SUNSET

SUNSET
Eps 146


__ADS_3

Reyhan berjalan santai menuju apartemen, wajahnya tersenyum, bibirnya bersenandung dan tangannya asyik mengayun-ayunkan kunci mobil. Sampainya di apartemen Reyhan langsung bergegas merapikan kamarnya seraya menantikan kurir mengantar makanan pesanan nya, tak selang beberapa menit yang ditunggunya datang juga kini semua sudah tertata rapi di atas meja yang di hias secara elegan namun bernuansa romantis


"Bismillah, ini saatnya"Reyhan duduk di depan tv seraya memainkan ponsel genggamnya


"Tarik nafas hembuskan pelan-pelan. Oke Reyhan apapun yang terjadi hari ini, itu sudah takdir dari Allah"Reyhan memencet panggilan keluar


***


"Diva, motor Lo sepertinya perlu bongkar mesin ini"ucap salah satu montir yang sudah bisa menangani motor kesayangan Diva


Saat ini Diva sedang berada di salah satu bengkel yang sudah menjadi tempat langganannya, menservis motornya setiap satu bulan sekali. Baik untuk dibawa balapan ataupun tidak, karena bagi Diva kenyamanan adalah nomor satu


"Lakukan yang terbaik buat kesayangan gue"jawab Diva singkat


Ketika sedang asyik memainkan game offline nya tiba-tiba Diva dikejutkan oleh panggilan masuk dari seseorang yang selalu menyebutnya sebagai istri


"Hallo"ucap Diva


"Diva, tolong mas"Diva langsung berdiri dari tempat duduknya ketika mendengar suara Reyhan yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja


"Mas kenapa ? Mas dimana ?"tanya Diva cemas


"Apartem"belum selesai Reyhan berbicara sambungan telepon sudah terputus, Diva mencoba untuk menghubungi Reyhan kembali namun hasilnya sia-sia


Diva melihat motornya yang sudah dibongkar oleh sang montir, dia bingung apa yang harus dia lakukan


"Apartem ? Apa maksudnya apartemen ya ?"Diva mengambil jaketnya dan bergegas berlari keluar bengkel, melihat Diva yang berlari seperti orang panik membuat montir yang sedang bekerja pun ikut berlari mengejar


"Ada apa Diva ?"tanya nya


"Nggak ada, gue ada urusan mendadak. Gue titip motor kesayangan gue"ucap Diva singkat dan langsung menghentikan taksi yang kebetulan lewat didepannya

__ADS_1


"Pak, tolong cepat ya, bila perlu lewat jalan pintas"ucap Diva


"Baik nona"jawab pak taksi


Sampainya di lobi apartemen tanpa basa basi Diva langsung berlari, menabrak siapapun yang menghalangi jalannya. Kini Diva sudah berdiri didepan pintu apartemen Reyhan, mengatur pernafasannya agar tak terlalu ketara bahwa dia mengkhawatirkan Reyhan


"Pin nya ?"Diva terdiam melihat tombol angka yang tertera di gagang pintu apartemen Reyhan. Dengan rasa ragu dia menekan tanggal lahirnya di tombol-tombol keyboard dan siapa sangka pintu apartemen langsung bisa dibuka


Sempat senyum sejenak, namun kembali sadar akan tujuannya datang kesana. Keadaan ruangan apartemen yang gelap sedikit membuat Diva semakin khawatir


"Mas"panggil Diva namun tak ada jawaban dari sang pemilik apartemen


Diva semakin yakin bahwa ada yang tidak beres di sana, dengan yakin Diva masuk kedalam apartemen dan mencari seseorang yang menelponnya tadi. Baru sampai di tengah-tengah ruangan tiba-tiba lampu menyala dengan Reyhan yang sudah berdiri didepannya


"Hai"Reyhan tersenyum melihat Diva yang terkejut


"Mas, mas nggak kenapa-napa kan ? Ada yang sakit ?"Diva memeriksa bagian tubuh Reyhan seperti tangan, kaki dan kepala sedangkan Reyhan dengan senang hati merasakan kekhawatiran Diva


"Mas tidak apa-apa dan tidak ada yang sakit"ucap Reyhan seraya menatap lembut kedua bola mata Diva


"Jadi maksudnya mas ngerjain aku ?"ucap Diva dengan kesal


"Sedikit"jawab Reyhan


Diva kesal dengan jawaban Reyhan, Diva ingin segera pergi namun tangannya ditahan langsung oleh Reyhan


"Jangan marah, ayo ikut mas"Reyhan merangkul bahu Diva dan membawanya kesebuah ruangan yang sudah Reyhan persiapkan khusus untuk Diva


"Apa semua ini mas ?"tanya Reyhan


"Duduklah terlebih dahulu"Reyhan menggeser kursi dan mempersilahkan Diva duduk bak tuan putri

__ADS_1


"Maaf sudah membuatmu khawatir, maaf juga sudah membuatmu kesal"Reyhan terus memegang tangan Diva tanpa mau melepaskannya


"Apa maksud semua ini mas ?"tanya Diva bingung


Reyhan yang terus didesak dengan pertanyaan, memutuskan untuk tidak basa basi lagi. Memejamkan matanya seraya menarik nafas dalam-dalam dengan mantap Reyhan mengucapkan


"Will you marry me"Reyhan membuka kotak cincin berwarna merah berbentuk mawar dengan cincin berlian didalamnya mampu membuat Diva terdiam


"Kenapa diam ?"tanya Reyhan kembali


"Apa ini mas ?"tanya Diva kembali


"Mas melamarmu Diva"jawab Reyhan


"Jangan mempermainkan ku mas"ucap Diva kesal


"Mas tidak pernah bermain-main dengan perasaan sayang"jelas Reyhan


"Diva, Will you marry me"dengan sedikit penegasan Reyhan mengulang kata-kata nya


"Ini serius mas ?"lagi-lagi Diva bertanya dan Reyhan menjawab dengan anggukan seraya menganggukkan kepalanya


"Iya sayang"mendengar jawaban Reyhan tiba-tiba Diva menangis dan membuat Reyhan terkejut


"Kenapa kamu menangis ? Tidak apa-apa jika tidak suka tapi jangan buang sia-sia air matamu"Reyhan langsung mengusap air mata yang mengalir di pipi nya Diva


"Aku bukannya tidak suka, tapi aku terharu mas"Diva menangis seperti anak kecil. Menampakkan sifat aslinya yang tersembunyi selama ini


Reyhan tersenyum dan langsung membawa Diva kedalam pelukannya, setelah Diva sedikit tenang Reyhan melepaskan pelukannya dan kembali bertanya


"Will you marry me Diva ?"

__ADS_1


"Yes, I do"dengan air mata yang masih mengalir Diva menjawab lamaran Reyhan dengan senyuman


__ADS_2