SUNSET

SUNSET
Part 62


__ADS_3

Nala yang baru pulang menyapu pandangannya mencari seseorang yang tak tampak di depan matanya


"Nyariin siapa sayang ?"tanya Amanda


"Abang Rey mana bunda ?"tanya Nala kembali


"Abang kamu di kamarnya tadi katanya ada pekerjaan yang harus diselesaikan"jawab Amanda


"Hm , kalau Putri mana aunty ?"tanya Nala


"Aku disini kak"jawab Putri dengan senyuman Pepsodent nya


"Aaaa , lama banget kesini nya sekalinya kesini kami udah banyak berubah ya"Nala begitu antusias melihat perubahan Puteri


"Hehe , kak Nala bisa aja Putri jadi malu"ucap Putri


"Ngapain juga malu . Eeh kamu udah ketemu sama Abang Rey ?"bisik Nala


"Udah kak"jawab Putri malu-malu


"Yaa hahaha dia malu , nggak inget dulu kamu suka mengklaim kalau Abang Rey itu pacar kamu"Nala tertawa terbahak-bahak mengingat bagaimana dulu Putri saat masih kecil


"Sudah , berdebatnya disambung nanti aja . Karena sekarang keluarga kita sudah kumpul mari kita makan malam . Aunty sudah sangat lapar"ucap Vina yang langsung bergegas menuju dapur untuk menyiapkan makan malam

__ADS_1


"Ya Allah aku sampai lupa"Amanda dengan senyum malu ikut menyusul Vina kedapur


"Kamu itu kebiasaan kalau udah asyik nggak inget apa-apa . Bahkan aku yang sudah datang jauh-jauh malah di cuekin"sindir Vina


"Aaa jangan gitu dong , jangan ngambek ya entar kamu tambah tua lho"Amanda memeluk Vina dari belakang


"Sudah lah lupakan aku sudah terlanjur nggak mood"ucap Vina


"Gini aja deh kalau kamu maafin aku nanti aku traktir siomay , batagor sama bakso bakar"Amanda menaik-turunkan alis matanya menggoda Vina


"Huuft , kamu paling tau apa yang aku mau"Vina berbalik memeluk Amanda untuk melepas rindu satu sama lain


Setelah puas berpelukan melepas kangen kini Vina dan Amanda menyiapkan makan malam untuk keluarga mereka . Banyak hal yang mereka ceritakan dari yang berfaedah sampai yang tidak berfaedah


"Vina"panggil Amanda


"Kamu nggak ada niatan untuk memberi Putri seorang adik ?"goda Amanda


"Kamu sama saja seperti Rian yang selalu membahas adik untuk Putri . Kamu tidak liat aku sudah mulai menua , dan Putri pun juga sudah besar dia tak butuh adik"jawab Vina


"Aku merasa kasihan pada anakmu"ucap Amanda


"Kenapa ?"tanya Vina

__ADS_1


"Iya kasihan kalau dia dirumah yang hanya bertiga dengan orangtuanya yang suka tidak waras"jawab Amanda


"Wajah , kebangetan kamu ngajak aku gelut ? Sepertinya sudah lama kita tidak gelut kan , mari kita laksanakan sekarang"Vina sudah siap dengan senjatanya kain lap tangan


"Siapa takut"Amanda juga sudah siap dengan terong di tangannya


Saat mereka sudah bersiap untuk saling serang , baru satu langkah maju untuk menyerang tiba-tiba datang Reyhan yang membuat mereka terkejut


"Bunda sama aunty mau ngapain ?"tanya Reyhan


"Ini bunda mau minta tolong sama aunty kamu untuk ngelap terong ini sepertinya berdebu"karena malu kepergok oleh sang anak sulung Amanda terpaksa bersandiwara


"Hahaha. Iya sini aku lapin sampai mengkilat"Vina mengambil terong dari tangan Amanda dan segera mengelapnya dengan kekuatan ekstra


"Abang ngapain ke dapur ?"tanya Amanda


"Abang haus bunda jadi kedapur mau ngambil minum"ucap Reyhan


"Gimana pekerjaan Abang sudah selesai ?"tanya Amanda


"Sedikit lagi bunda , kalau gitu Abang kembali ke kamar ya Bun . Aunty Reyhan kekamar dulu ya"Reyhan berjalan me inggalkan bunda dan aunty nya di dapur


"Iya , nanti kalau makan malam sudah selesai bunda panggil ya"ucap Amanda yang di balas dengan anggukan oleh sang anak

__ADS_1


"Kali ini kamu lolos Amanda , tidak untuk lain waktu"bisik Vina dari belakang


"Iih , kamu itu bikin kaget aja . Udah ah ayo buruan masak kasian suami sama anak-anak kita udah lapar"Amanda dan Vina kembali pada tujuan awal mereka pergi kedapur


__ADS_2