
Nathan berjalan keluar kamar dengan santai seraya bersiul-siul, membuat Aisyah yang melihatnya langsung penasaran
"Nathan"merasa dipanggil Nathan langsung melihat ke arah dimana suara itu
"Ada apa kak ?"tanya Nathan
"Kamu mau kemana ?"tanya Aisyah
"Ada urusan bisnis kak"jawab Nathan
"Besok acara pernikahan Abang akan di mulai dan sekarang kamu mau pergi melakukan bisnis ?"tanya sang kakak
"Iya, tenang aja Nathan perginya sebentar kok. Palingan 1 atau 2 jam lagi Nathan sudah berada disini"jelas Nathan
"Beneran ?"tanya Aisyah
"Iya kakakku sayang"jawab Aisyah
"Kamu suka lupa diri kalau soal pekerjaan kakak takut kamu nggak pulang"ucap sang kakak
"Tenang aja kak, besok adalah hari terpenting bagi Abang. Mana mungkin Nathan nggak menghadiri"jelas Nathan kembali
__ADS_1
"Kamu pergi sama Niko ?"tanya Aisyah
"Nggak Kak, Nathan pergi sendiri. Lagian Nathan nggak lama"jawab Nathan
"Ya sudah kamu hati-hati dijalan"ucap Aisyah
"Iya kak, ya udah Nathan berangkat dulu ya"setelah mendapat anggukan dari sang kakak, Nathan dengan langkah cepat berjalan menuju parkiran hotel untuk segera berangkat ke tujuannya
Menempuh waktu 15menit mobil sport merah kini sudah terparkir di salah satu cafe bernuansa klasik modern, dengan balutan celana jeans panjang dan kaos lengan pendek berwarna hitam Nathan berjalan dengan gagah masuk kedalam cafe untuk menemui seseorang yang sudah menunggunya sedari tadi
"Selamat sore tuan"sapa seseorang yang sudah menunggunya
"Sore"jawab Nathan seraya menyambut uluran tangan sang klien
"Anda memiliki seorang anak ?"tanya Nathan
"Punya tuan"jawab nya
"Kandung ?"tanya Nathan kembali
"Iya tuan"jawab sang klien
__ADS_1
"Siapa namanya ?"tanya Nathan
"Diva"benar saja dugaan Nathan saat ini dia sudah berhadapan langsung dengan orangtua Diva yang sudah menyia-nyiakan anaknya
Ingin sekali rasa hati Nathan untuk memberinya pelajaran tapi sebisa mungkin dia urungkan, mengingat citranya sekarang menjadi CEO
"Bapak Teguh. Bagaimana jika anak anda menikah dengan saya, jika anak anda menikah dengan saya maka dengan senang hati saya akan menyetujui kerjasama itu dan bahkan saya akan berinvestasi langsung pada perusahaan anda ?"tanya Nathan
Menikah ?"tanya Teguh
"Iya, karena saya yakin anda memiliki anak yang cantik. Terlihat dari namanya"jelas Nathan
Mendengar tawaran dari Nathan membuat Teguh terdiam dan Nathan menyadari itu
"Santai saja, waktu saya luang hari ini. Anda bisa memikirkannya dengan waktu yang cukup panjang yaitu 2 Jam dan saya mengingatkan kembali jangan sampai mengambil keputusan yang salah karena mengingat perusahaan anda yang sedang genting saat ini"ucap Nathan penuh penekanan di akhir kalimat
"Tapi tuan, anak saya masih terbilang sangat muda bahkan mungkin usianya tak jauh dengan usia tuan"balas Teguh
"Memangnya kenapa ? Saya yakin anak anda wanita normal yang tidak mungkin menolah sebuah kemewahan dan seperti yang anda ketahui saya memiliki segalanya"jelas Nathan
"Anda tidak usah meragukan saya, memimpin perusahaan saya saja mampu apalagi memimpin anak anda"tambah Nathan
__ADS_1
"Saya mau ke toilet dulu, jadi anda bisa berpikir dengan tenang"ucap Nathan seraya tersenyum dan pergi meninggalkan Teguh yang masih bungkam
Nathan benar-benar penasaran dengan keputusan Teguh, berjalan menuju toilet dengan suasana hati yang senang