
Saat mobil Reyhan sudah terparkir rapi di salah satu apartemen mewah ibukota . Benar saja Reyhan membawa Diva pulang ke apartemen nya sedangkan Diva tak mengeluarkan sepatah katapun karena saat ini Diva sedang berada di alam mimpi . Lelah terus-terusan berdebat dengan Reyhan dan juga pengaruh dari obat yang tadi dia minum membuatnya tertidur lelap sampai Reyhan menggendongnya pun Diva tak kunjung bangun
"Kamu itu kalau diam cantik , tapi kalau berisik juga cantik"Reyhan tersenyum memandang wajah polos Diva saat tertidur
Setelah menyelimuti Diva , Reyhan langsung bergegas keluar kamar tamu apartemen nya dan memilih duduk didepan TV seraya menonton siaran bola kesukaannya . Sudah hampir tengah malam Reyhan mematikan televisi dan memeriksa keadaan Diva dan ternyata masih terlelap . Reyhan kembali menutup pintu kamar dengan sangat pelan agar tidur Diva tak terganggu , dia berlalu pergi ke kamarnya untuk segera tidur karena mata sudah minta untuk segera istirahat
Pukul 04.00 wib Diva terbangun dari tidurnya karena haus , awalnya Diva merasa bingung kenapa dia tiba-tiba berada didalam kamar namun perlahan dia kembali mengingat apa yang terjadi sebelum dia terlelap dalam tidurnya
"Haus banget"Diva melihat ke samping kanan dan kiri namun dia tak menemukan gelas air minum disana akhirnya Diva harus turun dari tempat tidurnya untuk keluar kamar
"Kenapa dia suka sekali membawa gue ke apartemen nya"Diva berjalan dengan tertatih-tatih seraya memegang dinding agar keseimbangan nya tetap terjaga
"Wah ternyata dapurnya bersih juga , tapi nggak heran sih kan dia dokter"ucap Diva
Diva tak menemukan satupun gelas terletak di meja makan yang mengharuskan dia berjalan lebih untuk mencari dimana letak gelas-gelas Reyhan . Dengan susah oayah berjalan akhirnya Diva menemukan dimana letak gelas Reyhan , namun karena lemari gelas Reyhan terlalu tingga membuat Diva tidak bisa menjijitkan kakinya karena terkilir
Bukan Diva namanya jika tak memiliki segudang ide , dia menarik kursi secara perlahan dia berniat untuk memanjat kursi untuk mengambil gelas . Namun baru saja satu kaki yang naik keatas kursi suara berat seseorang mengejutkannya
"Mau ngapain kamu ?"Diva melihat kearah dimana sumber suara tersebut
__ADS_1
"Hehehe , dokter"jawab Diva dengan cengiran seperti anak kecil yang kepergok orangtuanya meminum es dimalam hari
"Kamu mau ngapain ?"Reyhan mendekati Diva
"Saya mau ngambil gelas"Diva menunjuk gelas-gelas yang tersusun didalam lemari
"Kamu mau ngambil gelas dengan memanjat ?"tanya Reyhan dan dijawab dengan anggukan oleh Diva
"Kaki kamu lagi sakit masih aja berniat mau manjat"ucap Reyhan
"Mau gimana lagi dok saya haus banget , sementara nggak ada gelas diatas meja jadi saya tepaksa harus manjat karena jika menjinjit kaki saya sakit"jelas Diva yang diakhiri dengan cengiran
"Dok saya biasa minum air dingin"ucap Diva
"Mulai sekarang nggak ada air dingin"jawab Reyhan yang tak bisa Diva jawab
Saat Diva ingin segera meminum air yang ada dalam gelasnya bahkan bibir sudah nempel pada pinggiran gelas tiba-tiba terhenti karena Reyhan menahan gelas tersebut
"Baca doa dulu sebelum minum"Reyhan mengingatkan Diva dan Diva pun mengikuti apa kata Reyhan
__ADS_1
Setelah meneguk seluruh air minum Diva merasa lega , meletakkan gelas dimeja makan dengan ekspresi bahagia karena dahaga nya sudah terlepaskan
"Udah ?"tanya Reyhan yang dijawab dengan anggukan oleh Diva
"Oke , karena sudah hampir azan subuh mending sekarang kamu ambil wudhu setelah itu kita baca Al Qur'an"jelas Reyhan namun Diva terlihat gugup , membuang pandangannya dari Reyhan
"Kenapa ? Kamu nggak bisa baca Al Qur'an ?"tanya Reyhan
"Terakhir saya cuma belajar iqro 3"jawab Diva tanpa menatap Reyhan
"Tidak masalah nanti mas ajarkan"ucap Reyhan
"Ta-tapi saya lagi datang bulan"jawab Diva tertunduk malu membuat Reyhan mengulum senyumnya melihat tingkah malu Diva
"Tidak masalah , mas bisa ngajarin kamu tanpa kamu menyentuk Al Qur'an"jelas Reyhan
Reyhan memapah Diva kekamar mandi untuk segera mengambil wudhu , setelah Diva mengambil wudhu Reyhan membiarkan Diva berjalan sendiri menuju kamarnya . Pelan tapi pasti Diva sampai dikamar nya , disana sudah ada Reyhan yang menyiapkan mukenah untuk Diva
Diva sudah siap dengan mukenahnya begitupun Reyhan , Reyhan duduk didepan Diva seraya mengaji dan mengajarkan beberapa huruf Hijaiyah kepada Diva . Untuk kali ini Diva benar-benar menjadi anak yang manis tanpa perdebatan . Diva belajar mengaji sampai hingga azan subuh berkumandang dan Reyhan harus segera sholat subuh
__ADS_1