SUNSET

SUNSET
Eps 198


__ADS_3

"Aku wisuda lho, nggak ada ucapan Congratulation gitu"begitulah pesan singkat yang baru saja masuk kedalam ponsel Nala


Nala yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mendekati ponsel nya di atas meja ketika nada notifikasi masuk berbunyi. Nala membuka pesan singkat itu namun enggan untuk membalas. Entah sengaja atau bukan namun mampun membuat sang pengirim uring-uringan


"Di read aja ni"pesan dari pengirim yang sama kembali datang namun Nala masih tetap pada pendiriannya untuk tidak membalas pesan itu


Nala membuka lemari bajunya dengan lebar, menampakkan sederetan baju yang dia miliki. Satu persatu dia coba didepan cermin namun tak ada yang membuatnya bahagia


"Anak bunda lagi ngapain ?"mendengar suara sang bunda membuat Nala terkejut dan langsung melihat dimana sang sumber suara


"Bunda"Nala dengan cepat mendekati sang bunda dan langsung memeluknya


"Kenapa sayang ? Bunda perhatikan dari tadi sepertinya anak bunda sedang kebingungan. Ada yang bisa bunda bantu nak ?"tanya Amanda


"Nala ingin pergi menemui seseorang, tapi baju Nala nggak ada yang cocok"ucap Nala


Mendengar ucapan sang anak Amanda langsung melepaskan pelukan nya dan menatap sang anak dengan hangat


"Apapun yang kamu pakai rasa nya akan selalu cocok. Kamu tau kenapa ? Karena anak bunda cantik"ucap Amanda seraya kembali memasukkan baju-baju Nala kedalam lemari pakaian


"Tapi bunda, Nala merasa tidak PD dengan baju-baju Nala"balasnya


"Apakah anak bunda akan menemui seorang pria ?"goda Amanda


"Bunda"ucap Nala malu


"Ayo ikut bunda"Amanda mengajak sang anak keluar dari kamarnya


"Kita mau kemana bunda ?"tanya Nala


"Kekamar bunda"Amanda mengajak sang anak masuk kedalam kamarnya, membuka lemari pakaian dan mengambil kotak yang masih tersimpan dengan sangat baik


"Buka lah nak"Amanda meminta Nala untuk membuka kotak itu, dengan perintah sang bunda Nala menurutinya. Didalam kotak itu ternyata tersimpan sebuah gaun cantik berwarna pastel dengan desain yang sangat cantik


"Bagus banget"ucap Nala mengagumi gaun yang saat ini dia pegang


"Pakailah nak"ucap Amanda


"Tapi bunda ini gaun siapa ?"tanya Nala

__ADS_1


"Gaun itu punya bunda yang bunda beli ketika bunda baru menikah dengan papa kamu tapi gaun itu nggak pernah bunda pakai"jelas Amanda


"Kenapa ? Padalhan gaun ini sangat cantik"tanya Nala bingung


"Karena gaun itu terlalu kecil di badan bunda yang mulai mengembang"jawab amanda seraya tertawa


"Jadi gaun itu bunda simpan dengan sangat rapi karena bunda yakin suatu saat nanti gaun itu akan menemukan pemilik yang sesungguhnya. Pakailah nak"Pinta Amanda


Dengan cepat Nala masuk kekamar mandi untuk memakai gaun tersebut. Awalnya dia tak percaya diri untuk menampakkan diri pada sang bunda, namun akhirnya keluar juga berkat panggilan bunda yang tiada henti memintanya untuk segera keluar


"Cantiknya anak bunda"Puji Amanda melihat sang putri keluar kamar mandi menggunakan gaun yang dia miliki


"Benarkah ?"tanya Nala tak percaya


"Benar sayang, sekarang duduklah bunda akan memberikan mu sedikit polesan agar semakin terlihat cantik"Amanda memandang wajah sang anak dari pantulan cermin di depannya sedangkan Nala tampak malu-malu ketika ditatap sang bunda


Dengan cekatan Amanda menghias sang anak seraya terus memperhatikannya melalui pantulan cermin. Begitu cepat putrinya tumbuh dewasa, membuat hati nya sedikit sendu mengingat bagaimana pertumbuhan Aisyah dan Reyhan yang kini sudah memiliki pendamping hidup.


Memang benar yang dikatakan banyak orang bahwa orangtua hanya merawat dan membesarkan anaknya, namun ketika sudah besar ia harus ikhlas melepas sang anak untuk kehidupan barunya


"Bunda"Nala yang sedari tadi melihat pantulan sang bunda dari cermin hanya terdiam membuatnya mulai khawatir


"Bunda kenapa ?"tanya Nala kembali


"Kenapa ? Bunda nggak kenapa-kenapa nak"jawab Amanda seraya tersenyum


"Dari tadi Nala perhatikan bunda hanya diam, apa yang bunda pikirkan sampai bunda terdiam begitu lama ?"tanya Nala khawatir


"Hm, bunda hanya berpikir akan secantik apa anak bunda bila di diberi make up ? Belum diberi make up saja anak bunda sudah cantik apalagi kalau diberi sedikit polesan make up pasti tambah cantik"Ucap Amanda seraya mengelus rambut sang anak


"Beneran bunda cuma mikirin itu ?"tanya Nala takpercaya


"Beneran sayang"jawab Amanda seraya mencium puncak kepala sang anak yang masih setia didepan meja rias


Amanda mulai merias sang anak dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang. Hiasan yang super natural namun masih berkesan elegan, Nala melihat hasil riasan sang bunda dari pantulan kaca membuatnya tak bisa berkedip betapa cantik nya polesan sang bunda


"Selesai"ucap sang bunda


Dengan senyum melebar Nala berdiri dari tempat duduknya dan langsung menatap sang bunda

__ADS_1


"Terimakasih bunda sudah membuat Nala cantik seperti princess"ucap Nala


"Sudah seharusnya nak"Jawab Amanda


"Tapi Nala malu bunda"ucap Nala


"Malu kenapa nak ? Bukankah anak buna sudah cantik seperti princess"tanya Amanda


"Iya, justru karena aku sudah seperti princess apakah ada seorang pangeran yang akan mendekati ku ?"tanya Nala


"Tentu saja sayang, pangeranmu sudah menanti dibawah. Silahkan turun tuan putri"ucap Amanda


"Siapa bunda ?"tanya Nala tak percaya


"Silahkan lihat sendiri"balas sang bunda. Namun ketika Nala sudah mendekati pintu kamar sang bunda kembali memanggil


"Ada apa bunda ?"tanya Nala


"Princess nggak mungkin keluar menggunakan sendal jempit nak"Amanda memasangkan sepatu kaca dengan tangan hiasan bunga bertaburan permata disetiap lekukannya


"Sekarang princess sudah siap untuk menemui pangerannya"ucap Amanda


Melihat apa yang sudah bunda berikan kepadanya saat ini membuat Nala ingin menangis. Dewasa hanyalah masalah usia namun sifat msih menunjukkan bahwa dia masihlah anak sang bunda


"Kenapa sayang ?"tanya Amanda ketika melihat mata sang anak yang sudah berkaca-kaca


"Terimakasih bunda, Nala sayang bunda"ucap Nala seraya memeluk sang bunda


"Bunda juga sayang Nala. Udah jangan nangis, nanti make up nya luntur"ucap sang bunda


Amanda melepaskan pelukan nya agar sang anak tak jadi menangis


"Sudah sana keluar jangan biarkan pangeran nya nunggu terlalu lama"ucap Amanda seraya tersenyum penuh kehangatan. Sedangkan Nala dengan langkah pasti dia pun akhirnya membuka pintu kamar sang bunda


Namun ketika pintu kamar sudah dibuka, begitu terkejut nya dia melihat Niko yang sudah duduk mengobrol dengan sang papa. Namun obrolan itu kini terhenti ketika melihat Nala yang berbeda dari hari-hari biasanya


"Cantikkan anaknya om"ucap Adimas seraya melirik Niko yang tak mau lepas dari pesona Nala


"Cantik banget om"jawab Niko setengah sadar

__ADS_1


Nala berjalan didampingi sang bunda mendekati sang papa dan Niko yang sedang memperhatikannya saat ini


__ADS_2