SUNSET

SUNSET
Eps 173


__ADS_3

Niko yang mendengar ancaman dari Nala langsung terdiam seraya memandangi ponsel genggamnya. Bingung mendengar ucapan Nala sekaligus membuat Niko berpikir bagaimana mungkin seorang perempuan bisa membunuh orang. Tapi lagi-lagi Niko diingatkan akan sebuah kemungkinan bahwa Nala tak pernah main-main dengan ancamannya


Niko bergegas mendekati lemari pakaiannya, mengambil koper dan beberapa pakaian untuk segera di masukkan kedalam koper, saat semua dirasa cukup Niko hanya perlu berkaca sebentar untuk memastikan bahwa penampilannya tampan hari ini


"Untung gue ganteng"ucapnya seraya berlalu keluar apartemen sampai nya di lobi apartemen Niko bertemu Nathan


"Lo mau kemana ?"tanya Nathan saat melihat Niko membawa koper


"Gue ada urusan"jawab Niko


"Dimana ? Gue ikut dong"ucap Nathan


"Sorry bro, kali ini gue nggak bisa ajak Lo. Karena ini urusan hidup dan mati seseorang"jelas Niko


"Maksud Lo apa sih ? Lo mau berantem ? Pokoknya gue harus ikut"ucap Nathan tegas


"Huuuft, Nat gue harus buru-buru ke bandara kalau nggak nanti gue ditinggal pesawat. Masa gue harus lari ngejar itu pesawat"balas Niko


"Emangnya Lo mau kemana ?"tanya Nathan


"Gue mau ke Belanda"jawab Niko


"Gue ikut, Lo pasti mau ketemu sama Ara kan"tebak Nathan

__ADS_1


"Nat, ini bukan tentang Ara tapi ini tentang nyawa orang suruhan gue"jelas Niko


"Orang suruhan Lo"ucap Nathan bingung


"Iya, orang suruhan gue ketauan karena udah ngikutin adik Lo dan sekarang adik Lo ngancam kalau gue nggak datang kesana dia bakal bunuh orang suruhan gue"jelas Niko


"Gue ikut Lo"ucap Nathan kembali


"Sorry banget Nat, gue nggak bisa bawa Lo. Ini urusan gue dan biar gue yang selesaikan sendiri, urusan benar apa nggak orang itu Ara biar gue selidiki. Kalau benar gue bakal minta Lo nyusul gue ke Belanda"jelas Niko


"Ya udah kalau memang itu keputusan Lo, biar gue antar Lo ke bandara"Nathan berjalan beriringan dengan Nathan menuju parkiran apartemen


Ingin sekali rasa hati untuk ikut ke Belanda tapi apa boleh buat, keputusan Niko untuk tidak tidak mengajak sudah bulat. Niko memahami bagaimana murkanya Nala jika melihat Niko membawa kembarannya


"Sorry Nat, bukannya gue nggak mau ajak Lo itu karena gue nggak mau disana Lo terus-terusan nyari dimana makam Ara dan gue juga nggak mau Lo bertindak gegabah"batin Niko


"Assalamu'alaikum"ucapan salam dari Amanda membuat Reyhan dan bik Minah langsung melihat kearah pintu


"Bunda, papa"Reyhan langsung mendekati sang bunda dan sang papa


"Bagaimana keadaan Diva ?"tanya Adimas pelan


"Dia sudah membaik pa"jawab Reyhan

__ADS_1


"Bunda di kasih tau kak Aisyah tadi katanya Diva mengalami kecelakaan makanya bunda dan papa langsung kesini"jelas Amanda


"Iya bunda"Reyhan membawa kedua orangtuanya berjalan mendekati Diva


"Diva, ada bunda sama papa datang"ucap Reyhan


Mendengarkan ucapan Reyhan membuat tangan Diva langsung mencari dimana keberadaan kedua orangtua Reyhan, sementara Amanda sudah berlinang air mata melihat keadaan Diva saat ini


"Bunda disini sayang"Amanda langsung meraih tangan Diva


"Maaf ya Tante, Diva udah nggak bisa liat apa-apa lagi sekarang"ucap Diva yang sudah ingin menangis


"Nggak apa-apa sayang, kamu tetap calon menantu bunda yang paling cantik"Amanda langsung memeluk Diva


"Jangan nangis ya sayang, bunda yakin kamu akan segera mendapatkan donor mata dan bisa melihat seperti semua"tambahnya


"Iya nak kamu tenang saja, papa akan berusaha sekuat tenaga untuk mencarikan kamu pendonor sesegera mungkin"ucap Adimas


"Makasih om"ucap Diva seraya tersenyum


"Jangan panggil om lagi dong, panggil kami sama seperti Reyhan memanggil papa dan bunda"balas Adimas


"Memangnya nggak Apa-apa ?"tanya Diva

__ADS_1


"Nggak apa-apa dong, kan sebentar lagi kamu akan menjadi anak papa dan bunda"jelas Amanda


"Makasih bunda"ucap Diva


__ADS_2