
Niko dan Queen saat ini berada di sebuah toko buku. Queen sengaja meminta tolong kepada Niko untuk menemaninya mencari buku bisnis untuk dia pelajari, Queen bukannya tak mengetahui masalah bisnis hanya saja dia ingin lebih mengasah pengetahuannya
"Lo mau nyari yang seperti apa ?"tanya Niko
"Yang mencangkup semuanya, biar nggak terlalu banyak buku"jawab Queen
"Lo cetak sendiri aja kalau mau yang kayak gitu"balas Niko
"Hehe, kali aja ada yang kayak gitu"ucap Queen
"Nah buku ini aja, buku-buku karangan dia itu best semua. Gue punya satu tapi keluaran dulu, pokoknya semua yang dia jelaskan dan yang dia ajarkan mudah di pahami kok apalagi kan ini keluaran baru gue yakin isinya akan lebih baik lagi"jelas Niko
"Ya udah deh aku ambil yang ini aja"Queen mengambil buku yang dipegang oleh Niko
"Lo beli bukuitu doang ?"tanya Niko
"Nggak, aku beli beberapa novel"jawab Queen
__ADS_1
"Hm, ya udah ayo kita bayar"ajak Niko
"Kamu beli buku juga ?"tanya Queen
"Iya, gue beli beberapa komik One Piece terbaru"jawab Niko
"Terus bukunya mana ?"tanya Queen
"Udah di meja kasir"jawab Niko dengan cengiran membuat Queen geleng-geleng kepala
"Sekarang mau kemana lagi ?"tanya Niko
"Lo nggak mau ketemu sama Nathan ?"tanya Niko
"Nggak, biarkan semesta yang mempertemukan kita"jawab Queen
"Kapan semesta nggak akan mempertemukan kalian kalau lo nggak mau berusaha"ucap Niko
__ADS_1
"Nanti kalau waktunya udah pas"jawab Queen dengan tenang
"Atau mau gue kasih tau sama Nathan biar Nathan yang nemuin lo duluan ?"tanya Niko
"Jangan, biarin aja semua berjalan dengan semestinya"jelas Queen
"Ya udah terserah lo aja"Niko tak mau ambil pusing dengan keputusan yang sudah Queen ambil. Kini mereka berdua memutuskan untuk berpisah dan pulang kerumah masing-masing
Hari semakin sore langit pun sudah menampakkan keindahannya, begitu pun dengan Nathan yang tampak indah ketika angin membelai rambutnya. Tahun demi tahun sudah dia lalui dengan sendiri, berusaha melepas rindu dengan seutas senyuman yang tergambar jelas di layar ponsel
Arabelle Jovita Grizelle, nama yang cantik untuk seseorang yang cantik. Nama yang akan terus tertulis di lubuk hati yang paling dalam.
"Entah sama siapa nantinya aku akan berjodoh yang pasti nama kamu akan selalu tertulis di hati aku Ra. Maaf kalau aku tak bisa membuat mu tenang di alam sana, tapi rinduku teramat berat untuk melupakan senyuman mu. Andai waktu bisa di tukar tak akan aku melakukan kebodohan itu Ra"ucap Nathan seraya memandang foto dirinya dan sang kekasih
Hari sudah mulai malam, lampu-lampu jalanan ibu kota sudah mulai dihidupkan memberikan kesan lebih indah di setiap perjalanan. Nathan sendirian mengendarai mobil tanpa alunan musik. Sunyi ? Jangan tanya lagi, tapi percayalah hati Nathan jauh lebih sunyi tanpa kehadiran sang pujaan hati
Aku mengerti bagaimana rasanya ditinggal pas lagi sayang-sayang nya atau bahkan di tinggal pas lagi bucin-bucinnya. Tapi aku yakin melepaskan orang yang kita sayang dengan catatan agar dia bahagia itu lebih membuat hati merasakan sebuah keikhlasan.
__ADS_1
Percayalah sesungguhnya yang paling sulit itu bukan melepaskan tapi mengikhlaskan. Walaupun terkadang mulut berkata ikhlas namun hati belum tentu begitu.