak Ari pun menjalankan mobilnya.
Sesampainya disana Zeva menyuruh pak Ari untuk menjemputnya lagi saat jam 7 malam.
seperti nama tempatnya Zeva memesan minuman coffee Strawberry. ia duduk di Meja pojok di depan dinding kaca transparan menampilkan pemandangan keramaian kota.
Setelah selesai dengan minumannya Zevapun meninggalkan Cafe itu, dan berjalan menuju taman. Sesampainya di taman Zeva memandangi taman secara keseluruhan namun secara tak sengaja ia melihat seorang ibu ibu di ancam oleh pencuri, Zevapun berlari kearah ibu itu.
"Ibu, ibu kenapa? " tanya Zeva pada ibu2 itu.
"Iya ibu gak papa, cuma tas ibu di curi" jawab ibu itu seraya berdiri dibantu oleh Zeva.
"Bentar ya bu" kata Zeva lalu berlari mengikuti jejak pencuri itu.
"Apa yang kau lakukan disini? apa kau mengikutiku? " Tanya si penikam yang tidak lain adalah pencuri itu.
"Menyuruhmu meminta maaf dan mengembalikan tas itu pada pemiliknya" jawab Zeva.
"Apa kau bilang?" Ucap pencuri itu sambil menggoreskan pisau itu di leher Zeva.
Namun tiba2 ada yang menendang pencuri itu. Zevapun terlepas dari tikaman sang pencuri. Pencuri itu pun kabur setelah tahu siapa yang menendangnya. Lelaki yang menyelamatkan Zevapun menghampiri Zeva seraya menyerahkan tas.
__ADS_1
"Ini punyamu?" ucap lelaki yang 3 tahun lebih tua darinya
"bukan, aku hanya membantu seseorang yang tasnya dicuri oleh pencuri tadi, Terimakasih " Jelas Zeva sambil menerima tas yang di sodorkan padanya.
"Coba ku lihat!" Ucap lelaki itu ingin melihat luka di leher Zeva
"aku baik baik saja, hanya tergores saja" elak Zeva.
"Darahmu banyak, kemarilah!!" Tintah lelaki itu lalu membawa Zeva ke tempat pelatihan judo.
"sepertinya lelaki ini seniman bela diri, pantas saja pencuri tadi tak berani melawan" gumam Zeva.
Tak berapa lama Lelaki itu pun datang dengan mangkok sedang berisi air, anduk kecil, dan alcohol. Lelaki itupun mengobati Zeva.
Setelah selesai diobati Zevapun meninggalkan tempat pelatihan judo itu.
"Hei" Zevapun memalingkan badannya, tahu ada yang memanggilnya. benar saja lelaki itu memanggilnya.
"Omong - omong, siapa namamu?" tanya lelaki itu
"Zeva, Agatha Zeva" ucap Zeva memberi tahu namanya.
"Satria, Ayah memanggilmu" ucap teman lelaki itu memberi tahu bahwa ayahnya memanggilnya.
__ADS_1
Zevapun melanjutkan jalannya
"oh, jadi namanya Satria? " gumam Zeva sambil berjalan.