
Mobil sudah berada di parkiran rumah , Nathan sampai dirumah kedua orangtuanya setelah sholat isya . Kepulangan Nathan kerumah berbarengan dengan kepulangan Reyhan
"Nat , baru pulang kamu ?"tanya Reyhan yang bingung melihat sang adik yang pulang kerumah masih dengan seragam sekolah
"Iya bg , Nathan dari tempat nenek . Abang sendiri baru pulang juga ?"tanya Nathan kembali
"Iya , ya udah ayo kita masuk bunda pasti udah nungguin kita"ajak Reyhan
Nathan dan Reyhan masuk bersama , setelah menyalami tangan kedua orangtuanya mereka langsung bergegas masuk kamar untuk membersihkan badan
"Bunda , Abang udah pulang ?"tanya Aisyah yang baru keluar dari lift
"Udah tapi langsung masuk kamar katanya mau bersihin badan dulu"jawab sang bunda
"Memangnya kenapa ?"tanya Adimas
"Nggak ada , papa kepo ih"ucap Aisyah yang langsung duduk di samping sang bunda
Aisyah duduk di samping Amanda dan langsung merangkul tangan sang bunda dan menyenderkan kepalanya di bahu sang bunda . Amanda sudah tak heran lagi melihat kelakuan manja sang anak
"Bunda"panggil Aisyah
"Iya"jawab Amanda
"Kalau misalnya ada laki-laki yang ngelamar Aisyah gimana Bun ?"tanya Aisyah
Mendengar pertanyaan Aisyah membuat sang papa yang lagi meminum kopinya langsung terbatuk-batuk karena keselek
"Apa ? Apa kata Aisyah Bun ?"tanya Adimas pada sang istri namun sang istri hanya menjawab dengan senyuman
"Iya nggak apa-apa dong sayang . Memangnya siapa laki-laki itu ?"tanya sang bunda
"Hehe , nggak tau sih cuma kan misalnya"jawab Aisyah
"Syah kamu jangan main-main dengan ucapan misalnya . Kamu hampir bikin papa jantungan"ucap Adimas
"Apa sih mas , lebay banget"balas Amanda
__ADS_1
"Tau tu papa lebay banget"tambah Aisyah seraya tertawa melihat ekspresi sang papa
"Asyik banget lagi ngomongin apa sih ?"tanya Reyhan yang baru menutup pintu kamarnya
"Ini adek kamu berusaha bikin papa serangan jantung"ucap Adimas
"Serangan jantung gimana ?"tanya Reyhan bingung
"Jangan dengerin , papa kamu melebih-lebihkan cerita"jawab sang bunda
"Memang ada apa sih bunda ?"tanya Nathan
"Ini kakak kamu nanya kalau misalnya ada laki-laki yang ngelamar dia pendapat bunda gimana . Si papa malah keselek kopi"jawab Amanda
Mendengar jawaban sang bunda membuat Nathan seketika penasaran dan langsung mendekati sang bunda beda cerita dengan Reyhan yang langsung terdiam
"Ngelamar ? Siapa yang mau ngelamar kakak cantiknya Nathan ?"tanya Nathan dengan jiwa yang menggebu-gebu
"Bunda juga nggak tau"jawab sang bunda
"Apa sih dek , baru misalnya juga"jawab Aisyah malu
"Kok misalnya ? Kalau beneran juga nggak apa-apa kok kak . Nathan setuju-setuju aja asal dia sayang sama kakak"jelas Nathan
"Rey kenapa kamu diam aja ?"tanya Adimas yang bingung melihat anak sulungnya hanya terdiam semenjak mendengar berita tersebut
"Nggak kenapa-kenapa kok pa , Rey cuma mikir kerjaan aja yang lagi banyak di rumah sakit"jawab Reyhan
"Ya udah kalau gitu kamu istirahat aja , kamu pasti capek"Adimas meminta sang anak untuk beristirahat ke kamar agar dia tak sakit karena terlalu memikirkan kerjaan
"Iya pa"Reyhan berdiri dari tempat duduknya menuju kamar
"Eh bentar , Abang udah makan malam belum ?"tanya sang bunda
"Sudah Bun"jawab Reyhan
"Jangan lupa baca doa dulu sebelum tidur ya nak"Amanda mengingatkan pada sang anak agar membaca doa sebelum tidur
__ADS_1
"Iya bunda"Reyhan tersenyum pada sang bunda dan langsung menghilangkan dirinya di balik pintu kamar
"Kenapa Lo sedih Rey ? Seharusnya Lo bahagia , ini kan yang Lo mau selama ini"batin Reyhan
Reyhan duduk di tepi ranjang , membuka dompetnya yang ada foto Aisyah . Tersenyum saat mengingat Aisyah tersenyum bahagia . Menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan , Reyhan melakukan itu sebanyak tiga kali agar menenangkan pikirannya
Saat Reyhan ingin memejamkan matanya , terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar
"Bang , Aisyah boleh masuk nggak ?"teriak Aisyah dari luar kamar
"Iya masuk aja"Reyhan langsung duduk melihat Aisyah yang mulai masuk kedalam kamarnya
"Ada apa dek ?"tanya Reyhan
"Bang , Aisyah mau cerita sama Abang"ucap Aisyah
"Cerita aja , Abang dengerin kok"jawab Reyhan
"Ada waktu Aisyah ngantarin makan siang buat Abang di rumah sakit kan Aisyah Abang kenalin sama teman abang"ucap Aisyah
"Iya terus ?"tanya Reyhan
"Jadi semenjak perkenalkan itu Aisyah dekat sama dia terus di bilang kalau dia mau ngelamar Aisyah menurut Abang gimana ?"Aisyah meminta pendapat pada sang Abang
"Keputusan ada ditangan kamu , kamu udah besar , kamu pasti bisa menentukan mana yang terbaik buat diri kamu sendiri . Lagian dokter Vito itu laki-laki yang baik kok Abang yakin dia bisa menjadi imam yang baik buat adik kecil Abang"walau ada rasa sakit mendengar perkataan Aisyah namun Reyhan harus tetap berperan sebagai Abang yang baik untuknya
"Gitu ya bang . Tapi kalau Aisyah melangkahi Abang emangnya nggak apa-apa ?"tanya Aisyah
"Nggak apa-apa"jawab Reyhan
"Oke deh , makasih solusinya Abang ku yang ganteng . Sayang Abang banyak-banyak"ucap Aisyah
"Ya udah Abang istirahat ya , Aisyah keluar dulu"tambah Aisyah yang langsung bergegas keluar kamar
Reyhan hanya terdiam melihat kepergian Aisyah dari kamarnya . Kembali membaringkan badannya diatas kasur menutup mata dengan tangan kanannya , kata-kata Aisyah selalu terngiang-ngiang di kepalanya . Begitu cepat Vito mendekati Aisyah sampai berniat untuk meminangnya , sedangkan dia hanya bisa mencintai dalam diam karena sebuah alasan yang tak bisa di sebutkan kesembarang orang dan bahkan saat ini hanya dia dan tuhan yang tau perasaan itu
"Semoga Vito bisa buat kamu bahagia Syah"batin Reyhan yang perlahan terlelap dalam tidurnya
__ADS_1