SUNSET

SUNSET
Part 19


__ADS_3

Diva mengendari motornya dengan kecepatan tinggi berharap segera sampai kerumah namun karena jam pulang anak sekolah dan jam makan siang karyawan kantor bentrok yang membuat jalanan macet Diva memutuskan harus mengambil jalan pintas . Namun baru setengah jalan diva sudah dihadang beberapa orang laki-laki dengan badan yang lumayan kekar , Diva mengenal mereka semua . Siapa lagi kalau bukan lawan balap liarnya


"Mau apa Lo ?"tanya Diva


"Wih , disaat sendiri masih berani galak juga Lo"jawabnya


"Hahaha , Lo berharap gue takut ? Gue bukan pecundang kayak Lo yang berani keroyokan cuma buat ngehajar seorang cewek"diva tersenyum sinis melihat Daniel dan beberapa anak buahnya


"Nggak usah sok jagoan Lo Diva , kali ini nggak akan ada yang nolongin Lo"ucap Daniel


"Cuma buat membasmi kodok-kodok kayak kalian gue nggak butuh bantuan"jawab Diva dengan seringai kecil diwajahnya


"Hajar dia"teriak Daniel pada anak buahnya


Terjadilah perkelahian 4cowok vs 1 anak sekolah . Awalnya Diva bisa mengalahkan mereka semua begitupun dengan Daniel sekaligus namun saat Diva ingin memberikan pukulan terakhir untuk Daniel seseorang memukulnya dari belakang . Di situlah awal kekalahan Diva


Saat mereka berlima ingin kembali menyerang Diva kegiatan itu terhenti karna ke datangaan seseorang yang menghentikan kesenangan mereka


"Woy , jangan main keroyokan"teriak orang tersebut yang baru keluar dari dalam mobil


"Wah ada yang sok jagoan ni bos"ucap salah satu anak buah Daniel


"Tunggu apalagi habisi dia"perintah Daniel


Tanpa menunggu lama mereka langsung menyerang sang pahlawan kesiangan tersebut , namun dengan tenaga yang masih fresh membuatnya dengan mudah mengalahkan anak buah Daniel . Begitu kesal melihat semua anak buahnya terkapar di aspal kini Daniel ikut serta dalam perkelahian tersebut dan dengan keadaan yang sama Daniel ikut menyusul anak buahnya untuk berbaring di aspal yang keras


"Beraninya cuma sama cewek , pergi kalian sebelum saya laporkan ke pihak yang berwajib"ancam orang tersebut


Dengan langkah seribu mereka semua pun langsung bergegas meninggalkan Diva dan pahlawan kesiangan nya


"Kamu nggak apa-apa ?"tanyanya


"D-dokter Rey"Diva langsung tak sadarkan diri


Reyhan memeriksa urat nadi Diva merasa masih berdenyut Reyhan langsung menggendong Diva dan membawanya masuk kedalam mobil . Sebelum meninggalkan tempat kejadian Reyhan menelfon seseorang untuk menjemput motor Diva

__ADS_1


Karena Reyhan tak mengetahui dimana rumah Diva akhirnya Reyhan membawa Diva ke apartemen nya kalaupun dibawa pulang kerumah tidak mungkin karna pasti kedua orangtuanya akan menanyakan banyak hal


Reyhan menidurkan Diva di kamar tamu , memasangkan infus di tangannya dan memberi memperban luka-luka yang ada di tangan dan kepala Diva . Setelah selesai Reyhan bergegas pergi meninggalkan Diva menuju kamarnya untuk mengganti pakaian dan tak lupa juga Reyhan memesan makan siang nya


Beberapa menit kepergian Reyhan , Diva sudah sadarkan diri . Diva terlihat bingung dimana keberadaannya saat ini


"Gue dimana ?"Diva melihat sekitar nya dan memperhatikan tangannya yang sudah terpasang infus


"Masa gue dirumah sakit ? Layanan VVIP kali ya"Diva melepaskan infusnya dan bergegas keluar kamar


"Kamu sudah sadar"Diva terkejut mendengar suara seseorang yang baru keluar dari kamar yang lain


"Gue dimana sekarang ?"tanya Diva


"Kamu di apartemen saya , tadi kamu pingsan karena nggak tau dimana rumah kamu terpaksa saya bawa kamu kesini"jelas Reyhan


"Makasih udah nolongin gue tadi"ucap Diva yang langsung pergi menuju pintu keluar


"Kamu itu masih sakit , masuk kamar lagi dan istirahat disana dulu sampai makan siang datang"ucap Reyhan


Reyhan sedikit kesal menghadapi wanita yang keras kepala seperti Diva tapi mau tak mau Reyhan harus bersabar karna saat ini Diva adalah pasien nya . Reyhan menarik tangan Diva kembali membawanya kedalam kamar dan memasangkan selang infus yang dilepaskan


"Kenapa dokter baik sama gue ?"tanya Diva


"Karna saya seorang dokter dan kamu pasien saya saat ini . Seorang pasien adalah tanggujawab dokter"jawab Reyhan


"Motor gue dimana ?"tanya Diva


"Motor kamu aman , tenang aja . Kalau saya boleh tau mereka tadi siapa ? Kenapa mereka memukuli kamu ?"tanya Reyhan penasaran


"Bukan urusan dokter"jawab Diva


"Kita nggak lagi dirumah sakit jadi kamu nggak perlu panggil saya dokter , panggil mas"ucap Reyhan


"Mas ? Kayak yang jualan nasi goreng di depan sekolah dong mas Tejo"ucap Diva tertawa mengingat seperti apa mas Tejo si penjual nasi goreng

__ADS_1


"Kamu sebenarnya cantik kalau ceria kayak gini"mendengar ucapan Reyhan membuat Diva langsung mengubah ekspresi wajah nya


"Haha , ya udah kamu istirahat aja dulu saya mau keluar"ucap Reyhan berlalu meninggalkan Diva


"Gila tu orang , masa nyuruh gue manggil mas . Ih geli banget"gumam Diva


Sementara di luar Reyhan sedang berdebat dengan pikirannya sendiri


"Kenapa gue nyuruh dia manggil mas ? Kan bisa manggil Abang , Aisyah sama Nala juga manggilnya Abang bukan mas"batin Reyhan


"Tapi suka aja gitu di panggil mas , kayak bunda manggi papa kan pakai mas"gumamnya


"Wah udah sakit ni otak gue , harus segera di ronsen kayaknya biar nggak tambah parah"tambah Reyhan


Perdebatan antara hati dan pikiran berakhir setelah bel apartemen berbunyi , Reyhan segera membuka dan yang datang ternyata driver yang mengantar makanan


"Kembaliannya ambil aja"ucap Reyhan


"Makasih mas"balas sang driver


Reyhan langsung membawa makan siang nya ke kamar dimana Diva sedang beristirahat disana . Saat baru mau duduk ponsel genggam Reyhan berbunyi menandakan ada panggilan masuk ketika Reyhan melihat ada tertulis nama Aisyah dilayar ponsel


"Kamu makan aja dulu mas mau angkat telfon"ucap Reyhan yang langsung keluar kamar


"Mas ? Kok gue geli ya denger nya"gumam Diva


Diva memperbaiki posisi duduknya agar bisa makan dengan nyaman , namun seketika pandangannya tertuju pada dompet yang tergeletak di lantai . Diva mengambil dompet tersebut dan melihat ada foto seorang wanita cantik berhijab yang sedang tersenyum ceria


"Dasar buaya darat"ucap Diva yang meletakkan dompet Reyhan ke atas meja di samping tempat tidur


"Kamu belum makan ? Kenapa ?"tanya Reyhan


"Ini baru mau makan"jawab Diva


Diva dan Reyhan menyantap makan siangnya dengan lahap . Setelah menghabiskan makan siangnya Diva langsung bergegas pamitan untuk segera pulang

__ADS_1


__ADS_2