
"Libur semester kamu ke Indonesia ?"tanya Queen
"Iya, apalagi libur semester besok akad nikah Abang Rey"jawab Nala
"Bang Rey ? Dokter Reyhan maksud kamu ?"tanya Queen lagi
"Iya, gue penasaran banget gimana calonnya"ucap Nala
"Emangnya kamu nggak di kasih tau ?"tanya Queen
"Gue cuma dikasih tau Abang Rey mau nikah itu doang"jelas Nala
"Kamu nggak nanya siapa calonnya ?"tanya Queen
"Udah, bahkan gue nanya namanya aja keluarga gue nggak ada yang ngasih tau. Padalhan dari nama aja gue bisa cari tau sendiri, gue kan bakat banget ngestalker orang"jelas Nala
"Wah, misterius banget"ucap Queen
"Iya makanya itu gue harus pulang. Lo ikut nggak ?"tanya Nala
"Nggak, aku nggak boleh kemana-mana kalau nggak bareng Grandmother"jawab Queen
"Mending Lo nggak usah ikut deh, karena besok itu nggak hanya akad aja tapi sekaligus pertunangan kembaran gue. Lo bakalan sakit kalau nyaksiin langsung"jelas Nala
"Mungkin, ya udah ayo sebentar lagi kelas akan dimulai"Nala dan Queen bergegas masuk kelas
Selain itu dilain negara ada Diva yang sedang membelah ramainya jalan raya, menurunkan egonya untuk menemui kedua orangtuanya. Sudah lama sekali dia tak bertemu dengan orangtuanya, rindu ? Jangan tanya lagi sebesar apa rindu Diva saat ini, namun hanya saja tertutup oleh egonya
__ADS_1
"Oke, perjalanan akan kita iringi dengan lagi life goes on dari BTS, ah lagu ini memang enak di dengar. Semoga mama senang liat aku datang dengan brownis redVelvet kesukaannya"Diva menyetir dengan hati riang seraya sekali-kali dia ikut menyanyikan lagi K-Pop
Perjalanan 25 menit menuju rumah sang mama, yang awalnya di jalani dengan senyuman kini datang dengan sebuah kebingungan
"Dijual"spanduk besar terpampang di depan pagar rumah sang mama membuat Diva mengerutkan kepala, namun tak membuat Diva putus semangat dia berteriak memanggil sang mama di depan pagar rumah
"Mama, buka pagarnya ma ini Diva datang bawain kue kesukaan mama"ada sedikit kesedihan di hati Diva, fikiran negatifnya kini mulai bermunculan
"Apa aku di buang ?"batinnya
"Mama, ini Diva ma"teriak Diva kembali
"Neng nyari siapa ?"ibu-ibu komplek yang pulang di berbelanja melihat Diva terus betreriak
"Bu, pemilik rumah ini kemana ya ?"tanya Diva
"Mereka sudah pindah dua bulan yang lalu"jelas ibu tersebut
"Kalau nggak salah mereka pindah ke luar negeri karena urusan pekerjaan"jelasnya
"Ibu tau alamatnya nggak ?"tanya Diva
"Nggak tau neng, soalnya pemilik rumah jarang bersosialisasi dengan tetangga"jelas nya
"Ya udah makasih ya Bu"ingin sekali rasanya menangis, rasa sesak di dada, genangan air mata rasanya tak mampu dia tahan untuk yang kesekian kalinya
"Kenapa ma ? Kenapa mama tinggalin Diva ?"Diva menangis sesenggukan didalam mobil bahkan langit pun sepertinya ikut larut dalam kesedihan Diva
__ADS_1
"Papa"Diva ingat siapa yang harus dia cari setelah sang mama, dengan air mata yang terus mengalir Diva mengendarai mobilnya menuju rumah sang papa
Sampainya dirumah sang papa, Diva tersenyum seraya menghapus air matanya, dengan langkah cepat Diva keluar dari mobil dengan payung yang melindunginya dari derasnya hujan
"Assalamu'alaikum"ucap Diva
"Wa'alaikumusalam"wanita cantik tersenyum ramah seraya membalas salam dari Diva
"Maaf Bu, bapak Teguhnya ada ?"tanya Diva dengan sopan
"Bapak Teguh ? Sebentar ya mbak"perempuan itu memanggil sang suami
"Ada apa ma ?"tanya sang suami
"Pa, mbak ini datang mencari bapak Teguh. Apa papa tau siapa bapak Teguh ?"tanya sang istri
"Teguh ?"pria itu mengingat-ingat siapa rekannya yang bernama Teguh
"Apa dia pernah tinggal disini ?"tanya bapak tersebut
"Iya, saya anaknya"jawab Diva
"O, iya saya baru ingat bapak Teguh sudah pindah dari rumah dinas karena bapak Teguh sudah tidak bekerja di perusahaan yang sama dengan saya"jelas sang bapak
"Kalau boleh tau pindah kemana ya pak ?"tanya Diva
"Saya kurang tau mbak, soalnya saya juga karyawan baru"jelas sang penghuni rumah
__ADS_1
"Oh, baiklah terimakasih ya pak,Bu"dengan langkah lesu Diva harus kembali pergi
Lagi-lagi dan lagi Diva kembali menangis, kenapa tidak ada orangtua yang menyayangi nya ? Apa salahnya ? Selama ini dia berusaha menjadi anak yang baik. Apa tidak begitu penting dia di mata orangtuanya ? Diva menangis sesenggukan bahkan ponselnya yang berdering pun tak pernah dia hiraukan